Anda di halaman 1dari 36

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA


A. Data umum
1. Nama KK

: Ny. K

2. Umur KK : 69 tahun
3. Alamat

: Jalan Selorejo Blok C, RT 02, RW 15, Kelurahan


Lowokwaru

4. No. Telephon

: Tidak punya

5. Pekerjaan : Pedagang toko, pemilik toko, jual kebutuhan sehari


hari, sayur
6. Pendidikan: SD
7. Susunan Anggota Keluarga :

1.

Ny. K

69

Sex
(L/P
)
P

2.

TN. N

58

3.

Ny. S

53

4.

Ny. Ks

52

No

Nama

Umur

Hub
Dg KK

Gol
Darah

Pendidikan

Pekerjaan

KK
& Tidak
kakak
terkaji

SD

Adik
ke-3
Adik
ke-4

Tidak
terkaji
Tidak
terkaji

Tidak
bersekolah
Tidak
bersekolah

Penjual &
pemilik
toko
Tidak
bekerja
Tidak
bekerja

Adik
ke-5

Tidak
terkaji

SD

Penjahit,
bantu
kakak jaga
toko

Genogram ( dibuat 3 generasi )

69
Ny. K

58
P. N

53
Ny. S

52
Ny. Ks

Masalah
Kesehatan
Hipertensi,
gout
Tunawicara
Polio,
bedrest
dirumah
Tidak ada

Keterangan :
Laki-laki

Laki-laki meninggal

Perempuan

Perempuan meninggal

Laki-laki sakit

Perempuan sakit

Tinggal serumah

8. Tipe Keluarga
a. Jenis tipe keluarga : keluarga besar atau extended family (kakak dan
3 adik)
b. Masalah yang terjadi dengan tipe tersebut : menurut Ny. K dan Ny. Ks,
masalah dalam keluarga ini yaitu merawat TN. N dan Ny. S sekaligus
harus bekerja di usia yang sudah tua. Penyebab Tn. N dan Ny.S
belum menikah mungkin karena kondisi fisik sehingga rendah diri dari
tetangga sekitar. Kemudian Ny.Ks juga belum menikah karena sibuk
merawat kakak dan bekerja. Menurut Ny. K, yang lebih dominan
mengatur adalah Ny.K dan Ny.Ks, namun hal tersebut bukan
merupakan suatu masalah besar, karena keluarga Ny.K sering
mendapat uang saku dari anaknya yang sudah berkeluarga namun
tidak tinggal serumah
9. Latar belakang kebudayaan (etnik)
a.
Etnis : Ny. K mengatakan

berasal dari jawa, asli

kelurahan Lowokwaru, sejak lahir tinggal di rumah yang sekarang


ditinggali. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa jawa.
b.
Homogen/ heterogen
Homogen. Keluarga Ny. K terdiri dari anggota keluarga yang berasal
dari suku jawa.
c.
Budaya
penggunaan

ramuan

yang

berhubungan

tradisional

dari

dengan
tanaman

kesehatan:
obat

yang

dikolaborasikan dengan pijat tradisional. Namun, jika sakit tidak


kunjung sembuh, maka akan berobat ke dokter.

10. Identifikasi religius


a.

Keterkaitan agama dengan kesehatan

Semua keluarga Ny. K menganut agama Islam. Klien mengatakan


rutin mengikuti sholat jamaah di masjid (belakang rumah) saat subuh
dan maghrib (maghrib kadang-kadang ke masjid). Ny. K juga
mengatakan bahwa beliau rajin melakukan sholat tahajud. Klien
mengatakan saat sholat tahajjud, sering merasa sakit di bagian kaki.
b.

Keyakinan anggota keluarga


Klien mengatakan yang menyebabkan sakit adalah diri sendiri
sehingga tingkah laku menjaga kesehatan diri adalah penting. Ny. K
percaya bahwa bila tekanan darahnya meningkat dapat ditandai
dengan adanya tanda pusing, sakit kepala dan bila tidak ada tanda
tersebut berarti tekanan darahnya normal. Ny. K percaya bahwa
dengan makan makanan yang bersantan dapat menyebabkan
penyakitnya kambuh. Ny. K tidak rajin berolahraga seperti jalan kaki
di pagi hari. Dulu sering, sekarang jarang karena terlalu lelah setelah
berdagang dan merasa repot karena di pagi hari harus menyiapkan
dagangan. Ny. K mengatakan bahwa keluarga jarang mengingatkan
perlunya olahraga karena Ny. Ks pun sibuk dengan rutinitas di pagi
hari.

c.

Keaktifan dan kegiatan


Ny. K mengatakan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan di masjid seperti
pengajian.

11. Status kelas sosial


a. Anggota keluarga yang mencari nafkah: Ny. K sebagai pemilik toko
dan pedagang.
b. Penghasilan: Rp 500.000,c. Upaya lain: Ny. Ks sebagai penjahit dan membantu Ny. K menjaga
toko
d. Harta benda yang dimiliki (perabot, transportasi, dll) : Meja, kursi,

tempat tidur, lemari, televisi, kompor gas, dan perabotan rumah


tangga yang lain. Ny. K memiliki toko yang menjual kebutuhan
pokok di rumah.
e. Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan: Biaya makan sehari-hari dan
biaya kebutuhan rumah tangga. Penghasilan 1 bulan telah cukup
untuk mencukupi kebutuhan bulanan keluarganya.

12. Mobilitas kelas sosial


Rumah Ny. K adalah rumah peninggalan orang tua dan tidak pernah
pindah. Sejak Ny. K masih kecil hingga Ny. K menikah tetap tinggal di
rumah tersebut bersama suami, anak, dan adik-adiknya. Baik ibu maupun
ayah Ny. K berasal dari Malang.
13. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Ny. K dan sekeluarga jarang melakukan rekreasi. Untuk rekreasi, Ny. K
jalan-jalan ke alun-alun kota atau taman kota. Rekreasi dilakukan sekitar
1-3 minggu sekali. Namun bila tidak dapat jalan-jalan, Ny. K dan
sekeluarga meminta cucu untuk datang dan cucu (An. I) yang mampu
menghibur keluarga Ny. K. Bila cucu tidak bisa datang, hiburan Ny. K
sekeluarga adalah televisi atau radio.
B. Riwayat Keluarga dan Tahap Perkembangan
14.

Tahap perkembangan keluarga saat ini


Keluarga berada dalam tahap perkembangan keluarga VIII dengan
keluarga usia lanjut

15.

Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi


-

Keluarga mencapai jumlah angka yg maksimal

Aktivitas pekerjaan dimana Ny. K d Ny. Ks memiliki aktivitas


masing-masing
Kakak atau anak pertama berjuang dengan tuntutan ganda,

yaitu sebagai kepala rumah tangga sekaligus sebagai kakak


Kakak atau anak pertama belajar membagi waktu antara

bekerja, mengasuh adik-adik yang sakit, dan merawat kesehatan diri


sendiri
-

Kakak atau anak pertama dan Ny. Ks (anak ke 4), mulai


merasakan tekanan yang besar dari keluarga terutama setelah
mengetahui penyakit dalam dirinya

Tahap perkembangan yang ditempuh oleh keluarga adalah:

Membantu sosialisasi Tn. N dan Ny. S : meningkatkan

kemampuan komunikasi dan berinteraksi dengan orang lain


Membantu Ny. S, Tn. N., Ny. Ks untuk mendapatkan pasangan

menikah untuk meneruskan eksistensi dalam hidup.


Memenuhi kebutuhan dan biaya kehidupan yg semakin

meningkat termasuk biaya kesehatan.


Pada saat ini keluarga Ny. K sudah memenuhi

tahap

perkembangan keluarga (tahap VII : keluarga dengan keluarga usia


lanjut) telah memenuhi tugas: dengan memberikan perhatian dalam
pendampingan memenuhi kebutuhan ADL Tn. N, dan Ny. S,
memberikan kebebasan saat mengajak Tn. N, dan Ny. S keluar
rumah,
16.

Riwayat keluarga inti


a.

Riwayat kesehatan keluarga saat ini


-

Ny. K : hipertensi dan gout


Tn. N : tunawicara
Ny. S : polio
Ny. Ks: -

b.

Riwayat penyakit keturunan


-

Bapak Tn. Ny. K meninggal karena penyakit sesak nafaas


Ibu Ny. K meninggal karena penyakit sesak nafas dan hipertensi
Suami Ny. K meninggal karena sesak nafas
Anak Ny. K yang ketiga meninggal karena penyakit gagal ginjal

c.

Riwayat

kesehatan

masing-masing

anggota keluarga
Imunisasi
Tindakan
Keadaan
(BCG/Polio/ Masalah
No Nama Umur
Yang telah
Kesehatan
DPT/HB/ kesehatan
dilakukan
Campak
1 Ny. K
69 Mengatakan
Tidak tahu Hipertensi Memeriksakan diri
tahun terasa pusing
dan kontrol ke
sejak 4 hari
puskesmas, minum
yang lalu,
obat tradisional :
rebusan daun
Mengatakan
salam 9 lembar
sakit di bagian
dan kunyit 9 ruas
kaki, terutama
jari setiap hari,
bila digunakan
akhir-akhir ini

jalan kaki dan


sholat

jarang jalan-jalan
setelah sholat di
masjid pagi hari,
biasanya rajin.

2 Tn. N

58 Sakit pada gusi Tidak tahu Tunawicara Tidak


pernah
tahun
dibawa ke dokter
karena
keluarga
sibuk
bekerja
sehingga tidak ada
yang
sempat
mengantar, jarang
diajak keluar rumah
karena bila keluar
rumah,
Tn.
N
berperilaku kurang
baik.

3 Ny. S

53 Tidak ada
tahun keluhan.

4 Ny. Ks

52 Kadang merasa Tidak tahu


Pre
Tidak
sempat
tahun pusing, Ny. Ks
hipertensi periksa ke dokter
mengira juga
atau
puskesmas
memiliki
karena
sibuk
hipertensi
bekerja
Sumber pelayanan kesehatan yang

d.

Tidak tahu

Polio

Tidak
pernah
dibawa ke dokter
karena
keluarga
sibuk
bekerja
sehingga tidak ada
yang
sempat
mengantar.

dimanfaatkan
Puskesmas
17.

Riwayat keluarga asal


Ny. K pernah di opname di rumah sakit 4 tahun yang lalu (2011) karena
lutut kelebihan cairan sehingga harus disedot. Penyebab kelebihan cairan
tidak tahu. Ny. K mengeluh jantung terasa berdebar-debar saat itu.

C. Data Lingkungan
18.

Karakteristik rumah

Jemuran

Denah rumah
Teras rumah

19.

Karakteristik lingkungan tempat tinggal dan masyarakat


a.

Karakteristisk lingkungan tempat tinggal


-

Luas rumah: 6 x 9
Type rumah: Permanen.
Kepemilikan: milik Ny. K
Jumlah dan ratio kamar/ruangan: 3
Ventilasi/ cendela: 7
Pemanfaatan ruangan: 1 ruang tamu, 3 kamar tidur (1 kamar
tidur untuk Tn. N, 1 kamar tidur untuk Ny. S, 1 kamar tidur untuk
Ny. K dan Ny. Ks), 1 dapur, 1 kamar mandi, 1 ruang keluarga,

dan pekarangan yang sekaligus jemuran


Septic tank: ada, letak di belakang rumah.
Sumber air minum: Air sumur
Kamar mandi/WC: 1 kamar mandi yang ada WC di dalamnya.
Sampah: di buang di tempat sampah depan rumah dan setiap

hari diambil
U oleh tukang sampah.
Kebersihan lingkungan: Halaman depan bersih, kamar mandi
bersih namun banyak baju kotor yang diletakkan di bak, dapur
bersih namun penataan kurang rapi (banyak barang berserakan),
penataan ruang tamu kurang rapi (banyak barang di kursi dan
meja).

b.

Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW

a)

Kebiasaan: Ada pengajian di masjid

b)

Aturan/kesepakatan: Bila ada posyandu, acara lomba-lomba


agustus, kerja bakti, dan pengajian dihimbau masyarakat untuk ikut
serta.

c)

Budaya: Mayoritas warga asli dan dalam satu RT terdapat sanak


saudara sehingga tidak terjadi pencampuran budaya dan lebih
mudah berinteraksi dengan saudara karena jarak yang dekat.

20.

Mobilitas geografis keluarga


Keluarga Ny. K biasanya pergi ke alun-alun Malang, taman
Depan

21.

Hubungan sosial keluarga dengan masyarakat

Ny. K yang lebih cenderung aktif mengikuti kegiatan pengajian


dibandingkan dengan Ny.Ks. Dengan tetangga sering berinteraksi pada
2
pagi hari terutama dikalangan ibu-ibuKamar
yang belanja
kebutuhan pokok di
toko Ny. K. Seringkali bila ada pesanan kue atau masak besar, tetangga
datang untuk membantu memasak dengan Ny. Ks, sementara Ny. K
menjaga toko.
Sistem pendukung sosial keluarga
RT, RW, Kelurahan, Puskesmas, RS, keluarga yang Kamar
jarak rumahnya
mandi
Ruang
keluarga
berdekatan. Jika ada masalah, biasanya Ny. K curhat dengan
adik
(Ny.
Ks) atau keponakan yang tinggal didepan rumah.
D. Struktur Keluarga
22.

Pola dan Komunikasi Keluarga


Pola komunikasi 2 arah, menggunakan bahasa jawa, tidak ada konflik.
Setiap malam keluarga Ny. K menyempatkan diri untuk mengobrol sambil
melihat televisi bersama keluarga.

23.

Struktur Kekuatan
Yang banyak mengambil keputusan adalah Tn. A, dan anggota keluarga
yang lain cenderung ikut keputusan Tn. A (menurut Ny. Y).

24.

Struktur Peran
a.

Ny. K: berperan sebagai kakak dan kepala keluarga, merawat


Ny. S dan Tn. N
b.
Tn. N: berperan sebagai anggota keluarga, adik Ny. K
c.
Ny. S: berperan sebagai anggota keluarga, adik Ny. K
d.
Ny. Ks : berperan adik, merawat Ny. S dan Tn. N serta
membantu pekerjaan Ny. K yang bisa dilakukan
25.

Nilai-Nilai Keluarga
Nilai dan norma yang dianut sesuai dengan budaya jawa dan islam.
Kebutuhan makan Ny. K seperti biasa yaitu mengurangi makanan
bersantan dan garam. Menurut Ny. Ks, masakan keluarga Ny. K tidak
dipisah dalam satu keluarga, namun bila makan kudapan misalnya peyek
kacang, Ny. K mengkonsumsinya karena suka. Ny. K melakukan
kebiasaan jalan-jalan setiap pagi, tapi Ny. S, Ny. Ks, dan Tn. N tidak.
Setiap hari Ny. K atau Ny. Ks sering memasak sayur bening karena Ny. K
membatasi makan sayur bersantan dan tidak pemilih dalam hal makanan.

Ny. K sering mengkonsumsi cau karena sudah mendapat informasi dapat


menurunkan tekanan darah. Cau diminum dengan sirup dan air dingin.
Ny. Ks juga sering meminum cau dengan sirup serta membuat jus jambu.
Tn. N tidak rewel dalam hal menu makanan. Semua makanan Tn. N suka.
Namun Tn. N saat makan tidak pernah berhenti ketika sudah saatnya
kenyang. Tn. N terus menerus makan bila tidak dihentikan oleh Ny. Ks.
Tn. N dan Ny. S dapat makan secara mandiri dan mandi secara mandiri.
Ny. S menuju kamar mandi dengan cara merangkak tanpa dibantu.
E. Fungsi Keluarga
26.

Fungsi Afektif
Jika salah satu anggota keluarga sakit, anggota keluarga yang lain ikut
merawat. Ny. K sering bermain dengan cucu. Ny. Ks kadang
menggantikan pekerjaan Ny. K seperti menyapu, memasak, mencuci baju
Tn. N dan Ny. S.

Ny. Ks selalu mengingatkan dalam menghindari

makanan yang banyak garam, gorengan, minum banyak air putih kepada
Ny. K.
27.

Fungsi Sosialisasi
a.

Kerukunan

hidup

dalam

keluarga:

Rukun, tidak ada konflik.


b.

Interaksi dan hubungan dalam keluarga:


jarang berkomunikasi dengan Tn. N dan Ny. S terutama pada saat
bekerja atau melihat TV pada saat malam.

c.

Anggota keluarga yang dominan dalam


pengambilan keputusan: Ny. K, namun demikian Ny. K juga
mempertimbangkan perdapat anggota keluarga yang lain (menurut
pengakuan Ny. Ks).

d.

Kegiatan

keluarga

waktu

senggang:

berkomunikasi dengan anggota keluarga yang lain, berkomunikasi


dengan tetangga, jalan-jalan, bermain dengan cucu saat cucu
berkunjung ke rumah
e.

Partisipasi dalam kegiatan social:


Mengikuti pengajian. Ny. K yang lebih sering aktif mengikuti
pengajian di masjid belakang rumah. Ny. Ks jarang mengikuti

karena sibuk bekerja, Ny. S, Tn. N tidak pernah ikut.


28.

Fungsi Perawatan Kesehatan


a.

Pengetahuan dan persepsi keluarga


tentang penyakit/masalah kesehatan keluarganya:
Hipertensi: Ny. K mengatakan bahwa kesehatan merupakan hal yang
penting sehingga akan diusahakan segala cara untuk menjaga
keluarga tetap sehat dan harus minum obat. Namun karena obat dari
Puskesmas, yaitu Captopril menimbulkan efek samping batuk dan
Nifedipine menimbulkan efek samping panas di kepala, Ny. K
mengganti konsumsi obat Amlodipine dan obat herbal yag dibuat
sendiri. Ny. K tidak segera beli obat bila obat Amlodipine habis. Ny.
Ks yang mengetahui hal tersebut juga mengatakan tidak sempat ke
Puskesmas untuk beli obat karena sibuk bekerja dan mengurus
rumah. Ny. K melakukan jalan-jalan didepan rumah bila selesai sholat
subuh dari masjid. Ny. K tidur jam 21.00 dan sering bangun pada
malam hari karena didepan sering rame oleh bapak-bapak yang
begadang atau main kartu atau jaga pos kamling. Ny. K mengatakan
sering kesulitan tidur. Ny. K selalu bangun jam 3.30 pagi untuk
menyiapkan dagangan.
Polio : Ny. S mengatakan bahwa dirinya tidak pernah diperiksakan ke
dokter sejak kecil atau sejak menderita polio. Ny. S juga mengatakan
malu bila keluar rumah dan berkomunikasi dengan tetangga. Ny. S
mengatakan merasa cukup senang bila cucu datang berkunjung dan
mendengarkan radio di rumah. Ny. S tidak merasakan keluhan
terhadap penyakit polio yang sedang diderita.
Tunawicara : Tn. N mengatakan sakit di bagian gusi. Menurut Ny. Ks,
Tn. N bila diajak keluar rumah melihat karnaval sering berperilaku
kurang baik, yaitu menengadahkan tangan ke orang-orang untuk
meminta uang. Sehingga Ny. Ks tidak pernah lagi mengajak Tn. N
keluar rumah.

b.

Kemampuan

keluarga

mengambil

keputusan tindakan kesehatan yang tepat: Keluarga Ny. K akan

segera membawa anggota keluarga yang sakit ke puskesmas atau


RS. Jika muncul gejala pusing atau lemas, Ny. K segera pergi ke
Puskesmas dengan Ny. Ks.
c.

Kemampuan keluarga merawat anggota


keluarga yang sakit
Ny. K tahu bahwa penderita hipertensi terjadi akibat ada penyempitan
pembuluh darah sehingga komplikasinya adalah stroke salah
satunya. Ny. K dan Ny. Ks tahu bahwa penderita hipertensi perlu
menghindari makanan yang bersantan, tinggi lemak dan tinggi garam
seperti makanan berpengawet, dan bakso untuk mengontrol tekanan
darah. Selama ini Ny. K selalu minum obat herbal yang dibuat sendiri.

d.

Kemampuan

keluarga

memelihara

lingkungan rumah yang sehat


Kamar mandi kadang dikuras > 3 minggu, rumah disapu setiap hari.
Obat tersedia di kotak tersendiri dan diletakkan di meja agar selalu
terlihat mata sehingga meminimalkan lupa.
e.

Kemampuan
fasilitas

kesehatan

di

masyarakat:

keluarga
Keluarga

menggunakan
memanfaatkan

pelayanan puskesmas dan dokter. Alat transportasi yang digunakan


adalah sepeda motor milik Adik Ny. K yang memiliki rumah sendiri di
Jl. Panjaitan atau diantar oleh cucu yang sudah besar. Jarak antara
rumah dengan tempat pelayanan kesehatan dekat.
29.

Terapi Komplementer dan Alternatif


Rebusan daun salam (9 lembar) dan kunyit (9 ruas jari). Direbus dengan
air 3 gelas belimbing ( 600 ml). daun salam dan kunyit direbus jadi satu
selama 5 menit. Air rebusan diminum dan harus habis dalam satu hari.

30.

Sumber Pembiayaan
a.

Upaya pemenuhan sandang pangan:


Yang bekerja adalah Ny. K sebagai pedagang, dan Ny. Ks sebagai
penjahit dan membantu Ny. K berdagang. Yang memegang kendali
keuangan adalah Ny. K

b.

Pemanfaatan sumber di masyarakat:

tidak ada
F. Stress dan Koping Keluarga
31.

Stressor jangka pendek


Ny. K merasa ikut stress karena cucu yang paling besar yang bertempat
tinggal didepan rumah sekarang meminta uang saku ditambah ke orang
tuanya, yaitu 25 ribu per hari. Padahal orang tua tidak mampu sehingga
Ny.K yang sering menambah uang saku cucunya. Ny. K dan Ny. Ks
kadang capek ketika harus mencuci baju yang banyak dan melakukan
kegiatan rumah tangga yang lain.

32.

Stressor jangka panjang


Ny. K menderita hipertensi yang menahun dan harus minum obat setiap
hari

33.

Strategi koping keluarga


Berusaha untuk menyelesaikan masalah yang ada dengan cara
membicarakan ke orang tua cucu. Orang tua cucu akhirnya memutuskan
untuk sama-sama bekerja. Strategi koping: bermain dengan cucu,
mendengarkan radio, menonton televisi.

34.

Adaptasi keluarga
Sering sulit tidur

G. Harapan Keluarga
Anak dan cucu selamat dan kebutuhan terpenuhi
H. Pemeriksaan Fisik
No
1.

Jenis
pemeriksaan
TTV :
Tensi :
Suhu :
Nadi :
Nafas :

Kakak

Adik 3

Adik 4

Adik 5

150/
80
mmHg
36,50C
70x/ menit
22x/ menit
Kadar asam
urat : 11,3

140/90
mmHg
370C
100x/ menit
26x/ menit

140/
100
mmHg
36,80C
60x/ menit
20x/ menit

140/
90
mmHg
36,50C
98x/ menit
23x/ menit

mg/dl
2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

II.

Kulit, rambut
dan kuku.
I :
P:
P:
A:

Kepala, leher
I :
P:
P:
A:
Thoraks dan
paru
I :
P:
P:
A:
Abdomen
I :
P:
P:
A:
Genitalia
I :
P:
P:
A:
Ekstremitas
atas + refleks
fisiologis
I :
P:
P:
A:
Ekstremitas
bawah +
refleks
fisiologis
I :
P:
P:
A:

Rambut
hitam, ada
uban putih
Mudah
rontok, kulit
kepala
bersih

Rambut
hitam, Tidak
rontok, kulit
kepala
bersih

Rambut
hitam, Tidak
rontok, kulit
kepala
berminyak

Rambut
hitam,
mudah
rontok, kulit
kepala
bersih

Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal
Normal

Tidak dikaji

Tidak dikaji

Tidak dikaji

Tidak dikaji

Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Normal
Normal
Normal

Kaki kanan
tidak lurus
bila berdiri
Tidak ada
edema

Normal
Normal
Normal
Normal

Polio,
disabilitas

Normal
Normal
Normal
Normal

ANALISA DATA
Data

Masalah
Keperawatan

Data Subyektif:
-

Defisiensi
Klien mengatakan saat sholat tahajjud, sering pengetahuan
merasa sakit di bagian kaki

Ny. K percaya bahwa bila tekanan darahnya


meningkat dapat ditandai dengan adanya tanda
pusing, sakit kepala dan bila tidak ada tanda
tersebut berarti tekanan darahnya normal

Ny. K percaya bahwa dengan makan makanan yang


bersantan dapat menyebabkan penyakitnya kambuh.

Ny. K sekarang jarang berolahraga seperti jalan kaki


di pagi hari

Ny.

mengatakan

bahwa

keluarga

jarang

mengingatkan perlunya olahraga karena Ny. Ks pun


sibuk dengan rutinitas di pagi hari.
-

Ny. K mengatakan terasa pusing sejak 4 hari yang


lalu

Ny. K mengatakan sakit di bagian kaki, terutama bila


digunakan jalan kaki dan sholat

Ny. K telah memeriksakan diri dan kontrol ke


puskesmas, minum obat tradisional : rebusan daun
salam 9 lembar dan kunyit 9 ruas jari dan air 600
ml setiap hari, akhir-akhir ini jarang jalan-jalan
setelah sholat di masjid pagi hari, biasanya rajin

Tn. N tidak pernah dibawa ke dokter karena keluarga


sibuk bekerja sehingga tidak ada yang sempat
mengantar, jarang diajak keluar rumah karena bila
keluar rumah, Tn. N berperilaku kurang baik

Ny. S tidak pernah dibawa ke dokter karena keluarga


sibuk bekerja sehingga tidak ada yang sempat
mengantar

Ny. Ks tidak sempat periksa ke dokter atau


puskesmas karena sibuk bekerja

Ny. K pernah di opname di rumah sakit 4 tahun


yang lalu (2011) karena lutut kelebihan cairan
sehingga harus disedot. Penyebab kelebihan cairan

tidak tahu.
-

Ny. K seperti biasa yaitu mengurangi makanan


bersantan dan garam

Ny. S, Ny. Ks, dan Tn. N jarang berolahraga

Setiap hari Ny. K atau Ny. Ks sering memasak sayur


bening karena Ny. K membatasi makan sayur
bersantan

Ny. K sering mengkonsumsi cau karena sudah


mendapat informasi dapat menurunkan tekanan
darah

Ny. Ks sering membuat jus jambu

Tn. N dan Ny. S dapat makan secara mandiri dan


mandi secara mandiri. Ny. S menuju kamar mandi
dengan cara merangkak tanpa dibantu

Ny. Ks bila ingat, mengingatkan dalam menghindari


makanan yang banyak garam, gorengan, minum
banyak air putih kepada Ny. K.

Ny. K mendapat obat dari Puskesmas, yaitu


Captopril menimbulkan efek samping batuk dan
Nifedipine menimbulkan efek samping panas di
kepala

Ny. K mengganti konsumsi obat Amlodipine dan obat


herbal yag dibuat sendiri

Ny. K tidak segera beli obat bila obat Amlodipine


habis. Ny. Ks yang mengetahui hal tersebut juga
mengatakan tidak sempat ke Puskesmas untuk beli
obat karena sibuk bekerja dan mengurus rumah

Ny. K tidur jam 21.00 dan sering bangun pada


malam hari karena didepan sering rame oleh bapakbapak yang begadang atau main kartu atau jaga pos
kamling

Ny. K mengatakan sering kesulitan tidur. Ny. K selalu


bangun jam 3.30 pagi untuk menyiapkan dagangan

Ny. S mengatakan bahwa dirinya tidak pernah


diperiksakan ke dokter sejak kecil atau sejak

menderita polio
-

Ny. K dan Ny. Ks tahu bahwa penderita hipertensi


perlu menghindari makanan yang bersantan, tinggi
lemak

dan

tinggi

garam

seperti

makanan

berpengawet, dan bakso


-

Ny. K tahu bahwa penderita hipertensi terjadi akibat


ada

penyempitan

pembuluh

darah

sehingga

komplikasinya adalah stroke salah satunya


Data Obyektif:
-

Ny. K : TD 150/ 80 mmHg, suhu 36,50C, nadi 70x/


menit, RR 22x/ menit, Kadar asam urat : 11,3 mg/dl

Tn. N : TD 140/90 mmHg,suhu 370C, nadi 100x/


menit, RR 26x/ menit

Ny. S : TD 140/ 100 mmHg, suhu 36,80C, nadi 60x/


menit, RR 20x/ menit

Ny. Ks : TD 140/ 90 mmHg, suhu 36,50C, nadi 98x/


menit, RR 23x/ menit

Ny. K : Kaki kanan tidak lurus bila berdiri, Tidak ada


edema

Ny. K : Riwayat opname sedot cairan di lutut akibat


kelebihan cairan

Ny. S: masalah kesehatan : polio disabilitas

Data Subyektif :
-

Gangguan proses
Masalah dalam keluarga ini yaitu merawat TN. N dan keluarga
Ny. S sekaligus harus bekerja di usia yang sudah
tua. Penyebab Tn. N dan Ny.S belum menikah
mungkin karena kondisi fisik sehingga rendah diri
dari tetangga sekitar

Ny. K mengatakan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan


di masjid seperti pengajian

Namun bila tidak dapat jalan-jalan, Ny. K dan


sekeluarga meminta cucu untuk datang dan cucu
(An. I) yang mampu menghibur keluarga Ny. K. Bila

cucu tidak bisa datang, hiburan Ny. K sekeluarga


adalah televisi atau radio
-

Jika ada masalah, biasanya Ny. K curhat dengan


adik (Ny. Ks) atau keponakan yang tinggal didepan
rumah

Ny. K yang lebih cenderung aktif mengikuti kegiatan


pengajian dibandingkan dengan Ny.Ks

Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan


keputusan: Ny. K, namun demikian Ny. K juga
mempertimbangkan perdapat anggota keluarga yang
lain

Ny. K dan sekeluarga jarang melakukan rekreasi.

Tn. N saat makan tidak pernah berhenti ketika sudah


saatnya kenyang. Tn. N terus menerus makan bila
tidak dihentikan oleh Ny. Ks

Ny. S juga mengatakan malu bila keluar rumah dan


berkomunikasi dengan tetangga

Tn. N bila diajak keluar rumah melihat karnaval


sering

berperilaku

menengadahkan

kurang

tangan

ke

baik,

yaitu

orang-orang

untuk

meminta uang
Data Obyektif :
-

Ny. K sebagai pemilik toko dan pedagang

Ny. Ks sebagai penjahit dan membantu Ny. K


menjaga toko

Keluarga

berada

dalam

tahap

perkembangan

keluarga VIII dengan keluarga usia lanjut


-

Ny. K, kakak atau anak pertama berjuang dengan


tuntutan ganda, yaitu sebagai kepala rumah tangga
sekaligus sebagai kakak

Tahap

perkembangan

keluarga

yang

ditempuh

keluarga : Kakak atau anak pertama belajar


membagi waktu antara bekerja, mengasuh adik-adik
yang sakit, dan merawat kesehatan diri sendiri

Tahap perkembangan yang ditempuh keluarga :


membantu

sosialisasi

meningkatkan

Tn.

kemampuan

dan

Ny.

komunikasi

dan

berinteraksi dengan orang lain


-

Tahap perkembangan yang belum terpenuhi :


membantu Ny. S, Tn. N., Ny. Ks untuk mendapatkan
pasangan menikah untuk meneruskan eksistensi
dalam hidup

Tahap

perkembangan

terpenuhi

keluarga

memberikan

yang

perhatian

sudah
dalam

pendampingan memenuhi kebutuhan ADL Tn. N,


dan Ny. S, memberikan kebebasan saat mengajak
Tn. N, dan Ny. S keluar rumah
-

Dengan tetangga sering berinteraksi pada pagi hari


terutama dikalangan ibu-ibu yang belanja kebutuhan
pokok di toko Ny. K

Keluarga jarang berkomunikasi dengan Tn. N dan


Ny. S terutama pada saat bekerja atau melihat TV
pada saat malam.
III. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.
Defisiensi

pengetahuan

berhubungan

dengan

keterbatasan kognitif, kurang dapat mengingat, salah interpretasi


informasi
2.

Gangguan proses keluarga berhubungan dengan


transisi perkembangan, modifikasi keuangan keluarga, pergeseran
peran keluarga

a. Prioritas Masalah
1) Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan
kognitif, kurang dapat mengingat, salah interpretasi informasi

Kriteria
Sifat Masalah :
Aktual : 3

Perhitungan

Skor

Pembenaran

3/3x2= 2

Ny. K sadar perlunya control tekanan


darah jika kemungknan tekanan
darahnya data naik sewaktu-waktu
yang akan berbahaya.

Ny. K sadar perlunya minum obat,


namun obat harus tetap sedia
sebelum obat habis dan diminum
secara rutin tanpa harus ada
keluhan.
Kemungkinan
masalah dapat
diubah :
Mudah 2

2/2x2=2

Ny. K memiliki kesadaran dan


kemauan yang tinggi untuk terkontrol
tekanan darahnya sehingga masalah
kurang pengetahuan mudah untuk
diubah. Cara mengontrol dengan cara
jalan-jalan kaki setiap pagi

Potensial
masalah dapat
dicegah :
Cukup 2

2/3x1=2/3

Perilaku menjaga tekanan darah tetap


stabil tergantung pada kemauan dan
motivasi
individu
tidak
hanya
tergantung
pada
pengetahuan
seseorang, namun juga motivasi
keluarga.

Menonjolnya
masalah :
Masalah
dirasakan tetapi
tidak perlu
segera ditangani:
1

1/2x1=1/2

Masalah kurang pengetahuan harus


segera
ditangani
karena
untuk
mengubah perilaku harus didasari
dengan pengetahuan yang cukup.
Terutama masalah jarang berolahraga,
tidak control rutin ke puskesmas dan
posyandu dan konsumsi peyek kacang
dapat
menyebabkan
peningkatan
tekanan darah tinggi.

Total

4,6
2) Gangguan

proses

keluarga

berhubungan

dengan

transisi

perkembangan, modifikasi keuangan keluarga, pergeseran peran


keluarga
Kriteria

Perhitungan

Skor

Pembenaran

Sifat Masalah :
Krisis 1

1/3x1= 1/3

Tindakan perawatan terhadap Ny. S


dan Tn. N sebagian besar sudah dapat
dlakukan secara mandiri

Kemungkinan
masalah dapat
diubah :
Sebagian : 1

1/2x2=1

Masalah berhubungan dengan perilaku


sehingga kemungkinan dapat diubah
sebagian oleh keluarga

Potensial
masalah dapat
dicegah :

2/3x1=2/3

Dengan meningkatkan kemampuan


dalam
perawatan
diri
dapat
menghindarkan Tn. N dan Ny. S serta

Cukup 2

Ny. Ks dari penyakit

Menonjolnya
masalah :
Masalah
dirasakan tetapi
tidak perlu
segera ditangani:
1
Total

1/2x1=1/2

Peningkatan
perawatan
dapat
dilakukan secara bertahap karena
sebagian perilaku sudah baik dan
kesadaran untuk sembuhnya tinggi

2,5

b. Daftar Diagnosa berdasarkan prioritas


1. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan
kognitif, kurang dapat mengingat, salah interpretasi informasi
2. Gangguan

proses

keluarga

berhubungan

dengan

transisi

perkembangan, modifikasi keuangan keluarga, pergeseran peran


keluarga

IV. RENCANA INTERVENSI KEPERAWATAN KELUARGA


V.
N

VI. Diagno
sa
Kep
era
wat
an
Kel
uar
ga
XVIII. XIX. Defi
1
sien
si
pen
geta
hua
n
ber
hub
ung
an
den
gan

VII. Tujua
n
U
m
u
m

VIII.

Tujuan
Khusus

XX.Setela
h
dil
ak
uk
an
tin
da
ka
n
ke
pe
ra
wa
ta
n

XXI.
XXII.

TUK 1 :
Setelah
dilakuka
n
tindaka
n 1 kali
pertemu
an,
pengeta
huan
keluarg
a
tentang
hiperten
si,
penyeb

IX. Kriteria Evaluasi


XV.Kriteria
XVI. Standar

XXIII. Kognitif
XXIV.
1.
XXV. Klien
dan
keluarg
a dapat
menyeb
utkan
penyeb
ab,
gejala,
penatal
aksana
an, dan
2.
komplik
asi

XXVI. Keluarga Mampu


Menyebutkan:
Penyebab hipertensi (min.
2)
Obesitas/

kelebihan

berat badan

klien

dan

keluarga

daltentang

hipertensi
2. Pantau

kebiasaan

dalam

pelaksanaan hipertensi yang telah


3. Beri

Merokok
garam

berlebih
Kopi, alcohol, stres
Gejala hipertensi (min. 2)
Pusing

1. Kaji pengetahuan yang dimiliki

dilakukan oleh klien.

Kurang olahraga
Konsumsi

X. Rencana Tindakan

pujian

pada

tindakan

perawatan yang telah sesuai.


4. Jelaskan

penyebab,

gejala,

penatalaksanaan, dan komplikasi


tekanan darah tinggi.
5. Gunakan bahasa yang mudah
dipahami dan menghindari istilah

kete
rbat
asa
n
kog
nitif
(car
a
me
mbu
at
obat
her
bal
sec
ara
man
diri
den
gan

se
la
m
a
3
mi
ng
gu
kli
en
da
n
ke
lu
ar
ga
da
pa
t
m
e
m
ah
a
mi
te
nt

ab,
gejala,
penatal
aksana
an, dan
komplik
asi,

tekanan
darah
tinggi,

Sakit kepala dan tengkuk

Mengantuk

Mula dan muntah

Kelelahan, dredge

Keringat banyak

Pucat

8. Jawab pertanyaan dengan jelas.

Gemetar

9. Tanyakan

Sesak nafas

Pandangan kabur

6. Gunakan media peraga berupa


gambar atau video.
7. Beri kesempatan keluarga untuk
bertanya.

hipertensi (min 2):


Obat: captopril
Kontrol darah

rutin
Olahraga

dan

kembali

mengenai

informasi yang sudah diberikan.

3. Penatalaksanaan
-

medis.

secara
aktivitas

fisik
- Diet rendah garam
4. Komplikasi
hipertensi
(min. 2)
- Stroke
- Penyakit jantung
- Gagal ginjal
- Gagal jantung

dosi
s
yan
g
tepa
t),
kura
ng
dap
at
men
ging
at,
sala
h
inter
pret
asi
infor
mas

an
g
hi
pe
rte
ns
i,
pe
ny
eb
ab
,
ge
jal
a,
pe
na
tal
ak
sa
na
an
,
da
n
ko

XXX.

TUK 2 :

XXXI. Setelah
dilakuka

XXXII. Kognitif

Gangguan saraf
Koma
Kematian
XXXV. Klien dan

1. Kaji

pengetahuan

yang

telah

XXXIII.

keluarga mampu

dimiliki oleh klien dan keluarga

XXXIV.Klien

menyebutkan:

tentang tekanan darah normal

XXXVI.

dan

dan cara mengatasi hipertensi,

tindaka

keluarg

1. Tekanan darah normal

daftar makanan yang dianjurkan

n 2 kali

a dapat

2. Cara

dan yang tidak dianjurkan untuk

pertemu

menyeb

hipertensi (min. 3):

hipertensi, dan manfaat teknik

an,

utkan

XXXVII.

relaksasi otot progresif Jacobson.

pengeta

tekanan

makanan yang tinggi

huan

darah

garam,menghindari kopi

dan mendalam daftar makanan

klien

normal

berlebihan, olahraga

yang

dan

dan

secara teratur,

dianjurkan atau harus dibatasi

keluarg

cara

managemen stress,

bagi penderita hipertensi, serta

mengat

minum obat berdasarkan

manfaat

tentang

asi

prinsip 6 benar (benar

teknik

hiperten

hiperten

orang, benar obat, benar

Jacobson

si dan

si,

dosis, benar waktu, benar 3. Gunakan alat peraga: gambar dan

cara

daftar

rute, dan benar

mengatasi
Mengurangi

2. Berikan pengetahuan yang fokus

buku

dianjurkan

dan

dan

cara

relaksasi

otot

tidak

melakukan
progresif

mengat

makana

asinya,

n yang

daftar

dianjurk

makanan yang dianjurkan

pent

makana

an dan

bagi penderita hipertensi:

ingn

n yang

yang

ya

dianjurk

tidak

makanan

cont

an dan

dianjurk

dibatasi

rol

yang

an

hipertensi

teka

tidak

untuk

nan

dianjurk

hiperten

manfaat senam diabetes:

dar

an

si, dan

Menurunkan

ah

untuk

manfaat

darah.

tanp

hiperten

teknik

si, dan

relaksas

har

manfaat

i otot

us

teknik

progresi

ada

relaksas

kelu

i otot

Jacobso

han

progresi

dan

pent

Jacobso

tent
ang

m
pli
ka
si.

pencatatan).
3. Dapat

4. Dapat

4. Evaluasi pengetahuan klien.

menyebutkan

menyebutkan
yang
oleh

5. Dapat

harus

penderita

menyebutkan
tekanan

ingn

ya

mengal

kete

ami

rsed

peningk

iaan

atan.

obat
seb
elu
m
obat
habi
s)

XLI.
XLII.

TUK 3 :
Setelah
dilakuka
n
tindaka
n 2 kali
pertemu
an
keluarg
a dapat
melakuk
an
teknik
relaksas
i otot
progresi
f
Jacobso
n dan
menget

XLIV. Psikom
otor :

L. Nilai check list teknik


relaksasi
otot
progresif
XLV.
Jacobson 12-16
XLVI. Keluarg
poin
a dapat
LI.
melakuk
LII.
an
LIII.
senam
LIV.
kaki
LV.
diabete
LVI.
Klien
dan
keluarga
mampu
s
menyebutkan :
dengan
1.
Prosedur
pembuatan
benar.
rebusan
daun
salam dan
XLVII.
kunyit dengan dosis yang
XLVIII. Kognitif
aman
:
- Daun salam 200 gr
XLIX. Keluarg
- Kunyit
a dapat
- Air 300 ml
menjela
- Aturan minum : > 2 jam
skan
setelah minum obat

1. Ajarkan

cara

senam

kaki

diabetes.
2. Evaluasi

kemampuan

senam

kaki diabetes klien.

LVIII.
1. Jelaskan

prosedur

pembuatan

rebusan daun salam dan kunyit


dengan dosis yang aman.
2. Gunakan bahasa yang mudah
dipahami dan menghindari istilah
medis.
3. Gunakan media peraga berupa
gambar
4. Beri kesempatan keluarga untuk
bertanya.

ahui
dosis
aman
konsum
si obat
herbal
rebusan
daun
salam
dan
kunyit

LXII.

prosedu
Amlodipine
5. Jawab pertanyaan dengan jelas.
2. Efek samping obat herbal
r
6. Tanyakan kembali mengenai
- Gangguan lambung
pembua
informasi yang sudah diberikan.
tan
3. Pelayanan
kesehatan
rebusan
yang harus didatangi saat
daun
efek samping muncul
salam
LVII.
dan
kunyit
dengan
dosis
yang
aman
LXVI. Afektif :
1. Rundingkan dengan keluarga
LXXII. Klien

LXIII. TUK 4 :

LXVII. Klien

XLIII.

berkomitmen

tentang tindak lanjut kegiatan

dan

untuk

yang telah diajarkan.

dilakuka

keluarg

menerapkan

kegiatan:

tindaka

bersedi

a untuk

kepera

menera

watan

pkan

6x

kegiata

pertemu

LXIV. Setelah

yang

Menerapkan diet rendah

dari

garam

diajarkan.

Minum

obat

Melakukan
setiap hari

kemudahan

dan

kesulitan yang mungkin terjadi


tindakan

yang

telah

secara 3. Buat jadwal bersama keluarga


tentang

teratur
-

2. Rundingkan

olahraga

kegiatan

yang

akan

dilakukan.
4. Evaluasi kegiatan harian klien

an, klien

telah

dan

diajarka

relaksasi otot progresif 5. Berikan

Keluarg

Jacobson maksimal 1x

kegiatan yang telah dilakukan

perhari.

secara patuh oleh klien.

a mau

LXVIII.

untuk

LXIX.

menera

LXX.

pkan
kegiata

LXV.

Menerapkan

teknik

Menerapkan

control

Psikom

tekanan darah secara

otor :

rutin ke posyandu lansia

LXXI. Klien

n yang

dan

telah

atau puskesmas
Keluarga

berkomitmen

keluarg

untuk

mendampingi

diajarka

a teratur

anggota

keluarganya

n, dan

dalam

dalam

menerapkan

patuh

menera

kegiatan tersebut di atas

terhada

pkan

kegiata

control

n teknik

tekanan

relaksas

darah

otot

progresi
f secara
mandiri,

tiap kunjungan

LXXIII.

reinforcement

pada

control
rutin ke
posyan
du
lansia,
minum
obat
secara
rutin
tanpa
menung
gu obat
habis
dan ada
LXXIV.LXXV. Gan
2

LXXVI. Se

ggu

tel

an

ah

pros

dil

es
kelu

LXXVII.

TUK

1:

keluhan
LXXIX. Afektif :

LXXXI.

1. Rundingkan

dengan

keluarga

keluarga

tentang tindak lanjut kegiatan

dan

berkomitmen

yang telah diajarkan.

lah

keluarg

untuk :

ak

dilakuka

uk

bersedi

LXXVIII.

LXXX. Klien

Klien dan

Sete

Memelihara
individu

2. Rundingkan
kesehatan

kemudahan

dan

kesulitan yang mungkin terjadi


dari

tindakan

yang

telah

arg

an

tindaka

a untuk

tin

lebih

kebutuhan ADL anggota 3. Berikan

ber

da

kepera

memper

keluarga yang sakit

kegiatan yang telah dilakukan

hub

ka

watan

hatikan

Memeriksakan anggota

secara patuh oleh klien.

ung

4x

kondsi

keluarga yang sakit ke

an

ke

pertemu

kesehat

pelayanan

den

pe

an, klien

an

secara rutin

gan

ra

dan

anggota

tran

wa

Keluarg

sisi

ta

perk

Membantu

memenuhi

kesehatan

Saling

mengingatkan

keluarg

anggota

keluarga

a dapat

tidak

memah

sakit

emb

se

ami

ang

la

peran

an,

keluarg

mod

ifika

penting

si

mi

nya

keu

ng

dukung

ang

gu

an

an

kli

keluarg

kelu

en

yang

patuh

terhadap

penatalaksanaan
penyakit individu

dan

bila

diajarkan.
reinforcement

pada

arg

da

terhada

a,

per

ke

anggota

ges

lu

keluarg

era

ar

ga

per

da

sakit
LXXXV. TUK

an

pa

kelu

arg

e
m
ah
a
mi
pe
ra
n
ke
lu
ar

yang

2:
LXXXVI.

LXXXVII. Afek

LXXXIX.

tif :
Sete

LXXXVIII. Klie
dan

Klien dan

1. Rundingkan

dengan

keluarga

keluarga

tentang tindak lanjut kegiatan

berkomitmen

yang telah diajarkan.

lah

dilakuka

keluarg

keluarga

tindaka

bersedi

bersosialisasi

a untuk

keluarga

kepera

memper

saudara dan masyarakat

kegiatan yang telah dilakukan

watan

baiki

sekitar
Mengajari

secara patuh oleh klien.

4x

perilaku

pertemu

yang

an, klien

kurang

dan

baik

Keluarg

dan

untuk :
-

Mendampingi

2. Rundingkan
anggota
dalam

atau

mengingatkan

dengan

anggota

keluarga yang memiliki


kebiasaan buruk

dan

kesulitan yang mungkin terjadi


dari

tindakan

yang

telah

reinforcement

pada

diajarkan.

sanak 3. Berikan

atau

kemudahan

ga

memba

memiliki

ntu

pe

kemaua

anggota

nti

n untuk

keluarg

ng

memba

ny

ntu

kurang

anggota

bersosi

be

keluarg

alisasi

rs

a yang

os

kurang

iali

bersosi

sa

alisasi

si

dengan

de

keluarg

ng

a atau

an

masyar

ke

akat

lu

dan

ar

meman

ga

ajemen

da

koping

yang

keluarg

as
ya
ra
ka
t,
du
ku
ng
an
ke
lu
ar
ga
ter
ha
da
p
an
gg

ot
a
ya
ng
sa
kit
,
da
n
da
pa
t
m
e
m
an
aj
e
m
en
ko

pi
ng
ke
lu
ar
ga
XC.
XCI. CATATAN PERKEMBANGAN

XCII.
N

XCIII. Diagnosa
Keperawatan

XCIX. C.
1

XCIV. Tujuan
XCV.

Defisiensi

CI.

TUK 1 :

pengetahuan

CII.

Setelah

XCVI. Implementasi

1. Mengkaji

pengetahuan

XCVII. Evaluasi

yang

CIII.

S:
dan

dimikili oleh klien dan keluarga - Klien


mengatakan
tentang hipertensi

berhubungan

dilakukan

dengan

tindakan 1 kali 2. Menanyakan pengetahuan klien

telah

keterbatasan

pertemuan,

dan keluarga tentang hipertensi,

informasi

kognitif (cara

pengetahuan

penyebab,

diberikan

membuat obat

keluarga

penatalaksanaan,

herbal secara

tentang

komplikasi

mandiri

hipertensi,

dengan dosis

penyebab,

makanan

yang

gejala,

setiap hari

tepat),

gejala,

yang

dikonsumsi

kurang dapat

penatalaksana 4. Member pujian pada tindakan

mengingat,

an,

salah

komplikasi,

dan

perawatan yang sudah sesuai


5. Melakukan

edukasi

tentang

penyebab,

gejala,

interpretasi

hipertensi,

informasi

penatalaksanaan,

tentang

komplikasi

pentingnya
control

dan

6. Menggunakan media video agar


klien dan keluarga lebih jelas

bahwa
memahami

dan - Keluarga
memberi

3. Menanyakan kebiasaan menu

keluarga

yang

telah

dan

klien
feedback

positif

terhadap

informasi yang diberikan

CIV.
CV.
- Klien

O:
dan

keluarga

mampu menyebutkan

CVI. penyebab, gejala,


penatalaksanaan,

dan

komplikasi

CVII. A: Masalah
teratasi
Hentikan

CVIII. P:

intervensi,

XCVIII. Tgl/ TT

CIX. 21
September
2015 dan
CX.
24
September
2015

BAB I
LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Ny. K
1. Latar Belakang
Tuliskan secara deskriptif gambaran mengenai keluarga yang akan
diberikan intervensi meliputi point-point sebagai berikut :
a. Karakteristik keluarga tuliskan data keluarga, baik yang adaptif
maupun maladaptive, yang menjadi dasar/ justifikasi kenapa harus
dilakukan kunjungan tersebut.
b. Data yang perlu dikaji lebih lanjut tuliskan data-data yang mungkin
perlu dikaji lebih lanjut/ ditambahkan untuk menegakkan diagnosis
tersebut
c. Masalah keperawatan keluarga