Anda di halaman 1dari 12

Etik, Disiplin dan Hukum

Kedokteran
Kelompok B9
Melisa

102011340

Agatha Ismail

102012094

Sendy Jayanti

102012186

Vania Rafelia

102012251

Michael Laban

102012285

Arwi Wijaya

102012294

Ivanalia Soli Deo

102012359

Filzah Atikah binti Johamin

102012491

Skenario 7
Dr. P adalah seorang dokter spesialis obgyn yang
berpengalam. Beliau baru saja akan menyelesaikan tugas
jaga malamnya di sebuah rumah sakit ketika seorang
wanita muda datang ditemani oleh ibunya untuk berobat.
Si pasien lalu menceritakan keluhannya yaitu mengalami
perdarahan pervaginam dan sangat kesakitan. Dr.P
kemudian melakukan pemeriksaan dan menduga bahwa
kemungkinan pasien mengalami keguguran atau
mencoba melakukan aborsi. Dr.P segeramelakukan
dilatasi dan currettage dan mengatakan kepada suster
untuk menanyakan kepada keluarga pasien apakah dia
bersedia di opname di RS sampai keadaanya benar-benar
baik. Tidak lma kemudian dr. Q datang untuk
menggantikan dr.P yang langsung pulang tanpa berbicara
kepada pasien.

MindMap

dr. Q datang untuk


menggantikan dr.P yang
langsung pulang tanpa
berbicara kepada pasien
Etik

Disiplin

Hukum

Hubung
an
Dokter
Pasien

Etik, Disiplin, dan Hukum Kedokteran


Etik

Disiplin

Hukum

Moral, norma
(autonomy,
beneficence, non
maleficence, dan
justice)

Ketentuan penerapan
keilmuan, stadart
profesi

Perundang-undangan,
ketentuan hukum

KODEKI, hak dan


kewajiban

Undang-Undang
Praktik Kedokteran,
Peraturan
Pemerintah,
Peraturan Menteri
Kesehatan, dsb

Undang-Undang,
KEPRES, dsb

Sanksi pelanggaran:
teguran, pengucilan,
moral, reedukasi

Sanksi pelanggaran:
teguran, reedukasi,
pencabutan STR/SIP

Sanksi pelanggaran:
denda, penjara,
pencabutan

MKEK, MKEKG, Profesi

MKDKI

Pengadilan

Hak dan Kewajiban Pasien


Hak

Kewajiban

Hidup
Hak atas tubuhnya sendiri
Hak untuk mati secara
wajar
Memperoleh pelayanan
kedokteran yang manusiawi
dan sesuai standart profesi
kedokteran
Memperoleh penjelasan
tentang diagnosis dan
terapi dari dokter yang
mengobatinya
Menolak prosedur diagnosis
dan terapi yang
ddirencanakan
Dirujuk
Perawatan atau tindak

Memeriksakan diri sendini


mungkin pada dokter
Memberikan informasi yang
benar dan lengkap tentang
penyakitnya
Mematuhi nasihat dan
petunjuk dokter
Menandatangani surat-surat
persetujuan tindakan medik
maupun surat lainnya
Yakin pada dokternya
Melunasi biaya perawatan

Hak dan Kewajiban Dokter


Hak
Memperoleh perlidungan
hukum sepanjang
melaksanakan tugas
sesuai dengan standart
profesi dan standar
prosedur
Memperoleh informasi
lengkap dan jujur dari
pasien atau keluarganya,
Menerima imbalan jasa

Kewajiban
Memberikan pelayanan
medis sesuai dengan
standart operasional serta
kebutuhan medis pasien
Merujuk pasien
Merahasiakan segala
sesuatu yang
diketahuinya tentang
pasien
Kewajiban umum
Kewajiban dokter
terhadap penderita
Kewajiban dokter
terhadap teman sejawat
Kewajiban terhadap
dirinya sendiri

Autonom
y
Beneficen
ce

Confidentiali
ty

Privacy

Hubungan
Hubungan
Dokter
Dokter
Pasien
Pasien

Fidelity

Non
Maleficen
ce

Justice
Veracity

Informed consent

informed / memberi penjelasan semua


keadaan yang berhubungan dengan penyakit
pasien dan tindakan medik yang akan
dilakukan dokter serta hal-hal lain yang perlu
dijelaskan dokter atas pertanyaan pasien atau
keluarga

Presumed consent
Implied consent bentuk lain
pasien dalam keadaan gawat darurat
(energency) sedang dokter memerlukan
tindakan segera, sementara pasien dalam
keadaan tidak bisa memberikan persetujuan
dan keluarganya pun tidak di tempat, dokter
dapat melakukan tindakan medik terbaik
menurut dokter (Permenkes No.585 tahun
1989, pasal 11).

Informasi

What, when, who, which


Dalam UUPK tentang Persetujuan Tindakan
Kedokteran atau Kedokteran Gigi, informasi
atau penjelasan ini dinyatakan bahwa dalam
memberikan penjelasan sekurang-kurangnya
mencakup :

Diagnosis dan tatacara tindakan medis


Tujuan tindakan medis yang dilakukan
Alternatif tindakan lain dan risikonya
Risiko dan kornplikasi yang mungkin terjadi
Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan

Kesimpulan
Dalam praktik kedokteran terdapat aspek etik,
disiplin, dan hukum. Etik mencangkup prinsip-prinsil
moral dan norma yang berlaku dalam suatu profesi
tertentu. Sementara itu disiplin kedokteran adalah
aturan-aturan dan atau ketentuan penerapan
keilmuan dalam pelaksanaan pelayanan yang harus
diikuti oleh dokter. Terakhir adalah hukum, yaitu
peraturan yang dibuat oleh negara, yang tertuang
dalam Undang-Undang maupun berita negara
lainnya. Dalam ketiga hal tersebut terkandung hak
dan kewajiban pasien serta dokter. Seorang dokter
haruslah memhami ketika aspek tersebut agar dapat
membangun hubungan yang baik dengan pasiennya