Anda di halaman 1dari 41

SEMINAR MATERNITAS

KRITISI JURNAL
The Effect of late Pregnancy Consumption of Date Fruit on Labour and
Delivery
O. Al-Kuran, L. Al-Mehaisen, H. Bawadi, S. Beitawi & Z. Amarin

Oleh:
KELOMPOK 8
Lisa Royani Mita
Yananda Maulina
Yayuk Fitri Anita
Herlinda Dwi Ningrum
Silfiah Novi Permata
Damar Dewangga
Alvin Rois Azwarsyah
Doni Agung Nugroho

105070207111013
105070200111007
105070207111018
105070204111004
105070200111023
105070200111036
105070207111007
0910723020

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan laporan Departemen Maternitas dengan judul The Effect of late
Pregnancy Consumption of Date Fruit on Labour and Delivery .Ketertarikan penulis akan
topik ini didasari pada banyaknya kejadian persalinan kala 1 lama di kamar bersalin RSUD
Ngudi Waluyo. Penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Ibu Imroatus Sholikah, SST, selaku Kepala Ruang Cempaka yang telah memberikan
kesempatan pada kami untuk menimba ilmu di Ruang Cempaka.
2. Ibu Ns. Hesti Swastikawati, S. Kep, selaku Clinical Instructur departemen Maternitas
di Ruang Cempaka RSUD Ngudi Waluyo.
3. Ns. Fransiska Imavike F, S.Kep, M.Nurs, selaku dosen pembimbing Departemen
Maternitas Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
4. Pihak-pihak yang secara tidak langsung membantu proses penyelesaian makalah inii.
Penulis menyadari bahwa penulisan laporan Departemen Maternitas ini masih
kurang sempurna, oleh karena itu penulis membuka diri untuk segala saran dan kritik yang
membangun bagi penulis, sehingga dapat bermanfaat untuk penulis khususnya dan
masyarakat secara umum.
Malang, Oktober 2015
Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .............................................................................................................

Daftar isi........................................................................................................................

Latar Belakang...............................................................................................................

Metode ..........................................................................................................................

Partisipan ......................................................................................................................

Prosedur Penelitian ......................................................................................................

Program Intervensi .......................................................................................................

Pengumpulan Data .......................................................................................................

Hasil Penelitian .............................................................................................................

Diskusi ................................................................................................................. 11
Kesimpulan .......................................................................................................... 13
Kekurangan dan Kelebihan Jurnal ................................................................................ 15
Pembahasan Perbandingan dengan Jurnal yang Lain ................................................... 16
Penerapan di Indonesia.................................................................................................. 24
Daftar Pustaka............................................................................................................... . 25

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kehamilan adalah suatu peristiwa bertemunya sel telur dan sel sperma hasil dari
pertemuan itu akan bernidasi di dalam rahim selama beberapa waktu dan
tumbungkembang menjadi bayi (Manuaba, 1999).
Periode antepartum adalah periode kehamilan yang dihitung sejak hari pertama
haid terakhir (HPHT) hingga dimulainya persalinan sejati, yang menandai awal periode
ante partum. Periode antepartum dibagi menjadi 3 trimester yang masing-masing
terdiri dari 13 minggu atau 3 bulan menurut hitungan kalender. Pembagian waktu ini
diambil dari ketentuan yang mempertimbangkan bahwa lama kehamilan diperkirakan
lebih kurang 280 hari atau 9 bulan sejak hari pertama haid terakhir. Pembuahan terjadi
ketika ovulasi lebih kurang 14 hari setelah HPHT (Varney, 2007).
Pada trimester tiga sendiri sering disebut periode penantian dengan penuh
kewaspadaan, karena ditrimester inilah tanda dan gejala kelahiran muncul. Tanda dan
gejala tersebut antara lain; terjadi kontraksi, nyeri punggung, keluar darah disertai
lender, pecah ketuban yang disertai kontraksi dan sebagainya.
Oleh karena proses melahirkan membutuhkan waktu yang cukup lama terutama
pada kehamilan primigravida sebagian wanita dan keluarganya memilih menggunakan
metode nonfarmakologi untuk merangsang munculnya gejala kelahiran. Salah satu
metode non farmakologis yang telah dikenal adalah dengan mengkonsumsi buah
kurma. Buah kurma memiliki banyak manfaat karena mengandung nutrisi yang cukup
seperti; kalium, zink, karbohidrat, lemak, 15jenis garam dan mineral, protein,dan
vitamin (Al-Shahib dan Marshall 2003). Selain nilai gizinya yang tinggi buah kurma
juga

dapat

mencegah anemia, mengurangi mual, mengontrol tekanan darah,

mengatur gula darahtingkat, membantu untuk mengembalikan kalsium habis, mengusir


racun,dan meningkatkan kekuatan dan kekebalan tubuh (Al-Shahibdan Marshall
2003). Sehingga hal tersebut dapat membantu calon ibu dalam kehamilan trimester
akhir.

BAB II

KAJIAN TEORI
2.1 Kurma
Kurma (Phoenix dactylifera L.) Merupakan satu dari tanaman buah tertua yang
ditanam di daerah arid (kering) di Semenanjung Arab, Afrika Utara, dan Timur Tengah.
Daerah asal kurma yang paling mungkin adalah di atau dekat Irak, tetapi
penyebarannya ke banyak negara sudah sejak zaman dahulu. Kurma adalah bahan
pangan utama dan sumber penghasilan bagi penduduk lokal di Timur Tengah dan
Afrika Utara, dan berperan besar dalam bidang ekonomi, kemasyarakatan,dan
lingkungan.
Sepuluh Negara teratas penghasil kurma adalah Mesir, Saudi Arabia, Iran,
United Arab Emirates (UAE), Pakistan, Algeria, Sudan, Oman, Libya, Arab Jamahiriya,
dan Tunisia. Sedangkan lima Negara teratas pengekspor kurma adalah Iran,
Pakistan, UAE, Saudi Arabia, dan Tunisia.
Kurma termasuk ke dalam keluarga tanaman Palmaceae (Barrow, 1998). Nama
biologi kurma berasal dari buahnya: phoenix (bhs Yunani) yang artinya buah merah
atau ungu dan dactylifera yang artinya seperti jari karena gerombol buahnya
seperti jari manusia. Pohon kurma merupakan tanaman berumah dua sehingga pohon
betina terpisah dengan pohon jantan.
Secara alami penyerbukan kurma oleh angin tetapi penyerbukan oleh serangga
juga dimungkinkan. Sumber serbuk sari (polen) yang berbeda, akan mempengaruhi
ukuran, bentuk biji dan jaringan di sisi luar embrio serta endosperm buah.
Terdapat tiga metode perbanyakan tanaman kurma; yang paling umum adalah
cara vegetatif yaitu percabangan (offshoot) yang secara genetik akan sama dengan
pohon induk. Cabang berkembang dari tunas samping pada batang dekat permukaan
tanah semasa tahap juvenile pohon kurma. Cabang, setelah 3-5 tahun menempel
pada pohon induk akan berakar dan dapat ditanam terpisah dari induk. Pada saat itu
cabang tersebut akan mulai membentuk bunga dan berbuah.
Perbanyakan kedua adalah menghasilkan anakan hasil persilangan secara
seksual. Anakan ini tidak identik dengan pohon induk dan tidak seragam secara

genetic, sangat bervariasi dalam hal produksi dan kualitas buah. Sebanyak 50%
tanaman merupakan tanaman jantan, dan ini baru diketahui 4-5 tahun kemudian,
setelah tanaman mulai berbunga.
Metode perbanyakan kurma yang ketiga adalah melalui kultur jaringan, yaitu
dari ujung tunas baik melalui embryogenesis atau organogenesis pertama kali
dikembangkan tahun 1970 hingga 1980 an. Organogenesis dapat dicapai
menggunakan tunas samping dan meristem apikal, sedangkan embryogenesis
melalui kalus yang terbentuk dari tunas, daun muda, batang dan rachilla.
Membutuhkan waktu 6 tahun untuk mencapai produksi melalui proses kultur jaringan.
Saat ini UAE memiliki fasilitas kultur jaringan tanaman kurma terbesar, lebih dari
100.000 tanaman kultur diproduksi setiap tahunnya karena produksi offshoot tidak
dapat memenuhi kebutuhan untuk pengadaan penanaman pohon-pohon baru.
Kurma mampu tumbuh pada iklim yang sangat panas dan kering,dan relative
toleran terhadap tanah basa dan bergaram. Kurma memerlukan cuaca musim panas
yang panjang dengan sedikit sekali hujan dan kelembapan yang sangat rendah sejak
masa penyerbukan hingga pemanenan, tetapi memiliki air tanah yang cukup. Ada
yang menggambarkan kurma sebagai pohon yang kakinya berada dalam air tetapi
kepalanya berada dalam kobaran api. Kondisi seperti ditemukan di oase dan wadi di
pusat asal kurma di Timur Tengah.
Kurma dapat tumbuh pada suhu rata-rata 12.7 27.5C, dapat bertahan hingga
50C maupun pada suhu membeku hingga serendah-rendahnya -5C. Suhu ideal
untuk pertumbuhan semasa penyerbukan hingga pematangan buah berkisar dari 2127C.
Kurma berbunga jika suhu meningkat hingga lebih dari 18C dan membentuk
buah jika lebih dari 25C.
Laju pertumbuhan dan perkembangan buah kurma mengikuti pola kurva
sigmoid. Pematangan buah melewati 4 tahap berbeda yaitu Kimri (hijau belum
matang), Khalal (matang warna merah), Ruthab (lunak berwarna coklat), dan Tamar
(keras seperti kismis). Mulai tahap Kimri ukuran buah dan berat meningkat cepat,

selanjutnya mengalami perubahan warna mulai hijau, merah coklat. Pada tahap
Tamar buah kehilangan kandungan air, dan perbandingan gula: air cukup tinggi
sehingga tak terjadi fermentasi, sama seperti anggur kering (kismis). Kadar gula pada
tahap Kimri yang hanya 20% saat matang mencapai 88% dari berat kering buah.
Ukuran dan bentuk buah kurma bervariasi bergantung kultivar, cara pembudidayaan
maupun lingkungan. Pohon kurma rata-rata menghasilkan 40 kg buah per tahun,
bahkan dapat mencapai 100 kg dengan pemeliharaan yang sangat baik. Pohon betina
mulai menghasilkan buah setelah berumur 4-6 tahun, dan menghasilkan produksi
maksimum setelah berumur 15-20 tahun. Rata-rata umur ekonomis kebun kurma 4050 tahun, tetapi masih produktif hingga 150 tahun.

Tahap pembentukan buah


Pohon kurma memiliki banyak kegunaan bagi manusia. Hasil utamanya adalah
buah, yang dapat dimakan segar, kering, atau setelah diproses menjadi berbagai
olahan. Di Afrika Utara dan Timur Tengah, beberapa kurma dipanen dan dikonsumsi
pada tahap Khalal saat buah masih mengandung kadar tannin tinggi. Tetapi
umumnya buah kurma dipanen pada tahap matang sempurna yang disebut Rutab
dan Tamar dengan kandungan gula tinggi dan kelembapan dan tannin rendah.
Kultivar kurma diklasifikasikan menjadi lunak, semi kering, atau kering bergantung
pada waktu pemanenan yang berhubungan dengan kandungan air.

Kurma dapat dibuat menjadi pudding, roti, cake, biscuit, permen, es krim, dan
campuran serealia. Buah kurma segar juga dapat dibuat menjadi jus, cuka, wine, bir,
gula, sirup, madu, acar, pasta, dan perasa makanan.
Buah kurma merupakan bahan pangan dengan kandungan energi yang tinggi,
yaitu 72-88% kandungan gula. Pada tahap Khalal hampir seluruh (80%-85%) gula
merupakan sukrosa dan mendekati matang sukrosa mengalami hidrolisis menjadi
glukosa dan fruktosa. Kurma mengandung zat besi, kalium, kalsium, klorin,
magnesium, belerang, sedikit fosfor, 16 asam amino, vitamin A, B1, dan B2.
Karena sejarah panjang budidaya dan penggunaannya, maka hampir seluruh
bagian pohon kurma berguna bagi manusia. Batang pohon dimanfaatkan sebagai
kayu atau bahan bakar. Serabut batang dan daun dapat dibuat menjadi tas,
keranjang, pelana unta, kabel, tambang, peti kayu, kipas, penutup makanan, furniture,
kasur, kertas. Daun kering dapat dibuat menjadi atap, penyekat dinding. Tunas pucuk
(palm heart) dapat dimakan sebagai salad atau sayur yang dimasak terlebih dahulu.
Biji kurma dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, atau dirangkai menjadi pernak
pernik hiasan. Minyak dari biji kurma dapat dibuat menjadi sabun. Buah kurma juga
memiliki kegunaan sebagai obat, yakni sebagai astringent untuk mengatasi masalah
usus, perut, obat batuk, pereda demam, edema. Di India getah atau eksudat dari
kurma digunakan untuk mengobati diare dan akar untu mengobati sakit gigi.
2.2 Karbohidrat

Karbohidrat sendiri terdiri atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat


memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan
bakar (misalnya glukosa),
dan glikogen pada

cadangan

hewan),

dan

makanan
materi

tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur).

(misalnya pati pada

pembangun

Pada

proses

tumbuhan

(misalnya selulosa pada


fotosintesis, tetumbuhan

hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.


Klasifikasi Karbohidrat.
Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi dalam 2 golongan, yaitu
karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Sesungguhnya semua jenis
karbohidrat terdiri atas karbohidrat sederhana atau gula sederhana; karbohidrat
kompleks mempunyai lebih dari 2 unit gula sederhana di dalam 1 molekul.
Karbohidrat sederhana.
Karbohidrat sederhana terdiri atas :
1. Monosakarida yang terdiri atas jumlah ataom C yang sama dengan molekul air,
yaitu (C6(H2O)6) dan (C5(H2O)5).
2. Disakarida yang terdiri atas ikatan 2 monosakarida dimana untuk tiap 12 atom C ada
11 molekul air (C12 (H2 O)11). Gula alkohol merupakan bentuk alkohol dari
monosakarida.
3. Oligosakarida adalah gula rantai pendek yang dibentuk oleh galaktosa, glukosa, dan
fruktosa
1. Monosakarida.
Sebagian besar monosakarida dikenal sebagai heksosa, karena terdiri atas 6rantai atau cincin karbon.. Ada tiga jenis heksosa yang penting dalam ilmu gizi, yaitu
glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga macam monosakarida ini mengandung jenis
dan jumlah atom yang sama, yaitu 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom
oksigen.
Glukosa, dinamakan juga dekstrosa atau gula anggur, terdapat luas di alam dalam
jumlah sedikit, yaitu di dalam sayur, buah, sirup jagung, sari pohon, dan bersamaan
dengan fruktosa dalam madu. Glukosa merupakan hasil akhir pencernaan pati, sukrosa,
maltosa, dan laktosa pada hewan dan manusia. Glukosa dapat dimanfaatkan untuk diet
tinggi energi. Tingkat kemanisan glukosa hanya separuh dari sukrosa, sehingga dapat
digunakan lebih banyak untuk tingkat kemanisan yang sama.
Fruktosa, dinamakan juga levulosa atau gula buah, adalah gula paling manis.
Fruktosa mempunyai rumus kimia ang sama dengan glukosa, CHO, namun strukturnya

berbeda. Susunan atom dalam fruktosa merangsang jonjot kecapan pada lidah sehingga
menimbulkan rasa manis. Gula ini terutama terdapat dalam madu bersama glukosa,
dalam buah, nektar bunga, dan juga didalam sayur. Sepertiga dari gula madu madu
terdiri atas fruktosa. Fruktosa dapat diolah dari pati dan digunakan secara komersial
sebagai pemanis. Minuman ringanbanyak menggunakan sirup jagung-tinggi-fruktosa
sebagai bahan pemanis. Di dalam tubuh, fruktosa meupakan hasil pencernaan sakarosa.
Galaktosa, tidak terdapat bebas di alam seperti halnya glukosa dan fruktosa, akan
tetapi terdapat dalam tubuh sebagai hasil pencernaan laktosa.
Manosa, jarang terdapat di dalam makanan. Di gurun pasir, seperti di i\Israel terdapat di
dalam manna yang mereka olah untuk membuat roti.
Pentosa merupakan bagian sel-sel semua bahan makanan alami. Jumlahnya
sangat kecil, sehingga tidak penting sebagai sumber energi. Ribosa dan deoksiribosa
merupakan bagian asam nukleat dalam inti sel. Karena dapat disintesis oleh semua
hewan, ribosa dan deoksiribosa tidak merupakan zat gizi esensial.
2. Disakarida.
Ada empat jenis disakarida, yaitu sukrosa atau sakarosa, maltosa, laktosa, dan
trehalosa. Disakarida dapat dipecah kembali menjadi dua molekul monosakarida melalui
reaksi hidrolisis. Glukosa terdapat pada ke empat jenis disakarida; monosakarida lainnya
adalah fruktosa dan galaktosa .
Sukrosa atau sakarosa dinamakan juga gula tebu atau gula bit. Secara komersial
gula pasir yang 99% terdiri atas sukrosa dibuat dari kedua macam bahan makanan
tersebut melalui proses penyulingan dan kristalisasi. Gula merah yang banyak digunakan
di indonesia dibuat dari tebu, kelapa atau enau melalui proses penyulingan tidak
sempurna. Sukrosa juga terdapat di dalam buah, sayuran, dan madu. Bila dicernakan
atau dihidrolisis, sukrosa pecah menjadi satu unit glukosa dan satu unit fruktosa. Pada
pembuatan sirup sebagian sukrosa (gula pasir) akan terurai menjadi glukosa dan
fruktosa, yang disebut gula invert. Gula invert secara alami terdapat di dalam madu dan
rasanya lebih manis daripada sukrosa.
Maltosa (gula malt) tidak terdapat bebas di alam. Maltosa terbentuk pada setiap
pemecahan pati, seperti yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan bila benih atau bijian
berkecambah dan di dalam usus manusia pada pencernaan pati. Dalam proses
berkecambah pati yang terdapat dalam padi-padian pecah menjadi maltosa, untuk
kemudian diuraikan menjadi unit-unit glukosa tunggal sebagai makanan bagi benih ang

sedang tumbuh. Produksi bir terjadi bila maltosa difermentasi menjadi alkohol. Bila
dicernakan atau dihidrolisis, maltosa pecah menjadi dua unit glukosa.
Laktosa (gula susu) hanya terdapat dalam susu dan terdiri atas satu unit glukosa
dan satu unit galaktosa. Laktosa yang tidak dicerna tidak dapat diserap dan tetap tinggal
dalam saluran pencernaan. Hal ini mempengaruhi jenis mikroorganisme yang tumbuh,
yang menybabkan gejala kembung, kejang perut, dan diare. Ketidaktahanan terhadap
laktosa lebih banyak terjadi pada orang tua. Laktosa adalah gula yang rasanya paling
tidak manis (seperenam manis glukosa) dan lebih sukar larut daripada disakarida lain.
Karbohidrat kompleks
Karbohidrat kompleks terdiri atas :
1. Polisakarida
Karbohidrat kompleks ini dapat mengandung sampai tiga ribu unit gula sederhana
yang tersusun dalam bentuk rantai panjang lurus atau bercabang. Jenis polisakarida
yang penting dalam ilmu gizi adalah pati, dekstrin, glikogen, dan polisakarida nonpati.
Pati merupakan simpanan karbohidrat dalam tumbuh-tumbuhan dan merupakan
karbohidrat utama yang dimakan manusia di seluruh dunia. Pati terutama terdapat
dalam padi-padian, biji-bijian, dan umbi-umbian.
Dekstrin merupakan produk antara pada perencanaan pati atau dibentuk
melalui hidrolisis parsial pati. Dekstrin merupakan sumber utama karbohidrat dalam
makanan lewat pipa (tube feeding). Cairan glukosa dalam hal ini merupakan
campuran dekstrin, maltosa, glukosa, dan air. Karena molekulnya lebih besar dari
sukrosa dan glukosa, dekstrin mempunyai pengaruh osmolar lebih kecil sehingga
tidak mudah menimbulkan diare.
Glikogen dinamakan juga pati hewan karena merupakan bentuk simpanan
karbohidrat di dalam tubuh manusia dan hewan, yang terutama terdapat di dalam
hati dan otot. Dua pertiga bagian dari glikogen disimpan dalam otot dan selebihnya
dalam hati. Glikogen dalam otot hanya dapat digunakan untuk keperluan energi di
dalam otot tersebut, sedangkan glikogen dalam hati dapat digunakan sebagai
sumber energi untuk keperluan semua sel tubuh. Kelebihan glukosa melampaui
kemampuan menyimpannya dalam bentuk glikogen akan diubah menjadi lemak dan
disimpan dalam jaringan lemak.
2.3 Vitamin
Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh
kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa

vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan
aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang
terkena penyakit pada tubuh kita.
Vitamin berdasarkan kelarutannya di dalam air :
Vitamin yang larut di dalam air : Vitamin B dan Vitamin C
Vitamin yang tidak larut di dalam air : Vitamin A, D, E, dan K atau disingkat Vitamin
ADEK.
1. Vitamin A
Sumber vitamin A : susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buahbuahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain

lain)
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A : rabun senja, katarak,
infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat,

dan lain-lain.
2. Vitamin B1
Sumber yang mengandung vitamin B1 : gandum, daging, susu, kacang hijau,

ragi, beras, telur, dan sebagainya.


Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1: kulit kering/kusik/busik,

kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.


3. Vitamin B2
Sumber yang mengandung vitamin B2 : sayur-sayuran segar, kacang kedelai,

kuning telur, susu, dan banyak lagi lainnya.


Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B2 : turunnya daya tahan
tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, dan

sebagainya.
4. Vitamin B3
Sumber yang mengandung vitamin B3 : buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan,

ginjal, kentang manis, daging unggas dan sebagainya.


Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B3 : terganggunya
sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan lemas,

mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain


5. Vitamin B5
Sumber yang mengandung vitamin B5 : daging, susu, sayur mayur hijau,

ginjal, hati, kacang ijo, dan banyak lagi yang lain.


Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B5 : otot mudah menjadi

kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain


6. Vitamin B6

Sumber yang mengandung vitamin B6 : kacang-kacangan, jagung, beras, hati,

ikan, beras tumbuk, ragi, daging, dan lain-lain.


Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6 : kulit pecah-pecah,

keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dan banyak lagi lainnya.
7. Vitamin B12
Sumber yang mengandung vitamin B12 : telur, hati, daging, dan lainnya
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12

kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit


pada kulit, dan sebagainya
8. Vitamin C
Sumber yang mengandung vitamin C : jambu klutuk atau jambu batu, jeruk,

tomat, nanas, sayur segar, dan lain sebagainya.


Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C : mudah infeksi pada

luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain.


9. Vitamin D
Sumber yang mengandung vitamin D : minyak ikan, susu, telur, keju, dan lain

lain.
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D : gigi akan lebih
mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak

normal yang biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.


10. Vitamin E
Sumber yang mengandung vitamin E : ikan, ayam, kuning telur, kecambah,

ragi, minyak tumbuh-tumbuhan, havermut, dsb.


Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E : bisa mandul baik pria

maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll.


11. Vitamin K
Sumber yang mengandung vitamin K : susu, kuning telur, sayuran segar, dkk
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K : darah sulit membeku
bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh, dan
sebagainya
2.4 Mineral
Seperti halnya vitamin, mineral adalah nutrisi penting untuk pemeliharaan
kesehatan dan pencegahan penyakit. Mineral dan vitamin bertindak secara interaksi.
Anda perlu vitamin agar mineral dapat bekerja dan sebaliknya. Tanpa beberapa
mineral / vitamin, beberapa vitamin / mineral tidak berfungsi dengan baik. Perbedaan
terbesar antara vitamin dan mineral adalah bahwa mineral merupakan senyawa
anorganik, sedangkan vitamin organik.

Mineral

dapat

diklasifikasikan

menurut

jumlah

yang

dibutuhkan

tubuh

Anda. Mineral utama (mayor) adalah mineral yang kita perlukan lebih dari 100 mg
sehari, sedangkan mineral minor (trace elements) adalah yang kita perlukan kurang
dari 100 mg sehari. Kalsium, tembaga, fosfor, kalium, natrium dan klorida adalah
contoh mineral utama, sedangkan kromium, magnesium, yodium, besi, flor, mangan,
selenium dan zinc adalah contoh mineral minor. Pembedaan jenis mineral tersebut
semata-mata hanyaberdasarkan jumlah yang diperlukan, bukan kepentingan. Mineral
minor tak kalah penting dibandingkan mineral utama. Kekurangan mineral minor akan
menyebabkan masalah kesehatan yang juga serius. Berikut adalah jenis-jenis mineral
terpenting bagi tubuh kita:
1. Kalsium

Kalsium adalah mineral terbesar yang dibutuhkan tubuh Anda. Sekitar 2-3
persen dari berat badan Anda adalah kalsium, di mana 98% tersimpan di dalam
tulang dan gigi dan 1% di darah Anda. Selain untuk pemeliharaan tulang dan gigi,
kalsium juga membantu kontraksi dan relaksasi otot, pembekuan darah, fungsi
hormon, sekresi enzim, penyerapan vitamin B12 dan pencegahan batu ginjal dan
penyakit jantung. Sumber: susu dan produk susu (keju, yoghurt, dll), telur, ikan,
kacang-kacangan, dan sayuran hijau gelap.
2. Magnesium
Magnesium membantu mengatur kadar kalium dan natrium dalam tubuh, yang
terlibat dalam pengendalian tekanan darah. Magnesium berperan penting dalam
pemeliharaan jaringan gigi, tulang dan otot, mengatur suhu tubuh, produksi dan
transportasi energi, metabolisme lemak, protein dan karbohidrat, kontraksi dan
relaksasi otot. Sebagian besar magnesium disimpan dalam tulang dan gigi, sebagian
lain di dalam darah dan otot. Jika Anda tidak memiliki cukup magnesium dalam
darah, tubuh Anda akan mengambilnya dari tulang Anda, yang pada gilirannya juga
dapat menyebabkan tulang keropos. Sumber: susu, sayur-sayuran berdaun
hijau, alpukat, pisang, coklat, produk kedelai seperti tempe atau tahu, biji-bijian dan
kacang-kacangan.
3. Besi

Disimpan dalam hemoglobin (sel darah merah), zat besi membawa oksigen ke
sel-sel tubuh dan membawa karbon dioksida keluar tubuh, mendukung fungsi otot,
enzim, protein dan metabolisme energi. Kekurangan zat besi menyebabkan anemia,
kelelahan, kelemahan, sakit kepala dan apatis.
Ada dua jenis zat besi dalam makanan: besi heme mudah diserap tubuh dan
ditemukan dalam daging, unggas dan ikan. Besi non-heme lebih sulit diserap tubuh
dan terdapat dalam tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan, brokoli, bayam dan
kangkung. Tubuh Anda dapat menyerap 20-40 persen besi dari sumber hewani dan 520 persen besi dari sumber nabati. Anda perlu makan lebih banyak sayuran untuk
mendapatkan zat besi yang Anda butuhkan. Untuk meningkatkan penyerapan zat
besi, Anda perlu bantuan vitamin C.
4. Zinc (seng)
Zinc terdapat di semua sel tubuh Anda, terutama di kulit, kuku, rambut dan
mata. Jika Anda pria, Anda juga menyimpan zinc di prostat Anda. Zinc berperan
penting dalam sintesis DNA dan RNA, produksi protein, insulin dan sperma,
membantu dalam metabolisme karbohidrat, lemak, protein dan alkohol, berperan
dalam mengeluarkan karbon dioksida, mempercepat penyembuhan, pertumbuhan,
perawatan jaringan tubuh, dan mendukung indera seperti penciuman dan perasa.
Kekurangan zinc menyebabkan gangguan pertumbuhan, kehilangan nafsu makan,
penyembuhan lambat, rambut rontok, libido seks rendah, kehilangan rasa dan bau
dan kesulitan beradaptasi dengan cahaya malam. Sumber: air, makanan berprotein
tinggi seperti daging sapi, kambing, dan unggas, kerang, kepiting, lobster, kacangkacangan dan biji-bijian.
5. Selenium
Kita membutuhkan selenium dalam jumlah kecil tetapi teratur untuk kesehatan liver
(hati). Selenium banyak ditemukan dalam tanah, sehingga jumlah yang ditemukan
dalam sayuran dan buah tergantung pada tempat penanaman dan metode pertanian
yang digunakan. Tanaman yang dibudidayakan pada tanah yang terlalu sering diolah
akan memiliki selenium yang rendah.
Sumber: daging, ikan dan kacang-kacangan, susu dan produk susu, telur, susu ayam,
bawang putih, bawang merah dan sayuran hijau.

6. Kalium, Natrium dan Klorida.


Kalium (sering disebut juga potasium), natrium dan klorida adalah mineral yang
larut dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Mereka terpecah menjadi ion-ion. Ketiga
mineral tersebut membuat cairan dalam tubuh Anda tetap konstan dan tidak
berfluktuasi. Mereka juga berperan penting dalam transportasi glukosa ke dalam sel
dan pembuangan limbah, tekanan darah, transmisi impuls saraf, irama jantung dan
fungsi otot. Kekurangan mineral-mineral ini menyebabkan mengantuk, kecemasan,
mual, kelemahan, dan detak jantung tidak teratur.
Sumber: hampir semua makanan kecuali minyak, lemak dan gula, tetapi dapat
rusak/hilang jika makanan dimasak.
7. Mineral lainnya
Selain mineral-mineral di atas, mineral lain yang dibutuhkan tubuh Anda adalah
boron, kromium, tembaga, flor, yodium, mangan, molibdenum, nikel, silikon, timbal,
dan vanadium. Selain itu, Anda juga membutuhkan dosis yang sangat kecil dari
lithium dan aluminium. Tidak ada yang tahu mengapa Anda membutuhkan mineralmineral tersebut dan berapa jumlah yang Anda butuhkan. Hal itu tidak begitu penting
karena hampir tidak ada orang yang mengalami kekurangan nutrisi tersebut.
2.5 Kandungan Buah kurma.
Kandungan Gizi Kurma per 100 g, Energi 1.180 kj (280 kcal), Karbohidrat 75
g, Gula 63 g, Diet serat 8 0,4 g, Protein 2,5 g, Air 21 g, Vitamin C 0,4 mg (1%),
Mangan 0,262 mg. (Sumber: USDA Nutrient database)
Kandungan karbohidratnya berkisar sekitar 60% pada ruthab (kurma basah)
dan 70% pada tamr (kurma kering), 20% protein,3% lemak dan sisanya merupakan
zat garam mineral dan besi. Kebanyakan varietas kurma mengandung gula glukosa
(jenis gula dalam darah) dan fruktosa (jenis gula yang terdapat dalam sebagian besar
buah-buahan).

Dalam setiap 100 gr kurma kering terkandung vitamin A 90 IU, tiamin 93 mg,
riboflavin 114 mg, niasin 2 mg dan kalium 667 mg. Zat-zat gizi itu berfungsi membantu
melepaskan energy, menjaga kulit dan syaraf agar tetap sehat serta penting untuk
fungsi jantung.
Tabel selengkapnya nilai Kandungan Gizi buah kurma kering (dalam 100 gr)
dari

makalah fruits

of

warm

climates oleh

Morton

J,

di www.hort.purdue.edu :

Tabel 1. Nilai Kandungan Gizi buah kurma kering

Kandungan Gizi Kurma

Ukuran 100 gr (100 g)

Jumlah per Porsi

Kalori 279

Dari Lemak 4.50

hal

5-11,

1987

% Nilai harian*

Total Lemak 0.50 g

Lemak Jenuh 0.200 g

0.8 %

1.0 %

Kolesterol 0 mg

0.0 %

Sodium 11 mg

0.5 %

Total Karbohidrat 73.60 g

24.5 %

Diet Serat 3.7 g

Protein 3.00 g

14.8 %

6.0 %

Vitamin C

5.0 %

Vitamin B1 Thiamin

10.0 %

Vitamin B2 Riboflavin

4.7 %

Vitamin B3 Niasin

3.5 %

Vitamin B5 Asam Pantotenat

0.5 %

acid

Vitamin B6

11.5 %

Kalsium

4.6 %

Besi

11.1 %

Kalium

19.9 %

Fosfor

9.0 %

Magnesium

7.8 %

Seng

2.0 %

Tembaga

14.5 %

Mangan

14.5 %

C Sistein

9.5 %

Tabel 2. Nilai Kandungan Gizi buah kurma kering

F Fenilalanin

7.2 %

I Isoleusin

1.6 %

K Lisin

3.2 %

L Leusin

2.3 %

M Metionin

19.0 %

T Treonin

7.8 %

Tirosin

6.2 %

V Valin

4.5 %

W Triptofan

5.0 %

* Nilai Persen harian berdasarkan diet 2.000 kalori. Nilai


harian Anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah
tergantung pada kebutuhan kalori Anda.

Jumlah total lemak

Kurang dari 65g

Lemak jenuh

Kurang dari 20g

Kolesterol

Kurang dari 300mg

Sodium

Kurang

dari

2,400mg

Jumlah Karbohidrat

300g

Diet Serat

25g

Sumber : http://manycalories.com/id
Tari table diatas dapat dilihat bahkan jumlah kandungan karbohidrat Dan
glukosa dalam 100 gram kurma sangat besar. Dengan kandung seperti itu, kurma
mampu

memberi

tambahan

tenaga

tanpa

rasa

letih

ataupun

mengantuk.

Sebagaimana penelitian yang dilakukan Badan Kesahatan Dunia (WHO), zat gula
yang ada didalam kurma itu berbeda dengan gula pada buah-buahan lain seperti gula
tebu atau gula pasir yang biasa mengandung sukrosa dimana zat itu langsung diserap
kedalam tubuh. Hal ini membuat gula itu harus dipecahkan terlebih dahulu oleh enzim
sebelum berubah menjadi glukosa. Sebaliknya, kurma tidak menbutuhkan proses
demikian.

Selain buah, ternyata biji kurma juga memiliki potensi yang baik untuk panganan
yang sehat. Di negara timur tengah sudah banyak yang meneliti kandungan dari biji
kurma. Menurut Hamada et al. (2002), biji kurma potensial digunakan sebagai bahan
pangan bagi manusia. Hal tersebut dapat terlihat dari komposisi yang terkandung
pada biji kurma. Biji kurma mengandung 71,9 - 73,4 % karbohidrat, 5 - 6,3 % protein,
dan 9,9 - 13,5 % lemak. Komposisi kimia lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di
bawah ini.
Tabel 3. Kandungan biji kurma

Menurut Ali-Mohamed dan Khamis (2004), biji kurma mengandung banyak


mineral, seperti natrium (Na), kalium (K), magnesium (Mg), kalsium (Ca), ferum atau
besi (Fe), mangan (Mn), zinc (Zn), cuprum (Cu), nickel (Ni), cobalt (Co), dan cadmium
(Cd). Ion mineral yang paling banyak terkandung pada biji kurma sama dengan yang
terkandung pada buah kurma, yaitu kalium (K), magnesium (Mg), dan natrium (Na).
Kandungan mineral biji kurma dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4. Kandungan mineral pada biji kurma

Biji kurma juga banyak mengandung serat pangan (dietary fiber) dan antioksidan.
Antioksidan merupakan sebutan untuk zat yang berfungsi melindungi tubuh dari
serangan radikal bebas. Zat ini sangat besar peranannya pada manusia untuk
mencegah terjadinya penyakit. Antioksidan melakukan semua itu dengan cara
menekan kerusakan sel yang terjadi akibat proses oksidasi radikal bebas

2.6 Manfaat dan Khasiat Buah kurma


a. Membantu persalinan
Buah Kurma mengandung oksitosin. Hormon ini membantu merangsang
kontraksi otot-otot rahim sehingga mempermudah persalinan. Hormon ini juga
membantu memacu kontraksi pembuluh darah vena yang ada di sekitar payudara
ibu, sehingga memacu kelenjar susu untuk memproduksi ASI. Selain hormon
oksitosin, kurma juga mengandung hormon potuchin, menurut para ahli, hormon ini
berfungsi mengikat rahim dan otot rahim, sehingga dapat mengurangi perdarahan
setelah melahirkan.
b. Serat terbaik untuk usus.
Kandungan serat pangan larut air dalam bentuk pektin pada kurma jauh
lebih besar dibanding pada buah-buah lain. Selain itu, serat yang tidak dapat
dicerna tubuh pada kurma yang belum matang juga dapat bertindak sebagai

prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik pada saluran usus besar
manusia sehingga dapat membantu pencernaan.
Fungsi serat adalah mencegah sembelit dan memperlancar buang air
besar. Hasil penelitian menemukan bahwa serat makanan banyak memiliki
manfaat antara lanb mencegah dan menyembuhkan kanker usus besar dan luka
serta benjolan dalam usus. Serta juga dapat menurunkan kolesterol dalam darah,
serat makanan yang dimaksud ini termasuk golongan karbohidrat yang terdiri atas
selulosa, hemiselulosa, pectin dan gum. Kanker usus besar disebabkan karena
kontak sel-sel mukosa usus besar dengan zat karsinogen terutama dengan
konsentrasi senyawa karsinogen yang tinggi dalam waktu yang lama. Senyawa
karsinogen berasal dari makanan yang mengandung precursor. Dalam sistem
pencernaan, senyawa precursor dapat diubah menjadi senyawa karsinogen oleh
enzim pencernaan dan aktifitas flora usus. Kontak senyawa karsinogen dengan sel
usus dapa mengubah sel-sel usus menjadi sel-sel kanker. Bila jarang
mengonsumsi makanan yang berserat, feses yang terbentuk kecil dan bertekstur
keras. Bentuk feses semacam ini menyebabkan konsentrasi zat karsinogen yang
mungkin ada didalamnya pekat sedangkan bentuk feses kecil dan keras
menyebabkan transit makanan, sejak dimakan sampai menjadi feses menjadi
lama. Akibatnya akan terjadi kontak antara zat karsinogen dalam konsentrasi tinggi
dan dinding usus besar dalam waktu yang lama. Proses ini dapat menyebabkan
terbentuknya sel-sel kanker. Serat makanan mempunyai daya serap air yang
tinggi. Adanya serat makanan dalam feses menyebabkan feses dapat menyerap
air yang banyak sehingga volumenya menjadi besar dan teksturnya lunak. Adanya
volume besar akan mempercepat kontraksi usus untuk lebih cepat mengeluarkan
feses.
c. Mineral pencegah kanker otak dan rematik.
Kurma tinggi kandungan mineral. Dengan mengonsumsi 15 buah kurma
maka Anda sudah dapat memenuhi kebutuhan harian akan 80% magnesium, 70%
sulfur, 25% kalium, dan 20% kalsium. Kurma juga rendah natrium namun tinggi
akan kalium yang jumlahnya meningkat seiring tingkat kematangannya sehingga
cocok dikonsumsi penderita hipertensi. Selain itu, kandungan mineral pada kurma
seperti fluor asam

salisilat

bagus

untuk

melindungi

gigi,

selenium

meningkatkan sistem imun, boron untuk mencegah kanker otak serta rematik.

untuk

Kurma mengandung zat-zat fitokimia seperti polifenol, sterol, tanin, dan


karoten yang dapat bertindak sebagai antioksidan yang mampu mencegah
pembentukan radikal bebas di tubuh. Sebagai antioksidan, kurma sering
dianggap sebagai makanan fungsional yang baik dan diduga dapat mencegah
kanker karena memiliki kandungan polisakarida berupa glukan.
Antioksidan merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh yang secara
secara umum dapat menghambat oksidasi lemak. Dalam tubuh manusia terdapat
radikal bebas, sebagai sampingan dari proses pembentukan energi. Pada jumlah
tertentu, radikal bebas dibutuhkan agar dapat membantu sel darah putih atau
lekosit untuk menghancurkan atau memakan kuman yang masuk ke dalam tubuh.
Namun jika kondisi radikal bebas dalam tubuh terlalu banyak maka radikal
bebas akan bersifat merusak tubuh. Meningkatnya radikal bebas yang berlebih ini
akan berakibat pada penuaan dini, karena dapat merusak senyawa lemak yang
dapat menghilangkan elastisitas kekencangan kulit sehingga mengakibatkan
keriput.
Selain mencegah penuaan dini, antioksidan juga disinyalir mampu
mencegah tumbuhnya sel kanker payudara pada wanita
d. Lysine untuk perkembangan otot.
Kurma mengandung protein yang lebih tinggi dibanding buah-buahan segar
lain. Kandungan lysine pada kurma ditemukan hampir 2000 kali lipat dibanding
apel dan pisang serta 5000 kali lipat dibanding jeruk. Lysine bermanfaat untuk
menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan sel otot. Walaupun begitu,
kandungan protein kurma lebih sedikit dibandingkan dengan buah kering lain.
F. Sebagai antioksidan untuk kesehatan mata
Kurma adalah sumber vitamin A, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan
sangat penting untuk kesehatan mata. Vitamin A juga diperlukan menjaga kulit
tetap sehat. Konsumsi buah-buahan alami yang kaya akan vitamin A diketahui
membantu melindungi dari kanker paru-paru dan rongga mulut.
Selain itu buah kurma mengandung lutein dan zeaxanthin, yang berfungsi
untuk proses penglihatan dan merupakan nutrisi penting di daerah makula.

Ketika lutein dan zeaxanthin cukup, daerah makula akan dapat melihat sesuatu
dengan jelas dan menyampaikan ke otak. Jika kekurangan kedua zat ini, hal itu
akan menyebabkan AMD (degenerasi makula terkait usia), kebutaan, katarak,
astigmatisme, presbyopia, pseudo-myopia, kelelahan mata, dan sebagainya
memiliki derajat yang berbeda penyakit. Seperti disebutkan di atas, lutein dan
zeaxanthin adalah
G. Zat Besi untuk Pembentukan Hemoglobin
Kurma merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Besi adalah
komponen dari hemoglobin di dalam sel darah merah yang menentukan daya
dukung oksigen darah.
Apabila kekurangan zat besi pada tubuh maka produksi hemoglobin akan
menurun akibatnya terjadi penurunan jumlah sel-sel darah merah atau jumlah
hemoglobin

dalam

darahnya

kurang

dari

normal

(anemia)

. Anemia

menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen) pada organ penderitannya sebab


hemoglobin dalam sel darah merah yang berkurang berakibat oksigen yang
dibawa dari paru-paru ke jaringan tubuh juga menjadi berkurang,. Oleh
karenanya berbagai tingkat anemia dapat memiliki berbagai konsekuensi klinis
Maka tidak mengeherankan jika gejala anemia ditunjukan dengan merasa cepat
lelah, pucat, gelisah, dan terkadang sesak
H. Kalium Sebagai pencegah stroke dan jantung koroner
Kalium sangat penting bagi sistem saraf dan kontraksi otot, kalium juga
dimanfaatkan oleh sistem saraf otonom (SSO), yang merupakan pengendali
detak jantung, fungsi otak, dan proses fisiologi penting lainnya
Kalium dalam kurma adalah komponen penting dari sel dan cairan tubuh
yang membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga
memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung koroner dan stroke.
I.

Kalsium dan flour untuk penggumpalan darah dan mencegah kerusakan


gigi

Kalsium merupakan mineral penting dalam pembentukan tulang dan gigi,


dan dibutuhkan oleh tubuh untuk kontraksi otot, penggumpalan darah dan
konduksi impuls saraf.
Kurma kaya akan vitamin K dan vitamin B-kompleks, yaitu piridoksin (vitamin
B-6), niacin, asam pantotenat dan riboflavin. Vitamin ini membantu tubuh dalam
metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Vitamin K sangat penting dalam
pembekuan darah dan metabolisme tulang
Kurma mengandung fluor yang merupakan mineral yang mencegah
kerusakan gigi. Fluor juga diketahui mencegah pembentukan plak gigi karena
memperkuat enamel gigi. Enamel gigi terdiri dari hidroksiapatit (hydoxyapatite),
yang

jika

kontak

dengan

fluor

membentuk

hidroksifluorapatit

(hydroxyfluorapatite) yang tahan terhadap kerusakan gigi. Fluor tidak dapat


mengembalikan kerusakan gigi, namun dapat mencegah kerusakan gigi lebih
lanjut.
J.

Mangan sebagi pendukung Enzim


Mangan digunakan oleh tubuh sebagai unsur pendukung untuk enzim
antioksidan superoksida dismutase.
Enzim superoksida dismutase adalah enzim antioksidan yang terdapat di
dalam sel, jaringan dan cairan tubuh dan berfungsi untuk menangkap radikal
bebas dan cepat mengubahnya menajadi senyawa hydrogen peroksida yang
berbahaya yang ekmudia dipecah lagi yang nantinya menajdi air dan oksigen.
K. Tembaga diperlukan dalam produksi sel darah merah.
Tembaga adalah mineral penting yang memainkan peranan penting dalam
berbagai

system

enzim.

Mineral

ini

membantu

mengembangkan

dan

memfungsikan syaraf, otak dan jaringan yang berkaitan. Tembaga dibutuhkan


dalam jumlah kecil untuk membantu mengumpulkan hemoglobin.
Kekurangan

zat

tembaga

menurunkan

penyerapan

besi

dan

memperpendek jangka waktu hidupnya sel darah merah. Kekurangan ini


menimbulkan anemia. Kekurangan zat tembaga juga dapat menimbulkan
oedema(pembengkakan)
L. Magnesium sangat penting bagi pertumbuhan tulang.

Magnesium sangat penting untuk kesehatan tulang, sehingga defisiensi


magnesium dapat menyebabkan osteoporosis. Magnesium juga penting untuk
fungsi otot. Kadar magnesium yang tidak mencukupi bisa menyebabkan kram
otot, fungsi lain magnesium adalah membantu penyerapan calcium pada saat
tidur.
M. Asam Folat (vitamin B9) untuk perkembangan otak
Asam Folat atau Vitamin B9 yang terdapat dalam buah kurma merupakan
vitamin yang larut dalam air mempunyai banyak fungsi terutama dalam
pembentukan sel di dalam tubuh. Pada anak-anak dan orang dewasa, fungsi
asam folat ini adalah untuk pembentukkan sel darah merah, pembentukkan sel
otak, dan pencegahan anemia. Sedangkan untuk ibu hamil, asam folat ini
sangat penting peranannya karena asam folat akan mencegah terjadinya cacat
bayi tabung. Selain itu asam folat juga mencegah terjadinya cacat pada system
syaraf. Untuk ibu hamil, konsumsi asam folat cukup 0,4 sampai 0,8 mg per hari
dan ini akan membuat pengurangan resiko bayi lahir cacat hingga 80%.
.
N. Kurma Makanan Bayi Sehat
Dalam penelitian medis, kadar gula glukosa dalam darah bayi yang baru
lahir sangat rendah. Semakin rendah berat badannya, semakin rendah kadar
glukosanya. Bayi dengan berat badan kurang normal di atas 5,2 kg memiliki kadar
darah 20 30 mg setiap 100 mm darah. Jika ini terjadi maka akan menyebabkan bayi
menolak asi, otot yang lemah, pernafasan yang tersendat-sendat, kulit membiru,
sesak nafas. Fenomena ini akan menyebabkan pertumbuhan lambat, idiot, lumpuh
otak, kebutaan atau ketulian.
Jika gejala-gejala ini tidak diatasi maka akan berakhir dengan kematian bayi.
Padahal tindakan mengatasinya sangat mudah yakni dengan memberikan asupan
cukup glukosa yang dilarutkan dalam air atau dikunyah dalam mulut. Ini hikmah
Rasulullah menyuapi kurma yang usai dikunyahnya. Kurma yang dikunyah dengan
kandungan glukosa dan enzim ludah beliau berubah menjadi sukrosa sehingga
mudah menyerap dalam tubuh bayi. Secara otomatis asupan glukosa ini akan
memberikan daya tahan kepada bayi dari penyakit yang mengancamnya
2.7 Hormon Oksitosin

Oksitosin adalah suatu hormon yang diproduksi di hipotalamus dan diangkut lewat
aliran aksoplasmik ke hipofisis posterior yang jika mendapatkan stimulasi yang tepat
hormon ini akan dilepas kedalam darah. Hormon ini di beri nama oksitosin
berdasarkan

efek

fisiologisnya

yakni

percepatan

proses

persalinan

dengan

merangsang kontraksi otot polos uterus. Peranan fisiologik lain yang dimiliki oleh
hormon ini adalah meningkatkan ejeksi ASI dari kelenjar mammae.
Hormon oksitosin dihasilkan oleh hipotalamus dan disimpan di kelenjar pituitari.
Pada saat yang tepat, sebuah isyarat syaraf dikirimkan oleh hipotalamus ke kelenjar
pituitari agar melepaskan hormon ini. Tujuannya adalah memastikan terjadinya
pengerutan saluran-saluran susu dan otot-otot rahim ketika waktu kelahiran tiba.
Dengan cara ini, hormon memudahkan proses persalinan. (Eka Azrianti / Triman Jr.)
Factor-fator yang mempengaruhi pengeluaran hormone oksitosin:
1. Factor yang mempercepat dan memperbanyak
a. Persalinan
b. Stimulasi serviks, vagina dan payudara
c. Estrogen yang beredar dalam darah
d. Peningkatan osmolalitas/konsentrasi plasma
e. Volume cairan yang rendah dalam sirkulasi darah
f. Stress,
stress
yang
disebabkan
oleh
tangisan
menstimulasipengeluaran ASI
2. Pelepasan oksitosin disupresi oleh:
a. Alkohol
b. Relaksin
c. Penurunan osmolalitas/konsentrasi plasma
d. Volume cairan yang tinggi dalam sirkulasi darah

bayi

akan

BAB III
PEMBAHASAN

A. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode randomized controlled study. Peserta secara
acak dipilih untuk menjadi kelompok intervensi (kelompok yang mengkonsumsi buah
kurma) dan kelompok kontrol (tidak mengkonsumsi buah kurma).Penelitian dilakukan
dari tanggal 1Februari 2007 sampai 31 January 2008.
B. Partisipan
Partisipan yang mengikutri penelitian memiliki kriteria inklusi yaitu :
a) Wanita nulipara dan primipara dengan kehamilan tunggal yang datang ke
universitas sains dan teknologi Irbid, Jordan untuk memeriksakan kehamilan
dan persalinan antara 1 Februari 2007 hingga 31 Januari 2008.
b) Usia lgestasi 36 minggu

c) Tidak menderita penyakit kronis atau sedang mengalami komplikasi


kehamilan (kehamilan resiko rendah) pada kehamilan saat ini atau pada
kehamilan yang terahir.
d) Tidak pernah mengkonsumsi buah kurma sebelumnya selama hamil.
C. Prosedur Penelitian
Wanita nulipara dan primipara dengan kehamilan tunggal yang datang ke
universitas sains dan teknologi Irbid, Jordan untuk memeriksakan kehamilan dan
persalinan antara 1 Februari 2007 hingga 31 Januari 2008 diberikan penjelasan
mengenai prosedur penelitian dan diminta untuk berpartisipasi pada salah satu
kelompok (kelompok kontrol atau kelompok perlakuan). Sebelumnya dipastikan
bahwa responden tidak mengkonsumsi buah kurma selama kehamilannya.
Kelompok pertama di diberikan suplai buah kurma dan diminta untuk
mengkonsumsi 6 buah perhari hingga dirasa muncul nyeri persalinan, dan diminta
untuk mengontrol intak nutrisi mereka sekitar 60-67 gram perhari. Kelompok kedua
yaitu kelompok kontrol tidak diberikan buah kurma dan dilarang untuk menkonsumsi
buah kurma selama proses kehamilan hingga persalinan.
Parameter yang diukur pada saat kedatangan partisipan ke kamar bersalin
yakni dilatasi serviks saat datang (cm), apakah selaput amnion tetap utuh (ya/tidak),
durasi fase laten dari tahap pertama persalinan (waktu dari penerimaan pasien hingga
serviks pasien berdilatasi selebar 3 cm. Observasi fase laten dilakukan karena
perbedaan antara persalinan laten (atau salah) dan persalinan aktif seringkali susah,
dimana fase laten dari persalinan sangat bervariasi. Dilatasi 3 cm digunakan karena
merupakan tanda persalinan aktif dimulai), durasi dari fase aktif tahap pertama
persalinan (waktu dari 4 ke 10 cm); durasi dari tahap kedua persalinan (waktu dari
dilatasi maksimal hingga kelahiran fetus); durasi tahap ketiga dari kelahiran (waktu
dari kelahiran fetus hingga kelahiran plasenta); apakah ada nyeri persalinan spontan,
atau apakah persalinan harus diinduksi; apakah drip oksitosin harus dimulai atau
tablet prostin via vagina diberikan; atau tidak satupun dari mereka diberikan (ya/tidak);
dan jenis persalinan (normal persalinan vagina, persalinan ventouse, atau
penggunaan forsep atau melalui operasi caesar). Parameter ini, sama halnya seperti
usia, usia kehamilan dan paritas dicatat pada lembar kerja.

Persetujuan badan peninjau institusi didapatkan untuk melaksanakan


penelitian. Inform censent secara lisan didapatkan dari partisipan untuk mengikuti
penelitian.
D. Program Intervensi
1. Penelitian ini dilakukan pada 114 wanita dengan usia kehamilan minimal 36
minggu dan tidak memiliki penyakit kronis. Di Bagi menjadi 2 kelompok control
sebanyak 69 wanita dan perlakuan sebanyak 45 wanita.
2. Para wanita diberikan penjelasan mengenai penelitian dan diminta untuk
berpartisipasi dalam salah satu kelompok penelitian
3. Kelompok pertama (perlakuan) diberikan kurma sebanyak 6 buah perhari yang(
mengandung persentase karbohidrat, lemak, 15 jenis garam dan mineral,
protein, serta vitamin yang tinggi) selama 4 minggu terakhir sebelum persalinan
atau sampai terdapat nyeri persalinan
4. sedangkan untuk kelompok control tidak diperbolehkan mengkonsumsi buah
kurma selama penelitian berlangsung tetapi mendapat perlakuan

dan

perawatan yang sama dengan kelompok pertama (perlakuan)


5. setiap responden dari kelompok perlakuan dan kelompok control mendapatkan
intake nutrisi sekitar 60-67 gram setiap harinya.
E. Pengumpulan Data
Penelitian ini

merupakan studi prospektif pada wanita nulipara dan primipara

dengan kehamilan tunggal, untuk perawatan antenatal dan kelahiran mereka antara 1
Feb 2007 dan 31 Jan 2008. Kriteria inklusi adalah usia gestasi 36 minggu, dan tanpa
penyakit kronis atau komplikasi antenatal (kehamilan resiko rendah) pada kehamilan
saat ini atau pada kehamilan yang terakhir, partispipan diberikan penjelasan dan
diminta untuk memilih pada salah satu kelompok.
Parameter yang diukur ketika partisipan datang ke kamar bersalin yaitu dilatasi
serviks Saat kedatangan (cm), apakah ketuban utuh atau pecah, durasi fase laten dari
tahap pertama persalinan (waktu dari penerimaan responden hingga serviks
responden berdilatasi selebar 3 cm. Observasi fase laten seringkali sulit didasarkan
pada kenyataan bahwa adaya perbedaan antara fase laten atau bukan pada
persalinan aktif, dimana fase laten persalinan memiliki variable yang sangat bervariasi.
Dilatasi sepanjang 3 cm digunakan berdasarkan tanda persalinan aktif dimulai), durasi

dari fase aktif kala 1 persalinan (waktu dari 4 ke 10 cm), durasi kala dua persalinan
(ketika pembukaan maksimal hingga kelahiran bayi), durasi kala tiga dari persalinan
(waktu dari kelahiran bayi hingga kelahiran plasenta); apakah ada nyeri persalinan
spontan, atau apakah persalinan harus diinduksi, apakah drip oksitosin harus atau
tablet prostin via vagina harus diberikan, atau tidak ada dari obat tersebut yang harus
diberikan (ya/tidak), dan jenis persalinan (persalinan normal pervaginam, persalinan
ventouse, atau penggunaan forsep atau melalui operasi caesar). Parameter ini, sama
halnya seperti usia, usia kehamilah dan paritas dicatat di lembar kerja Excel.
Parameter dianalisa menggunakan SPSS, versi 15. Kategori parameter dianalisa
menggunakan chi-square test atau dengan uji Fisher pada kondisi dimana ukuran sel
pada lembar kerja adalah 5. Parameter berkelanjutan dianalisa menggunakan Uji T
yang dihitung berdasarkan apakah uji Levine untuk variasi signifikan atau tidak. p
value < 0,05 dianggap signifikan.

F. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama 11 bulan, yaitu dari 1 February 2007 sampai dengan 31
January 2008 dengan jumlah partisipan sebanyak 114 orang. Dari 114 orang tersebut
terbagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dimana
masing-masing kelompok terdiri atas 69 orang dalam kelompok perlakuan dan 45
orang dalam kelompok kontrol. Sebanyak 114 wanita ini tidak ada yang digugurkan
selama penelitian, artinya mereka mengikuti penelitian dari awal sampai dengan akhir
(1 February 2007 samapai 31 January 2008).
Dari banyak hal yang menjadi bahan parameter penelitian, beberapa diantaranya tidak
ditemukan adanya perbedaan yang signifikan. Seperti dalam hal umur dan paritas dari
sampel. Dengan pembagian 78% nullipara dan 22% primipara dari rata-rata umur 25,8
tahun. Dan jumlah rata-rata umur kehamilan pada kelompok perlakuan adalah 275,5
hari. Yang kedua adalah durasi waktu kelahiran dan pembukaan serviks. Waktu yang
lebih singkat terlihat pada kala satu didapat pada kelompok perlakuan. Parameter
ketiga adalah melahirkan dengan cara SC (Caesarean Section). Dimana dalam
kelompok perlakuan terdapat 9 wanita yang melahirkan dengan cara SC, hal tersebut
terhitung rendah bila dibandingkan dengan jumlah kelompok kontrol yang melakukan

kelahiran dengan SC sebanyak12 wanita. Hal tersebut dapat terlihat dalam tabel
dibawah.

Dua parameter lain yang terlihat kurang signifikan adalah onset dalam setiap kala
kelahiran serta jumlah wanita yang melahirkan pervaginam. Dimana sebanyak 66
wanita dalam kelompok perlakuan melahirkan secara pervaginam sedangkan dalam
kelompok kontrol sebanyak 37 wanita. Dalam hal onset kala kelahiran, kelompok
perlakuan memiliki onset yang pendek dalam kala 1 (231 menit) dibandingkan dengan
kelompok kontrol (275 menit).
Sedangkan hasil dari parameter yang terlihat adanya perbedaan yang signifikan antara
lain pertama mengenai pembukaan serviks dengan rata-rata tertinggi didapat pada
kelompok perlakuan sekitar 3,52 dibandingkan kelompok kontrol yang hanya memiliki
rata-rata pembukaan serviks sebesar 2,02. Parameter kedua adalah onset waktu
kelahiran, lama waktu pecahnya ketuban dan penggunaan oxytocyn dimana hanya
sekitar 28% (19 wanita) kelompok perlakuan yang menggunakan oxytocyn. Hal ini
terlihat cukup rendah jika dibandingkan dengan penggunaan oxytocyn pada kelompok
kontrol yang cukup tinggi yaitu 43% (21 wanita). Hal ini dapat terlihat dari tabel diatas.
Parameter yang terakhir adalah durasi dari fase latent pada kala 1. Dimana kelompok
kontrol memiliki rata-rata 275 yang terlihat cukup tinggi dibandingkan dengan
kelompok perlakuan yang hanya 231. Hal ini dapat terlihat dalam tabel berikut.

G. Diskusi
Berdasarkan pengetahuan kami, penelitian ini merupakan studi pertama yang
mempelajari pengaruh konsumsi buah kurma dan efeknya terhadap persalinan dan
outcome kelahiran. Pertama, dapat membantu mengurangi penggunaan prostaglandin
dan oksitosin yang biasa digunakan untuk menstimulasi kontraksi uterus dalam
menambah induki persalinan, terutama saat fase laten kala 1 persalinan berlangsung
memanjang. Di amerika induksi persalinan merupakan hal yang paling sering
dilakukan saat prosedur obstetrik. Antara tahun 1990 dan 2004 frekuensi induksi
persalinan sekitar 2 kali lipat meningkat dari 9,5% menjadi 21% dan sekitar 15% dari
semua persalinan dilakukan augmentasi, smentara di negara berekembang,
peningkatan bervariasi dari 4% hingga 91%.
Meskipun keputusan penggunaan injeksi oksitosin untuk mempercepat pematangan
servik dan induksi persalinan relatif aman, di beberapa negara berkembang
dihubungkan dengan monitoring yang tudak adekuat dan penggunaan yang tidak
seharusnya, dimana banyak sekali meningkatkan resiko yang tidak diinginkan. Oleh
sebab itu jurnal ini akan memperlihatkan beberapa prosedur sederhana yang dapat
mengurangi penggunaan induksi persalinan.
Pada studi ini, berdasarkan bukti yang sederhana, menguji apakah penambahakn
konsumsi buah kurma pada minggu terahir kehamilan dapat mengurangi kebutuhan
akan induksi atau augmentasi persalinan. Terdapat beberapa indikasi yang berlaku.
Pertama, dilatasi servik meningkat secara signifikan di kelompok wainta yang meng

konsumsi kurma dibandingkan dengan kelompok wanita yang tidak mengkonsumsi


buah kurma ketika persalinana dimulai. Kedua, ada peningkatan rata rata persalinan
spontan pada kelompok yang mengkonsumsi buah kurma dibandingkan kelompok
yang tidak mengkonsumsi buah kurma. Ketiga, 28% dari wanita yang mengkonsumsi
buah kurma membutuhkan penggunaan prostin/oksitosin sedangkan kelompok yang
tidak mengkonsumsi buah kurma prosentase penggunaan prostin dan oksitosin
sebanyak 43%. Keempat, Keempat, fase laten dari kalla 1 persalinan menjadi 38%
lebih singkat pada kelompok yang menkonsumsi kurma dibandingkan yang tidak
mengkonsumsi. Dapat diartikan bahwa buah kurma dapat bekerja sebagai reseptor
oksitosin dan dapat menginduksi kontraksi uterus lebih cepat dan dapat merubah
respon menjadi syntosinon bila diperlukan. Kemungkinan yang lain yaitu dapat
memperbaiki imunitas terhadap infeksi, sehingga kemudian mengurangi insiden ruptur
membran plasenta. Meskipun wanita pada kelompok konsumsi buah kurma memiliki
kejadian operasi sesar lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak mengkonsumsi
buah kurma, hasil ini tidak terlalu signifikan, sehingga kita tidak mengetaui dari
penelitian apakah buah kurma memliliki efek yang signifikan terkait metode persalinan.
Terdapat beberapa batasan dalam studi ini, Pertama, Tidak diketahui berapa banyak
pengaruh dari jumlah buah kurma dapat berhasil pada outcome. Kedua, lama optimal
untuk buah kurma harus dikonsumsi terkait dengan waktu perkiraan persalinan harus
ditentukan. Terakhir, analisa outcome kelahiram menggunakan model regresi dengan
penggunaan koreksi Bonferroni harus ditambahkan terhadap signifikansi dari hasil
studi ini. Karena konsumsi buah kurma adalah bagian dari kepercayaan budaya dari
populasi penelitian, hal ini menyebabkan kesulitan untuk mendapatkan pasien yang
akan berkomitmen untuk tidak mengkonsumsi buah kurma sama sekali (kelompok
kontrol), sehingga kelompok perlakuan memiliki rseponden lebih banyak dibandingkan
kelompok kontrol.
Meskipun demikian, hasil keseluruhan pada studi percobaan (pilot study) ini
menunjukan outcome positif terkait dengan konsumsi buah kurma. Penulis percaya
bahwa bukti yang disajikan cukup untuk menjadi data awal agar dilakukan randomised
controlled trial untuk menguji outcome lebih jauh lagi. Yang lebih penting lagi, karena
buah kurma banyak tersedia di sebagian besar negara, dan sangat mudah untuk
dikirim terkait dengan masa simpan yang sangat panjang, studi kami menyarankan

agar penggunaan buah kurma pada akhir kehamilan dapat membantu mengurangi
kebutuhan akan induksi atau augmentasi, sementara di waktu yang sama
meningkatkan outcome. Hal ini khususnya penting pada tempat-tempat dengan sistem
perawatan yang terbatas.

H. Kesimpulan

Hasil penelitian dalam jurnal menunjukkan adanya pengaruh positif


terkait konsumsi buah kurma selama 4 minggu akhir kehamilan yang dapat
mengurangi induksi pada persalinan. Hal ini ditunjukkan dari beberapa hal pada
hasil intervensi antara lain dilatasi serviks menunjukkan peningkatan kelompok
kontrol yang diberikan buah kurma dibandingkan dengan kelompok tanpa buah
kurma yang datang di kamar bersalin. Selain itu, pada kelompok buah kurma
membutuhkan penggunaan oksitosin prostin sebagai induksi persalinan
didapatkankan lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok tanpa buah kurma.
Serta, durasi fase laten dari tahapan pertama persalinan lebih pendek
dibandingkan dengan kelompok tanpa buah kurma. Hal ini mungkin terjadi
karena buah kurma bekerja pada reseptor oksitosin dan menginduksi kontraksi
uterus dini dan meningkatkan respon terhadap sintosinin. Oleh karena itu,
diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan kepada
ibu hamil dan keluarga mengenai konsumsi buah kurma menjelang proses
persalinan secara non farmakologis sehingga dapat meningkatkan hasil yang
positif dalam menghadapi proses persalinan.
.

I.

Kelebihan dan Kekurangan Jurnal

1. Kelebihan Jurnal
-

Dalam jurnal ini dijelaskan apa saja parameter yang diukur mulai
kedatangan partisipan ke kamar bersalin hingga menjelang saat
persalinan.

Pengaplikasian jurnal ini memungkinkan untuk diterapkan di Indonesia.

Penelitian jurnal ini dapat memberikan pengetahuan ibu dan keluarga


mengenai cara mengurangi induksi pada kala 1 persalinan dan
sehingga ibu tidak cemas dan takut untuk menjalani proses persalinan
normal.

2. Kekurangan Jurnal
-

Dalam jurnal ini tidak diketahui berapa banyak pengaruh dari jumlah
buah kurma yang berhasil pada kelancaran persalinan.

Tidak disebutkan pula berapa waktu maksimal untuk buah kurma yang
baik dikonsumsi sebelum waktu persalinan.

Kelompok intervensi yang diberikan buah kurma dan kelompok kontrol


yang tidak diberikan buah kurma jumlahnya tidak seimbang dengan
selisih 24 orang.

Izin pelaksanaan intervensi kepada tempat pengambilan data (kamar


bersalin) hanya dilakukan secara lisan bukan tertulis dan sah.

J. Pembahasan perbandingan dengan jurnal yang lain


No.
1

Penulis
Masoumeh

Tahun
2014

Judul
The Effects of

Negara
Iran

Isi
Penelitian

pada

Kordi,

Late-Pregnancy

jurnal ini bertujuan

Fatemeh

Consumption of

untuk

Aghaei

Date

pengaruh konsumsi

Meybodi,

Cervical

Fatemeh Tara,

Ripening

Mohsen

Nulliparous

terakhir

Nemati,

Women

terhadap

Mohamad

Fruit

on

mengetahui

buah kurma pada


in

minggu-minggu
kehamilan

pembukaan serviks

Taghi Shakeri

pada

wanita

nulipara.

Hasilnya

dilatasi serviks lebih


tinggi pada wanita
yang
mengkonsumsi
buah

kurma,

dibandingkan
dengan

kelompok

yang
2

Rowa

Al-

2013

Use

of

herbal

Palestina

tidak

mengkonsumsi.
Penelitian
ini

Ramahi, Nidal

Medicine during

dilakukan

Jaradat,

pregnancy in a

mengukur

Deema Adawi

group

prevalensi

of

untuk

Palestinian

penggunaan herbal

women

pada

sekelompok

wanita

hamil

palestina

di
dan

kemungkinan
pengaruh konsumsi
herbal

pada

persalinan.
satu

Salah

herbal

sering

yang

digunakan

adalah buah kurma


dimana

dapat

mempermudah
persalinan
3

Anna
SST

Malia,

2010

Pengaruh

Indonesia

dan

menambah energi.
Penelitian
ini

Mengkonsumsi

bertujuan

Kurma Terhadap

mengetahui

untuk

Kelancaran

adakah pengaruh

Persalinan Kala

pemberian kurma

terhadap
kelancaran
persalinan
kala I.

K. Penerapan di Indonesia

Di Indonesia masih jarang dilakukan kelahiran dengan metode konsumsi buah


kurma. Oleh karena itu agar banyak yang mengetahui dan melakukan
persalinan dengan metode konsumsi buah kurma maka diperlukan sosialisasi
dalam kelas ibu hamil terkait dengan metode konsumsi buah kurma.
Sebagaimana penelitian yang dilakukan Badan Kesahatan Dunia (WHO), pada
ibu hamil yang telah tiba saat melahirkan dianjurkan untuk mengkonsumsi
kurma sebanyak 100 gr (8-10 buah kurma) per hari, yaitu pada usia kehamilan
40 minggu. Menurut hasil penelitian Hamada et al. (2002), jus kurma dapat
memperkuat otot rahim, sehingga proses melahirkan menjadi mudah. Juga
mengurangi perdarahan ketika melahirkan serta menguatkan organ rahim.
Pada jurnal ini telah dijelaskan juga tentang konsumsi buah kurma dalam 4
minggu terakhir sebelum persalinan dapat menyebabkab dilatasi serviks, terjadi
persalinan spontan dan waktu persalinan lebih cepat disbanding wanita yang
tidak mengkonsumsi buah kurma saat hamil.
Persalinan dengan metode konsumsi buah kurma ini sangat mungkin
diaplikasikan di Indonesia karena hanya dengan mengkonsumsi kurma segar
yang mengandung hormon oksitosin sebanyak 100 gr (8-10 buah kurma) per
hari akan menyebabkan kontraksi pada rahim. Hormon ini akan meningkat
pada saat persalinan berlangsung. Wanita hamil yang pada saat persalinan
kontraksi rahimnya lemah biasanya akan diberi suntikan hormon ini untuk
memperbaiki kontraksi rahimnya sehingga persalinan akan berjalan dengan
baik. Pada masa pasca persalinan hormon ini akan dikeluarkan ketika bayi

pada

sedang menyusu. Peningkatan hormon ini pada masa pasca persalinan akan
mempercepat proses penghentian perdarahan serta proses pemulihan anatomi
dan fungsi rahim.
Ibu hamil yang usia kehamilannya kurang dari 40 minggu tidak dianjurkan untuk
mengkonsumsi kurma lebih dari 100 gr per hari, dikhawatirkan terjadi tetania
uteri yang menyebabkan ruptur uteri, yang akhirnya berdampak pada
hemorrhage

post

partum

(pendarahan

pada

masa

nifas).

Namun,

mengkonsumsi 1-2 buah kurma saja tidak akan berpengaruh apapun pada ibu
hamil yang kehamilannya sehat. Adapun kontra indikasi ibu hamil yang tidak
diperbolehkan mengkonsumsi kurma yaitu: pada ibu hamil dengan panggul
sempit (CPD), usia kehamilan kurang dari 40 minggu, ibu hamil kembar
(Gemelli), ibu hamil lebih dari 5 kali (grande multi), riwayat seksio.

Daftar Pustaka

Masoumeh Kordi, et,al. 2014. The Effects of Late-Pregnancy Consumption of Date Fruit
on Cervical Ripening in Nulliparous Women. Journal of Midwifery & Reproductive Health.
Iran
Rowa Al-Ramahi et,al. 2013. Use of herbal Medicine during pregnancy in a group of
Palestinian women. Journal of Etnhopharmocology. Palestina