Anda di halaman 1dari 10

Metabolisme tumbuhan

Jurniah 14.23.0013
Esther hairani s. 14.23.0024
PEMBAHASAN
A. Metabolisme dalam bahasa Yunani metabolismos yang berarti perubahan adalah
semua reaksi kimia yang terjadi dalam organism termasuk yang terjadi di tingkat seluler.
Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu
menggunakan katalisator enzim. Reaksi-reaksi tersebut adalah dasar dari kehidupan, yang
membuat sel dapat tumbuh dan bereproduksi, mempertahankan strukturnya, dan
merespon lingkungannya. Secara keseluruhan, metabolisme bertanggung jawab terhadap
pengaturan materi dan sumber energi dari sel. Tugas metabolisme inilah yang menjadikan
metabolisme suatu reaksi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup.
Tumbuhan menghasilkan metabolit sekunder yang berfungsi untuk melindungi
tumbuhan tersebut dari serangan bakteri, jamur, serangga dan jenis pathogen lainnya serta
tumbuhan mampu menghasilkan vitamin untuk kepentingan tumbuhan itu sendiri serta
hormon-hormon yang merupakan sarana bagi tumbuhan untuk berkemunikasi antara
organnya atau jaringannya dalam mengendalikan dan mengkoordinasi pertumbuhan dan
perkembangannya
Dalam tumbuhan pun terdapat proses metabolisme tumbuhan yang terdiri dari
anabolisme (pembentkan senyawa yang lebih besar dari molekul-molekul yang lebih
kecil, molekul ini terdiri dari pati, selulose, protein, lemak dan asam lemak. Prioses ini
membutuhkan energi). Sedang katabolisme merupakan senyawa dengan molekul yang
besar membentuk senyawa-senyawa dengan molekul yang lebih kecil dan menghasilkan
energy.
Sel dalam tubuh tumbuhan mampu mengatur lintasan-lintasan metabolik yang
dikendalikannnya agar terjadi dan dapat mengatur kecepatan reaksi tersebut dengan cara
memproduksi suatu katalisator dalam jumlah yang sesuai dan tepat pada saat dibutuhkan.
Katalisator inilah yang disebut dengan enzim yang mampu mempercepat laju reaksi yang
berkisar antara 108 sampai 1020.

Secara umum, metabolisme terdiri atas 2 proses yaitu anabolisme (reaksi penyusunan)
dan katabolisme (reaksi pemecahan).
1.

Anabolisme

Anabolisme adalah suatu peristiwa penyusunan senyawa kompleks dari senyawa


sederhana, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan.
Anabolisme memerlukan energi, misalnya energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia
untuk kemosintesis.
Contoh Fotosintesis:
Fotosintesis adalah proses pembuatan energi atau zat makanan/glukosa yang
berlangsung atas peran cahaya matahari (photo = cahaya, synthesis = proses
pembuatan/pengolahan) dengan menggunakan zat hara/mineral, karbon dioksida dan air.
Makhluk hidup yang mampu melakukan fotosintesis adalah tumbuhan, alga dan beberapa
jenis bakteri. Fotosintesis sangat penting bagi kehidupan di bumi karena hampir semua
makhluk hidup bergantung pada energi yang dihasilkan oleh proses fotosintesis
Fungsi Fotosintesis sebagai berikut:
1) Fungsi utama fotosintesis untuk memproduksi zat makanan berupa glukosa. Glukosa
menjadi bahan bakar dasar pembangun zat makanan lainnya, yaitu lemak dan protein
dalam tubuh tumbuhan. Zat-zat ini menjadi makanan bagi hewan maupun manusia. Oleh
karena itu, kemampuan tumbuhan mengubah energi cahaya (sinar matahari) menjadi
energi kimia (zat makanan) selalu menjadi mata rantai makanan.
2) Fotosintesis membantu membersihkan udara, yaitu mengurangi kadar CO2 (karbon
dioksida) di udara karena CO2 adalah bahan baku dalam proses fotosintesis. Sebagai
hasil akhirnya, selain zat makanan adalah O2 (Oksigen) yang sangat dibutuhkan untuk
kehidupan.
3) Kemampuan tumbuhan berfotosintesis selama masa hidupnya menyebabkan sisa-sisa
tumbuhan yang hidup masa lalu tertimbun di dalam tanah selama berjuta-juta tahun
menjadi batubara menjadi salah satu sumber energi saat ini.
Proses Fotosintesis
Tumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung

dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk
menghasilkan gula danoksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk
menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Berikut ini adalah persamaan reaksi
fotosintesis yang menghasilkan glukosa:
6H2O + 6CO2 C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan
dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi
seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi
pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi, gula
(glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon
dioksida, air, dan energi kimia.
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen
inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang
disebut kloroplas.klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis.
Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas,
namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang
disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya.
Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju
mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya
dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya
penyerapan sinar Matahari ataupun penguapan air yang berlebihan.
Fotosintesis pada alga dan bakteri
Tumbuhan membutuhkan sinar matahari, air, dan udara untuk membuat makanannya
sendiri. Setiap hari, zat hijau daun pada daun tanaman menyerap cahaya matahari.
Tumbuhan memanfaatkan cahaya matahari menjadi karbon dioksida dari udara, dan air
dari tanah menjadi makanan yang mengandung gula. Tumbuhan lalu mengeluarkan
oksigen sebagai hasil yang tidak terpakai, walaupun sebagian digunakan untuk bernapas.
Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut.

Proses atau Reaksi


fotosintesis ada dua
1. Reaksi terang
Berlangsung di dalam
membran tilakoid di
grana. Grana adalah
struktur

bentukan

membran tilakoid yang terbentuk dalam stroma, yaitu salah satu ruangan dalam kloroplas.
Di dalam grana terdapat klorofil, yaitu pigmen yang berperan dalam fotosintesis. Reaksi
terang di sebut juga fotolisis karena proses penyerapan energi cahaya dan penguraian
molekul air menjadi oksigen dan hidrogen.

Terdapat dua proses aliran elektron pada reaksi terang baik yang terjadi pada fotosistem I
maupun II.
1)

Aliran elektron siklik merupakan proses perpindahan elektron yang terjadi pada

fotosistem I dan menghasilkan ATP. Pada proses ini energi cahaya matahari (photon) akan
menyebabkan elektron berpindah dari klorofil yang satu ke yang lain. Klorofil yang
terdapat pada fotosistem ini adalah klorofil
A. Elektron lalu akan berpindah menuju akseptor elektron dan berpindah kembali ke
dalam fotosistem sehingga fotosistem tidak kehilangan elektron. Elektron yang terus

menerus kembali inilah yang menyebabkan aliran elektron ini disebut aliran elektron
siklik.
2)

Aliran

elektron
nonsiklik mer
upakan
proses

perpindahan elektron yang terjadi pada fotosistem II dan I serta menghasilkan NADPH
serta oksigen. Proses yang terjadi pada fotosistem II ini lebih kompleks dibandingkan
dengan yang terjadi pada fotosistem I. Klorofil yang terlibat di sini adalah klorofil

Perbedaan jalur sikik dan non- sikik

2. Reaksi gelap
Berlangsung di dalam stroma. Reaksi yang membentuk gula dari bahan dasar
CO2 yang diperoleh dari udara dan energi yang diperoleh dari reaksi terang.
Tidak membutuhkan cahaya matahari, tetapi tidak dapat berlangsung jika belum terjadi
siklus terang karena energi yang dipakai berasal dari reaksi terang.
Ada dua macam siklus, yaitu siklus Calin-Benson dan siklus hatch-Slack. Pada siklus
Calin-Benson, tumbuhan menghasilkan senyawa dengan jumlah atom karbon tiga, yaitu

senyawa 3-fosfogliserat. Siklus ini dibantu oleh enzim rubisco. Pada siklus hatch-Slack,
tumbuhan menghasilkan senyawa dengan jumlah atom karbon empat. Enzim yang
berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxylase.
produk akhir siklus gelap diperoleh glukosa yang dipakai tumbuhan untuk aktivitasnya
atau disimpan sebagai cadangan energi.

2. KATABOLISME
Katabolisme adalah reaksi pemecahan/pembongkaran senyawa kimia kompleks yang
mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih
rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di
dalam senyawa sumber.

a.

Respirasi Aerob

Berlangsung dalam 3 tahapan yaitu : glikolisis, siklus kreb dan fosforilasi transport
electron. Memerlukan Oksigen dan menghasilkan 36 ATP.
C6H12O6 + 6O6 6H2O+ 6CO2+36 ATP
b.

Respirasi Anaerob

Tidak memerlukan oksigen dan disebut juga dengan Fermentasi. Ada 2 jenis Fermentasi
yaitu fermentasi alcohol dan fermentasi laktat.
C6H12O6 6CO2+ etanol +2 ATP