Anda di halaman 1dari 27

Hipertensi Dalam Kehamilan (Makalah)

Posted: Mei 7, 2012 in makalah, Uncategorized


Tag:hipertensi, hipertensi dalam kehamilan, kehamilan, makalah, makalah askeb

BAB I
PENDAHULUAN

Kehamilan dengan hipertensi ialah keadaan hipertensi yang diimbas oleh kehamilan. Istilah ini diadopsi oleh
The American College of Obstetrician and Gynecologist untuk mengganti istilah preeklampsia dan
eklampsia. Sindrom ini terdiri atas trias: yaitu hipertensi, proteinuria, dan edema. Hipertensi jenis ini lazim
menjangkiti primigravida (kehamilan minggu XX) berusia antara 20-35 tahun yang berasal dari lapisan social
ekonomi tingkat bawah, dan menderita malnutrisi. Badan Kesehatan dunia memperkirakan ada 8%
(eklamsia) dan 4% (hipertensi) dari 21 kasus penyebab kematian (selain abortus) yang ada.

Seorang wanita hamil boleh dicurigai menderita hipertensi kehamilan, jika yang bersangkutan sering
mengeluh pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut bagian atas (ulu hati), nafsu makan
lenyap, rasa mual, dan muntah. Tanda yang mudah diperiksa alah pertambahan berat badan secara
progresif (. 3kg tiap minggu). Sehingga perlu adanya penyusunan menu dan trik khusus untuk
menanggulangi masalah tersebut seperti Diet Rendah Garam karena nutrisi mempunyai peranan penting
dalam upaya pencegahan dan penyembuhan hipertensi maupun komplikasi lain saat kehamilan.

Dengan disusunnya makalah ini diharapkan dapat memberikan sedikit informasi tentang hipertensi dan diet
untuk menanggulangi masalah hipertensi. Selain itu makalah ini dapat digunakan sebagai acuan dan refrensi
untuk menyusun menu bagi penderita hipertensi khususnya ibu hamil. Sehingga dapat membantu dalam
mengatasi masalah nutrisi bagi penderita hipertensi khususnya bagi ibu hamil.

BAB II
PEMBAHASAN

1.

I.

INFORMASI TENTANG HIPERTENSI

Sampai sekarang penyakit hipertensi dalam kehamilan (HDK) masih merupakan masalah kebidanan yang
belum dapat dipecahkan dengan tuntas. HDK adalah salah satu dari trias

penyebab utama kematian ibu di camping perdarahan dan infeksi. Penanganan kasus HDK atau Gestosis
atau EPH Gestosis masih tetap merupakan kontroversi karena sampai saat ini etiologi dan patofisiologi
penyakit HDK masih belum jelas diketahui, sehingga penanganan yang definitif belum mungkin dijalankan
dengan sempurna. Hanya tenninasi kehamilan yang dapat di-

anggap sebagai terapi yang definitif.

HDK adalah komplikasi kehamilan setelah kehamilan 20 minggu yang ditandai dengan timbulnya hipertensi,
disertai salah satu dari : edema, proteinuria, atai edua-duanya. Klasifikasinya sebagai berikut :

1.

HDK sebagai penyulit yang berhubungan langsung dengan kehamilan :

1.

1)Pre-eklamsia

2.

2)Eklamsia

3.

HDK sebagai penyulit yang tidak berhubungan langsung dengan kehamilan :

1.

Hipertensi kronik.

2.

Pre-eklamsia/eklamsiapadahipertensikronik/superimposed.

3.

4.

Transient hypertension.

4.

5.

HDK yang tidak dapat dikiasifikasikan.

1.

a.

Definisi dan Kriteria

2.

Hipertensi ialah :
a) Bila tekanan darah sistolik 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik >_ 90 mmHg.

b) Kenaikan tekanan darah sistolik 30 mmHg.

c) Kenaikan tekanan darah diastolik 15 mmHg. Untuk mengukur tekanan darah yang pertama dilakukan
dua kali setelah istirahat duduk 10 menit. Pengukuran tekanan darah ini harus dilakukan sekurangkurangnya 2 kali dengan selang waktu 6 jam dan ibu dalam keadaan istirahat.

1.

Pre-eklamsia
Ialah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/atau edema akibat kehamilan, setelah umur kehamilan 20
minggu atau segera setelah persalinan. Gejala ini dapat timbul sebelum 20 minggu bila terjadi penyakit
trofoblas.

1.

Eklamsia
ialah timbulnya kejang pada penderita pre-eklamsia yang disusul dengan koma. Kejang ini bukan akibat dari
kelainan neurologik.

1.

Hipertensi kronik
Hipertensi yang menetap oleh sebab apapun, yang ditemukanpada umur kehamilan kurang dari 20 minggu,
atau hipertensi yang menetap setelah 6 minggu pasca persalinan.

1.

Superimposed pre-eklamsia/eklamsia
Ialah timbulnya pre-eklamsia atau eklamsia pada hipertensi kronik.

1.

Transient hypertension
lalah hipertensi dalam kehamilan pada wanita yang tekanan darahnya normal sebelum hamil dan tidak
mempunyai gejala-gejala hipertensi kronik atau pre-eklamsia atau eklamsia. Gejala ini akan hilang setelah
10 hari pasca persalinan.

1.

b.

Etiologi

Faktor predisposisi :

1)

Primigravida atau nullipara, terutama pada umur reproduksi ekstrem, yaitu remaja dan umur 35 tahun

ke atas.

2)

Multigravida dengan kondisi klinis :

a) Kehamilan ganda dan hidrops fetalis.

b) Penyakit vaskuler termasuk hipertensi esensial kronik dan diabetes mellitus.

c) Penyakit-penyakit ginjal.

3)

Hiperplasentosis : Molahidatidosa,kehamilan ganda, hi drops fetalis, bay i besar, diabetes mellitus.

4)

Riwayat keluarga pernah pre-eklamsia atau eklamsia.

5)

Obesitas dan hidramnion.

6)

Gizi yang kurang dan anemi.

7)

Kasus-kasus dengan kadar asam urat yang tinggi, defisiensi kalsium, defisiensi asam lemak tidak

jenuh, kurang antioksidans.

1.

c.

Patogenesis

Belum diketahui dengan pasti. Proses iskemik uteroplasenter menyebabkan vasospasmus arteriole/kapiler
secara umum sehingga menimbulkan kelainan patologis pada organ-organ vital.

1.

1.

Pre-Eklamsia Ringan

Kriteria :

1)

Tekanan darah > 140/90 mmHg atau tekanan darah sistolik naik > 30 mmHg atau kenaikan tekanan

darah diastolik > 15 mmHg tetapi < 160/110 mmHg.

2)

Edema

3)

Proteinuria, setelah kehamilan 20 minggu.

1.

2.

Pre-Eklamsia Berat

Kriteria :

1)

Tekanan darah 160/110 mmHg.

2)

Proteinuria lebih 5 gram/24 jam atau kualitatif 3+/4+.

3)

Oliguria 500 ml/24 jam.

4)

Nyeri kepala frontal atau gangguan penglihatan.

5)

Nyeri epigastrium.

6)

Edema paru atau sianosis.

7)

Pertumbuhan janin intrauterin yang terlambat (IUFGR).

8)

HELLP syndrome (H = Hemolysis; EL = Elevated Liver enzymes; LP = Low Platelet counts).

1.

3.

Eklamsia

Eklamsia adalah kelainan akut pada wanita hamil, dalam persalinan atau nifas yang ditandai dengan
timbulnya kejang dan atau koma. Sebelumnya wanita tadi menunjukkan gejala-gejala pre-eklamsia (kejangkejang timbul bukan akibat kelainan neu- rologik).

1.

4.

Hipertensi Kronik Dalam Kehamilan

Adanya hipertensi yang persisten oleh sebab apapun juga yang ditemukan pada umur kehamilan kurang dari
20 minggu atau hipertensi persisten setelah 6 minggu pasca persalinan. Diagnosis klinik Diagnosis hipertensi
kronik pada kehamilan ditegakkan berdasarkan gejala-gejala sebagai berikut :

a) Adanya riwayat hipertensi sebelum kehamilan atau didapatkan hipertensi pada kehamilan kurang dari 20
minggu.

b) Ditemukan kelainan organik, misalnya : pembesaran jantung, kelainan ginjal, dan sebagainya.

c) Umur ibu di atas 30 tahun dan umumnya multigravida.

d) Bila terjadi superimposed preeclampsia, maka didapatkan : tekanan darah sistolik lebih dari 200 mmHg
adanya perubahan-perubahan pada pembuluh darah retin berupa eksudasi, perdarahan, dan penyempitan.
e) Retensi air dan natrium tidak menonjol. Jarang didapatkan edema dan proteinuria.

f) Hipertensi masih temp didapatkan sampai 6 bulan pasca persalinan.

4. Komplikasi
Gagal ginjal, gagal jantung, edema paru-paru, kelainan pembekuan darah, perdarahan otak, kematian janin.

1.

II.

1.

A.

1.

UPAYA PENANGGULANGAN

DIET RENDAH GARAM


a.

Pengertian

Yang dimaksud dengan garam dalam Diet Rendah Garam adalah garam natrium seperti yang terdapat ddi
dalm garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO3), baking powder, natrium benzoat, dan vetsin (mono sodium
glutamate). Natrium adalah kation utama dalam cairan ekstraselular tubuh yang mempunyai fungsi menjaga
keseimbangan cairan dan asam tubuh, serta berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi otot. Asupan
makanan sehari-hari umumnya mengandung lebih banyak natrium daripada yang dibutuhkan tubuh. Dalam
keadaan normal, jumlah natrium yang dikeluarkan tubuh melalui urin sama dengan jumlah yang dikonsumsi,
sehingga terdapat keseimbangan.
Makanan sehari-hari biasanya cukup mengandung natrium yang dibutuhkan sehingga tidak ada
penetapan kebutuhan natrium sehari. WHO menganjurkan pembatasan konsumsi garam dapur hingga 6
gram sehari (ekuivalen dengan 2400 mg)

Asupan natrium yang berlebihan, terutama dalam bentuk natrium klorida, dapat menyebabkan
gangguan keseimbangan cairan tubuh, sehingga menyebabkan edema atau asites, dan hipertensi. Penyakitpenyakit tertentu seperti sirosis hati, penyakit ginjal tertentu, dekomsio kordis, toksemia pada kehamilan dan
hipertensi esensial dapat menyebabkan gejala edema atau asites, dan hipertensi. Dalam keadaan demikian
asupan garam natrium perlu dibatasi.

1.

b.

Tujuan Diet

Tujuan Diet Garam Rendah adalah membantu menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh
dan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi

1.

c.

Syarat Diet Rendah Garam:

2.

Cukup energi, protein, mineral dan vitamin.

3.

Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit.

4.

Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam atau air dan hipertensi.

1.

d.

Macam Diet dan Indikasi Pemberian

Diet Garam rendah diberikan kepada pasien denan edema, asites atau hipertensi seperti yang terjadi pada
penyakit dekompensasio kordis, serosis hati, penyakit ginjal tertentu, toxemia pada kehamilan, dan
hipertensi esensial. Diet ini mengandung cukup zat-zat gizi. Sesuai dengan keadaan penyakit dapat
diberikan berbagai Diet Rendah Garam.

a)

Diet Rendah Garam I (200-400 mg Na)

Diet Rendah Garam I diberikan kepada pasien dengan edema, asites, dan Hipertensi berat. Pada pengolahan
makanannya tidak ditambahkan garam dapur . Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya
misalnya daun seledri (96 mg/100 gr bahan makanan), pisang (18 gr bahan makanan).

b)

Diet Rendah Garam II (600-800 mg Na)

Diet rendah garam II diberikan kepada pasien dengan edema, acites, dan hipertensi tidak terlalu berat.
Pemberian makanan sehari sama dengan diet rendah garam I. Pada pengolahan makananya boleh
menggunakan setengah sendok teh garam dapur (2gr). Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar

natriumnya, misalnya roti bakar (700 mg/100gr bahan makanan), susu asam bubuk (600 mg/ 100 gr bahan
makanan), biskuit (500mg/100gr bahan makanan), kue-kue (250mg/100gr bahan makanan), roti cokelat
(500mg/100gr bahan makanan), ayam (100mg/100gr bahan makannan), daging bebek (200mg/100gr bahan
makana), putih telur bebek( 228mg/100gr), susu skim bubuk (470mg/100gr bahan makanan).

c)

Diet Rendah Garam III (1000-1200 mg Na)

Diet rendah garam III diberikan kepada pasien dengan edema dan hipertensi ringan. Pemberian makanan
sehari samadengan diet rendah garam I. Pada pengolahan makanannya boleh menggunakan I sdt (4gr)
garam dapur. Contoh pengaturan makanannya; keju (1200 mg/100gr makanan), sosis (1000 mg/ 100gr
bahan makanan), lemak babi (1500 mg/100 gr bahan makanan), garam (38758 mg/100 gr bahan makanan).

1.

e.

Bahan Makanan Sehari

Bahan Makanan

Berat(gr)

Takaran

Beras

300

5 gls nasi

Daging

100

2 ptg sdg

Telur Ayam

50

1 butir

Tempe

100

4 ptg sdg

Kacang Hijau

25

2 sdm

Sayuran

200

2 gelas

Buah

200

2 ptg sdg papaya

Minyak

25

2 sdm

Gula Pasir

1.

f.

25

2 sdm

Nilai Gizi

Energi

2230 kkal

Protein

75 gr

Lemak

53 gr

Karbohidrat

365 gr

Kalsium

500 mg

Besi

24 mg

Tiamin

1,2 mg

Vitamin

87mg

Natrium

305 mg

1.

g.

Pembagian Bahan Makanan Sehari

2.

1.

Pagi

Beras 70 gr

1 gelas nasi

1.

1.

1.

Telur 50 gr

1 btr

Sayuran 50 gr

gelas

Minyak 5 gr

sdm

Gula Pasir 10 gr

1 sdm

2.

Pukul 10.00

Kacang hijau 25 gr

2 sdm

Gula Pasir 15 gr

1 sdm

3.

Siang dan Sore

Beras 140 gr

2 gelas nasi

Daging 50 gr

1 potong sedang

Tempe50 gr

2 potong sedang

Sayuran 75 gr

gelas

Buah 100gr

1 potong sedang papaya

Minyak 10 gr

1 sdm

h.

Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan

Bahan Makanan

Sunber karbohidrat

Sumber protein hewani,

Sumber protein nabati.

Sayuran.

Dianjurkan

Tidak Dianjurkan

Beras, kentang, singkong,


terigu, tapioca, hongkue,
gula, makanan yang
diolah dari bahan
makanan tersebut diatas
tanpa garam dapur dan
soda seperti : macaroni,
mie, bihun, roti, biskuit,
kue kering.

Roti, biskuit, dan kuekue yang dimasak


dengan garam dapur,
baking powder dan
soda.

Daging dan ikan


maksimal 100 gr sehari,
telur maksimal 1 butir
sehari.

Otak, dinjal, lidah,


sardine, daging, ikan,
susu, dan telur yang
diawetkan dengan
garam dapur seperti
daging asap, ham,
bacon, dendeng,
abon, keju, ikan asin,
ikan kaleng, kornet,
ebi, udang kering,
telur asin dan telur
pindang.

Semua kacang-kacangan
dan hasilnya yang diolah
dan dimasak tanpa
garam dapur.

Keju, kacang tanah


dan semua kacangkacangan dan
hasilnya yang
dimasak dengan
garam dapur dan lain
ikatan matrium.

Semua sayuran segar,


sayuran yang diawet
tanpa garam dapur dan
natrium benzoate.

Sayuran yang
dimasak dan
diawetkan dengan
garam dapur dan lain
ikatan natrium,
seperti sayuran
dalam kaleng, sawi
asin, asinan dan acar.

Buah-buahan yang
diawet dengan garam
dapur dan lain ikatan
natrium, seperti buah
dalam kaleng.

Buah-buahan.

Semua buah-buahan
segar, buah yang diawet
tanpa garam dapur dan
natrium benzoate.

Lemak.

Minyak goring, margarine


Margarine dan
dan mentega tanpa
mentega biasa.
garam.

Minuman.

The dan kopi.

Semua bumbu-bumbu
kering yang tidak
mengandung garam
dapur dan lain ikatan
natrium. Garam dapur
sesuai ketentuan untuk
diet rendah garam II dan
III

Bumbu.

1.

i.
Pagi

Contoh Menu Sehari


Nasi

Telur dadar

Tumis kacang panjang

Minuman ringan.

Garam dapur untuk


diet rendah garam I,
baking powder, soda
kue, vetsin, dan
bumbu yang
mengandung garam
dapur seperti kecap,
terasi, magi, tomato
kecap,petis, tauco.

Pukul 10.00

Bubur kacang hijau

Siang

Nasi

Ikan acar kuning

Tahu bacem

Sayur lodeh

Papaya

Malam

Nasi

Daging pesmol

Keripiktempe

Cah sayuran

Pisang

1.

B.

DIET PREEKLAMSI

1.

a.

Gambaran umum

Preeklamsia murupakan sindrom yang terjadi pada saat kehamilan masuk pada minggu ke-20 dengan tanda
dan gejala seperti hipertensi, proteinuria, kenaikan berat badan yang cepat karena edema, mudah timbul
kemerah-merahan, mual, muntah, pusing, nyeri lambung, oligouria, gelisan dan kesadaran menurun. Cirri
khas diet ini adalah memperhatikan asupan garam dan protein.

1.

b.

Tujuan Diet :

1.

Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal

2.

Muncapai dan mempertahankan tekanan darah normal

3.

Mencegah atau mengurangi retensi garam atau air

4.

Mencapai keseimbangan nitrogen

5.

Menjaga agar penambahan berat badab tidak melebihi normal

6.

Mengurangi atau mencegah timbulnya factor risiko lain atau penyakit baru pada saat
kehamilan atau setelah melahirkan

1.
1.

c.

Syarat Diet :
Energi dan semua zat gizi cukup. Dalam keadaan berat, makanan diberikan secara

berangsur, sesuai dengan kemampuan pasien menerima makanan. Penambahan energy tidak lebih dari
300 kkal dari makanan atau diet sebelum hamil.
2.

Garam diberikan rendah sesuai dengan berat ringannya retensi garam atau air.
Penambahan berat badan diusahakan dibawah 3 kg/bulan atau dibawah 1 kg/minggu.

3.

Protein tinggi (1 2 gr/kg berat badan).

4.

Lemak sedang, sebagian lemak berupa lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh
ganda.

5.

Vitamin cukup, vitamin C dan B6 diberikan sedikit lebingg tinggi.

6.

Mineral cukup terutama kalium dan kalsium.

7.

Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan makan pasien.

8.

Cairan diberikan 2500 ml sehari. Pada keadaan oligouria, cairan dibatasi dan disesuaikan
dengan cairan yang keluar melalui urine, muntah, keringat, dan pernapasan.

1.

d.

Macam Diet dan Indikasi Pemberian

1.

1.

Diet Preeklamsi I

Diet preeklamsi I diberikan pada pasien dengan preeklamsi berat. Makanan diberikkan dalam bentuk
cair, yang terdiri dari susu dan sari buah. Jumlah cairan diberikan paling sedikit 1500 ml sehari per oral, dan
kekurangan diberikan secara parenteral. Makanan ini kurang energy dan zat gizi, karena itu hanya diberikan
selama 1-2 hari.

1.

2.

Diet Preeklamsi II

Diet preeklamsi II diberikan sebagai makanan perpindahan dari diet preeklamsi I atau kepada pasien
preeklamsia yang penyakitnya tidak begitu berat. Makanan berbentuk saring atau lunak dan diberikan
sebagai diet rendahgaramI.makanan ini cukup energy dan gizi lainnya.

1.

3.

Diet Preeklamsi III

Diet preeklamsi III diberikan sebagai makanan perpindahan dari diet preeklamsi II atau kepada pasien
dengan preeklamsi ringan. Makanan ini mengandung protein tinggi dan garam rendah, diberikan dalam
bentuk lunak atau biasa. Makanan iini cukup semua zat gizi. Jumlah energy harus disesuaikan dengan
kenaikan berat badan yang boleh lebih dari 1 kg setiap bulan.

1.

e.

Bahan Makanan Sehari

Diet Preeklamsia I
Bahan
Makanan

Berat
(gr)

urt

Diet Preeklamsia II

Berat
(gr)

urt

Diet Preeklamsia III

Berat
(gr)

Urt

Beras

150

3 gls tim

200

4 gls tim

Telur

50

1 butir

50

1 butir

Daging

100

2 ptg sdg

100

2ptg sdg

Tempe

50

2 ptg sdg

100

4 ptg sdg

Sayuran

200

2 gls

200

2 gls

Sari buah/

1000

15

400

4 ptg sdg

400

4 ptg sdg

buah

pepaya

Papaya

Gula pasir

80

8 sdm

30

3 sdm

30

3 sdm

Minyak

15

1 sdm

25

2 sdm

75

15 sdm

25

5 sdm

50

10 sdm

nabati

Susu Bubuk

Susu khusus ibu hamil bila diberikan susu biasa energi hanya sebagian yang terpenuhi.

1.

f.

Nilai gizi
Diet

Preeklamsia I

Diet Preeklamsia
II

Diet Preeklamsia
III

1604
Energi (kkal)

1032

Protein (gram)

20

2128
56
80
44

Lemak (gram)

19

63
261

Karbohidrat

211

305

(gram)
500
Kalsium

600

800

(gram)
17,3
Besi (gram)

6,9

24,2
2796

Vitamin A (RE)

750

Tiamin (mg)

0,5

3035
0,8
1
212

Vitamin C (mg)

2,46

213
248

Natrium (mg)

228

403

1.

g.

Pembagian Bahan Makanan Sehari

2.

1.

Diet Preeklamsia I

Pukul 06.00

teh

1 gelas

Pukul 08.00

sari tomat

1 gelas

susu

1 gelas

Pukul 10.00

sari jeruk

1 gelas

Pukul 13.00

sari alpukat

1 gelas

susu

1 gelas

sari tomat

1 gelas

Susu

1 gelas

sari papaya

1 gelas

Pukul 16.00

Pukul 18.00

sari jeruk

Pukul 20.00

1.

2.

1 gelas

teh

1 gelas

Susu

1 gelas

Diet preeklamsia II & III


Diet Preeklamsi II

Waktu

Diet Preeklamsi III

Bahan
Makanan
Berat (g)

urt

Berat (g)

urt

Beras

50

1 gls tim

50

1 gls tim

Telur ayam

50

1 btr

50

1 btr

Sayuran

50

gelas

50

gelas

Minyak

sdm

sdm

Susu bubuk

25

5 sdm

25

5 sdm

Gula pasir

10

1 sdm

10

1 sdm

Buah

100

1ptg

100

1ptg

Pagi

10.00

Siang

papaya

papaya

Gula pasir

10

1 sdm

10

1 sdm

Beras

50

1 gls tim

75

1 gls tim

50
Daging

50

1 ptg sdg

1 ptg sdg
100

Tahu

50

bh bsr

1 bh bsr
75

Sayur

75

gelas

gelas
100

Buah

100

1ptg

1 ptg sdg

papaya

papaya
10

Minyak

Buah

100

sdm

1 sdm

100

Ptg

1 ptg
pepaya
pepaya
16.00

Gula Pasir

10

10

1 sdm

25

5 sdm

1 sdm
Susu bubuk

Malam

Beras

50

1 gls tim

75

1 gls tim

Ikan

50

1ptg sdg

50

1 ptg sdg

Tempe

25

1 ptg sdg

50

2 ptg sdg

Sayuran

75

gls

75

gls

Buah

100

1ptg

100

1 ptg sdg

pepaya

papaya

1 sdm
Minyak

1.

h.

Contoh Menu Sehari

Diet Preeklamsi II

Pagi

Nasi Tim

Telur Ceplok

Tumis kacang panjang taoge

Susu

Pukul 10.00

Selada buah

Siang

Nasi Tim

Daging bumbu terik

Tempebacem

Pisang

sdm

10

Pukul 16.00

Jeruk

Malam

Nasi tim

Ikan bumbu kuning

Gadon tahu

Jeruk

Teh

BAB III
PENUTUP

1.

Hipertensi, preeklamsi dan eklamsi termasuk salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu
hamil diIndonesia.

2.

Nutrisi (gizi) memegang peranan penting dalam upaya pencegahan dan penyembuhan penyakit.
Sehingga untuk masalah Hipertensi dan komplikasi kehamilan yang lain perlu adanya pengaturan dan
penyusunan menu yang baik (baik kualitas maupun kuantitasnya).

3.

Diet Rendah Garam (garam Na) sangat penting bagi penderita Hipertensi khususnya bagi ibu hamil.

DAFTAR PUSTAKA

Almastar, Sunita. Penuntun Diet. 2006.Jakarta : Gramedia.


Arisman. Gizi dalam Daur Kehidupan. 2007.Jakarta : EGC
Francin Paath, Erna, dkk. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. 2005.Jakarta: EGC
www. cermindunia.com/edisi khusus 80/1992. Selasa, 31 Maret 2008. 19.00 WIB
http://www.balita-anda.com. Selasa, 31 Maret 2008. 19.00 WIB