Anda di halaman 1dari 10

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Sesuai dengan masalah yang diteliti, maka jenis penelitian yang dilakukan
oleh peneliti berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu sesuatu kegiatan
penelitian yang dilakukan di kelas.
PTK bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan
hasil belajar IPA siswa dengan menggunakan penerapan pembelajaran aktif,
inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM)
B. Subjek dan Objek penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 22
orang siswa di SD 175786 Siambaton Julu, Pakkat. Penentuan kelas ini diambil
berdasarkan pengamatan terhadap kelas yang akan diteliti, yaitu kelas V SD.
Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa
dengan menggunakan penerapan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, dan
menyenangkan ( PAIKEM ).
C. Lokasi dan Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di kelas V SD Negeri 175786 Siambaton Julu
Kecamatan Pakkat. Penelitian ini direncanakan selama 3 minggu, mulai minggu
ketiga Juli sampai dengan minggu pertama bulan Agustus.

22

D. Operasional Variabel Penelitian


Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan beberapa
variabel yaitu, hasil belajar, metode Paikem.
1. Variabel X : Metode Paikem adalah metode belajar yang digunakan di sekolah
dengan mengaitkan pada pembelajaran IPA.
2. Variabel Y : Hasil belajar adalah hasil belajar yang dicapai pada pelajaran IPA
pada pokok bahasan Hubungan Makanan dan Kesehatan.
E. Desain Penelitian
Sesuai dengan jenis penelitian ini, yaitu penelitian tindakan kelas, maka
penelitian ini memiliki beberapa tahap yang merupakan suatu siklus. Tiap siklus
dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang akan dicapai.
Alur pelaksanaan penelitian tindakan kelas menggunakan model Kemmis
dan Taggart (dalam Arikunto, 2006: 16) desain yang dikemukakan oleh Kemmis
ini merupakan bentuk kajian yang bersifat reflektif. Penelitian dilakukan dengan
beberapa siklus yang terdiri dari empat langkah yaitu: perencanaan tindakan,
pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Jika tindakan pada sikklus I hasilnya
belum memenuhi target yang ditentukan, maka akan dilakukan tindakan siklus II,
begitu seterusnya.

23

Desain penelitian yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

Perencanaa
an
Refleksi
SIKLUS I

Pelaksan
aan

Pengamata
n
Perencanaa
an
Refleksi

SIKLUS II

Pelaksan
aan

Pengamata
n

?
Gambar 1.Model Kemmis dan Taggrat ( dalam arikunto, 2006 : 16)
F. Prosedur Penelitian
Penelitian ini memiliki beberapa tahap pelaksanaan tindakan yang
dijabarkan sebagai berikut ini:

24

Siklus I
1. Perencanaan
Kegiatan perencanaan meliputi:
a. Mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
b. Mempersiapkan alat peraga dan media pembelajaran yang berhubungan dengan
Makanan dan Kesehatan
c. Membuat lembar observasi guru dan siswa
d. Menyusun evaluasi, untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai siswa
setiap siklus dengan diterapkannya PAIKEM dalam proses pembelajaran.
2. Pelaksanaan
Pada tahap ini tindakan yang dilakukan yaitu:
a. Sebelum memulai pelajaran guru terlebih dahulu memotivasi siswa agar aktif
dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Hubungan Makanan dan Kesehatan.
b. Guru menjelaskan materi pelajaran.
c. Menerapkan pembelajaran PAIKEM.
d. Guru menciptakan suasana yang sedemikian rupa, sehingga siswa aktif selama
proses belajar mengajar berlangsung, (aktif dalam hal bertanya,
mempertanyakan dan mengemukakan gagasan).
e. Guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan bertanya
kepada siswa secara individu untuk menyebutkan salah satu contoh makanan
dan manfaatnya bagi tubuh.
f. Kegiatan selanjutnya yang dilakukan guru adalah dalam waktu 5 menit, guru
menyuruh siswa keluar kelas untuk mengamati bahan makanan yang termasuk
25

sebagai sumber tenaga, zat pembangun dan pengatur.


g. Guru membimbing siswa mengelompokkan bahan makanan berdasarkan zat
gizi yang dikandungnya.
h. Guru menjelaskan tentang hubungan makanan dan kesehatan dalam kehidupan
sehari-hari.
3. Observasi
Observasi dilakukan secara bersamaan dengan tahap pelaksanaan siklus I
yaitu, ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Observasi dilakukan guru
kelas V SDN 175786 Siambaton Julu Kecamatan Pakkat. Kegiatan yang
dilakukan pada tahap ini adalah mengamati kegiatan siswa selama proses belajar
mengajar berlangsung didalam kelas.
4. Refleksi
Berdasarkan analisis data, peneliti dapat menilai sendiri apakah upaya
peneliti dengan mengunakan teknik belajar dengan penerapan PAIKEM sudah
maksimal, dan bagaimana ketuntasan hasil belajar siswa, sehingga diperoleh
kesimpulan dari seluruh tindakan siklus I yang telah dilakukan. Hasil refleksi ini
kemudian digunakan sebagai dasar untuk tahap perencanaan siklus II. Untuk
tingkat ketuntasan klasikal ditetapkan standar ketuntasan sebesar 70%.
Siklus II
1. Perencanaan
Dari hasil evaluasi dan analisis yang dilakukan pada tindakan pertama
dengan menemukan alternatif permasalahan yang muncul pada siklus I yang

26

selanjutnya

diperbaiki pada siklus II dengan kegiatan yang dilakukan dalam

perencanaan masih sama yaitu :


a. Mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
b. Mempersiapkan alat peraga dan media pembelajaran yang berhubungan dengan
makanan dan kesehatan.
c. Membuat lembar observasi guru dan siswa
d. Menyusun evaluasi, untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai siswa
dalam setiap siklus dengan diterapkannya PAIKEM dalam proses
pembelajaran.
2. Pelaksanaan
Pada tahap ini tindakan yang dilakukan yaitu :
a. Sebelum memulai pembelajaran guru terlebih dahulu memberi salam dan
memotivasi siswa agar aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada
materi hubungan makanan dan kesehatan.
b. Guru menjelaskan materi pelajaran dan kompetensi yang harus dicapai siswa
c. Menerapkan pembelajaran PAIKEM
d. Guru menciptakan suasana yang sedemikian rupa, sehingga siswa aktif dalam
bertanya, mempertanyakan dan mengemukakan gagasan
e. Guru menciptakan suasana belajar yang membuat siswa merasa senang dengan
mendemonstrasikan berbagai macam gambar bahan makanan
f. Guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan bertanya
kepada siswa secara individu untuk menyebutkan salah satu makanan yang
disukai.
27

g. Kegitan selanjutnya yang dilakukan oleh guru adalah mengajak siswa


melakukan kegiatan yang berhubungan dengan makanan dan kesehatan.
h. Guru membimbing siswa untuk mendemonstrasikan cara pengolahan makanan
bersih dan sehat.
i. Guru bersama siswa menyimpulkan dan mencatat manfaat makanan dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Observasi
Seperti pada siklus I, observasi dilakukan untuk melihat perubahanperubahan yang terjadi pada siswa yang belajar. Dan pada siklus II ini dilakukan
untuk mengamati kegiatan guru dan siswa selama proses belajar mengajar
berlangsung didalam kelas.
4. Refleksi
Refleksi dilakukan pada akhir siklus II. Kegiatan ini dilakukan untuk
melihat hasil perkembangan pelaksanaan dan membuat kesimpulan mengenai
kekurangan dan kelebihan yang telah dilakukan.
G. Teknik Pengumpulan Data
Alat yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah tes dan observasi.
1. Tes
Tes yang diberikan berbentuk tes pilihan berganda. Pemberian tes diberikan
sebanyak tiga kali, yaitu awal (sebelum pemberian tindakan), tes hasil belajar I
(setelah selesai siklus I) dan tes hasil belajar II (setelah selesai siklus II) masingmasing soal sebanyak 10 soal.

28

2. Observasi
Observasi yang dilakukan merupakan pengamatan terhadap seluruh kegiatan
pengajaran dan perubahan yang terjadi pada saat dilakukannya pemberian
tindakan. Observasi dilakukan untuk mengetahui kesesuaian tindakan dengan
rencana yang telah disusun untuk mengetahui sejauh mana tindakan dapat
menghasilkan perubahan yang sesuai dengan perubahan yang dikehendaki.
H. Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan penerapan pembelajaran aktif,
inovatif, kreatif , efektif dan menyenangkan ( PAIKEM ) digunakan Rumus:
Dalam Sudjana ( 2009 : 133) menyatakan bahwa analisis ini dapat dilihat berapa
persenkah tingkat hasil belajar siswa demi mencapai keberhasilan siswa.

Dengan rumus :

Pi = F x 100%
n
n

Dimana Pi = Persentase hasil pengamatan


F = Jumlah aspek yang diperoleh
n = Jumlah keseluruhan siswa
Untuk menentukan hasil belajar siswa, dalam menentukan ini digunakan
kriteria menurut Agip Zainal (2006 : 54) yang dilakukan terhadap hasil belajar
adalah sebagai berikut :

29

Persentase = 70 - 100 %

Hasil belajar siswa tinggi/ Tuntas

Persentase = 0 - 69 %

Hasil belajar siswa rendah/ Tidak tuntas

Dalam Agip Zainal (2010:41) menyatakan bahwa analisis ini dilakukan


untuk mengetahui berapa persenkah tingkat keberhasilan yang dicapai siswa dari
perubahan hasil secara keseluruhan dengan rumus sebagai berikut:

Perubahan

= Siswa yang mengalami perubahan x 100%


Jumlah seluruh siswa

Analisis data yang dilakukan yaitu :


1. Menganalisis data yang sudah masuk
2. Melakukan penafsiran
3. Menyimpulkan tindakan pembelajaran ini terjadi peningkatan hasil belajar
siswa atau tidak berdasarkan hasil observasi
4. Tahap tindak lanjut untuk perbaikan kesiklus berikutnya
5. Pengambilan keputusan
I. Jadwal Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 175786 Siambaton Julu, Pakkat
semester ganjil T.P 2015/2016.
Tabel 1. Jadwal Rencana Penelitian

No

Bulan/ Minggu
Juli
Agustus

Kegiatan
1

Pre Tes

3
X

Pelaksanaan
30

dan tindakan kelas dan

3
4
5

pre tes
Siklus I
Pertemuan I
Pertemuan II
Post Tes Siklus I
Siklus II
Pertemuan I
Pertemuan II
Post Tes Siklus II
Analisis Data
Penyusunan Laporan

X
X
X
X
X
X
X
X

31