Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

EVALUASI BIOLOGIS KOMPONEN PANGAN

DISUSUN OLEH :
NAMA

: MARINA

NIM

: J1A113024

TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015

SOAL:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bagaimana etika hewan percobaan?


Apa alasan menggunakan hewan percobaan?
Hewan apa yang digunakan?
Berapa banyak yang digunakan untuk penelitian?
Bagaimana menggunakan hewan percobaan?
Kapan bisa digunakan?

JAWAB
1. Etika menggunakan hewan percobaan.
Hewan percobaan yang digunakan pada penelitian akan mengalami penderitaan,
yaitu: ketidaknyamanan, ketidaksenangan, kesusahan, rasa nyeri, dan terkadang
berakhir dengan kematian. Berdasarkan hal tersebut, hewan yang dikobankan dalam
penelitian yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh manusia patut dihormati, mendapat
perlakuan yang manusiawi, dipelihara dengan baik, dan diusahakan agar bisa
disesuaikan pola kehidupannya seperti di alam. Peneliti yang akan memanfaatkan
hewan percobaan pada penelitian kesehatan harus mengkaji kelayakan dan alasan
pemanfaatan hewan dengan mempertimbangkan penderitaan yang akan dialami oleh
hewan percobaan dan manfaat yang akan diperoleh untuk manusia. Menururt
Hastowo (2012), ada beberapa etika dalam penggunaan hewan percobaan dalam riset
percobaan yaitu mempertimbangkan prinsip 3R yaitu Replacement (pengganti),
Reduction (pengurangan), dan Refinement (penyempurnaan).
a. Replacement mencakup berbagai metode yang memungkinkan mencapai tujuan
penelitian tanpa menggunakaan hewan percobaan. Replacement dapat secara
relatif dengan menggunakan sel, jaringan atau organ dari hewan vertebrata yang
dimatikan secara manusiawi, penggunaan hewan dengan tingkat yang lebih
rendah atau secara absolut sama sekali tidak menggunakan hewan, yaitu dengan
teknik in vitro atau simulasi program komputer.
b. Prinsip Reduction adalah memperoleh informasi yang sebanding dengan
menggunakan hewan percobaan dalam jumlah yang seminimal mungkin. Ini
dilakukan agar hewan yang dibutuhkan benar-benar sesuai kebutuhan.

c. Refinement mencakup pemilihan hewan bermutu baik, pemeliharaan yang baik


sesuai karakteristik biologik, tingkah laku, dan lainya dari spesies yang
digunakan, dan penggunaan metode yang mengurangi atau menghilangkan rasa
nyeri dan kesusahan sehingga meningkatkan kesejahteraan hewan.
2. Alasan menggunakan Hewan Percobaan
Alasan menggunakan hewan percobaan adalah sebagai berikut:
a. Banyak penelitian dalam ilmu gizi tidak dapat dilakukan langsung pada manusia.
b. Hasil percobaan diekstrapolasi ke manusia dan diterima sebagai asas untuk
menerangkan fenomena pada manusia sehingga dapat digunakan sebagai patokan
untuk menyusun kebutuhan gizi.
c. Ekstrapolasi didasari anggapan : semua sel mempunyai sifat yang sama dalam
hal susunan kimia, metabolisme, struktur, fungsi kimia enzim, dll.
d. Ekstrapolasi harus dilakukan secara hati-hati karena ada variasi biologis antar
spesies.
e. Pengujian pangan yang belum diketahui keamanannya, sehingga kita tidak perlu
trial-eror dalam novel food.
3. Hewan yang Digunakan untuk Hewan Percobaan:
Pada suatu percobaan atau penelitian, yang sering digunakan adalah hewan dari
ordo mamalia yang memiliki kekerabatan genetika yang dekat dengan manusia.
Mamalia yang sering digunakan umumnya terdiri dari beberapa ordo :
a)
Carnivora (anjing dan kucing)
b)
Rodentia (mencit, tikus, dan marmut)
c)
Lagamorpha (kelinci)
d)
Primata (monyet).
4. Banyaknya hewan percobaan untuk penelitian:
Untuk menggunakan hewan utuh ataupun organ atau jaringan hewan harus dibatasi
jumlah hewannya seminimum mungkin. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan
cara :

a) Untuk memperoleh organ atau jaringan digunakan satu ekor hewan terpilih untuk
satu kelas penelitian atau perlakuan.
b) Untuk penggunaan hewan utuh, digunakan 2-3 ekor per penelitian atau
perkelompok perlakuan dengan tetap mempertimbangkan ketepatan dan
tercapainya tujuan praktikum dengan mempertimbangkan faktor biodinamik
individual hewan.
5. Menggunaan hewan percobaan harus dengan penanganan yang tepat.
Penanganan hewan percobaan meliputi:
a) Handling
Handling atau Tehnik memegang hewan percobaan harus dilakukan dengan
benar. Agar hewan percobaan merasa nyaman dan aman. Cara memegang hewan dari
masing-masing jenis hewan adalah berbeda-beda dan ditentukan oleh sifat hewan,
keadaan fisik (besar atau kecil) serta tujuannya. Kesalahan dalam caranya akan dapat
menyebabkan kecelakaan atau hips ataupun rasa sakit bagi hewan (ini akan
menyulitkan dalam melakukan penyuntikan atau pengambilan darah, misalnya) dan
juga bagi orang yang memegangnya (Sulaksono, M.E., 1992). Sebagai contoh tehnik
handling pada mencit dengan cara: Untuk memegang mencit yang akan diperlakukan
(baik pemberian obat maupun pengambilan darah) maka diperlukan cara-cara yang
khusus sehingga mempermudah cara perlakuannya. Secara alamiah mencit cenderung
menggigit bila mendapat sedikit perlakuan kasar. Pengambilan mencit dari kandang
dilakukan dengan mengambil ekornya kemudian mencit ditaruh pada kawat kasa dan
ekornya sedikit ditarik. Cubit kulit bagian belakang kepala dan jepit ekornya.

b) Anesthasia
Anesthesia adalah untuk menghilangkan rasa sakit sebelum dibedah. Dapat
dengan cara:

Inhalants : cairan menguap dan gas tertentu.

Methoxyflurane, eter, halothane, chloroform. Diberikan melalui sistem


pernapasan. Keuntungan : cepat pingsan, mudah diatur, efek samping
minimal, cepat siuman.

- Ether dan chlorofom tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan iritasi selaput
lendir saluran pernapasan

Injectible/nonvolatile anesthesia
Diperlukan untuk memperoleh pingsan yang lama. Umumnya menggunakan

barbiturat/nembutal.
Electrical anesthesia : frekuensi tinggi terhadap otak

c) Euthanasia
Euthanasia adalah Adalah membunuh hewan dengan rasa sakit minimal untuk
pengambilan organ dan jaringan. Dapat dilakukan dengan cara:
Metode kimia :
- Anesthesia dengan overdosis 2x dosis
- Gas beracun : CO2, CO, sianida
- Injeksi larutan Mg sulfat jenuh secara intravena (15 mg/kg BB)
Metode fisik
- Mematahkan tengkuk
- Memutuskan jantung

6. Hewan percobaan dapat digunakan di dalam penggunaan, hewan percobaan yang


digunakan dapat berdasarkan kriteria bobot badannya di samping usianya.
Farmakope Indonesia edisi III-1979 mengemukakan kriteria bobot beberapa
hewan percobaan yang digunakan dalam uji hayati pada saat:
Mencit
: 17-25 gram
Kelinci
: 15-20 kg
Tikus
: 150-200 gram
Marmot : 300-500 gram
Merpati : 100-200 gram
DAFTAR PUSTAKA
Hastowo, H. 2012. Pedoman Etik Penggunaan dan Pemeliharaan Hewan Percobaan.
http://www.batan.go.id/etik_hewan_lampiran.php (Diakses 9 November 2015)

Sulaksono, M.E., 1992. Peranan, Pengelolaan dan Pengembangan Hewan


Percobaan. Institut Pertanian Bogor. ITB : Bogor