Anda di halaman 1dari 9

SEDEKAH DESA DALAM NILAI

GAAYA

Oleh:
Renny Eka WM Candra 110522302330

Sedekah Desa
Sedekah desa merupakan sebuah ritual khusus yang diadakan di
suatu desa tepatnya di desa Wonokerso Kec. Prigen kab. Pasuruan.
Sedekah desa diadakan karena sebagai simbol rasa syukur terhadap
Allah SWT.
Sedekah berarti berbagi, adalah suatu ritual khusus sebagai
perwujudan rasa syukur dengan cara berbagi dengan sesama.
Dalam sedekah desa ini terdapat berbagai nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya.
GAAYA yang merupakan singkatan dari kekeluarGAan, Agama,
dan budaYA. Merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam prosesi
ini.

A. Sejarah Lahirnya Sedekah Desa


Pada jaman dahulu di desa Wonokerso Kec. Prigen kab. Pasuruan
terdapat satu kepercayaan yaitu sedekah desa, sedekah desa ini
dipercayai oleh warga desa Wonokerso untuk membuang segala
kesialan dan nasib buruk di desa mereka.
Selamatan ini di adakan setiap satu tahun sekali tepatnya pada hari
jumat pahing pada bulan besar pada kalender jawa.
Selamatan desa ini dilakukan sejak 10 tahun setelah Indonesia
merdeka (1955)
Sedekah desa ini dilakukan karena pada waktu itu keadaan desa
mereka masih kekurangan pangan, sandang dan papan.
Mereka mempercayai barang siapa yang mendapatkan makanan
dari acara sedekah desa ini akan berfungsi sebagai tolak balak.

Mereka beranggapan bahwa tradisi yang mereka lakuan


dengan prosedur para leluhur mereka, maka mereka akn
mencapai satu tujuan yang mereka inginkan.
Menurut salah satu sesepuh, sedekah desa merupakan salah
satu perwujudan rasa sukur kepada tuhan mereka.
Ritual ini dilakukan secara turun temurun sejak dari para
leluhur mereka hingga sampai saat ini. Ritual ini juga
berfungsi sebagai salah satu alat kebersamaan dan
kekeluargaan di desa Wonokerso.

B. Prosedur Kegiatan Sedekah Desa


Untuk melakukan ritual ini, ada beberapa proses yang harus ditempuh:
1. warga desa Wonokerso melakukan perkumpulan untuk menyusun jalannya acara
2. Pembentukan panitia kecil demi mendukung berjalannya acara yang telah di agendakan
3. Awalnya para warga berkumpul untuk merinci anggaran dana yang dibutuhkan
4. Mendata seluruh kepala rumah tangga desa yang akan ikut serta dalam ritual ini
5. Pengumpulan tumpeng setiap kepala keluarga
6. Pembuatan ancak untuk tumpeng
7. Penataan tumpeng dalam ancak
8. Setelah tumpeng siap, maka tumpeng akan di arak mengelilingi desa
9. Seusai tumpeng diarak mengelilingi desa, kemudian tumpeng diberhentikan di suatu
tempat yang mereka anggap keramat (punden)
10.di sekitar tumpeng tersebut disebari bunga oleh sesepuh yang telah dipecaya oleh warga
sekitar.
11.Dan prosesi selanjutnya adalah ojob (doa)
12.Prosesi pembagian tumpeng

C. Peralatan yang Digunakan dalam Acara


Sedekah Desa

Alat dan bahan pada pembuatan ancak tumpeng:


Batang bambu
Pelepah pisang
bahan ini disusun untuk membuat ancak tumpeng yang super
jumbo.
Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan tumpeng:
Nasi putih
Lauk pauk (daging, ikan, dll)
Jajanan tradisional (apem, lemper, bikang, klepon dll)
Buah-buahan (pisang) wajib ada

D. Nilai-nilai yang terkandung pada tiap prosesi


dan alat-alat yang digunakan

a.
b.
c.
d.

Pada tiap prosesi sedekah desa mempunyai nilai-nilai


kebudayaan yang terkandung:
Terdapat rasa tanggung jawab dalam kehidupan
bermasyarakat (pada prosesi perkumpulan dan para panitia)
Saling menghargai antar warga (pada prosesi pengumpulan
tumpeng)
Saling gotong royong (pada prosesi penghiasan dan
mengarak tumpeng)
Nilai keagamaan yang menanamkan rasa syukur kepada
Allah SWT

a.
b.
c.
d.
e.

Makna yang terkandung dalam setiap bahan merupakan


sebuah simbol:
Kesucian dilambangkan dengan nasi putih
Lauk pauk hanya sebagai simbol pelengkap
Jajanan tradisional digunakan sebagai lambang
keanekaragaman
Pala pendem digunakan sebagai simbol alam
Pisang digunakan sebagai simbol kebersamaan

SEKIAN
SEDEKAH DESA DALAM NILAI GAAYA

Terimakasih Atas Perhatiannya