Anda di halaman 1dari 2

siklus DBD ( demam berdarah dengue

Demam tinggi selama tiga hari yang disusul dengan kemudian turun secara drastis, perlu
diwaspadai. Mungkin saja itu pertanda DBD menyerang. Jangan anggap remeh hal ini, segera
periksakan
ke
dokter.
DBD (Demam Berdarah Dengue) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus
dengue tipe I-IV yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini juga disertai dengan
demam tinggi hingga mencapai 39 derajat. Jelas ini bukan demam biasa. Jika terlambat
menanganinya, bisa menimbulkan syok hingga kematian. Terbukti dari tahun ke tahun angka
kematian yang diakibatkan oleh DBD ini terbilang tinggi di Jakarta.
Demam pada DBD mempunyai siklus yang khas dan dikenal dengan Siklus Pelana Kuda.
Menurut dr Tanto Untung yang berpraktek di Kembangan Barat ini mengatakan jika melihat
bentuk grafiknya memang seperti pelana kuda. Di siklus tersebut terbagi atas tiga fase. Fase
pertama adalah tahapan di mana penderita DBD akan mengalami panas yang sangat tinggi
antara 1-3 hari kemudian fase kedua adalah fase dimana demam akan turun secara drastis dan
sering mengecoh karena seolah-oleh terjadi kesembuhan. Fase ini terjadi di hari 4-5. dan fase
ketiga adalah fase penyembuhan di hari ke 6- dan 7.
fase yang perlu diwaspadai adalah fase kedua, di mana setelah mengalami demam tinggi
selama 1-3 hari akan terjadi penurunan panas secara drastis. Banyak orang-orang
menganggap turunnya panas ini sebagai penyembuhan. Padahal ini adalah fase yang sangat
berbahaya. Kondisi penderita akan sangat drop dan justru di tahap ini yang paling
berbahaya. Jadi penderita harus waspada, kata dr Tanto. Langkah pertama adalah
memperbanyak minum, istirahat dan segera memeriksakan ke dokter.
Beberapa tanda dari penyakit DBD ini adalah adanya bintik-bintik merah pada tubuh dan
pada tahap lanjutnya bisa menimbulkan pendarahan seperti mimisan. Bintik-bintik merah
tersebut muncul karena adanya pelebaran pembuluh darah sehingga menyebabkan panas
tubuh turun mendadak. Untuk itu, dr Tanto menyarankan untuk segera membawa ke dokter.
Jangan coba-cobajadi 'Dokter Pribadi', jika terlambat bisa mengakibatkan kematian,
jelasnya. Pertanyaan tersebut keluar karena banyak orang yang menyepelekan kondisi seperti
ini.
Pentingnya mengetahui siklus pelana kuda DBD juga dikatakan oleh salah seorang mantan
penderita DBD, Tjetjep Irawati, Head of Information Technologydept CNI. Dirinya tahun lalu
merupakan satu dari ribuan warga Jakarta yang terserang penyakit ini. Demam yang tinggi
selama hampir tiga hari ditanggapinya dengan mengonsumsi obat penurun panas. Namun,
selama tiga hari panas yang dirasakannya tidak turun juga. Hingga akhirnya dirinya
memeriksakan diri ke dokter. Hasil cek darah pun keluar dan dinyatakan positif DBD.
Panasnya sangat tinggi hingga 38 derajat. Setelah tidak turun-turun, saya mulai curiga kalau
DBD atau tipes, katanya.
Untuk membantu mempercepat penyembuhan, Tjetjep secara rutin mengonsumsi beberapa
suplemen tambahan seperti Wakasa yang diproduksi CNI. Setelah mengonsumsi suplemen
tambahan tersebut, trombosit darah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Saya
dinyatakan boleh pulang oleh dokter di hari ketiga, tambahnya. Pentingnya suplemen untuk
membantu mempercepat proses penyembuhan. Suplemen tambahan itu intinya membantu
mempercepat penyembuhan, jelasnya. Yang perlu diperhatikan dari suplemen adalah produk

tersebut harus terdaftar di BPOM dan memiliki dasar seperti hasil riset dan penelitian yang
teruji