Anda di halaman 1dari 54

LAPORAN PKP – PDGK 4501

PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN


UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN IPA
SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 CIBOGOGIRANG
PADA MATERI RANGKAIAN LISTRIK SEDERHANA
DAN
PENGGUNAAN METODE DISKUSI
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS
SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 CIBOGOGIRANG
PADA MATERI GEJALA ALAM

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah


Pemantapan Kemampuan Profesional
(PDGK 4501)

Disusun Oleh:

Nama : WAHYUDIN
NIM : 815101258
Program Studi : 089/PGSD – S1
Pokjar : Purwakarta
Masa Registrasi : 2010.1

UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ BANDUNG
2010
LEMBAR PENGESAHAN

Judul Laporan : Penggunaan Metode Eksperimen untuk


Meningkatkan Pemahaman IPA Siswa Kelas VI SD
Negeri 2 Cibogogirang pada Materi Rangkaian
Listrik Sederhana dan Penggunaan Metode Diskusi
untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas
VI SD Negeri 2 Cibogogirang pada Materi Gejala
Alam

Nama Mahasiswa : WAHYUDIN


NIM : 815101258
Program Studi : PGSD – S1
Pokjar : Purwakarta
Masa Registrasi : 2010.1
Tempat Penelitian : SD Negeri 2 Cibogogirang
Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta

Purwakarta,
Mengetahui,
Supervisior, Peneliti

Dra. Puji Rahayu, M.Pd. Wahyudin


NIP. 196006011986112001 NIM. 815101258

i
BIODATA MAHASISWA

UPBJJ : Bandung
Masa Registrasi : 2010.1
Pokjar : Purwakarta
Nama Mahasiswa : WAHYUDIN
NIM : 815101258
Program Studi : PGSD – S1
Tempat Mengajar : SD Negeri 2 Cibogogirang
Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta
Teman Sejawat : Hasanudin
Supervisor : Dra. Puji Rahayu, M.Pd.

Jadwal Bimbingan/Tutorial : 1. Minggu, 21 Februari 2010


2. Minggu, 28 Februari 2010
3. Minggu, 7 Maret 2010
4. Minggu, 14 Maret 2010
5. Minggu, 21 Maret 2010
6. Minggu, 28 Maret 2010

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat
dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Penelitian Tindakan Kelas
ini untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional
(PKP) dengan judul “Penggunaan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan
Pemahaman IPA Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Cibogogirang pada Materi
Rangkaian Listrik Sederhana dan Penggunaan Metode Diskusi untuk
Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Cibogogirang pada
Materi Gejala Alam” yang merupakan salah satu syarat dalam Mata Kuliah
Pemantapan Kemampuan Profesional (PDGK 4501) pada UNIVERSITAS
TERBUKA UPBJJ BANDUNG. Shalawat serta salam semoga dilimpahkan
kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya dan kepada
seluruh umatnya sampai akhir jaman.

Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 2 Cibogogirang Kecamatan


Plered Kabupaten Purwakarta. Laporan Pemantapan Kemampuan Profesional
(PKP) ini telah diupayakan seoptimal mungkin, tetapi kekurangan dan kekhilafan
baik dari segi materi, kata, dan penulisan semata-mata karena kekurangan dan
keterbatasan yang ada pada penulis.

Dalam pelaksanaan laporan ini dapat disusun berkat kerjasama semua


pihak, maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tak
terhingga kepada:

1. UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ BANDUNG.


2. Ibu Dra. Puji Rahayu, M.Pd. sebagai supervisor.
3. Dnas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purwakarta.
4. Bapak Hasanudin, A.Md.Pd, Kepala SD Negeri 2 Cibogogirang,
selaku pimpinan dan teman sejawat.
5. Rekan-rekan sekelompok mahasiswa praktikan.

iii
Akhirnya atas segala bantuan bimbingan serta kritik dan masukan dari
semua pihak penulis menngucapkan banyak terima kasih, semoga laporan PKP ini
dapat memberi manfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan khususnya dan
pembaca pada umumnya. Hanya kepada Allah jualah kita semua berserah diri,
semoga langkah kita senantiasa atas bimbingan-Nya dan mendapat ridha-Nya.

Purwakarta, April 2010


Penulis

iv
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. i


BIODATA MAHASISWA .............................................................................. ii
KATA PENGANTAR ..................................................................................... iii
DAFTAR ISI .................................................................................................... v

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1


A. Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................ 3
C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran .......................................... 4
D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran ........................................ 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA ........................................................................... 5
A. Pendidikan dan Pembelajaran .............................................................. 5
1. Pengertian Pendidikan dan Pembelajaran ...................................... 5
2. Metode Pembelajaran ..................................................................... 6
B. Mata Pelajaran IPA dan IPS di Sekolah Dasar .................................... 11
1. Mata Pelajaran IPA ........................................................................ 11
2. Mata Pelajaran IPS ......................................................................... 12
BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN ..................... 14
A. Subjek Penelitian.................................................................................. 14
1. Waktu dan Lokasi Penelitian ......................................................... 14
2. Mata Pelajaran yang Diteliti........................................................... 14
3. Karakteristik Kelas dan Siswa ....................................................... 15
B. Deskripsi Per-Siklus ............................................................................. 15
1. Perencanaan dan Pelaksanaan ........................................................ 15
2. Pengamatan dan Pengumpulan Data .............................................. 16
3. Instrumen ....................................................................................... 17
4. Refleksi .......................................................................................... 18
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................. 19
A. Deskripsi Per-Siklus ............................................................................. 19
B. Pembahasan .......................................................................................... 25
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................... 27
A. Kesimpulan .......................................................................................... 27
B. Saran ..................................................................................................... 28

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 29


LAMPIRAN ..................................................................................................... 30

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian
khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu
pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama
pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki tugas dan tanggung jawab
penuh dalam menjalankan amanat pendidikan. Sekolah merupakan suatu institusi
yang dirancang untuk membawa siswa pada proses belajar, di bawah pengawasan
guru atau tenaga pendidik profesional. Sekolah terdiri atas jenjang-jenjang
pendidikan, yaitu tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat
perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang
dikembangkan. Proses pendidikan memang tidak sepenuhnya dapat terlaksana di
sekolah, karena terdapat faktor keluarga dan lingkungan masyarakat yang juga
memiliki pengaruh penting dalam pendidikan peserta didik. Namun, sebagai
lembaga formal sekolah memiliki tanggung jawab yang besar terhadap
pembentukan karakter dan perilaku peserta didik.
Sedangkan pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan
pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran
merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses
pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta
pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain,
pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar
dengan baik.

1
2

Setiap proses, apapun bentuknya, memiliki tujuan yang sama, yaitu


mencapai hasil yang memuaskan. Begitu pula proses pembelajaran yang
diselenggarakan dengan tujuan agar siswa mencapai pemahaman yang optimal
terhadap materi yang diajarkan.
Berdasarkan hal tersebut, berbagai upaya perlu dilakukan untuk
meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap suatu materi ajar. Kurangnya
pemahaman siswa terhadap suatu materi ajar, dapat disebabkan oleh berbagai
faktor. Salah satunya ialah kurangnya penggunaan metode pembelajaran yang
sesuai. Demi meningkatkan pemahaman peserta didiknya, guru yang ideal
senantiasa berupaya dengan berbagai strategi, termasuk di antaranya ialah dengan
menggunakan metode belajar yang efektif dan menyenangkan bagi siswa. Metode
belajar merupakan strategi guru untuk mempermudah penyampaian ilmu
pengetahuan kepada peserta didiknya. Metode belajar juga harus sesuai untuk
mempermudah pencapaian hasil belajar yang diinginkan. Metode yang tepat akan
membuat peserta didik lebih termotivasi, lebih aktif, dan lebih mudah mencerna
ilmu pengetahuan yang diberikan gurunya selama proses pembelajaran, serta
membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan.
Mata pelajaran IPA dan IPS merupakan salah satu mata pelajaran utama
eksak dan non-eksak di sekolah dasar. Pembelajaran mata pelajaran ini biasa
diajarkan secara konvensional hampir di setiap sekolah dasar, dengan metode
klasik, seperti ceramah, yang pada umumnya kurang memanfaatkan metode lain
dalam prosesnya, sehingga menciptakan kejenuhan dalam lingkungan belajar.
Pada prosesnya, pembelajaran macam ini kurang membentuk sikap antusias pada
diri siswa. Siswa cenderung bosan dan kurang memahami dengan hanya
mendengarkan dan mendengarkan. Dan hal tersebut menyebabkan kurangnya
pemahaman siswa terhadap suatu materi ajar.
Untuk menciptakan suasana belajar yang disukai oleh siswa, guru perlu
melakukan suatu inovasi. Salah satunya ialah dengan memilih dan menggunakan
metode belajar yang menarik dan mempermudah proses pembelajaran. Dengan
demikian diharapkan siswa dapat lebih antusias dalam mengikuti proses
pembelajaran serta dapat lebih memahami materi ajar yang disampaikan.
3

Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk meneliti


penggunaan metode eksperimen dan metode diskusi terhadap siswa di SD Negeri
2 Cibogogirang, khususnya pada mata pelajaran materi rangkaian listrik sederhana
dan gejala alam, sebagai salah satu upaya meningkatkan pemahaman siswa.
Dengan demikian, penulis bermaksud untuk melakukan penelitian yang
mengambil judul “Penggunaan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan
Pemahaman IPA Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Cibogogirang pada Materi
Rangkaian Listrik Sederhana dan Penggunaan Metode Diskusi untuk
Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Cibogogirang pada
Materi Gejala Alam” (Penelitian pada Mata Pelajaran IPA dan IPS di Kelas 6 SD
Negeri 2 Cibogogirang Plered – Purwakarta).

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan pertanyaan yang dicarikan jawabannya
melalui penelitian, yang dirumuskan dalam suatu kalimat pertanyaan, merupakan
hal yang dipertanyakan. (Arikunto, 2006:61)
Mengacu pada apa yang telah diuraikan sebelumnya, penulis menyusun
suatu rumusan masalah penelitian yaitu, “Apakah metode eksperimen dapat
meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran mata pelajaran IPA dan
apakah metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran
mata pelajaran IPS?”
Dari rumusan masalah tersebut, maka muncul pertanyaan masalah sebagai
berikut:
1. Apakah metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas
6 SD Negeri 2 Cibogogirang pada pembelajaran IPA pada materi
rangkaian listrik sederhana?
2. Apakah metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 6 SD
Negeri 2 Cibogogirang pada pembelajaran IPS pada materi gejala alam?
4

C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran


Tujuan penelitian merupakan keinginan yang ada pada peneliti untuk hal-
hal yang akan dihasilkan oleh penelitian, dirumuskan dalam kalimat pernyataan,
merupakan jawaban yang ingin dicari. (Arikunto, 2006:61)
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat, penulis menentukan
tujuan penelitian ini sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apakah metode eksperimen dapat meningkatkan
pemahaman siswa kelas 6 SD Negeri 2 Cibogogirang pada pembelajaran
IPA pada materi rangkaian listrik sederhana.
2. Untuk mengetahui apakah metode diskusi dapat meningkatkan hasil
belajar siswa kelas 6 SD Negeri 2 Cibogogirang pada pembelajaran IPS
pada materi gejala alam.

D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran


Manfaat penelitian merupakan hasil yang akan disumbangkan untuk
kemajuan ilmu pengetahuan, merupakan follow up kesimpulan. (Arikunto,
2006:61)
Dari penelitian ini, penulis berharap agar pendidik (guru), khususnya guru
Kelas, di masa mendatang dapat lebih inovatif dalam memilih dan menerapkan
metode belajar untuk menumbuhkembangkan minat dan pemahaman siswa.
Dengan mudahnya menemukan dan mempersiapkan metode belajar saat ini, guru
dapat memanfaatkan kesempatan dan sarana yang ada demi peningkatan mutu
pendidikan.
Diharapkan juga agar siswa lebih tertarik dan lebih terpancing untuk
belajar lebih giat, khususnya pada mata pelajaran IPA dan IPS, dengan
diterapkannya metode eksperimen dan metode diskusi dalam pembelajaran.
Pemahaman siswa pun diharapkan dapat optimal.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pendidikan dan Pembelajaran


1. Pengertian Pendidikan dan Pembelajaran
Dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional disebutkan:
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara.”

McLeod (Muhibbin Syah, 2008:10) menyatakan bahwa pendidikan berarti


perbuaatan atau proses perbuatan untuk memperoleh pengetahuan. Sedangkan
Rupert C. Lodge (Ahmad Tafsir, 2008:5) menyatakan bahwa dalam pengertian
yang luas pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman. Sedangkan dalam arti
sempit, ia berpendapat bahwa pendidikan adalah pendidikan yang dilaksanakan di
sekolah.
Marimba (Ahmad Tafsir, 2008:5) juga mendefinisikan pendidikan sebagai
bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan
jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.
Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau
potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.
Belajar merupakan proses mental dan emosional atau proses berpikir dan
merasakan.
Seseorang dikatakan belajar apabila pikiran dan perasaannya aktif.
Terdapat tiga atribut pokok belajar, yaitu: proses, perilaku, dan pengalaman
(Winataputra, 2005 : 2.3).
Sikun Pribadi, guru besar IKIP Bandung, berpendapat bahwa pembelajaran
adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak mengenai segi kognitif
dan psikomotor semata. (Tafsir, 2008:7)

5
6

Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar yang terdiri dari


komponen-komponen berikut: tujuan pembelajaran, materi pelajaran, kegiatan
belajar mengajar, metode, media, sumber belajar, dan evaluasi. Yang menjadi
komponen utama dalam pembelajaran adalah tujuan pembelajaran, karena semua
komponen lainnya mengacu kepada tujuan pembelajaran. Karena itu, untuk
melaksanakan suatu proses pembelajaran, hal yang harus dirumuskan pertama kali
adalah tujuan pembelajaran. (Sutikno, 2008:37)
Tujuan utama belajar adalah bahwa apa yang dipelajari itu berguna di
kemudian hari, yakni membantu anak didik untuk dapat belajar terus dengan cara
yang lebih mudah. Apa yang dipelajari dalam situasi tertentu harus
memungkinkannya untuk memahami hal-hal lain. Belajar hanya akan terjadi
dengan kegiatan anak didik itu sendiri. Anak didik bukanlah bejana yang harus
diisi oleh guru dengan berbagai pengetahuan.
2. Metode Pembelajaran
“Metode” secara harfiah berarti “cara”. Dalam pemakaian yang umum,
metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai
tujuan tertentu. Sedangkan kata “pembelajaran” berarti segala upaya yang
dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada diri siswa.
Sutikno (2008:84) menyimpulkan bahwa metode pembelajaran ialah cara
menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses
belajar pada diri siswa dalam upaya mencapai tujuan. Sedangkan Winataputra
(2005:4.12) menyebutkan bahwa metode mengajar merupakan cara yang
digunakan guru dalam membelajarkan siswa agar terjadi interaksi dalam proses
pembelajaran. Muhibin Syah (2008:201) juga menyebutkan bahwa metode
mengajar ialah cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan
pendidikan, khususnya kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa.
Intinya, beberapa ahli tersebut sepakat bahwa metode mengajar adalah
bagaimana cara guru menyampaikan materi ajar kepada siswa. Sedangkan tujuan
penggunaan metode mengajar yang tepat ialah agar tercipta proses belajar pada
diri siswa.
7

Metode pembelajaran sangat beraneka ragam. Dengan berbagai


pertimbangan, guru harus mampu memilih dan memanfaatkan metode yang
efektif sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran
menekankan pada proses belajar siswa secara aktif dalam upaya memperoleh
kemampuan hasil belajar.
Secara umum, penerapan metode pembelajaran meliputi empat kegiatan
utama (Sumiati, 2008:97), yaitu:
a. Kegiatan awal yang bersifat orientasi.
b. Kegiatan inti dalam proses pembelajaran.
c. Penguatan dan umpan balik.
d. Penilaian/Evaluasi.
Sutikno (2008:85) menyebutkan beberapa ciri metode yang baik, yaitu:
a. Berpadunya metode dari segi tujuan dan alat dengan jiwa.
b. Bersifat luwes, fleksibel, dan memiliki daya yang sesuai dengan watak
siswa dan materi.
c. Bersifat fungsional dalam menyatukan teori dan praktek serta
menghantarkan siswa pada kemampuan praktis.
d. Tidak mereduksi materi.
e. Memberi keleluasaan bagi siswa.
f. Mampu menempatkan guru pada posisi yang tepat.
Sutikno (2008:87) juga menyebutkan beberapa faktor yang berpengaruh
dalam pemilihan metode yang tepat, yaitu: Tujuan yang hendak dicapai, materi
pelajaran, siswa, situasi, dan guru.
Agar dapat menerapkan suatu metode pembelajaran yang relevan dengan
situasi tertentu, maka perlu dipahami keadaan metode pembelajaran tersebut, baik
ketepatan maupun tata caranya. Di antara metode pembelajaran yang akan dibahas
dalam laporan ini, yaitu metode eksperimen dan metode diskusi.
Winataputra (2005:4.19) mengungkapkan bahwa metode eksperimen
merupakan metode mengajar yang dalam penyajian dan pembahasan materinya
dilakukan melalui percobaan atau mencobakan sesuatu serta mengamati secara
proses.
8

Dengan metode ini, setiap siswa melakukan percobaan secara individu


atau berkelompok. Hal ini tentu akan lebih memperjelas materi belajar yang
disampaikan, karena setiap siswa belajar sambil melakukan, atau dalam teori
moder dikenal dengan sebutan learning by doing.
Pelaksanaan metode eksperimen ini tentu saja memerlukan fasilitas yang
memadai, agar setiap siswa dapat melakukan percobaannya sendiri. Sumiati
(2008:102) menyebutkan langkah-langkah dalam melakukan metode eksperimen,
yaitu:
a. Memberikan penjelasan secukupnya tentang apa yang harus dilakukan
oleh siswa.
b. Membicarakan dengan siswa tentang langkah kerja, materi, variabel yang
diamati, serta hal-hal yang harus dicatat.
c. Membantu siswa selama proses percobaan.
d. Menetapkan tindak lanjut hasil percobaan.
Hampir sama dengan sumiati, winataputra (2005:4.19) pun memberikan
langkah-langkah pelaksanaan metode eksperimen sebagai berikut:
a. Memberi petunjuk tentang apa yang harus dilakukan oleh siswa.
b. Melaksanakan eksperimen dengan menggunakan lembar kerja/pedoman
eksperimen.
c. Melakukan penguatan dari temuan-temuan yang diperoleh dengan cara
tanya jawab, diskusi, atau penugasan.
d. Membuat kesimpulan.
Beberapa keunggulan metode eksperimen yang diungkapkan oleh
Winataputra (2005:4.19), antara lain:
a. Membangkitkan rasa ingin tahu.
b. Membangkitkan rasa ingin menguji/membuktikan sesuatu.
c. Menimbulkan rasa kurang puas/ingin lebih baik.
d. Mengaktualisasikan isi pembelajaran.
e. Mengembangkan sikap kritis dan ilmiah.
9

Beliau juga mengungkapkan beberapa kelemahan metode ini, antara lain:


a. Memerlukan alat dan biaya.
b. Memerlukan waktu yang relatif banyak.
c. Memerlukan motivasi yang cukup.
Metode diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana guru
memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa) untuk
mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat
kesimpulan atau penyusun berbagai alternatif pemecahan atas suatu masalah
(Suryosubroto, 2002:179).
Aplikasi metode diskusi biasanya melibatkan seluruh siswa atau sejumlah
siswa tertentu yang diatur dalam bentuk kelompok-kelompok. Tujuan penggunaan
metode diskusi ialah untuk memotivasi dan memberi stimulasi kepada siswa agar
berpikir dengan renungan yang dalam. (Syah, 2008:205)
Metode diskusi dapat dipakai oleh guru untuk menetapkan pemikiran
secara umum mengenai taraf kepahaman siswa terhadap materi pelajaran yang
telah disampaikan. Namun tidak selamanya metode diskusi baik untuk digunakan,
hal ini disesuaikan dengan situasi, kondisi, kebutuhan, waktu dan banyaknya
siswa.
Adapun tujuan yang hendak dicapai dari metode ini antara lain
(Suryosubroto 2002:181):
a. Memanfaatkan kemampuan yang ada (dimiliki) oleh para siswa.
b. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menyalurkan
kemampuannya masing-masing.
c. Memperoleh umpan balik dari para siswa tentang apakah tujuan yang telah
dirumuskan telah dicapai.
d. Membantu siswa berfikir teoritis dan praktis lewat berbagai mata pelajaran
dan kegiatan sekolah.
e. Membantu para siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri
maupun teman-temannya (orang lain).
10

f. Membantu para siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai


masalah yang dilihat baik dari pengalaman sendiri maupun dari pelajaran
di sekolah.
g. Mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut.
Suryosubroto (2002:181) mengungkapkan langkah-langkah penggunaan
metode diskusi sebagai berikut:
a. Guru mengemukakan masalah yang akan didiskusikan dan memberikan
pengarahan seperlunya mengenai cara-cara pemecahannya.
b. Dengan bimbingan guru siswa membentuk kelompok-kelompok diskusi,
memilih pimpinan diskusi (Ketua, Sekretaris (pencatat ), pelapor (kalau
perlu), pengatur tempat duduk, ruangan, sarana, dan sebagainya).
c. Siswa berdiskusi didalam kelompoknya masing-masing, sedangkan guru
berkeliling mengawasi dari kelompok satu ke kelompok yang lain (kalau
ada lebih dari satu kelompok).
d. Setiap kelompok melaporkan hasil diskusinya. Hasil-hasilnya yang
dilaporkan itu ditanggapi oleh semua siswa (terutama dari kelompok lain).
e. Siswa mencatat hasil diskusi, dan guru mengumpulkan laporan hasil
diskusi dari tiap-tiap kelompok sesudah siswa mencatatnya untuk arsip
kelas.
Adapun kelebihan metode diskusi menurut Suryosubroto (2002:185),
yaitu:
a. Metode diskusi melibatkan semua siswa secara langsung dalam proses
belajar.
b. Setiap siswa dapat menguji tingkat pengetahuan dan penguasaan bahan
pelajarannya masing-masing.
c. Metode diskusi dapat menumbuh dan mengembangkan cara berfikir dan
sikap ilmiah.
d. Dengan mengajukan dan mempertahankan pendapatnya dalam diskusi
dihadapan para siswa akan dapat memperoleh kepercayaan akan
(kemampuan) diri sendiri.
11

e. Metode diskusi dapat menunjang usaha-usaha pengembangan sikap sosial


dan sikap demokratis para siswa.
Sedangkan Winataputra (2005:4.15) menyebutkan beberapa kelemahan
metode diskusi, antara lain:
a. Relatif membutuhkan waktu yang banyak.
b. Diskusi kurang efektif jika siswa kurang menguasai konsep.
c. Perbedaan perbendaharaan kata akan berpengaruh pada proses
penyampaian pendapat dan penafsirannya.

B. Mata Pelajaran IPA dan IPS di Sekolah Dasar


1. Mata Pelajaran IPA
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebagai disiplin ilmu yang berhubungan
dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan
hanya penguasaan kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep, atau prinsip saja
tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pembelajaran IPA diharapkan
dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam
sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam
kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian
pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan
memahami alam sekitar secara ilmiah. Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan
secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan
berfikir, bekerja, dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek
penting kecakapan hidup.
Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD menekankan pada pemberian
pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan
keterampilan proses dan sikap ilmiah. Sebagaimana dalam kurikulum 2006
(KTSP), tujuan mata pelajaran IPA diantaranya untuk mengembangkan
pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan rasa ingin tahu, sikap
positif, dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara
IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat, serta mengembangkan keterampilan
12

proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat


keputusan.
IPA sebagai hasil kegiatan manusia yang berupa pengetahuan, gagasan
dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar melalui penyelidikan,
penyusunan, dan pengujian gagasan. Melalui pembelajaran IPA, kerja ilmiah
seperti melalakukan pengamatan, memprediksi dan keterampilan IPA lainnya
serta keterampilan berpikir dapat dilatihkan kepada pesrta didik dalam usaha
memberi bekal pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang diperlukan untuk
melanjutkan pendidikan maupun untuk dapat menyesuaikan diri dengan
perubahan-perubahan di sekelilingnya. Oleh karena itu pengembangan kurikulum
IPA beralih dari pengembangan kurikulum berbasis materi (content-based) atau
siswa belajar sejumlah fakta ke pengembangan kurikulum berbasis kompetensi
(competensy-based), dimana ada keseimbangan peningkatan kemampuan
konseptual dan prosedural.
Pendidikan IPA menekankan pada pemberian pengalaman secara
langsung. Pada prinsipnya IPA di Sekolah Dasar membekali siswa untuk
mengembangkan kemampuan berbagai cara “mengetahui” dan suatu cara
“mengerjakan” yang dapat membantu siswa untuk memahami alam sekitar secara
mendalam, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan dunia yang
sangat cepat.
2. Mata Pelajaran IPS
Ilmu Pengetahuan Sosial, biasa disingkat IPS, adalah istilah yang
digunakan untuk menggambarkan penulisan dengan cakupan yang luas dalam
berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia di masa kini dan masa
lalu. IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan
memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang
diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji
seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu
sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah,
Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan
13

untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung
jawab, serta warga dunia yang cinta damai.
Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat
karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat.
Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan
pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial
masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu
dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam
kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik
akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu
yang berkaitan.
Karena sifatnya yang berupa penyederhanaan dari ilmu-ilmu sosial, di
Indonesia IPS dijadikan sebagai mata pelajaran untuk siswa sekolah dasar (SD),
dan sekolah menengah tingkat pertama (SMP/SLTP). Sedangkan untuk tingkat di
atasnya, mulai dari sekolah menengah tingkat atas (SMA/SMU) dan perguruan
tinggi, ilmu sosial dipelajari berdasarkan cabang-cabang dalam ilmu tersebut
khususnya jurusan atau fakultas yang memfokuskan diri dalam mempelajari hal
tersebut.
Ilmu Pengetahuan Sosial secara umum mempelajari berbagai bidang ilmu
seperti: Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Antropologi, Psikologi, dan Tata
Negara.
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. Subjek Penelitian
1. Waktu dan Lokasi Penelitian
a. Mata Pelajaran IPA (Eksak)
Proses pelaksanaan dan perbaikan pembelajaran dilaksanakan di
SD Negeri 2 Cibogogirang Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta pada
tanggal 10 dan 17 Maret 2010.
Jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuk setiap
pertemuan adalah sebagai berikut :
1) Tanggal 10 Maret 2010 perbaikan pembelajaran siklus I,
waktu 2 x 35 menit.
2) Tanggal 17 Maret 2010 perbaikan pembelajaran siklus II,
waktu 2 x 35 menit.
b. Mata Pelajaran IPS (Non Eksak)
Proses pelaksanaan dan perbaikan pembelajaran dilaksanakan di
SD Negeri 2 Cibogogirang Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta pada
tanggal 12 dan 19 Maret 2010.
Jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuk setiap
pertemuan adalah sebagai berikut :
1) Tanggal 12 Maret 2010 perbaikan pembelajaran siklus I,
waktu 2 × 35 menit.
2) Tanggal 19 Maret 2010 perbaikan pembelajaran siklus II,
waktu 2 x 35 menit.
2. Mata Pelajaran yang Diteliti
Mata pelajaran yang dilakukan perbaikannya pada penelitian ini adalah
mata pelajaran IPA dan IPS di kelas IV semester 2.
Untuk mata pelajaran IPA, mengangkat materi rangkaian listrik sederhana.
Sedangkan untuk mata pelajaran IPS, mengangkat materi gejala alam.

14
15

3. Karakteristik Kelas dan Siswa yang Diteliti


Kelas yang menjadi subjek penelitian adalah Kelas VI, salah satu
rombongan belajar di SD Negeri 2 Cibogogirang. Kelas ini menampung 39 siswa,
yang terdiri atas 15 siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan.
Secara umum, proses pembelajaran di kelas ini hampir selalu berlangsung
dengan lancar dan kondusif. Lokasi sekolah yang berada di lingkungan pedesaan
dan jauh dari jalan raya membuat proses belajar sehari-hari lebih nyaman, tidak
terganggu oleh kebisingan. Namun tetap saja, perlu diadakan tindakan lebih lanjut
guna terus meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas ini.
Bila dilihat dari sudut prestasi akademik, siswa di kelas ini dapat dibagi ke
dalam tiga karakter, yaitu 11 siswa berprestasi, 16 siswa sedang, dan 12 siswa
kurang berprestasi. Salah satu tujuan penelitian ini adalah guna mengurangi
jumlah siswa yang kurang berprestasi.

B. Deskripsi Per-Siklus
1. Perencanaan dan Pelaksanaan
a. Mata Pelajaran IPA (Eksak)
Penerapan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA diharapkan dapat
membantu memperjelas materi pembelajaran yang disampaikan kepada siswa dan
mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa, sehingga pesan guru sebagai
mediator dan pasilitator dapat dilaksanakan dengan baik.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam proses perbaikan
pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen adalah sebagai berikut:
1) Memberi petunjuk tentang topik dan tujuan percobaan.
2) Menjelaskan langkah kerja, materi, variabel yang diamati, serta hal-hal
yang harus dicatat, yang terangkum dalam pedoman eksperimen.
3) Membimbing dan membantu siswa selama proses percobaan.
4) Melakukan tanya jawab singkat tentang hasil percobaan.
5) Membuat kesimpulan.
Sesuai dengan masalah yang dihadapi siswa, yaitu kurangnya pemahaman
siswa terhadap materi pembelajaran, maka yang menjadi perhatian dalam
16

perbaikan pembelajaran IPA adalah membawa siswa pada aplikasi langsung


melalui percobaan rangkaian listrik sederhana.
b. Mata Pelajaran IPS (Non Eksak)
Penerapan metode diskusi dalam pembelajaran IPS diharapkan dapat
membantu memperjelas materi pembelajaran yang disampaikan kepada siswa dan
meningkatkan keaktifan dan antusiasme pada diri siswa, sehingga proses
pengembangan wawasan pada siswa dapat dicapai dengan baik.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam proses perbaikan
pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi adalah sebagai berikut:
1) Mengemukakan masalah yang akan didiskusikan serta memberikan
pengarahan secukupnya tentang langkah penyelesaiannya.
2) Membentuk kelompok diskusi.
3) Siswa berdiskusi, sedangkan guru mengawasi jalannya diskusi.
4) Siswa melaporkan hasil diskusi secara lisan, untuk kemudian
ditanggapi bersama.
5) Mencatat dan melaporkan hasil diskusi secara tertulis.
Sesuai dengan masalah yang dihadapi bahwa siswa kurang aktif dan
interaktif dalam proses pembelajaran. Maka yang menjadi perhatian dalam
perbaikan pembelajaran IPS adalah memotivasi siswa untuk ikut aktif dan
berinteraksi sehingga memperoleh hasil belajar yang memuaskan, khususnya pada
materi gejala alam.
2. Pengamatan dan Pengumpulan Data
a. Mata Pelajaran IPA (Eksak)
Pembelajaran IPA tentang rangkaian listrik sederhana dilaksanakan di
semester II tahun pelajaran 2009/2010. Dari hasil evaluasi hasil belajar 39 siswa
di kelas VI, diperoleh data bahwa yang mendapat nilai tertinggi hanya 12 orang,
dengan tingkat penguasaan 50%. Hal ini menunjukkan sangat rendahnya
pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Adapun kendala yang dihadapi siswa
adalah kurang dipahaminya konsep IPA akibat kurangnya interaksi mereka
terhadap materi pembelajaran.
17

Untuk mengatasi kesulitan tersebut di atas, maka digunakan metode


eksperimen, dimana pendekatan ini bertitiktolak pada hal-hal yang bersifat nyata
bagi siswa. Dengan penggunaan metode eksperimen, diharapkan dapat
meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.
b. Mata Pelajaran IPS (Non Eksak)
Pelaksanaan pembelajaran IPS tentang gejala alam yang dilakukan di
semester II tahun pelajaran 2009/2010. Dari 39 siswa, hanya 13 siswa yang
mendapat nilai tertinggi, dengan tingkat penguasaan 60%. Selebihnya, hanya
mencapai tingkat penguasaan 50%.
Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan perbaikan pembelajaran
dengan menggunakan metode diskusi untuk meningkatkan daya pikir serta
wawasan siswa, sehingga mampu meningkatkan hasil belajar mereka.
3. Instrumen
Instrumen yang digunakan pada penelitian dan proses perbaikan ini adalah
berupa tes prestasi belajar yang diberikan kepada siswa untuk mengukur
pencapaian hasil belajar siswa, serta lembar observasi yang digunakan untuk
mengamati bagaimana proses pembelajaran berlangsung.
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang
digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan,
atau bakat yang dimiliki secara individu maupun kelompok. Tes prestasi adalah
tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari
sesuatu. (Arikunto, 2006:150)
Sedangkan observasi adalah suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data
yang dilakukan secara sistematis dengan prosedur yang terstrandar. (Arikunto,
2006:222)
a. Mata Pelajaran IPA (Eksak)
Pada mata pelajaran IPA, tes diberikan kepada siswa pada setiap akhir
pembelajaran. Tes yang diberikan berupa soal uraian tertulis, yang berisi
pertanyaan-pertanyaan tentang percobaan yang telah dilakukan. Soal uraian
tertulis dirasa cukup objektif untuk mengukur keberhasilan pembelajaran ini,
18

karena dengan metode eksperimen, setiap siswa tentu akan memiliki persepsinya
masing-masing sesuai dengan percobaan yang telah dilakukannya.
Adapun lembar observasi, digunakan untuk menelaah bagaimana proses
pembelajaran tersebut berlangsung. Lembar observasi ini diisi oleh teman sejawat,
yang mengamati jalannya proses pembelajaran IPA.
b. Mata Pelajaran IPS (Non Eksak)
Pada mata pelajaran IPS, tes diberikan kepada siswa pada setiap akhir
pembelajaran. Tes yang diberikan berupa soal uraian tertulis, yang berisi
pertanyaan-pertanyaan tentang hasil diskusi yang telah dilakukan. Soal uraian
tertulis dirasa cukup objektif untuk mengukur keberhasilan pembelajaran ini,
karena dengan metode diskusi, setiap siswa tentu akan memiliki persepsinya
masing-masing sesuai dengan hasil diskusi yang telah dilakukannya.
Adapun lembar observasi, digunakan untuk menelaah bagaimana proses
pembelajaran tersebut berlangsung. Lembar observasi ini diisi oleh teman sejawat,
yang mengamati jalannya proses pembelajaran IPS.
4. Refleksi
Refleksi adalah kegiatan mengulas secara kritis tentang perubahan yang
terjadi pada siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung. Pada tahap
refleksi ini, peneliti yang dibantu oleh teman sejawat selaku observer, harus dapat
menjawab pertanyaan mengapa, bagaimana, dan sejauhmana langkah serta hasil
yang dicapai selama proses belajar berlangsung. Dalam refleksi, data hasil
pengamatan menjadi acuan guna menentukan upaya dan tindakan yang akan
dilakukan selanjutnya.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Per-Siklus
1. Mata Pelajaran IPA (Eksak)
Pelaksanaan perbaikan mata pelajaran IPA dilakukan dua siklus. Pada
setiap siklus, penulis mengadakan suatu observasi sederhana untuk melihat tingkat
motivasi dan keaktifan siswa terhadap proses pembelajaran. Berikut keadaan
tingkat motivasi dan keaktifan siswa terhadap proses pembelajaran:
Tabel 1
Lembar Hasil Observasi tentang Motivasi dan Keaktifan Siswa
terhadap Proses Pembelajaran IPA
Hasil Perbaikan
NO Nama Siswa Sebelum Ket
Siklus I Siklus II
1 Ai Lela - - +
2 Amirudin - + +
3 Arip Hidayah - - +
4 Arip Hidayat + + ++
5 Arip Munandar ++ ++ ++
6 Asep Ahmad R + + ++
7 Dede M Rahman + + ++
8 Deni Saprudin + ++ ++
9 Desi Oktaviani ++ ++ ++
10 Dina Andriana ++ ++ ++
11 Dudung Ismail + ++ ++
12 Eli Nurjanah - + +
13 Elim Halimah - - +
14 Eneng Nurliani - + ++
15 Enjen Jaenal M ++ ++ ++
16 Fitri Nurjanah ++ ++ ++
17 Hasan Mubarok + ++ ++
18 Hasanudin - + ++
19 Hoerunnisa ++ ++ ++
20 Hoho Siti J ++ ++ ++
21 Ikbal Maulana ++ ++ ++
22 Ila Nurlaela - + ++
23 Ila Nurmilah - + ++
24 Intan Nurajijah - + +
25 Iyan Sopian - + ++
26 Kiki Jakiah ++ ++ ++

19
20

27 Lia Yulianti - - +
28 Liah Sopiah - - +
29 Mia Kusmiati + ++ ++
30 M Jaidan + + ++
31 Mulyadi ++ ++ ++
32 Novi Alinda ++ ++ ++
33 Nurhalimah + ++ ++
34 Pani Julianti ++ ++ ++
35 Putri Herawati + ++ ++
36 Siti Jenab - + ++
37 Sri Nuraeni - + ++
38 Yeni Rohaeni - + ++
39 Rani Sopiah ++ ++ ++
Keterangan : - = kurang + = cukup ++ = baik

Data di atas menunjukkan adanya peningkatan nilai motivasi dan keaktifan


siswa sejak sebelum perbaikan, siklus pertama, hingga siklus kedua.
Hal ini relevan dengan keadaan nilai hasil belajar yang didapat pada setiap
akhir pembelajaran, sebagaimana berikut:
Tabel 2
Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran IPA
Hasil Perbaikan
NO Nama Siswa Sebelum Ket
Siklus I Siklus II
1 Ai Lela 30 45 50 KKM: 55
2 Amirudin 45 55 65
3 Arip Hidayah 40 45 65
4 Arip Hidayat 55 65 75
5 Arip Munandar 70 80 80
6 Asep Ahmad R 60 65 75
7 Dede M Rahman 55 65 70
8 Deni Saprudin 60 70 75
9 Desi Oktaviani 70 70 80
10 Dina Andriana 65 75 80
11 Dudung Ismail 60 75 85
12 Eli Nurjanah 50 50 65
13 Elim Halimah 40 50 60
14 Eneng Nurliani 50 65 75
15 Enjen Jaenal M 75 75 80
16 Fitri Nurjanah 70 75 85
17 Hasan Mubarok 60 70 75
18 Hasanudin 40 65 75
19 Hoerunnisa 75 80 85
21

20 Hoho Siti J 75 80 80
21 Ikbal Maulana 70 70 80
22 Ila Nurlaela 40 60 75
23 Ila Nurmilah 40 50 80
24 Intan Nurajijah 45 50 65
25 Iyan Sopian 50 60 70
26 Kiki Jakiah 65 75 80
27 Lia Yulianti 45 55 65
28 Liah Sopiah 50 55 60
29 Mia Kusmiati 60 70 80
30 M Jaidan 60 60 75
31 Mulyadi 70 70 80
32 Novi Alinda 65 75 85
33 Nurhalimah 60 75 80
34 Pani Julianti 70 80 85
35 Putri Herawati 60 70 80
36 Siti Jenab 40 65 80
37 Sri Nuraeni 45 60 75
38 Yeni Rohaeni 45 50 75
39 Rani Sopiah 70 75 85
Jumlah 2195 2545 2935
Rata-rata 56,28 65,26 75,26
Persentase Keberhasilan 59% 82% 97%

Grafik 1
Nilai Rata-Rata Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA

80,00
60,00 Sebelum
40,00 Siklus 1
20,00 Siklus 2
0,00
Rata-rata

Pada siklus pertama, nilai yang diperoleh masih kurang memuaskan,


sehingga penulis melakukan refleksi dan beberapa perbaikan untuk siklus kedua,
termasuk menggunakan metode eksperimen di dalamnya.
Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa seluruh siswa berhasil
mencapai tujuan belajarnya pada siklus kedua, dengan rata-rata nilai hasil belajar
22

IPA 75,26 dengan tingkat keberhasilan 97%. Maka pembelajaran IPA ini
mengalami kemajuan dan dapat dikatakan “Tuntas”.
2. Mata Pelajaran IPS (Non-Eksak)
Pelaksanaan perbaikan mata pelajaran IPS dilakukan dua siklus. Pada
setiap siklus, penulis mengadakan suatu observasi sederhana untuk melihat tingkat
motivasi dan keaktifan siswa terhadap proses pembelajaran. Berikut keadaan
tingkat motivasi dan keaktifan siswa terhadap proses pembelajaran:
Tabel 3
Lembar Hasil Observasi tentang Motivasi dan Keaktifan Siswa
terhadap Proses Pembelajaran IPS
Hasil Perbaikan
NO Nama Siswa Sebelum Ket
Siklus I Siklus II
1 Ai Lela - - +
2 Amirudin - + +
3 Arip Hidayah - - +
4 Arip Hidayat - + +
5 Arip Munandar ++ ++ ++
6 Asep Ahmad R - + ++
7 Dede M Rahman + + ++
8 Deni Saprudin + ++ ++
9 Desi Oktaviani + + ++
10 Dina Andriana + ++ ++
11 Dudung Ismail + + ++
12 Eli Nurjanah - - +
13 Elim Halimah - - +
14 Eneng Nurliani - + ++
15 Enjen Jaenal M ++ ++ ++
16 Fitri Nurjanah ++ ++ ++
17 Hasan Mubarok + ++ ++
18 Hasanudin - + +
19 Hoerunnisa ++ ++ ++
20 Hoho Siti J + + ++
21 Ikbal Maulana + ++ ++
22 Ila Nurlaela - + ++
23 Ila Nurmilah - + +
24 Intan Nurajijah - + +
25 Iyan Sopian - + ++
26 Kiki Jakiah ++ ++ ++
27 Lia Yulianti - - +
28 Liah Sopiah - - +
29 Mia Kusmiati - + ++
23

30 M Jaidan + + ++
31 Mulyadi ++ ++ ++
32 Novi Alinda ++ ++ ++
33 Nurhalimah + + ++
34 Pani Julianti ++ ++ ++
35 Putri Herawati + ++ ++
36 Siti Jenab - + +
37 Sri Nuraeni - + ++
38 Yeni Rohaeni - + +
39 Rani Sopiah ++ ++ ++
Keterangan : - = kurang + = cukup ++ = baik

Data di atas menunjukkan adanya peningkatan nilai motivasi dan keaktifan


siswa sejak sebelum perbaikan, siklus pertama, hingga siklus kedua.
Hal ini relevan dengan keadaan nilai hasil belajar yang didapat pada setiap
akhir pembelajaran, sebagaimana berikut:
Tabel 4
Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran IPS
Hasil Perbaikan
NO Nama Siswa Sebelum Ket
Siklus I Siklus II
1 Ai Lela 40 45 60 KKM: 55
2 Amirudin 45 55 70
3 Arip Hidayah 40 55 65
4 Arip Hidayat 50 65 75
5 Arip Munandar 70 80 85
6 Asep Ahmad R 60 70 75
7 Dede M Rahman 55 60 70
8 Deni Saprudin 60 70 75
9 Desi Oktaviani 70 70 80
10 Dina Andriana 65 75 80
11 Dudung Ismail 60 75 85
12 Eli Nurjanah 40 60 65
13 Elim Halimah 40 50 60
14 Eneng Nurliani 50 65 70
15 Enjen Jaenal M 75 75 80
16 Fitri Nurjanah 60 75 85
17 Hasan Mubarok 60 70 75
18 Hasanudin 40 65 80
19 Hoerunnisa 75 80 85
20 Hoho Siti J 75 80 80
21 Ikbal Maulana 70 70 85
22 Ila Nurlaela 50 60 75
24

23 Ila Nurmilah 45 60 80
24 Intan Nurajijah 45 60 65
25 Iyan Sopian 50 60 75
26 Kiki Jakiah 65 75 80
27 Lia Yulianti 50 55 65
28 Liah Sopiah 50 60 60
29 Mia Kusmiati 60 70 80
30 M Jaidan 60 65 75
31 Mulyadi 65 70 80
32 Novi Alinda 65 75 80
33 Nurhalimah 60 75 85
34 Pani Julianti 70 80 85
35 Putri Herawati 60 75 80
36 Siti Jenab 65 65 80
37 Sri Nuraeni 45 60 70
38 Yeni Rohaeni 45 60 75
39 Rani Sopiah 70 75 85
Jumlah 2220 2610 2960
Rata-rata 56,92 66,92 75,90
Persentase Keberhasilan 59% 95% 100%

Grafik 2
Nilai Rata-Rata Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPS

80
60 Sebelum
40 Siklus 1
20 Siklus 2
0
Rata-rata

Pada siklus pertama, nilai yang diperoleh masih kurang memuaskan,


sehingga penulis melakukan refleksi dan beberapa perbaikan untuk siklus kedua,
termasuk menggunakan metode diskusi di dalamnya.
Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa seluruh siswa berhasil
mencapai tujuan belajarnya pada siklus kedua, dengan rata-rata nilai hasil belajar
IPS 75,90 dengan tingkat keberhasilan 100%. Maka pembelajaran IPS ini
mengalami kemajuan dan dapat dikatakan “Tuntas”.
25

B. Pembahasan
Dari hasil analisis di atas, dapat diuraikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Pembelajaran IPA
Siswa memiliki masalah dalam hal motivasi dan keaktifan dalam belajar
IPA karena sistem pembelajaran yang konvensional dan kurang maksimalnya
pemilihan dan penerapan metode mengajar yang menarik.
Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis melakukan upaya perbaikan
dengan menggunakan metode eksperimen. Upaya ini dilakukan dalam dua siklus
bersama teman sejawat yang berperan sebagai observer.
Pendekatan yang dilakukan ialah pada materi rangkaian listrik sederhana,
yang dalam pelaksanaannya penulis berusaha menerapkan metode eksperimen
untuk meningkatkan motivasi, keaktifan, dan pemahaman siswa, hingga dapat
diperoleh hasil belajar yang maksimal.
Nilai rata-rata yang dicapai oleh siswa pada setiap akhir pembelajaran
terus meningkat secara signifikan sejak sebelum proses perbaikan hingga akhir
siklus kedua. Ini tergambarkan dengan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar
sekitar 8,98 poin pada siklus pertama dan 10 poin pada siklus kedua. Adapun rata-
rata pencapaian pada akhir siklus kedua adalah 75.26, di mana 97% siswa berhasil
mencapai hasil belajar yang cukup memuaskan. Artinya, ketuntasan belajar telah
tercapai.
2. Pembelajaran IPS
Siswa memiliki masalah dalam hal minat dan perhatian dalam belajar IPS
karena sistem pembelajaran yang konvensional dan kurang maksimalnya dalam
pemilihian metode yang sesuai dan menarik.
Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis melakukan upaya perbaikan
dengan menggunakan metode diskusi. Upaya ini dilakukan dalam dua siklus
bersama teman sejawat yang berperan sebagai observer.
Pendekatan yang dilakukan ialah pada materi gejala alam, yang dalam
pelaksanaannya penulis berusaha menerapkan metode diskusi guna meningkatkan
minat dan keaktifan siswa, hingga dapat diperoleh hasil belajar yang maksimal.
26

Nilai rata-rata yang dicapai oleh siswa pada setiap akhir pembelajaran
terus meningkat secara signifikan sejak sebelum proses perbaikan hingga akhir
siklus kedua. Ini tergambarkan dengan peningkatan rata-rata nilai hasil belajar 10
poin pada siklus pertama dan 8,98 poin pada siklus kedua. Adapun hasil rata-rata
yang dicapai pada akhir siklus kedua adalah 75,90, di mana 100% siswa berhasil
mencapai hasil belajar yang cukup memuaskan. Artinya, ketuntasan belajar telah
tercapai.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Dari keseluruhan hasil perbaikan, maka dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran dengan penggunaan metode eksperimen ternyata berpengaruh
terhadap peningkatan hasil belajar IPA pada siswa kelas VI SD Negeri 2
Cibogogirang. Hal ini diketahui dari peningkatan rata-rata nilai hasil belajar pada
siklus pertama sebesar 8,98 poin dan sebesar 10 poin pada siklus kedua, dengan
97% siswa berhasil mencapai ketuntasan belajar. Peningkatan skor siswa
diasumsikan merupakan akibat dari perlakuan yang telah diberikan kepada siswa
dengan menggunakan metode eksperimen.
Penggunaan metode diskusi juga berpengaruh terhadap peningkatan hasil
belajar IPS pada siswa kelas VI SD Negeri 2 Cibogogirang. Hal ini diketahui dari
peningkatan rata-rata nilai hasil belajar pada siklus pertama sebesar 10 poin dan
sebesar 8,98 poin pada siklus kedua, dengan 100% siswa berhasil mencapai
ketuntasan belajar. Peningkatan skor siswa diasumsikan merupakan akibat dari
penerapan metode diskusi pada proses perbaikan.
Mengacu pada rumusan masalah penelitian:
1. Apakah metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas
6 SD Negeri 2 Cibogogirang pada pembelajaran IPA pada materi
rangkaian listrik sederhana?
2. Apakah metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 6 SD
Negeri 2 Cibogogirang pada pembelajaran IPS pada materi gejala alam?
Maka dari penelitian ini diperoleh jawaban sebagai berikut:
1. Metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas 6 SD
Negeri 2 Cibogogirang pada pembelajaran IPA pada materi rangkaian
listrik sederhana.
2. Metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 6 SD Negeri
2 Cibogogirang pada pembelajaran IPS pada materi gejala alam.

27
28

B. Saran
Beberapa saran yang dapat penulis sampaikan, antara lain:
1. Pemilihan dan penggunaan metode mengajar yang sesuai berkontribusi
positif dalam perbaikan pembelajaran, karena itu guru diharapkan untuk
senantiasa melakukan perbaikan pada setiap pembelajaran, termasuk
dengan pemilihan dan penerapan metode mengajar yang sesuai.
2. Tingkatkan terus inovasi pendidikan, terutama dalam hal pemilihan dan
penerapan metode mengajar yang sesuai.
3. Kurangnya fasilitas jangan dijadikan alasan untuk tidak berinovasi, karena
penerapan metode mengajar yang sesuai, harus dapat dilakukan dalam
dengan menyesuaikan kondisi dan situasi yang ada.
4. Untuk lebih meningkatkan kualitas profesionalisme guru, perlu terus
dilakukan kegiatan yang berkesinambungan melalui Kelompok Kerja Guru
(KKG) dalam upaya berbagi wawasan, pendapat, dan tukar pengalaman.
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek.


Jakarta: Rineka Cipta.

Bermana, Nana. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD dan MI Kelas 6.


Bandung: Sarana Penca Karya Nusa.

Republik Indonesia. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sadulloh, U., Robandi, B., Muharam, A. 2007. Pedagogik. Cipta Utama.

Suhartanti, Dwi. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas 6 SD/MI. Jakarta:
Pusat Perbukuan Depdiknas.

Sumiati. 2008. Metode Pembelajaran. Banduing: Wacana Prima.

Suryosubroto. 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Sutikno, M. S., 2008. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Prospect.

Syah, Muhibbin. 2006. Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

_________. 2008. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:


Remaja Rosdakarya.

Tafsir, Ahmad. 2008, Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: Remaja


Rosdakarya.

Winataputra, Udin S. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas


Terbuka

_________. 2007. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka

29
LAMPIRAN
DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat Pernyataan dari Teman Sejawat.


2. Format Kesediaan sebagai Teman Sejawat.
3. RPP Siklus 1 Mata Pelajaran IPA (Eksak).
4. Lembar Observasi Hasil Perbaikan Pembelajaran Siklus 1 Mata Pelajaran IPA
(Eksak).
5. RPP Siklus 2 Mata Pelajaran IPA (Eksak).
6. Lembar Observasi Hasil Perbaikan Pembelajaran Siklus 2 Mata Pelajaran IPA
(Eksak).
7. RPP Siklus 1 Mata Pelajaran IPS (Non-Eksak).
8. Lembar Observasi Hasil Perbaikan Pembelajaran Siklus 1 Mata Pelajaran IPS
(Non-Eksak).
9. RPP Siklus 2 Mata Pelajaran IPS (Non-Eksak).
10. Lembar Observasi Hasil Perbaikan Pembelajaran Siklus 2 Mata Pelajaran IPS
(Non-Eksak).
11. Foto Copy TBS (Tanda Bukti Setor)\
12. Foto Copy Kartu Mahasiswa
SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : WAHYUDIN
NIM : 815101258
Program Studi : PGSD-SI
Tempat Mengajar : SD Negeri 2 Cibogogirang
Pokjar : Cibogogirang Kec. Plered Kab. Purwakarta

Menyatakan bahwa:

Nama : HASANUDIN
Tempat Mengajar : SD Negeri 2 Cibogogirang
Jabatan : Kepala Sekolah

Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan


pembelajaran yang merupakan tugas Mata Kuliah PDGK 4501 Pemantapan
Kemampuan Profesional (PKP).
Demikian pernyataan ini dibuat untuk dgunakan sebagaimana mestinya.

Purwakarta, 11 April 2010


Teman Sejawat Yang membuat pernyataan

HASANUDIN WAHYUDIN
NIP. 195827071978031003 NIM. 815101258
Kepada :
Kepala UPBJJ-UT Bandung
di
Bandung

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : HASANUDIN
NIP : 195827071978031003
Tempat Mengajar : SD Negeri 2 Cibogogirang
Alamat Sekolah : Desa Cibogogirang Kec.Plered Kab. purwakarta

Menyatakan bersedia sebagai teman sejawat untuk mendampingi dalam


pelaksanaan PKP atas nama :

Nama : WAHYUDIN
NIM : 815101258
Program Studi : PGSD-SI
Tempat Mengajar : SD Negeri 2 Cibogogirang
Alamat Sekolah : Desa Cibogogirang Kec. Plered Kab. Purwakarta
Telp :-

Demikian agar surat pernyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Purwakarta, 22 Februari 2010


Teman Sejawat/Kepala Sekolah

HASANUDIN
NIP. 195807271978031003
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS I

Mata Pelajaran : IPA


Kelas / Semester : VI (Enam) / 2 (Dua)
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

Kompetensi Dasar
 Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik.

Hasil Belajar
 Siswa memahami rangkaian listrik sederhana seri melalui percobaan.

Indikator Perbaikan
 Siswa memahami rangkaian listrik sederhana seri melalui percobaan.

Tujuan Perbaikan
 Siswa mau terlibat aktif dalam melakukan percobaan.
 Guru mau meningkatkan kemampuan pemahaman IPA melalui percobaan.

Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal (10 menit)
a. Guru mengkondisikan kelas.
b. Melakukan apersepsi dan tanya jawab singkat tentang rangkaian listrik
sederhana yang pernah dibahas pada pertemuan sebelumnya.
Adapun pertanyaan yang diajukan antara lain:
1) Apa yang disebut dengan rangkaian listrik?
2) Apa yang disebut dengan rangkaian seri?
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti (50 menit)
a. Guru memberi petunjuk tentang topik dan tujuan percobaan.
b. Guru menjelaskan langkah kerja, materi, variabel yang diamati, serta hal-
hal yang harus dicatat, yang terangkum dalam pedoman eksperimen.
c. Guru membimbing dan membantu siswa selama melakukan percobaan.
d. Guru dan siswa melakukan tanya jawab singkat tentang hasil percobaan.
3. Kegiatan Penutup (10 menit)
a. Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.
b. Guru memberikan tindak lanjut berupa penugasan kepada siswa.

Sarana dan Sumber Belajar


 Media : KIT Rangkaian Listrik Sederhana.
 Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 6 SD/MI, Pusat Perbukuan
Depdiknas 2009.
Penilaian
 Awal :-
 Proses : Mengamati antusiasme siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran/percobaan.
 Akhir : Menjawab soal.

Rangkuman Materi
Rangkaian listrik adalah bagian-bagian yang menghantarkan arus listrik.
Rangkaian listrik terbagi atas rangkaian seri dan rangkaian paralel.
Rangkaian listrik seri ialah rangkaian komponen listrik yang disusun secara
berderet. Rangkaian listrik paralel ialah rangkaian komponen listrik yang disusun
secara bercabang.
Bila beberapa komponen listrik, seperti saklar atau lampu, dipasang secara seri,
maka setiap komponen akan saling mempengaruhi komponen lainnya.
Sebaliknya, bila beberapa komponen listrik dipasang secara paralel, maka setiap
komponen akan bekerja sendiri-sendiri dan tidak saling mempengaruhi komponen
lainnya.

Soal Evaluasi
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa yang disebut dengan rangkaian listrik?
2. Apa yang disebut dengan rangkaian listrik seri?
3. Apa yang disebut dengan rangkaian listrik paralel?
4. Apa kekurangan dari rangkaian listrik seri?
5. Apa keuntungan dari rangkaian listrik paralel?

Kunci Jawaban
1. Rangkaian listrik adalah bagian-bagian yang menghantarkan arus listrik.
2. Rangkaian listrik seri ialah rangkaian komponen listrik yang disusun secara
berderet.
3. Rangkaian listrik paralel ialah rangkaian komponen listrik yang disusun secara
bercabang.
4. Setiap komponen akan saling mempengaruhi komponen lainnya.
5. setiap komponen akan bekerja sendiri-sendiri dan tidak saling mempengaruhi
komponen lainnya.

Mengetahui, Cibogogirang, 10 Maret 2010


Kepala SD Negeri 2 Cibogogirang Peneliti

Hasanudin ___Wahyudin___
NIP. 195827071978031003 NIM. 815101258
LEMBAR OBSERVASI
SIKLUS I

Mata Pelajaran : IPA


Kelas/Semester : VI / II
Hari/Tanggal : Rabu / 10 Maret 2010
Fokus Observasi : Penerapan Metode Eksperimen dalam Proses Pembelajaran

Kemunculan
No. Aspek yang diobservasi Komentar
Ada Tidak Ada
1 Guru menyiapkan alat  Proses persiapan agak
percobaan. memakan waktu.
2. Guru menjelaskan langkah  Penjelasan secara lisan
percobaan serta membagikan dan tertulis dalam
pedoman eksperimen kepada pedoman sangat
siswa. membantu proses
percobaan.
3. Siswa melakukan percobaan  Beberapa siswa kurang
sesuai langkah yang telah memahami apa langkah
ditentukan. percobaan yang telah
ditentukan.
4. Siswa menyimpulkan dan  Hanya beberapa siswa
menjelaskan hasil hasil yang dapat menjelaskan,
percobaan karena waktu yang
terbatas.
5. Guru memberikan umpan  Tidak dapat dilakukan,
balik dengan tanya jawab. karena waktu yang
terbatas.
6. Guru menindaklanjuti hasil  Penugasan sangat baik
percobaan dengan memberi sebagai upaya tindak
tugas/pekerjaan rumah. lanjut.

Pengamat
Teman Sejawat

HASANUDIN
NIP. 195807271978031003
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS II

Mata Pelajaran : IPA


Kelas / Semester : VI (Enam) / 2 (Dua)
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

Kompetensi Dasar
 Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik.

Hasil Belajar
 Siswa memahami rangkaian listrik sederhana seri dan paralel melalui
percobaan.

Indikator Perbaikan
 Siswa memahami rangkaian listrik sederhana seri dan paralel melalui
percobaan.

Tujuan Perbaikan
 Siswa mau terlibat aktif dalam melakukan percobaan.
 Guru mau meningkatkan kemampuan pemahaman IPA melalui percobaan.

Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal (5 menit)
b. Guru mengkondisikan kelas.
c. Melakukan apersepsi dan tanya jawab singkat tentang rangkaian listrik
sederhana yang pernah dibahas pada pertemuan sebelumnya.
Adapun pertanyaan yang diajukan antara lain:
1) Apa yang disebut dengan rangkaian listrik?
2) Apa yang disebut dengan rangkaian seri?
d. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti (60 menit)
a. Guru memberi petunjuk tentang topik dan tujuan percobaan.
b. Guru menjelaskan langkah kerja, materi, variabel yang diamati, serta hal-
hal yang harus dicatat, yang terangkum dalam pedoman eksperimen.
c. Guru membimbing dan membantu siswa selama melakukan percobaan.
d. Guru dan siswa melakukan tanya jawab singkat tentang hasil percobaan.
3. Kegiatan Penutup (5 menit)
a. Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.
b. Guru memberikan tindak lanjut berupa penugasan kepada siswa.

Sarana dan Sumber Belajar


 Media : KIT Rangkaian Listrik Sederhana.
 Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 6 SD/MI, Pusat Perbukuan
Depdiknas 2009.
Penilaian
 Awal :-
 Proses : Mengamati antusiasme siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran/percobaan.
 Akhir : Menjawab soal.

Rangkuman Materi
Rangkaian listrik adalah bagian-bagian yang menghantarkan arus listrik.
Rangkaian listrik terbagi atas rangkaian seri dan rangkaian paralel.
Rangkaian listrik seri ialah rangkaian komponen listrik yang disusun secara
berderet. Rangkaian listrik paralel ialah rangkaian komponen listrik yang disusun
secara bercabang.
Bila beberapa komponen listrik, seperti saklar atau lampu, dipasang secara seri,
maka setiap komponen akan saling mempengaruhi komponen lainnya.
Sebaliknya, bila beberapa komponen listrik dipasang secara paralel, maka setiap
komponen akan bekerja sendiri-sendiri dan tidak saling mempengaruhi komponen
lainnya.

Soal Evaluasi
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa yang disebut dengan rangkaian listrik?
2. Apa yang disebut dengan rangkaian listrik seri?
3. Apa yang disebut dengan rangkaian listrik paralel?
4. Apa kekurangan dari rangkaian listrik seri?
5. Apa keuntungan dari rangkaian listrik paralel?

Kunci Jawaban
6. Rangkaian listrik adalah bagian-bagian yang menghantarkan arus listrik.
7. Rangkaian listrik seri ialah rangkaian komponen listrik yang disusun secara
berderet.
8. Rangkaian listrik paralel ialah rangkaian komponen listrik yang disusun secara
bercabang.
9. Setiap komponen akan saling mempengaruhi komponen lainnya.
10. setiap komponen akan bekerja sendiri-sendiri dan tidak saling mempengaruhi
komponen lainnya.

Mengetahui, Cibogogirang, 17 Maret 2010


Kepala SD Negeri 2 Cibogogirang Peneliti

Hasanudin ___Wahyudin___
NIP. 195827071978031003 NIM. 815101258
LEMBAR OBSERVASI
SIKLUS II

Mata Pelajaran : IPA


Kelas/Semester : VI / II
Hari/Tanggal : Rabu / 17 Maret 2010
Fokus Observasi : Penerapan Metode Eksperimen dalam Proses Pembelajaran

Kemunculan
No. Aspek yang diobservasi Komentar
Ada Tidak Ada
1 Guru menyiapkan alat  Proses persiapan tidak
percobaan. terlalu memakan waktu,
karena sudah dilakukan
sejak sebelum
pembelajaran dimulai
2. Guru menjelaskan langkah  Penjelasan secara lisan
percobaan serta membagikan dan tertulis dalam
pedoman eksperimen kepada pedoman sangat
siswa. membantu proses
percobaan.
3. Siswa melakukan percobaan  Siswa sudah memahami
sesuai langkah yang telah langkah percobaan yang
ditentukan. harus dilakukan.
4. Siswa menyimpulkan dan  Untuk menghemat
menjelaskan hasil hasil waktu, hanya beberapa
percobaan siswa yang ditunjuk
yang menjelaskan.
5. Guru memberikan umpan  Siswa terlihat antusias
balik dengan tanya jawab. menjawab pertanyaan
yang disampaikan.
6. Guru menindaklanjuti hasil  Penugasan sangat baik
percobaan dengan memberi sebagai upaya tindak
tugas/pekerjaan rumah. lanjut.

Pengamat
Teman Sejawat

HASANUDIN
NIP. 195807271978031003
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS I

Mata Pelajaran : IPS


Kelas / Semester : VI (Enam) / 2 (Dua)
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

Kompetensi Dasar
 Memahami gejala alam yang terjadi di Indonesia dan sekitarnya

Hasil Belajar
 Siswa dapat menjelaskan gejala alam yang terjadi di Indonesia dan negara-
negara tetangga.

Indikator Perbaikan
 Siswa mau terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan lebih termotivasi
dengan diterapkannya metode diskusi.

Tujuan Perbaikan
 Siswa mampu memperoleh nilai hasil belajar yang lebih baik (memuaskan)
pada materi Gejala Alam di Indonesia dan Negara Tetangga.
 Guru dapat meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam memilih dan
menerapkan metode mengajar yang menarik dan berpotensi.

Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal (10 menit)
a. Melakukan tanya jawab tentang gejala-gejala alam yang terjadi di
Indonesia dan negara-negara tetangga.
Adapun pertanyaan yang diajukan antara lain:
1) Sebutkan gejala-gejala alam yang biasa terjadi di Indonesia!
2) Disebabkan oleh faktor apa terjadinya bencana banjir dan tanah
longsor?
b. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti (50 menit)
a. Guru mengemukakan masalah yang akan didiskusikan serta memberikan
pengarahan secukupnya tentang langkah penyelesaiannya.
b. Guru membentuk kelompok diskusi.
c. Siswa berdiskusi, guru mengawasi jalannya diskusi.
d. Siswa melaporkan hasil diskusi secara lisan, untuk kemudian ditanggapi
bersama.
e. Siswa mencatat dan melaporkan hasil diskusi secara tertulis.
3. Kegiatan Penutup (10 menit)
a. Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.
Sarana dan Sumber Belajar
 Media :-
 Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 6 SD, Sarana Panca Karya
Nusa 2007.

Penilaian
 Awal :-
 Proses : Mengamati antusiasme siswa selama proses diskusi.
 Akhir : Menjawab pertanyaan tentang gejala-gejala alam yang terjadi di
Indonesia dan negara tetangga.

Rangkuman Materi
Gejala alam merupakan perubahan yang terjadi pada alam, baik itu yang
disebabkan oleh fenomena alam itu sendiri seperti perubahan cuaca atau
pergerakan alam, ataupun yang disebabkan oleh ulah manusia. Contoh gejala
alam: gempa bumi, angin topan, gunung meletus, banjir, tanah longsor, badai
petir, gerhana matahari dan bulan, dan lain-lain.
Gejala alam tidak selalu merugikan manusia, tapi ada juga yang
menguntungkan. Contohnya, tanah vulkanis yang sangat subur yang terbentuk
dari lahar bekas gunung meletus.
Beberapa gejala alam yang sering terjadi di Indonesia: gunung meletus,
gempa bumi, dan angin puting beliung. Sedangkan di negara tetangga terdapat
beragam gejala alam yang juga sering terjadi. Misalnya di Jepang, sering terjadi
badai topan, gempa bumi, dan gunung meletus. Di Filipina, sering terjadi gempa,
angin topan, dan badai. Di India, sering terjadi banjir, gempa bumi, dan angin
puting beliung. Sedangkan di Australia, sering terjadi angin topan.

Soal Evaluasi
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa yang dimaksud dengan gejala alam?
2. Apakah gejala alam hanya merugikan saja?
Perhatikan gambar-gambar berikut untuk membantu menjawab soal nomor 3-5!

3. Sebutkan beberapa gejala alam yang terjadi akibat ulah manusia!


4. Sebutkan beberapa gejala alam yang sering terjadi di Indonesia!
5. Sebutkan beberapa gejala alam yang sering terjadi di negara tetangga!
Kunci Jawaban
3. Gejala alam merupakan perubahan yang terjadi pada alam.
4. Tidak.
5. Banjir dan tanah longsor.
6. Gunung meletus, gempa bumi, dan angin puting beliung.
7. Badai topan, gempa bumi, gunung meletus, dan banjir.

Mengetahui, Cibogogirang, 12 Maret 2010


Teman Sejawat Peneliti

Hasanudin Wahyudin
NIP. 195807271978031003 NIM. 815101258
LEMBAR OBSERVASI
SIKLUS I

Mata Pelajaran : IPS


Kelas/Semester : VI / II
Hari/Tanggal : Jum’at, 12 Maret 2010
Fokus Observasi : Penerapan Metode Diskusi pada Proses Pembelajaran

Kemunculan
No. Aspek yang diobservasi Komentar
Ada Tidak Ada
1. Guru mengemukakan  Masalah dikemukakan
masalah dan mengarahkan secara jelas.
secukupnya.
2. Guru membentuk kelompok  Pembagian kelompok
diskusi. sangat baik untuk
kelancaran diskusi.
3. Siswa bersikap aktif dalam  Banyak siswa yang
melakukan diskusi. masih bingung dan malu
untuk mengemukakan
pendapat.
4. Guru mengawasi proses  Pengawasan dan
diskusi. bimbingan dilakukan
secara baik.
5. Siswa melaporkan hasil  Hanya sebagian kecil
diskusi secara lisan. siswa yang berani
melaporkan secara lisan.
6. Siswa mencatat dan  Seluruh siswa dapat
melaporkan hasil diskusi megumpulkan catatan
secara tertulis hasil diskusi.
7. Guru dan siswa  Kesimpulan hasil belajar
menyimpulkan hasil diskusi. dapat diperoleh walau
belum maksimal.

Pengamat
Teman Sejawat

Hasanudin
NIP. 195807271978031003
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS II

Mata Pelajaran : IPS


Kelas / Semester : VI (Enam) / 2 (Dua)
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

Kompetensi Dasar
 Memahami gejala alam yang terjadi di Indonesia dan sekitarnya

Hasil Belajar
 Siswa dapat menjelaskan gejala alam yang terjadi di Indonesia dan negara-
negara tetangga.

Indikator Perbaikan
 Siswa mau terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan lebih termotivasi
dengan diterapkannya metode diskusi.

Tujuan Perbaikan
 Siswa mampu memperoleh nilai hasil belajar yang lebih baik (memuaskan)
pada materi Gejala Alam di Indonesia dan Negara Tetangga.
 Guru dapat meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam memilih dan
menerapkan metode mengajar yang menarik dan berpotensi.

Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal (10 menit)
a. Melakukan tanya jawab tentang gejala-gejala alam yang terjadi di
Indonesia dan negara-negara tetangga.
Adapun pertanyaan yang diajukan antara lain:
1) Sebutkan gejala-gejala alam yang biasa terjadi di Indonesia!
2) Disebabkan oleh faktor apa terjadinya bencana banjir dan tanah
longsor?
b. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti (50 menit)
a. Guru mengemukakan masalah yang akan didiskusikan serta memberikan
pengarahan secukupnya tentang langkah penyelesaiannya.
b. Guru membentuk kelompok diskusi.
c. Siswa berdiskusi, guru mengawasi jalannya diskusi.
d. Siswa melaporkan hasil diskusi secara lisan, untuk kemudian ditanggapi
bersama.
e. Siswa mencatat dan melaporkan hasil diskusi secara tertulis.
3. Kegiatan Penutup (10 menit)
a. Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.
Sarana dan Sumber Belajar
 Media :-
 Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 6 SD, Sarana Panca Karya
Nusa 2007.

Penilaian
 Awal :-
 Proses : Mengamati antusiasme siswa selama proses diskusi.
 Akhir : Menjawab pertanyaan tentang gejala-gejala alam yang terjadi di
Indonesia dan negara tetangga.

Rangkuman Materi
Gejala alam merupakan perubahan yang terjadi pada alam, baik itu yang
disebabkan oleh fenomena alam itu sendiri seperti perubahan cuaca atau
pergerakan alam, ataupun yang disebabkan oleh ulah manusia. Contoh gejala
alam: gempa bumi, angin topan, gunung meletus, banjir, tanah longsor, badai
petir, gerhana matahari dan bulan, dan lain-lain.
Gejala alam tidak selalu merugikan manusia, tapi ada juga yang
menguntungkan. Contohnya, tanah vulkanis yang sangat subur yang terbentuk
dari lahar bekas gunung meletus.
Beberapa gejala alam yang sering terjadi di Indonesia: gunung meletus,
gempa bumi, dan angin puting beliung. Sedangkan di negara tetangga terdapat
beragam gejala alam yang juga sering terjadi. Misalnya di Jepang, sering terjadi
badai topan, gempa bumi, dan gunung meletus. Di Filipina, sering terjadi gempa,
angin topan, dan badai. Di India, sering terjadi banjir, gempa bumi, dan angin
puting beliung. Sedangkan di Australia, sering terjadi angin topan.

Soal Evaluasi
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa yang dimaksud dengan gejala alam?
2. Apakah gejala alam hanya merugikan saja?
Perhatikan gambar-gambar berikut untuk membantu menjawab soal nomor 3-5!

3. Sebutkan beberapa gejala alam yang terjadi akibat ulah manusia!


4. Sebutkan beberapa gejala alam yang sering terjadi di Indonesia!
5. Sebutkan beberapa gejala alam yang sering terjadi di negara tetangga!
Kunci Jawaban
1. Gejala alam merupakan perubahan yang terjadi pada alam.
2. Tidak.
3. Banjir dan tanah longsor.
4. Gunung meletus, gempa bumi, dan angin puting beliung.
5. Badai topan, gempa bumi, gunung meletus, dan banjir.

Mengetahui, Cibogogirang, 19 Maret 2010


Teman Sejawat/Kepala Sekolah Peneliti

Hasanudin Wahyudin
NIP. 195807271978031003 NIM. 815101258
LEMBAR OBSERVASI
SIKLUS II

Mata Pelajaran : IPS


Kelas/Semester : VI / II
Hari/Tanggal : Jum’at, 19 Maret 2010
Fokus Observasi : Penerapan Metode Diskusi pada Proses Pembelajaran

Kemunculan
No. Aspek yang diobservasi Komentar
Ada Tidak Ada
1. Guru mengemukakan  Masalah dikemukakan
masalah dan mengarahkan secara jelas.
secukupnya.
2. Guru membentuk kelompok  Pembagian kelompok
diskusi. sangat baik untuk
kelancaran diskusi.
3. Siswa bersikap aktif dalam  Siswa sudah berani
melakukan diskusi. untuk mengemukakan
pendapat.
4. Guru mengawasi proses  Pengawasan dan
diskusi. bimbingan dilakukan
secara baik.
5. Siswa melaporkan hasil  Sebagian besar siswa
diskusi secara lisan. dapat melaporkan hasil
diskusi secara lisan.
6. Siswa mencatat dan  Seluruh siswa dapat
melaporkan hasil diskusi megumpulkan catatan
secara tertulis hasil diskusi.
7. Guru dan siswa  Kesimpulan hasil belajar
menyimpulkan hasil diskusi. dapat diperoleh walau
belum maksimal.

Pengamat
Teman Sejawat

Hasanudin
NIP. 195807271978031003

Anda mungkin juga menyukai