Anda di halaman 1dari 4

Nama : Helma Yoga Utami

NRP : F34120027
TUGAS PERANCANGAN PABRIK (TIN 420)
Dosen : Prof. Dr. Ir. Djumali Mangunwidjaja, DEA

1. Review lima produk baru.


a. Pop Mie kari susu dan kari keju
Kebaruan produk:
Produk ini terinspirasi oleh obsesi pemuda dalam pencampuran
makanan, Pop Mie meluncurkan rasa campuran mengejutkan, yaitu Pop
Mie Kari Susu dan Pop Mie Kari Keju. Pop Mie Kari Susu adalah campuran
menyenangkan pedas kari sup dan susu yang membawa keluar lembut dan
sensasi unik, sementara pada saat yang sama sangat gurih. Pop Mie Kari
Keju datang dengan keju lezat yang meleleh ketika jatuh ke sup kari,
godaan utama untuk setiap pecinta keju.
Kelemahan Produk:
Rasa yang unik yang diciptakan perusahan tidak dapat sepenuhnya
diterima oleh masyarakat khususnya kalangan remaja. Hal tersebut karena
campuran kari dengan susu atau keju bukan merupakan campuran yang
biasa disantap masyarakat Indonesia sehingga lidahnya belum terbiasa
dengan cita rasa yang ada.
Inovasi:
Rasa yang ada dikembangkan dan disesuaikan dengan cita rasa
masyarakat Indonesia.
b. Indomie My Noodlez
Kebaruan produk:
Merupakan produk mie instan baru yang dikeluarkan oleh salah satu
produsen mie terbesar di Indonesia dengan fokus marketnya adalah produk
mie untuk anak-anak. Produk ini merupakan produk mie instan pertama
untuk anak-anak. Rasa yang disajikan pada produk mie ini adalah rasa
kesukaan anak-anak seperti rumput laut, keju, dan sosis.
Kelemahan:
Karena merupakan produk mie instan yang pada dasarnya tidak baik
dikonsumsi terlalu banyak oleh anak-anak.
Inovasi:
Membuat mie dengan menggunakan tepung tanpa kandungan gluten
dan dari bahan dengan menambahkan ekstrak sayuran.
c. DayEat: Biskuit ber-Indek Glikemik Sedang
Kebaruan produk:
Day Eat adalah biskuit sehat kaya serat, berkalori rendah, berbahan
dasar pangan local, khususnya ubi jalar putih dan beras merah.
Kelemahan:
Rasa dari biskuit sedikit hambar.
Inovasi:
Beri tambahan komponen lain pada biskuit yang juuga memiliki
manfaat yang baik bagi tubuh, misalnya sayuran.

Nama : Helma Yoga Utami


NRP : F34120027
d. Nutrijell Jelly Shake
Kebaruan produk:
Merupakan minuman rasa buah dengan nata de coco dan merupakan
minuman berserat pertama yang disajikan dalam kemasan botol. Untuk
dapat meminum produk ini, konsumen harus shaking botolnya sehingga
jelly didalamnya menjadi hancur dan dapat diminum.
Kelemahan:
Tidak bisa langsung diminum, harus dishake terlebih dahulu.
Inovasi:
Dibuat versi minuman jelly yang mudah untuk langsung diminum.
e. Tropicana Slim Alergon
Kebaruan produk:
Tropicana Slim Alergon merupakan produk nikmat yang sehat dan
bebas bahan pemicu alergi dengan dua varian produk, yaitu Tropicana Slim
Alergon Cookies, biskuit nikmat bebas gluten dan bahan pemicu alergi
dengan kandungan serat, serta Tropicana Slim Alergon SteLEAF, gula
rendah kalori dari daun stevia, tidak mengandung gula, serta bebas bahan
pemicu alergi.
Kelemahan:
Varian produk belum luas.
Inovasi:
Membuat varian produk lain yang disukai dan banyak dikonsumsi
oleh konsumen.

Nama : Helma Yoga Utami


NRP : F34120027
3.

asumsi literatur kadar air kopi instan : 4%


Produk = 1 ton = 1000 kg
Air = 1000*0,04 = 40 kg
12
Padatan = 1000*0,96 = 960 kg

Air = 100 % Air = 100 %


Feed Spray Drier
F=P+W
Air = 65%
11
F = 1000+W
Padatan = 35%
Air : 0,65F = 40+W
Total = no 11 + no 12
0,65 (1000+W) = 40+W
= 1742,857+1000 = 2742,857
650 + 0,65W = 40+W
kg
W = 1742,857 kg
Air : 2742,857*0,65 = 1782,857 kg
F = P + W Air = 100 %
Padatan : 2742,857*0,35 = 960 kg
F=P+W
F = 1000+W
Air
Asumsi
: 0,65F
rasio feed
= spray drier = no 3 : no 4
40+W
= 50% : 50%
Total =0,65
2742,857*0,5 = 1371,429 kg
(1000+W)
Air = 1371,429
= 40+W *0,65 = 891,429 kg
3
Padatan650
= 1371,429*0,35
+ 0,65W
= 480 kg
= 40+W
W=
1742,857 kg
F = 1000+W
Air : 65% Air : 0,65F = 40+W
Asumsi literatur
4
Padatan : 35% 0,65 (1000+W) = 40+W
Air : 13%
5
Total = 2742,857*0,5
1371,429
kg
Padatan : 87%
650 + =0,65W
= 40+W
Air = 1371,429 W
*0,65
= 891,429
F = P+W
= 1742,857
kgkg
Padatan = 1371,429*0,35 = 480 kg
F = 0,2F+1371,429
F = 1714,286 kg
Air = 1714,286*0,13 = 222,857 kg
Padatan = 1714,286*0,87 = 1491,429 kg
W = 20% F
6
= 1714,286*0,2 = 342,857 kg

100% Air
(misal sebagai x)

Asumsi literatur
Air= 17%
Padatan = 83%
(misal sebagai y)

Nama : Helma Yoga Utami


NRP : F34120027
Neraca massa total no. 2 dan no. 1
x+y = 1371,429+1714,286
x+y = 3085,215 kg
x = 3085,215 y
neraca massa air
x + 0,17y = 222,857+891,429
(3085,215 y) + 0,17y = 1114,287
0,83b = 1971,428
y = 2375,215 kg
x = 3085,215 y
= 3085,215 2375,215
x = 710,5 kg
Jadi, untuk memproduksi kopi bubuk instan 1000 kg dibutuhkan kopi bubuk
sebanyak 710,5 kg.
4. Alternatif proses pemisahan whey
Tabel Fisiko Kimia whey
Bobot
Komponen
Molekul (mol)
Air
18

Volatilitas

Mobilitas
Elektrik
-

Kelarutan
Air
-

Cukup
Tidak
Protein Padatan 10.000-200.000
Sampai 50 %
menguap
Tidak
Laktosa Padatan
342
Sampai 20 %
menguap
Tidak
Cukup
Asam Laktat
90
Sangat larut
menguap
mobil
Tidak
Cukup
Garam
20-100
Sangat larut
menguap
mobil
Tabel fisiko kimia whey tersebut dapat dijadikan sebagai dasar untuk
melakukan pemisahan komponen whey. Apabila pemisahan dilakukan berdasarkan
bobot molekulnya, maka akan diperoleh komponen komponen whey antara lain
protein, air, laktosa, asam laktat, dan garam secara terpisah. Hal tersebut karena
perbedaan bobot molekul yang cukup signifikan. Jika volatilitas yang dijadikan
dasar untuk melakukan pemisahan akan diperoleh hasil berupa komponen whey
yang masih tercampur, karena komponen-komponen yang terdapat pada whey
merupakan komponen yang tidak mudah menguap. Maka dari itu harus dilakukan
pengelompokan menjadi dua kelompok utama yaitu air dan kelompok lain yang
bukan air. Begitu pula pada pemisahan berdasarkan mobilitas elektrik akan terjadi
pemisahan dalam dua fraksi yaitu fraksi pertama mengandun garam dan asam
laktat, fraksi kedua mengandung air, protein, dan laktosa. Sedangkan pemisahan
berdasarkan daya larut akan membagi whey menjadi tiga fraksi yaitu pertama
(garam, asam laktat, air), kedua (protein), ketiga (laktosa).
Berdasarkan uraian diatas, teknik pemisahan komponen whey yang tepat
adalah berdasarkan bobot molekul karena dapat memisahkan semua komponen
yang terkandung dalam whey. Pada penerapannya, jenis pemisahan harus dipilih
secara tepat sesuai dengan kisaran bobot molekul bahan yang akan dipisahkan juga
sifat-sifat komponen penyusun bahannya.