Anda di halaman 1dari 3

124

LAMPIRAN E
KONSEP TEKANAN

Pgage = Tekanan terukur (dibaca pada Aneroid Barometer)


Pgage = PA - Pa
dimana:
PA = tekanan absolut
Pa = tekanan atmosfir (tekanan udara normal) = 14,7 psi.
Tekanan absolut (PA) = Pgage + Pa
Contoh: Kalau diketahui Pgage = 0

Pabsolut = Patm = 14,7 psi.

Tabel VII
Perbandingan Tinggi Kolom Air Terhadap
Tekanan Secara Teoritis
Tinggi Kolom Air
10,3 3 m
1,0 33 m
1 inchi
2 ,5 4 cm
2 , 5 4 cm x (406, 7 )
10 33 ,00 cm
10 ,3 3 m

Satuan Tekanan
1 atm = 14, 7 psi
1, 4 7 psi
0,036 psi= 3, 2 psf
0,036 psi
0,036 psi x(406, 7 )
14, 7 psi
14, 7 psi

"Free air" (udara bebas) adalah udara pada tekanan atmosfir normal masuk ke dalam
kompressor.
"Isothermal compression or Isothermal expansion" adalah suatu keadaan dimana udara
ditekan tanpa menaikkan temperatur, artinya temperatur udara dijaga supaya tetap
konstan. Dengan demikian dipunyai "isothermal compression". Bila udara memuai maka
udara itu akan memberikan panas dan mendingin di daerah temperatur mula-mula. Tetapi
jika panas dapat disalurkan secepat yang diperlukan maka udara tersebut tetap pada
temperatur konstan. Dengan demikian dipunyai isothermal expansion".
"Adiabatic compression or Adiabatic expansion", jika silinder dapat disekat (di-isolasi)
sehingga panas yang ditimbulkan kompressi tidak ada yang ke luar tetapi tinggal bersamasama/ tertahan dengan udara itu, maka temperatur udara tersebut akan naik dengan
sendirinya, hal ini disebut "adiabatic compression". Sebaliknya, jika kita mencegah
bertambahnya panas dari sumber luar (external source) selama pemuaian, maka dipunyai
"adiabatic expansion".
Secara teoritis, suatu gas dapat ditekan dengan "isothermal compression or expansion"
ataupun dengan "adiabatic compression or expansion".
Untuk perubahan isothermal, PV = konstan, tetapi untuk perobahan "adiabatic"
PVn = konstan.

124
dimana:
n = adalah "ratio" Cp terhadap Cv
Cp = specific heat pada tekanan konstan
Cv =
specific heat pada volume konstan
Contoh perhitungan untuk kompressor
Dalam operasi peledakan, dipakai 20 "jack hammer" pada elevasi 3000 ft, diameter 3 " ,
digerakan dengan udara bertekanan 80 psi. Kompressor diletakan pada ketinggian 6000 ft
Pertanyaan:
1) Berapakah banyak udara bebas yang diperlukan kompressor untuk menggerakan 20
"jackhammer" tersebut.
2) Berapakah tekanan yang harus ke luar dari kompressor tersebut (anggap kerugian
karena gesekan, sambungan-sambungan ditiadakan).
3) Berapa HP kompressor untuk penekanan secara isothermis ataupun adiabatis.
Penyelesaian:

Pada elevasi 6000 ft, maka tekanan atmosfir adalah 11,72 psi Pada elevasi 3000 ft, maka
tekanan atmosfir adalah 13,l6 psi (Lihat Tabel V)
a. Udara yang dibutuhkan oleh sebuah "Jackhammer diameter "3" dengan P = 80 psi
adalah 114 cfm (Tabel III). "Multiflier" untuk 20 buah "Jackhammer" pada ketinggian
3000 ft adalah 12,87 (Tabel IV). Jadi udara bebas yang dibutuhkan oleh 20 buah
"Jackhammer" tersebut adalah: 114 cfm x 12,87 = 1467,2 cfm
b. Log P2 = log P1 - 0,0000157 h = log (80 + 13,16) - 0,0000157(6000 - 3000) = 1,922
Log P2 =1,922

P2 = 83,59 psi (absolut),

Jadi P2 adalah: 83,59-11,72 = 71,87 ~ 72 psi (gage)


c . Untuk proses secara isotermis:
Hp = 0,1475 x P x log (P2/Pa)
dimana:
P2 = tekanan mutlak dimana kompressor ditempatkan.
Pa = tekanan atmosfir normal, dimana kompressor diletakan.
Jadi
72 + 11,72
Hp = (0,1475) (1467,2) log (-------------------)
11.72
= 1 8 5 Hp

124

Untuk proses adiabatis


Hp =

n
x 0,0643 x V (
(n -1)

P2
- 1)-P1

((n-1)/n)

((1,4-1)/1,4)

Hp =

1,4
x0,0643x100(
(1,4-1)

72+11,72

------- 1)
11,72

= 248,8 HP
Harga P2 dapat bertambah, jika diketahui kerugian tekana n (misalnya
adanya kebocoran pada pipa)