Anda di halaman 1dari 17

ANEMIA

HEMOLITIK
By Kelompok 3

ANEMIA
Keadaan

dimana

massa

eritrosit

dan/atau massa Hb yang beredar tidak


dapat

memenuhi

fungsi

untuk

menyediakan oksigen bagi jaringan

ANEMIA HEMOLITIK
Anemia

yang disebabkan oleh proses

hemolisis. Hemolisis adalah pemecahan


eritrosit

dalam

pembuluh

darah

sebelum waktunya (masa hidup eritrosit


normal 100-120hari).
Merupakan

6% dari kasus anemia

KLASIFIKASI
1. Anemia intrakospurkular, sebagian besar
bersifat herediter.

Defek membran
sferositosis

herediter,

eliptositosis

herediter.

Metabolisme eritrosit yang tidak sempurna


defisiensi G6PD, defisiensi piruvat kinase.

2. Anemia ekstrakospurkular, memiliki sifat


yang di dapat.
Imun

(idiopatik,

keganasan,

kelainan

autoimun)
Infeksi
Agen

(malaria, clostridium, babeiosis)

kimia dan fisika

Sekunder

(penyakit hati dan gagal ginjal)

PATOFISIOLOGI
Proses hemolisis akan menimbulkan:
1.

Penurunan kadar Hb yang akan mengakibatkan


anemia

2.

Peningkatan
tubuh.

hasil

Terdapat

pemecahan
2

eritrosit

mekanisme

dalam

hemolisis

ekstravaskular dan intravaskular.


3.

Komponensasi

sumsum

meningkatkan eritropoiesis

tulang

untuk

GEJALA KLINIK
Gejala

umum anemia

Gejala

hemolitik : ikterus, spenomegali

atau hepatomegali, kolestasis.

DIAGNOSIS
Pemeriksaan untuk mendeteksi
autoantibodi pada eritrosit dilakukan
dengan 2 cara :
1. Direct Antiglobulin Test (Direct
Coombs Test)
2. Indirect Antiglobulin Test ( Indirect
Coombs test)

TEMUAN LABORATORIUM
1.

Gambaran

penghancuran

eritrosit

yang

meningkat:
. Bilirubin

serum meningkat, tidak terkonjugasi dan

terikat pada albumin


. Urobilinogen

urin meningkat

2. Gambaran produksi eritrosit yang meningkat:


. Retikulositosis
. Hiperplasia

eritroid sumsum tulang

3. Eritrosit yang rusak


Morfologinya

(misalnya: mikrosferosit,

eliptosit, fragmentosit)
Fragilitas

osmotik, autohemolisis

TERIMA KASIH