Anda di halaman 1dari 26

RANCANGAN

EKSPERIMENTAL

Oleh
DR. drh. Dasrul,
M.Si

Fakultas Kedokteran Hewan


Universitas Syiah Kuala
2009
RANCANGAN PENELITIAN
EKSPERIMENTAL

 Pengertian Umum
 Rencangan Eksperimen adalah perencanaan eksperimen
sedemikian sehingga diperoleh informasi yang relevan
dengan permasalahan yang diteliti dan memungkinkan
analisis yang objektif untuk memperoleh kesimpulan yang
valid

 Kegunaan Rancangan Penelitian Eksperimen


 Untuk mendapatkan informasi yang relevan dengan
permasalahan penelitian secara maksimal
 Sehingga penelitian menjadi lebih efisien dan efektif dalam
hal waktu, dana, tenaga, dan analisa statistika
Ciri dan Prinsip Dasar Rancangan
Penelitian Eksperimental

 Ciri – ciri Rancangan Penelitian


1. Variabel-variabel serta kondisi yang diperlukan diatur
secara ketat dan dikontrol
2. Variabel-variabel yang akan diteliti selalu dibandingkan
dengan variabel kontrol
3. Analisis variabel selalu digunakan yang mana analisis ini
berusaha untuk ;
a) Meminimalkan variansi dari error
b) Meminimalkan variansi variabel yang tidak termasuk
dalam variabel-variabel yang diteliti
c) Memaksimalkan variansi dari variabel-variabel yang
diteliti dan yang berkaitan dengan hipotesis yang
dibangun

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


 Contoh
 Sebuah perusahaan mobil ingin menguji kekuatan 2 tipe produk bannya
yaitu tipe A dan tipe B. Kekuatan ban dinyatakan dengan mengukur
berapa milimeter ausnya ban setelah digunakan sejauh 100 km. Untuk itu
dilakukan eksperimen sebagai beriku;
 Digunakan sekaligus 4 buah mobil dimana tipe A dan B secara random
dipasang pada sebelah kiri atau kanan. Setelah dijalankan dijalankan
sejauh 100 km pada jalan yang sama tetapi dengan sopir yang berbeda -
beda, diukur berapa millimeter ausnya ban. Berdasarkan keausan ban
diharapkan dapat diketahui/tidak perbedaan kekuatan ban tipe A dan B
 Dengan eksperimen diatas terdapat kelemahan-kelemahan yaitu;
 Perbedaan keausan ban mungkin bukan karena perbedaan kekuatan ban,
tetapi mungkin karena perbedaan perilaku sopir dalam menjalankan mobil,
sehingga kesimpulannya tidak valid. Dalam hal ini keausan ban (effect) di
sebabkan oleh campuran (confound) dua penyebab yaitu kekuatan ban dan
sopir. Jadi disini terjadi Confound effect
 Untuk mengatasi hal tersebut, maka rancangan eksperimen diatas
dapat dubah menjadi sbb;
 Untuk mengatasi hal tersebut, maka rancangan eksperimen diatas dapat
dubah menjadi sbb;
 Tiap mobil menggunakan sekaligus ban tipe A dan B dengan komposisi
yang “ paired “ dua mobil sebelah kanan tipe A, sebelah kiri tipe B dan
dua mobil lainnya sebaliknya. Dengan cara yang sama dengan
eksperimen diatas (mobil dijalankan sejauh 100 km) pada jalan yang
sama, diukur berapa millimeter ausnya ban. Berdasarkan keausan ban
diharapkan dapat diketahui/tidak perbedaan kekuatan ban tipe A dan B

 Dalam rancangan ini varibel/faktor perbedaan perlakuan sopir dapat


dihilangkan karena baik ban tipe A maupun tipe B mendapat perlakuan
yang sama dari sopir. Demikian juga faktor letak ban (kiri – kanan) juga
dapat dihilangkan karena tiap tipe ban menempati posisi kiri dan kanan
pada kesempatan yang sama

 Dari ilustrasi diatas dapat disimpulkan bahwa rancangan eksperimen


pada dasarnya ingin meminimalkan adanya “ Confound effecs “
 Contoh lain;
 Kita ingin meneliti pengaruh macam pakan terhadap
produktivitas ternak Sapi. Ada 5 macam pakan dan 4 jenis sapi
dimana tersedia 40 kandang, masing-masing 20 kandang tanpa
pendingin dan 20 kandang dengan pendingin.

 Jadi rancangan eksperimen untuk penelitian diatas harus dapat


menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai beriku;
 Bagaimana produktivitas diukur
 Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi produktivitas
 Faktor mana yang akan diselidiki, mana yang akan
dikendalikan, mana yang diabaikan
 Berapa kali “ basic eksperimen “ akan dilakukan
 Bagaimana alokasi / pembagian kandang atau jenis sapi dan
macanm pakan
 Bentuk analisis apa yang akan digunakan
Prinsip Dasar Rancangan Penelitian
Eksperimental

 Ciri – ciri Rancangan Penelitian


1. Variabel-variabel serta kondisi yang diperlukan diatur
secara ketat dan dikontrol
2. Variabel-variabel yang akan diteliti selalu dibandingkan
dengan variabel kontrol
3. Analisis variabel selalu digunakan yang mana analisis ini
berusaha untuk ;
a) Meminimalkan variansi dari error
b) Meminimalkan variansi variabel yang tidak termasuk
dalam variabel-variabel yang diteliti
c) Memaksimalkan variansi dari variabel-variabel yang
diteliti dan yang berkaitan dengan hipotesis yang
dibangun

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


Prinsip Dasar Rancangan Penelitian
Eksperimental
1. Replikasi :
 Adalah banyaknya unit eksperimen yang mendapat perlakuan sama
pada kondisi tertentu
 Replikasi sangat penting artinya karena dengan adanya replikasi
dapat untuk meramalkan besarnya kesalahan eksperimen,
 Kesalahan eksperimen dapat untuk mengetahui kemaknaan
perbedaan hasil eksperimen
 Dan juga untuk mengetahui batas ketangguhan hasil pengamatan

1. Randomisasi
 Adalah keadaan dimana semua unit eksperimen mempunyai
kesempatan (propabilitas) yang sama untuk menjadi sampel (unit
eksperimen)
 Randomisasi sangat penting artinya oleh kerena hasil eksperimen
akan digenaralisasikan keseluruh unit eksperimen dan cara-cara
analisis statistik induktif untuk menganalisis hasil eksperimen
didasarkan atas asumsi sampling yang random

1. Kontrol internal atau perlakuan Banding:

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


Macam Rancangan Penelitian
Eksperimental
1. Pra Eksperimental (Pre- experimental)

1. Eksperimental Semu (Quasi experimental)

2. Eksperimental Sungguhan (True experimental)

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


1.Pra Eksperimental (Pre- experimental)
Adalah disain percobaan yang tidak mencukupi
semua syarat-syarat dari suatu disain percobaan
sebenarnya.

 Beberapa Disain Pra Eksperimen


 The One –Shot Case Study
Perlakuan dikenakan pada suatu kelompok unit percobaan tertentu,
kemudian diadakan pengukuran terhadap variabel dependen
Pengukuran Perlakuan Pengukuran
(Pre test ) ( Post test )

- X1 T1

Dalam kelompok ini , digunakan hanya satu kelompok unit percobaan


tanpa kontrol. Misalnya
 menyajikan suatu pelajaran dengan sistim caramah, kemudian diukur pengaruh
sistim caramah dengan mengadakan ujian setelah caramah diberikan
 Sekelompok penderita demam diberikan seduhan daun pepaya ( X ), kemudian
diamati demamnya hilang atau tidak ( O )
 Sekelompok pengusaha diberi penyuluhan hukum perpajakan ( X ), kemudian
dipantau kesadaran/besarnya membayar pajak ( O )

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


 Keuntungan The One –Shot Case Study
Disain ini berguna untuk mengembangkan suatu prakarsa
atau sebagai disain untuk penelitian eksploratori atau
penelitian pendahuluan

 Kerugian The One –Shot Case Study


1.Disain ini tidak mempunyai kontrol, karena validitas
eksternal tidak ada sama sekali. Validitas eksternal juga
tidak ada, tidak dapat disimpulkan, karena kesimpulan yang
diperoleh tidak mempunyai jaminan ketepatan
2.Disain ini tidak mempunyai dasar untuk membuat
perbandingan, kecuali secara subjektif dan intuitif

2. Desain One Group Pretest – Postest


Dalam disain ini , kepada unit percobaan dikenakan perlakuan dengan
dua kali pengukuran. Pengukuran pertama dilakukan sebelum
perlakuan diberikan, dan pengukuran kedua dilakukan sesudah
perlakuan dilaksanakan. Disain
Pengukuran ini dapat digambarkan
Perlakuan sbb;
Pengukuran
(Pre test ) ( Post test )

T0 X1 T1

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


 Keuntungan One Group Pretest – Postest
1. Disain ini sudah memiliki pre test sebelum dikenakan
perlakuan dan adanya pos test sesudah perlakuakn dikenakan,
maka dapat dibuat perbandingan terhadap perlakuan
2. Bias variabel pilihan atau variabel mortalitas (hilang atau mati)
dapat dihilangkan dengan menjamin bahwa kedua test
tersebut adalah semua anggota unit percobaan

 Kerugian One Group Pretest – Postest


1. Disain ini tidak mempunyai kontrol, karena validitas internal
tidak ada, karena tidak ada kelompok kontrol, sehingga tidak
ada jaminan bahwa X adalah satu-satunya penyebab .
2. Disain ini tidak mempunyai dasar untuk membuat
perbandingan, kecuali secara subjektif dan intuitif

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


 Contoh penelitian One Group Pretest – Postest
1. Suatu penelitian untuk mengetahui apakah “ Confrey “ dapat
menyembuhkan penderita Anemia
Sekelompok penderita Anemia mula-mula diukur kadar Hbnya (O1).
Kepada penderita tersebut diberi Confrey tiga kali sehari, dalam kurun
waktu 3 bulan (X), kemudian diukur kadar Hbnya lagi (O2). Bandingkan
O1 dan O2 dengan uji komparasi yang cocok, untuk menentukan
apakah ada perbedaan antara O1 dan O2. Jika ada seberapa jauh
perbedaannya, misalnya dengan uji t

 Kelemahan penelitian ini tidak terlihat adanya kontrol, sehingga tidak


ada jaminan bahwa X adalah satu-satunya penyebab
 Dalam hal ini kadar Hb dapat saja berubah karena;
 Selama perlakuan gizi penderita lebih baik (faktor historis)
 Dalam waktu yang bersamaan dengan perlakuan dalam tubuh terjadi reaksi
biokimia yang dapat memperbaiki proses pembentukan Hb (Naturaation
effect)
 Oleh karena merasa diobati maka secara psikologis mereka lebih sehat
sehingga nafsu makan meningkat dan kemudian Hb berubah (testing effect)
 Perbedaan alat atau cara pengukuran kadar Hb pada awal (o1) dan (O2)
(intrument effect)

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


3. Desain Randomized Control Group Only
Dalam disain ini mulai diusahakan adanya kelompok kontrol, dimana populasi
dibagi atas dua kelompok secara random. Kelompok pertama merupakan unit
percobaan untuk perlakuan dan kelompok kedua merupakan kelompok untuk
suatu kontrol. Kemudian dicari perbedaan antara rata-rata pengukuran dari
keduanya dan perbedaan ini dianggap disebabkan oleh perlakuan.

Pengukuran Perlakuan Pengukuran


(Pre test ) ( Post test )
Kelompok - X1 T1
Percobaan
Prosedur Pelaksanaan
1. Kelompok
Pilih - dari suatu populasi -
Kontrolsecara random
unit percobaan T1
2. Jagalah supaya kedua kelompok tersebut mempunyai homogenitas yang tinggi
3. Gunakan perlakuan terhadap kelompok percobaan dan tanpa perlakuan pada kelompok
kontrol (kelompok kedua)
4. Ukur hasil perlakuan
5. Hitunglah rata-rata dari masing-masing ukuran kelompok dan bandingkan dengan
menggunakan statistik yang cocok

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


 Keuntungan Randomized Control Group Only
Disain ini sudah mempunyai validitas internal , karena mempunyai
randomisasi dan kontrol. Juga pengaruh Confounded antara pengukuran
pertama dan kedua tidak ada, karena pengukuran pertama (pre test tidak
dilakukan)

 Kerugian Randomized Control Group Only


1.Beberapa pengaruh luar belum tentu dihilangkan, antara lain error historis,
maturasi, instrumen dan error testing

Contoh;
Suatu penelitian ingin mengetahui apakah bekatul mempunyai efek
penurunan kadar kolesterol dalam darah
Prosedurnya;
1. Sekelompok orang dengan kadar kolesterol tinggi diberi diet yang dicampur dengan
bekatul ( X ) sampai periode tertentu, kemudian diukur kadar kolesterol dalam
darahnya (T1 )
2. Sekelompok orang tanpa diberi diet bekatul , diukur kadar kolesterol dalam
darahnya (T2)
3. Kemudian bandingkan kadar kolesterol (T1) dan T2 untuk melihat pengaruh bekatul
(X)

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


2. Eksperimental Semu (Quasi
experimental)
Adalah disain percobaan yang belum secukupnya mempunyai syarat-
syarat dari suatu disain percobaan sebenarnya.

 Disain percobaan ini mempunyai banyak kekurangan, baik dalam


masalah randomisasi, replikasi atau masalah kontrol internal. Karena
kekurangan-kekurangan ini , penelitian tersebut belum mempunyai
cukup syarat untuk disebut percobaan sebenarnya
 Disain eksperimental semu banyak digunakan dalam penelitian sosial

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


2. Eksperimental Sungguhan (True
experimental)
 Adalah disain dimana untuk menenmpatkan perlakuan pada
unit percobaan dibuat sedemikian rupa, sehingga
memungkinkan membuat perbandingan antar kelompok
dengan validitas tinggi dan dapat mengontrol sumber-
sumber variasi pada percobaan tersebut.
 Bergantung pada jenis percobaan, apa percobaan
menggunakan faktor tunggal atau dengan faktor ganda .
Dengan demikian rancangan penelitian eksperimental
sungguhan dapat dibagi menjadi
 Complete Block Desain : yang digunakan pada percobaan sederhana
dengan beberapa perlakuan
 Incomplete Block Desain, yang biasanya digunakan pada percobaan
yang mempunyai banyak perlakuan dimana semua perlakuan tidak
dapat ditempatkan pada blok yang homogen
 Split plot Desain, biasa digunakan pada percobaan faktorial, dimana
banyak sekali perlakuan kombinasi yang dicobakan
 Perlakuan-perlakuan tertentu memerlukan plot yang lebih besar
dibandingkan dengan beberapa perlakuan lainnya

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


 Eksperimental Sungguhan dipandang sebagai
rancangan eksperimen yang paling mantap karena
mempunyai “validitas eksternal “ dan “Validitas internal
“ yang tertinggi .
 Bahkan bobot suatu penelitian kadang dilihat dari sudut
pandang sejauh mana penelitian tersebut memenuhi
syarat sebagai “ true experimental”
 Validitas Eksternal akan memberikan jawaban atas
pertanyaan seberap jauh atau seberapa besar
representatifitas hasil penelitian dapat digeneralisasikan
(dianggap berlaku untuk populasi) . Hal ini dijamin oleh
karena adanya randomisasi
 Validitas internal adalah jawaban dari pertanyaan
apakah perlakuan efek, apakah ada perbedaan efek
bukan karena adanya kesalahan eksperimen atau
pengaruh faktor luar. Hal ini diselesaikan lewat replikasi
(ulangan) dan oleh adanya kontrol/pembanding

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


Desain
Percobaan

Percobaan Percobaan
Tunggal Faktorial

Complete Complete Complete Complete


Split plot Desain
Black Desain Black Desain Black Desain Black Desain

Randomized Balanced
Randomized Split Plot
Block Desain Letter Desain Balanced
Complete Desain
Letter Desain
Block Desain

Patially Split Plot


Balanced Latin Square Desain
Randomized
Lettice Desain Complete
Complete
Desain Black Desain
Block Desain

Split Plot
Desain
Macam – macam Rancangan Eksperimental
Sungguhan
1. Complete Randomized Desain (Rancangan
Acak Lengkap)
 Pada rancangan ini tidak terdapat lokal kontrol, sehingga sumber
keragaman yang diamati hanya perlakuan dan galat.
 Oleh karena itu RAL umumnya cocok digunakan untuk kondisi
lingkungan, alat, bahan, dan media yang homogen. Kondisi
seperti ini hanya dapat dilakukan dalam laboratorium dan rumah
kaca dimana cuaca dapat dikontrol dan jarang digunakan
dilapangan
 Randomized dilakukan dengan menempatkan perlakuan secara
random terhadap unit percobaan
 Random biasa dilakukan dengan menggunakan tabel angga
random
 Misalnya1kitaBingin 2 A
mencoba 3 Dobat antibakteri
jenis 4 B (A, B. C, D dan
E) dengan 5 pengulangan.
5 D 6 C 7 A 8 B
9 C 10 D 11 D 12 C
13 B 14 C 15 A 16 C
17 A 18 B 19 A 20 D

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


Macam – macam Rancangan Eksperimental
Sungguhan
1. The Pretest – Postest Control Group Desain
 Rancangan ini dapat digambarkan sebagai berikut;

Data I Perlakuan Data II

E O1 X O2

R
K O3 - O4

 Contoh
 Sebuah penelitian ingin mengetahui efek hepatotoksik
dari jamu galian singset. Untuk mengetahui adanya efek
hepatotoksik diukur aktivitas enzym SGOT/SGPT darah
dan digunakan hewan coba tikus.

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


Rancangan eksperimen sebabagi berikut;
 Pilih sejumlah tikus secara random dari populasinya
 Secara random (R) kelompokan tikus tersebut menjadi dua
kelompok. Yaitu kelompok eksperimen (X) dan kelompok
kontrol (K) yang tidak dikenai perlakuan
 Ukur SGOT / SGPT dari darah tikus pada keadaan awal baik
kelompok eksperimen (O1) maupun kontrol (O3)
 Kelompok E dan K dijaga kondisinya selalu sama (makanan,
minuman, kandang dan sebagainya ) kecuali pada kelompok E
diberi sejumlah tertentu seduhan jamu galian singset,
sedangkan kelompok K tidak diberi. Pemberian perlakuan
dilakukan dalam jangka waktu tertentu
 Ukur SGOT / SGPT dari darah tikus pada akhir waktu
eksperimen baik pada kelompok eksperimen (O2) maupun
kelompok kontrol (O4).
 Uji ada tidaknya perbedaan antara (O2 – O1) dan (O4 – O3)
untuk mengetahui effek X dengan uji t atau uji lain yang cocok

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


Rancangan eksperimen ini dapat diperluas dengan
beberapa macam perlakuan misalnya;
 Rancangan ini dapat digambarkan sebagai berikut;

Data I Perlakuan Data II

E O1 X1 O2

K O3 X2 O4
R

K O5 X3 O6

K O7 - O8
 Untuk mengetahui ada/tidaknya efek X dan untuk mengetahui
ada tidaknya perbedaan efek X1, X2 dan X3 terhadap kontrol
dapat dilakukan uji Analisis Covarian (Anakova)

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


 Pilih sejumlah tikus secara random dari populasinya
 Secara random (R) kelompokan tikus tersebut menjadi dua kelompok.
Yaitu kelompok eksperimen (X) dan kelompok kontrol (K) yang tidak
dikenai perlakuan
 Ukur SGOT / SGPT dari darah tikus pada keadaan awal baik kelompok
eksperimen (O1) maupun kontrol (O3)
 Kelompok E dan K dijaga kondisinya selalu sama (makanan, minuman,
kandang dan sebagainya ) kecuali pada kelompok E diberi sejumlah
tertentu seduhan jamu galian singset, sedangkan kelompok K tidak
diberi. Pemberian perlakuan dilakukan dalam jangka waktu tertentu
 Ukur SGOT / SGPT dari darah tikus pada akhir waktu eksperimen baik
pada kelompok eksperimen (O2) maupun kelompok kontrol (O4).
 Uji ada tidaknya perbedaan antara (O2 – O1) dan (O4 – O3) untuk
mengetahui effek X dengan uji t atau uji lain yang cocok

@Tim MP dan RP FKH Unsyiah, 2009


Thank‘s
for your attention !!

J*ad