Anda di halaman 1dari 3

PT.

NAGA MAKMUR SENTOSA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2013

UMUM
PT Naga Makmur Sentosa merupakan perusahaan yang menyediakan jasa
konstruksi untuk pembangunan jalan raya dan jembatan.
Perusahaan ini mulai berdiri pada 3 Januari 2013 dengan modal dari Keluarga
Mangun Projo sebesar 60%, Chandra Sudiro sebesar 20%, dan 20% sisanya dimiliki
oleh orang-orang di luar Keluarga Besar Mangunprojo.

KEBIJAKAN AKUNTANSI
A. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan ini disajikan sesuai dengan prinsip yang berlaku umum yang
diatur dalam SAK Konvergensi IFRS. Basis yang digunakan adalah accrual basis.
Periode akuntansi perusahaan adalah enam bulan.

B. Kas dan Setara Kas


Akun kas perusahaan terdiri dari:
1. Kas Kecil = Dana Kas Kecil dikelola dengan sistem dana imprest, dengan
pengisian kembali setiap tanggal 15.
2. Kas Bank Derpina = Kas Bank Derpina ditujukan khusus untuk melakukan
transaksi pembayaran gaji karyawan.
3. Kas Bank Gusta = Kas Bank Gusta digunakan untuk melakukan seluruh
transaksi selain pembayaran gaji karyawan.
C. Kas yang Dibatasi Penggunaannya
Besarnya Kas yang Dibatasi Penggunaannya adalah 5% dari nilai
kontrak. Kas yang Dibatasi Penggunaannya berbentuk deposito berjangka
sesuai dengan jangka waktu proyek.

D.

Piutang
Piutang perusahaan terdiri dari:
1. Piutang Usaha
Piutang usaha terjadi setiap perusahaan mengirimkan tagihan kepada
pemberi kerja, disesuaikan dengan persentase penyelesaian pekerjaan.
2. Piutang Karyawan
Piutang Karyawan terjadi karena adanya kas bon karyawan, dilunasi dengan
pemotongan gaji.
3. Piutang kepada Pemesan Saham
Piutang kepada Pemesan Saham terjadi karena pemesan saham belum
melunasi seluruh jumlah saham yang dipesan.

E. Persediaan
Persediaan dicatat dengan metode perpertual dengan asumsi arus biaya
masuk pertama keluar pertama (FIFO).
F. Perlengkapan
Perlengkapan dicatat dengan pendekatan aset. Setiap akhir periode
ditentukan jumlah perlengkapan yang telah digunakan selanjutnya dicatat
sebagai beban perlengkapan.
G. Konstruksi dalam proses
Perusahaan menggunakan metode pengakuan pendapatan persentase
penyelesaian.
H. Asset tidak lancer
Aset tidak lancer perusahaan ini terdiri dari bangunan, kendaraan,
peralatan proyek, serta peralatan kantor dan mebelair.
Pada akhir periode dilakukan penyesuaian untuk emncatat beban
depresiasi. Beban depresiasi dihitung sejak tanggal pembelian asset.
I. Termin
Termin digunakan untuk mencatat setiap tagihan yang dikirimkan oleh
perusahaan kepada pemberi kerja sesuai dengan besarnya persentase
penyelesaian pekerjaan (tabel 1).
J. Utang Bank

Utang Bank yang dipinjam perusahaan digunakan untuk pembelian


Bangunan Gudang dan Kendaraan.
K. Utang Wesel
Perusahaan menggunakan metode bunga efektif untuk mengamortisasi
diskonto/premi.
L. Utang Obligasi
Utang obligasi dapat dikonversi menjadi saham biasa. Perusahaan
menggunakan metode bunga efektif untuk mengamortisasi diskonto/premi.
M. Modal Saham Biasa dipesan
Pembelian saham oleh calon pemegang saham di luar Keluarga
Mangunprojo harus dilakukan dengan dasar pesanan. Saham hanya akan
dikeluarkan jika pembayar telah melunasi pesanan.