Anda di halaman 1dari 24

REFERAT

LARYNGOMALACIA
Oleh : Sofi Indriana M.
SMF THT RS SITI KHODIJAH SEPANJANG
2015
Pembimbing:
dr. Kholid Yusuf Sp.THT-KL

PENDAHULUAN
Laringomalasia adalah kelainan kongenital pada laring berupa
flaksiditas pada kartilago laring, sehingga menyebabkan
terjadinya kolaps dan obstruksi saluran napas
Neonatus dan anak-anak 60-70% kasus
Male : female = 2 :1
Laringomalasia urutan kelainan kongenital tersering pada
neonatus, bayi dan anak-anak
(Marc C. Thorne, Susan L. Garetz, 2015 )

Kolapsnya supraglotik pada saat inspirasi:


Epiglotis
Aryepiglotis
Arytenoids
gejala utama : stridor inspiratoris

(Marc C. Thorne, Susan L. Garetz, 2015 )

BAB 2

Fisiologi laring
mengeluarkan sekret
Refleks batuk, dapat mengeluarkan benda asing yang telah
masuk ke dalam trakea serta mengeluarkan sekret
Respirasi, yakni dengan mengatur besar kecilnya rima
glottis
Fonasi
Emosi, yakni dapat mengekspresikan emosi seperti
berteriak, mengeluh, menangis dan lain-lain

Laringomalasia

Etiologi
Teori berdasarkan model embriologi:
Kartilgo yang immature,

Teori anatomi

abnormalitas kelenturan tulang rawan dan sekitarnya yang menyebabkan kolapsnya struktur
supraglotis
Tubular epiglotis

Teori neuromuskular
Immature neuromuscular control dan koordinasi abnormal flaccidity of supraglottic structures

Inflamatory
Reflux dapat menyebabkan edema posterior supraglotik dan secondary laryngomalacia

(Kiran et al., 2015)

Kolapsnya
aryepiglottic folds

Epiglotis
berbentuk tubular
dan plika
ariepiglotis
memendek

Melekuknya
epiglotis ke arah
posterior

PATOFISIOLOGI

Malformasi
anatomi
Immaturity
Neomuscular
disease
Edema
Disorder

of
supraglotti
c

Increase
airflow
Kolaps saat
inspirasi akibat
kel. struktur
Peningkatan
tekanan
intratorakal

Turbulensi aliran
udara
menimbulkan
getaran
supraglotik

Stridor
S. Ayari et al., 2012

Gejala Klinis

Stridor inspirasi yang dapat


memburuk saat makan, gelisah,
posisi supine dan saat menangis
Keluhan saat makan:
Kesulitan menelan
choking
Gagging
Reflux symptomps

(Marc C. Thorne, Susan L. Garetz, 2015 )

Severe:
Feeding difficulties,
obstructive sleep apnea,
cor pulmonale,
failure to thrive (poor weight
gain)
pectus excavatum (due to
persistent retractions)
Dyspneu with permanent &
severe intercostal or xyphoid
retraction
( kiran B, et al,2015; S. Ayari et eal.,
2012))

Symptoms

Diagnosis
Pmx. Fisik

Anamnesis
Riwayat stridor inspiratoris 2 bulan
awal kehidupan. Suara biasa muncul
pada minggu 4-6 awal
Stridor
bertambah
pada
posisi
terlentang, menangis, ketika terjadi
infeksi saluran nafas bagian atas,
selama dan setelah makan.
Tangisan bayi biasanya normal Tidak
terdapat sekret nasal.

Vital sign
Berat badan
General appereance
Auskultasi: Sesak nafas /
stridor inspiratoir
Penggunaan otot nafas
tambahan
Retraksi
Chest wall abnormality
Pectus Excavatum

Diagnosis
Clinical assesment
Laryngoscopy Definitive
Diagnosis!!
Kolapsnya struktur supraglotik saat
inspirasi
Aryepiglottic folds yang pendek
posterior prolapse of the epiglottis
curled up to form a tubular
structure.
An omega-shaped epiglottis

laryngoscopy
Temuan:
Kolapsnya struktur
supraglotik saat inspirasi
Aryepiglottic folds yang
pendek
posterior prolapse of the
epiglottis curled up to
form a tubular structure.
An omega-shaped
epiglottis

Laryngoscopy pada Laringomalasia

Saat ekspirasi

Saat inspirasi

DIAGNOSIS BANDING

Kista laring
Selaput laring kongenital
Stenosis subglotis kongenital
Paralisis pita suara kongenital
Hemangioma laring kongenital

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan
Medical
Empiric reflux acid suppresion Agonis R/H2 atau PPI
1mg/kg daily
Feeding modifications
Surgical
Supraglattoplasty
Epiglottopexy posterior collapse of the epiglottis
tracheostomy

Indikasi operatif
Respiratory

Feeding

Stridor dengan respiratory


distress

Dyspneu + retraksi

Cyanosis episodic

Pectus eksavatum

Reccurent aspiration pneumonia

Pulmonary hypertension

Kegagalan petumbuhan

Cor pulmonal

Severe OSA

(Marc C. Thorne, Susan L. Garetz, 2015 )

Surgical step of
supraglottoplasty

Epigtlattoplasty

Laryngomalacia

Pre-supraglottoplasty

Post-supraglottoplasty.

Komplikasi
Tindakan (95% jarang terjadi) :
airway stenosis,
granuloma formation,
airway fires

Kesimpulan
Laryngomalacia is the most common cause of stridor in infants.
In these children symptom resolution in often seen by one year of
age and rarely persists after 24 months.
Definitive diagnosis can generally be made by flexible fiberoptic
laryngoscopy without sedation.
Most children can be managed conservatively with close monitoring.
Supraglottoplasty successful eliminates symptoms in most
otherwise healthy children with severe disease.