Anda di halaman 1dari 54

SHINTA LISSEVA

FK UNBRAH

Tipe dan Posisi Kelenjar


- Kelenjar saliva yang terbesar dan hampir
seluruhnya tersusun oleh kelenjar tipe acini
serosa.
- Terletak di bawah meatus acusticus eksternus
dan terletak di dalam suatu lekukan di belakang
ramus mandibulae dan di depan
M.sternocleidomastoideus.

Bentuk, Lobus dan Processus Kelenjar


- Dari superficial, berbentuk baji, dengan
dasarnya di atas dan apeksnya di belakang
angulus mandibulae.
- N.facialis dan cabang-cabangnya berjalan ke
depan di dalam glandula parotidea dan membagi
glandula ini dalam lobus superficialis dan
profunda.
- Margo superior glandula meluas ke atas di
belakang articulation temporomandibularis
masuk ke bagian posterior fossa mandibularis.
Bagian kelenjar ini disebut processus glenoidalis.

Margo anterior glandula ini meluas ke depan,


superficial terhadap M.masseter, membentuk
processus facialis. Sebagian kecil dari processus
facialis dapat terpisah dari glandula utama dan
disebut sebagai glandula parotidea acessoria.
Pars profunda kelenjar dapat meluas ke depan di
antara m.pterygoideus medialis dan ramus
mandibulae, membentuk processus
pterygoideus.

Kapsula Kelenjar
- Glandula parotidea adalah massa berlobus yang
dikelilingi oleh kapsula jaringan ikat.
- Selain itu glandula dibungkus oleh kapsula
fibrosa padat yang berasal dari lamina
superficialis fascia colli profunda

Duktus Parotideus
- Duktus parotideus berjalan ke depan di atas
permukaan lateral M.masseter, 1 jari di
bawah arcus zygomaticus.
- Jalan ductus ini yang miring di antara
membran mucosa dan m.buccinator
berfungsi mencegah masuknya udara ke
dalam duktus pada saat meniup dengan kuat.
- Glandula parotidea accessoria bermuara
melalui duktus kecil ke dalam bagian atas
ductus parotideus.

Struktur di Dalam Glandula Parotidea


- Struktur di dalam glandula parotidea, dari
lateral ke medial adalah n.facialis,
v.retromandibularis dan a.carotis eksterna.
Beberapa nodus dari kelompok nodi lymphoidei
parotidei juga terdapat di dalam kelenjar.

Batas-Batas Glandula Parotidea


Batas superficial: nodi lymphoidei parotidei, fascia, n.auricularis

magnus, dan kulit.


Batas superior : meatus acusticus eksternus dan facies posterior
articulation temporomandibularis.
Batas
posteromedial
:
processus
mastoideus,
M.sternocleidomastoideus, selubung carotis a.carotis interna,
v.jugularis interna, n.vagus, n.glossopharyngeus, n.acessorius,
n.hypoglossus, dan n.facialis.
Batas anteromedial: pinggir posterior ramus mandibula,
articulation
temporomandibularis,
m.masseter
dan
m.pterygoideus medialis. Glandula ini menempel pada dinding
faring.

Perdarahan
A.carotis eksterna dan cabang terminalnya.
Vena bermuara ke dalam vena
retromandibularis.
Aliran Limfe
Pembuluh limfe bermuara ke dalam nodi
lymphoidei parotidei dan nodi lymphoidei
cervicales profundi.
Persarafan
Serabut-serabut sekretomotorik parasimpatis
dari nucleus salivatorius inferior n.IX
mempersarafi glandula parotidea.

memulai pencernaan karbohidrat di mulut melalui kerja


amilase saliva,
yang merupakan suatu enzim yang
memecah polisakarida menjadi disakarida
mempermudah proses menelan dengan membasahi
partikel-partikel makanan.
memiliki efek antibakteri, oleh lisozim, suatu enzim
yang melisiskan atau menghancurkan bakteri tertentu
sebagai pelarut untuk molekul-molekul yang meransang
papil pengecapan
membantu kita berbicara dengan mempermudah
gerakan bibir dan lidah.
Saliva berperan penting dalam higiene mulut dengan
membantu menjaga kebersihan mulut dan gigi. Aliran
saliva yang terus menerus membantu membilas residu
makanan, melepaskan sel epitel, dan benda asing.
Penyangga bikarbonat di saliva menetralkan asam di
makanan serta asam yang dihasilkan oleh bakteri di
mulut, sehingga membantu mencegah karies gigi.

sekitar 1-2 liter saliva disekresikan


per hari, kecepatan 0,5 ml/menit
sampai 5 ml/menit.
Sekresi
saliva
yang
bersifat
spontan dan kontinu, bahkan tanpa
adanya rangsangan yang jelas,
disebabkan oleh stimulasi konstan
tingkat rendah ujung-ujung saraf
parasimpatis yang berakhir di kelenjar
saliva.

Tumor
Parotis

Tumor didefinisikan sebagai


pertumbuhan baru suatu
jaringan dengan multiplikasi
sel-sel yang tidak terkontrol
dan progresif, disebut juga
sebagai neoplasma
Kelenjar Parotis adalah kelenjar
air liur terbesar yang terletak
di depan telinga

Insidens tumor kelenjar


liur di Amerika ialah 1.5
kasus setiap 100,000
orang. Dijangkakan 700
kematian terjadi akibat
tumor kelenjar liur
pertahun.Tumor kelenjar
liur sering terjadi pada
usia dekade ke-6.

Tumor kelenjar liur sering


terjadi pada usia dekade
ke-6. Tumor maligna
biasanya terjadi pada usia
di atas 60 tahun dan
tumor benigna pada usia di
atas 40 tahun. Tumor jinak
lebih sering pada wanita
tetapi tumor maligna
terdistribusi rata pada
wanita dan laki-laki

Paparan radiasi,
Faktor merokok,
Infeksi,
Pekerjaan (penata

rambut dan pekerja

salon),
Nutrisi, genetik (Brooke-Spiergler
syndrome, nominantly inherited
trichoepithelioma) dan
faktor lingkungan (paparan serbuk
gergaji, pestisida, dan bahan kimia
untuk industri kulit).

1.

Klasifikasi Histopatologi WHO/ AJCC

Benign

Malignant

plemorphic adenoma ( mixed benign mucoepidermoid carcinoma


tumor)
Warthins tumor

adenoid cystic carcinoma

Lymphoepithelial lesion

Adenocarcinoma

Oncocytoma

acinic cell carcinoma

monomorphic adenoma

Malignant mixed tumor

Benign cysts

epidermoid carcinoma
Other ananplastic carcinoma

Carcinoma ex pleomarphic adenoma (carcinoma arising in a mixed tumor)


malignant mixed tumor (biphasic malignancy)
mucoepidermoid carcinoma
low grade
intermediated grade
high grade
adenoid cystic carcinoma
Acinous( acinic) cell carcinoma
Adenocarcinoma
Mucus-producing adenopapillary dan non papillary
Salivary duct carcinoma (ductal carcinoma)
Other adenocarcinoma
Oncocytic cell carcinoma (malignant oncocytoma)
Clear cell carcinoma
Primary squamous cell carcinoma
Undifferentiated carcinoma
Epithelial-myoepthelial carcinoma
Metastatic
Unclassified

LOW GRADE
Acinic cell carcinoma
Basal cell adenocarcinoma
Clear cell carcinoma
Cystadenocarcinoma
Epithelial- myoepithelial carcinoma
Mucinous adenocarcinoma
Polymorphous low grade adenocarcinoma (PLGA)
LOW GRADE, INTERMEDIATE GRADE AND HIGH GRADE
Adenocarcinoma, NOS
Mucoepidermoid carcinoma
Squamous cell carcinoma
INTERMEDIATE GRADE AND HIGH GRADE
Myoepithelial carcinoma
HIGH GRADE
Anaplastic small cell carcinoma
Carsinosarkoma
Large cell undifferentiated carcinoma
Small cell undifferentiated carcinoma
Salivary duct carcinoma

T (tumor)
TX :
Tumor primer tidak dapat dinilai
T0 :
Tidak ada bukti tumor primer
T1
:
Tumor 2 cm tanpa ekstensi ekstraparenkim
T2
:
Tumor > 2 cm, 4 cm tanpa ekstensi
ekstraparenkim
T3
:
Tumor > 4 cm atau adanya ekstensi
ekstraparenkim
T4a
:
Tumor menyerang kulit, mandibula, saluran
telinga, saraf facial atau beberapa struktur yang lain
T4b: Tumor menyerang dasar tengkorak atau tulang
pterygoid atau merusak arteri karotis

N (nodul)
NX
: Daerah kelenjar getah bening tidak dapat dinilai

N0

: Tidak ada nodul metastasis pada kelenjar limfa regional

N1

: Nodul < 3 cm pada kelenjar tunggal ipsilateral

N2a

: Nodul > 3 cm dan 6 cm pada kelenjar tunggal ipsilateral

N2b

: Metastasis di beberapa kelenjar getah bening ipsilateral, nodul 6 cm

N2c

: Metastasis kelenjar getah bening kontralateral atau bilateral, nodul 6 cm

N3

: Metastasis kelenjar getah bening tunggal atau multipel, nodul > 6 cm

M (metastasis)
MX : Tidak ditemukan metastasis jauh

M0 : Tidak ada metastasis jauh

M1 : Terdapat metastasis jauh

1.
2.
3.
4.

Pleomorphic Adenoma
Warthin Tumor
Onkositoma
Adenoma Monomorphic

Prevalensi:
70% tumor parotis
50% tumor submandibula
45% tumor kelenjar liur minor
6% tumor sublingual
Sering terjadi pada usia 40-60 tahun
Wanita : Pria = 3-4 : 1

Prevalensi:
6-10% dari tumor parotis
Sering terjadi pada usia 40-70 tahun
Pria : Wanita = 5 : 1

Prevalensi:
2,3% dari tumor kelenjar liur
78% onkositoma terjadi pada parotis
9% onkositoma terjadi pada
submandibula

Prevalensi:
1,8% dari tumor kelenjar liur
Sering terjadi pada usia 60 tahun

Adenoid
cyctic
carcinoma(A
CC)
Mencakup 4-15% dari seluruh
keganasan kelenjar liur dan merupakan
kanker terbanyak dari keganasan
kelenjar liur minor
Paling sering muncul dengan nyeri atau
parastesia
Mikroskopis terdiri dari sel kecil gelap
dengan sitoplasma sedikit tersususn
seperti rantai Swiss Cheese

Adenoc
arcinom
a

Insidensinya jarang tapi


merupakan tumor yang
agresif, cenderung terjadi
pada usia 40 tahun,
diklasifikasikan menurut
gambaran histopatologi
berdasarkan derajat
diferensiasi selular: grade
1 tumor sirkumskripta dan
invasi minimal, grade 3
tumor lebih solid dan
dengan rata-rata mitosis
yang lebih besar dan
grade 2 tumor
gambarannya antara
grade 1 dan grade 3

Karsinom
a sel
skuamou
s primer

Umumnya sebagai tumor padat, yang


tumbuh cepat sering terfiksir ke
jaringan lunak dan kulit disertai nyeri
dan parese wajah
Makroskopis dan mikroskopis serupa
dengan karsinoma sel skuamous di
tempat lain dan bervariasi dari welldifferentiated dan keratinisasi sampai
poorly differentiated tanpa
keratinisasi.

Gambar menunjukkan massa


berbatas tegas dalam kelenjar
parotis kiri, yang telah terbukti
sebagai adenoma pleomorfik

Adenoma pleomorfik pada kelenjar


parotis kiri potongan axial leher

Adenoma pleomorfik pada kelenjar


parotis kanan potongan axial leher