Anda di halaman 1dari 3

Melihat masalah diatas, saat ini para penemu telah melakukan studi.

Sebagai hasilnya,
mereka telah menemukan bahwa metanol dapat diproduksi dengan efisiensi yang baik dan
masalah di atas dapat diselesaikan dengan langkah dimana sebagian atau seluruh material
yang tidak bereaksi yang mengandung komponen inert dibakar untuk menghasilkan produk
pembakaran dan energi seperti energi termal (panas), dan langkah dimana produk
pembakaran dari langkah diatas yang mana mengandung karbon oksida seperti karbon
monoksida dan karbon dioksida beredar lagi sebagai material (bahan). Penemuan ini telah
selesai berdasarkan temuan ini.
ADVANTEGEOUS EFFECTS OF INVENTION
Berdasarkan proses produksi metanol dari penemuan ini, peningkatan porsi komponen inert,
yang secara rinci yaitu senyawa yang mengandung karbon dan hidrogen kecuali metanol,
selama produksi metanol ditangani oleh pembakaran senyawa sehingga mengurangi jumlah
komponen inert atau menghilangkan komponen inert. Dengan demikian, dapat menekan
peningkatan konsentrasi komponen inert yang hadir dalam sistem reaksi, sehingga
memungkinkan untuk mengefisiensikan produksi dari metanol.
Selanjutnya, berdasarkan dengan proses produksi metanol dari penemuan ini, energi yang
dihasilkan oleh pembakaran senyawa dapat dipulihkan. Selanjutnya lagi, sesuai dengan
proses produksi metanol dari penemuan ini, karbon oksida seperti karbon monoksida dan
karbon dioksida yang dihasilkan dari pembakaran dapat digunakan kembali sebagai bahan
untuk produksi metanol.
Proses produksi metanol dari penemuan ini sangat penting dalam industri juga dari sudut
pandang perlindungan lingkungan global karena prosesnya memungkinkan, ditambah lagi
untuk produksi metanol yang efisien, dengan adanya penggunaan kembali karbon oksida
seperti karbon monoksida dan karbon dioksida yang dihasilkan dari pembakaran.
DESCRIPTION OF EMBODIMENTS
Proses untuk memproduksi metanol berdasarkan dengan penemuan ini terdiri dari tahap (a)
mereaksikan hidrogen dan karbon dioksida dengan satu sama lain dalam reaktor dengan
menggunakan katalis yang mengandung tembaga untuk menghasilkan campuran reaksi yang
mengandung metanol;
tahap (b) mengedarkan sebagian atau seluruh campuran reaksi ke tahap (a)
langkah (cl) membakar sebagian dari campuran reaksi untuk menghasilkan produk
pembakaran dan energi, dan langkah (c2) mengedarkan sebagian atau seluruh produk
pembakaran ke langkah (a), langkah (cl) dan langkah (c2) yang dilakukan ketika
campuran reaksi mengandung senyawa (p) yang mengandung karbon dan hidrogen kecuali
metanol tidak kurang dari 0,1 mol% (Dimana semua komponen dari campuran reaksi tidak
termasuk metanol dan air menunjukakan 100% mol); dan
langkah (d) memisahkan komponen yang mengandung metanol dari campuran reaksi.
Dalam tahap (a), karbon dioksida dan hidrogen direaksikan dengan satu sama lain untuk
mensintesis metanol dan air. Campuran reaksi yang diperoleh mengandung metanol dan air,
dan biasanya mengandung bahan yang tidak bereaksi (misalnya, hidrogen, karbon dioksida)
dan produk samping (misalnya, karbon monoksida). Selain itu, campuran reaksi juga sering
mengandung komponen inert, secara rinci, yaitu senyawa (p) yang mengandung karbon dan
hidrogen kecuali metanol, misalnya hidrokarbon seperti metana dan etana.

Dalam tahap (b) sebagian atau seluruh campuran reaksi diedarkan ke langkah (a). Bagian dari
campuran reaksi yang yang diperoleh pada langkah (a) secara langsung beredar. Atau, residu
setelah pemisahan komponen metanol dari campuran reaksi, yaitu, residu terdiri dari bahan
yang tidak bereaksi, produk sampingan dan senyawa (p) mungkin beredar. Karena reaksi
antara hidrogen dan karbon dioksida merupakan reaksi kesetimbangan, kasus terakhir adalah
lebih baik. Artinya, lebih baik bahwa residu setelah pemisahan metanol lah yang diedarkan.
Dengan melakukan langkah (b) dengan cara ini, efisiensi reaksi dapat ditingkatkan.
Energi yang dihasilkan pada tahap (cl) sebaiknya energi yang dipilih dari energi panas, energi
listrik dan energi kinetik, dimana yang lebih baik adalah energi panas.
Dalam proses produksi metanol dari penemuan ini, pada umumnya, komponen berisi metanol
dipisahkan dari campuran reaksi yang diperoleh. Secara rinci, bahan yang tidak bereaksi,
produk sampingan dan senyawa (p) dipisahkan dari campuran reaksi, sehingga mendapatkan
campuran metanol dan air sebagai komponen termasuk metanol.
Selanjutnya, metanol yang diperoleh biasanya didehidrasi antara campuran metanol dan air.
Metode dehidrasi tidaklah terbatas dan mungkin ada metode lain seperti distilasi.
REAKTOR
Reaktornya biasanya reaktor fixed-bed. Sebagai alternatif, reaktor aliran radial (radial flow)
dapat digunakan. Produktivitas yang baik dapat diperoleh bahkan dengan reaktor aliran
radial yang relatif besar, sehingga memberikan kemungkinan produksi metanol yang efisien.
REAKSI
Reaksi antara hidrogen dan karbon dioksida untuk membentuk metanol berlangsung sesuai
dengan formula reaksi berikut.

HIDROGEN DAN KARBON DIOKSIDA DIPEROLEH DARI


Hidrogen
reaksi reforming steam
elektrolisis
fotolisis air
Karbon dioksida
berbagai reaksi kimia
pembakaran bahan bakar di pabrik petrokimia
KATALIS
Dalam proses produksi metanol, hidrogen dan karbon dioksida direaksikan dengan satu sama
lain dengan adanya katalis yang mengandung tembaga.
Contoh yang dipilih dari katalis yang mengandung tembaga untuk digunakan yaitu katalis
yang dijelaskan dalam Patent Literature 3 yang mana mengandung tembaga, seng, aluminium
dan silikon sebagai komponen penting dan mengandung zirkonium, paladium dan gallium

sebagai komponen opsional. Katalis ini yang mengandung tembaga dan komponen lainnya
dapat cocok digunakan dalam proses produksi metanol dengan alasan penurunan air yang
dihasilkan selama produksi metanol dari karbon dioksida.
Katalis sebaiknya memiliki diameter partikel 0,5 sampai 20 mm, lebih baik 1 sampai 20 mm,
lebih baik lagi 2 sampai 20 mm, lebih baik lagi 3 sampai 20 mm, lebih baik lagi 3 sampai 15
mm, dan terutama lebih disukai 3 sampai 10 mm. Diameter partikel seperti ini memastikan
tidak hanya bahwa katalis dapat ditangani dengan mudah tetapi juga menekan terjadinya
kerugian tekanan. Lapisan katalis dapat berbentuk dari sejumlah partikel atau bubuk.
Ketebalan lapisan katalis dalam reaktor sebaiknya tidak kurang dari 1 m, tidak kurang dari 2
m, lebih baik lagi tidak kurang dari 3 m, dan masih lebih baik lagi tidak kurang dari 4 m.
Menentukan batas atas ketebalan tidak memiliki signifikansi positif. Namun, lapisan katalis
dengan ketebalan terlalu besar cenderung memiliki efek kerugian yang besar dalam hal
kehilangan tekanan. Dengan demikian, batas maksimal ketebalan sebaiknya 20 m, dan lebih
bagus sebaiknya 15 m.