Anda di halaman 1dari 16

Tugas Ke - 3

Pendekatan Statistik Dalam Penelitian Ilmiah


MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Ilmu

Gilang Ramadhan
270110130068

FAKULTAS TEKNIK GEOLOGI


UNIVERSITAS ADJADJARAN
JATINANGOR
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan segala rahmat dan anugrah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul Pendekatan Statistik Dalam Penelitian Ilmu Geologi. Penyusunan makalah
ini ditujukan untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Filsafat Ilmu dan juga untuk
penambahan wawasan ilmu bagi masarakat umum.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih bersifat sederhana. Maka dari itu, penulis
mengharapkan kepada para pembaca untuk memberi kritik, saran, dan tegur sapa yang
sifatnya membangun.
Akhir kata penulis berharap semoga tugas makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis
dan juga para pembaca nantinya.

Jatinangor, Oktober 2014

Gilang Ramadhan

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .............................................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................................................ ii
BAB 1 PENDAHULUAN .......................................................................................................1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................................... 1
1.2 Tujuan ....................................................................................................................... 1
1.3 Rumusan masalah ..................................................................................................... 1
BAB 2 ISI................................................................................................................................. 3
2.1 Pengertian Ilmu Statistika ..................................................................................... 3
2.2 Sejarah Perkembangan Ilmu Statistika ........................................................ 4
2.3 Metodologi Statistik Dalam Pendekatan Penelitian .................................................. 7
2.4 Statistik Dalam Ilmu Geologi ........... 8
2.4.1 Geostatistik . 8
2.4.2 Penerapan Statistik Dalam Geologi .... 9
BAB 3 PENUTUP.................................................................................................................. 12
3.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 13

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Statistik merupakan alat pengolah data angka. Stasistik dapat juga diartikan sebagai
metode/asas-asas guna mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif agar angka berbicara.
Pendekatan dengan statistik sering digunakan metode statistic yaitu metode guna
mengumpulkan, mengolah, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasikan data statistik.
Pada dasarnya dikenal ada dua macam statistik, yaitu statistik deskriptif dan statistik
inferensial. Statistik deskriptif hanya menghasilkan angka-angka dari proses pengolahan
dengan salah satu metode statistik, sedangkan statistik inferensial memberikan makna dari
angka-angka yang dihasilkan oleh statistik deskriptif. Dalam penerapannya statistik bisa
sebagai alat bantu yang handal untuk mempermudah pekerjaan tapi bisa juga sebagai sesuatu
yang menyesatkan apabila kita salah dalam mempergunakan pengolahan datanya.
Dalam penelitian ilmu geologi pendekatan statistic sangat dibutuhkan sekali untuk
penyajian data hasil observasi dilapangan. Penyajian data melalaui angka-angka statistic lebih
memudahkan para geologist untuk memaparkan hasil dari pemetaan yang dilakukan baik
dalam bidang sumberdaya mineral ataupun energy. Melalui pendekatan statistic seorang
geologist dapat mengetahui berbagai kemungkinan ataupun peluang dari potensi suatu daerah
untuk dikembangkan sebagai kawasan produktif eksplorasi sumber daya alam. Salah satu
cabang ilmu yang banyak berhubungan dengan pengolahan-pengolahan data berua angka
statistic adalah dalam ilmu geostatistik yang banyak digunakan dalam dunia sumberdaya
mineral dan energy.
Maka Dari itu, sangatlah penting untuk seorang geologist dalam mengetahui ilmuilmu statistika dalam mendukung data hasil pemetaan mereka dilapangan.
1.2 Tujuan penulisan
1. Memaparkan menganai ilmu statistika dalam kehidupan manusia .
2. Memberi penjelasan mengenai pendekatan statistic dalam bidang ilmu geologi.
1.3 Rumusan masalah
1. Apa yang disebut ilmu statistika ?
2. Bagaimana sejaraj dari ilmu statistika ?

3. Bagaimana metode statistika dalam penelitian ilmiah ?


4. Bagaimana pendekatan statistika dalam ilmu geologi ?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ilmu Statistika
Sebelum bicara lebih lanjut tentang statistika, kita perlu mencari tau apa sebenarnya
statistika itu. Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan,
mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya,
statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Atau statistika adalah ilmu yang berusaha
untuk mencoba mengolah data untuk mendapatkan manfaat berupa keputusan dalam
kehidupan.
Istilah statistika (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan statistik (statistic).
Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data,
informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data,
statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan
statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas.
Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam
(misalnya astronomi dan Geologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan
psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri). Statistika juga digunakan dalam
pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur
yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak
pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat
(perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula
diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.
Salah satu ilmu yang mendasari dalam mempelajari statistika adalah peluang atau
probabilitas. Berdasarkan kegiatannya, statistika dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu
Statistika

deskriptif

(statistika

deduktif)

dan

statistika

inferensi

(statistika

induktif). Pengertian statistika deskriptif adalah statistika yang meliputi kegiatan-kegiatan


pengumpulan, penyajian, penyederhanaan atau penganalisisan, dan penentuan ukuran-ukuran
khusus dari suatu data tanpa penarikan kesimpulan. Sedangkan, pengertian statistika inferensi
adalah ilmu mengenai penarikan kesimpulan dan pengambilan keputusan tentang makna
statistik yang telah dihitung.

2.2 Sejarah Perkembangan Ilmu Statistika


Secara etimologis kata statistik berasal dari kata status (bahasa latin) yang
mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa Inggris) atau kata staat (bahasa
Belanda), dan yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi negara. Pada mulanya,
kata statistik diartika sebagai kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud
angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif), yang
mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi suatu negara. Namun, pada
perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada kumpulan bahan
keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif) saja; bahan keterangan yang tidak
berwujud angka (data kualitatif) tidak lagi disebut statistik.
Dalam kamus bahasa Inggris akan kita jumpai kata statistics dan kata statistic. Kedua
kata itu mempunyai arti yang berbeda. Kata statistics artinya ilmu statistik, sedang kata
statistic diartika sebagai ukuran yang diperoleh atau berasal dari sampel, yaitu sebagai
lawan dari kata parameter yang berarti ukuran yang diperoleh atau berasal dari populasi.
Dalam kamus ilmiah popular, kata statistic berarti table, grafik, daftar informasi,
angka-angka, dan informasi. Sedangkan kata statistika berarti ilmu pengumpulan, analisis dan
klasifikasi data, angka sebagai dasar untuk induksi. Statistik dapat juga diartikan sebagai
information science yang telah teruji keunggulannya. Melalui pengertian inilah statistic telah
diterima oleh ilmuan dari semua bidang, mulai dari ilmuan yang bekerja pada the very hard
sciences seperti astronomi yang objek penelitiannya berada sangat jauh di luar angkasa, dan
fisika teoritis yang objek penelitiannya amat dekat namun tidak tampak seperti atom, hingga
ilmuan yang menekuni the very soft sciences seperti seni yang bergulat dengan forma-forma.
Statistik ini merupakan sekumpulan metode untuk membuat keputusan dalam bidang
keilmuan yang melalui pengujian-pengujian yang berdasarkan kaidah-kaidah statistic. Bagi
masyarakat awam yang kurang terbiasa dengan istilah statistika maka istilah statistic biasanya
akan berkonotasi dengan deretan angka-angka yang menyulitkan, tidak mengenakan dan
bahkan merasa bingung untuk membedakan antara statistika dan matematika. Berkenaan
dengan itu statistika ini merupakan diskripsi dalam bentuk angka-angk dari aspek kuantitatif
suatu masalah, suatu benda yang menampilkan fakta-fakta dalam bentuk hitungan atau
pengukuran.

2.2.1 Sejarah Awal Statistika


1. Asal Statistika
Sekitar tahun 1675 seorang ahli matematika amatir bernama Chavalier de Mere
mengajukan sebuah permasalahan mengenai mengenai judi kepada seorang jenius
matematika bernama Prancais Blaise Pascal. Pascal tertarik dengan permasalahan ini, dan
kemudian mengadakan korespondensi dengan seorang ahli matematika Prancis lainnya yaitu
Pierre de Fermat (1601 1665), dan keduanya mengembangkan cikal bakal teori peluang.
Peluang merupakan dasar dari teori statistika, sebagai konsep baru yang tidak dikenal
dalam pemikiran Yunani Kuno, Romawi, dan bahkan Erop[a dalam abad pertengahan. Teori
mengenai kombinasi bilangan sudah terdapat dalam aljabar yang dikembangkan oleh sarjana
Muslim namun bukan dalam lingkup teori peluang.
2. Asal Teori Peluang
Teori probabilitas kemungkinan berakar pada upaya untuk menganalisis permainan
kesempatan oleh Gerolamo Cardano pada abad keenam belas, dan Pierre de Fermat dan
Blaise Pascal pada abad ketujuh belas (misalnya masalah poin). Christiaan Huygens
menerbitkan sebuah buku tentang subjek di 1657.
Awalnya, teori probabilitas terutama dianggap peristiwa diskrit, dan metode terutama
kombinatorial. Akhirnya, pertimbangan analitis memaksa penggabungan variabel kontinyu ke
dalam teori.
Dalam teori probabilitas modern, pondasi yang diletakkan oleh Andrey Nikolaevich
Kolmogorov. Kolmogorov dikombinasikan pengertian ruang sampel, yang diperkenalkan
oleh Richard von Mises, dan mengukur teori dan disajikan sistem aksioma nya untuk teori
probabilitas pada tahun 1933.
2.2.3 Perkembangan Ilmu Statistik
Beberapa perkembangan ilmu statistik yang saya bagi dalam tiga tahap yaitu tahap I
(awal), tahap II (pengembangan), dan tahap III (sekarang) :
1). TAHAP AWAL
1. Braham Demoivre (1667-1754) mengembangkan teori galat atau kekeliruan (theory of
error).
2. Tahun 1757, Thomas Simpson menyimpulkan bahwa terdapat suatu distribusi yang
berlanjut (continues distribution) dari suatu variabel dalam suatu frekuensi yang
banyak.
5

3. Pierre Simon de Lacplace (1749-1827) mengembangkan konsep demoire dan Simpson


ini lebih lanjut, dan menemukan distribusi normal.
4. Distribusi lain, yang tidak berupa kurva normal kemudian ditemukan oleh Francis
Galton (1822-1911) dan Karl Pearson (1857-1936).
5. Karl Friedrich Gauss (1777-1855) kemudian mengembangkan teknik kuadrat terkecil
(least square) simpangan baku, galat baku untuk rata-rata (the standard error of mean).
2). TAHAP II
1. Pearson (1857-1936) melanjutkan konsep-kosnep Galton dan mengembangkan konsep
regresi, korelasi, distribusi chi square dan analisis statistika kualitatif.
2. Charles Spearman (1863-1945) murid dari Galton dan Leipzig mengembangkan konsep
one factor model, yang selanjutnya beliau dijuluki sebagai the father of factor
analysis).
3. Godfrey Thompson (1881-1955), Cyril Burt (1883-1971), Raymond Cattell (19051998), dan Karl Holzinger (1892-1954) memberi kontribusi pada perluasan konsep
analisis faktor dari Spearman.
4. Harold Hotelling (1895-1955) memperluas konsep one faktor model dari Spearman
menjadi multiple factor model.
5. Louis Guttman (1916-1987) mengembangkan Skala yang dikenal dengan skala
Guttman dan banyak memberikan kontribusi pada analisis faktor.
6. Ronald Alylmer Fisher (1890-1962) mengembangkan desain eksperimen, disamping
analisis varian dan kovarian, distribusi z, t, uji signifikansi dan teori tentang perkiraan
(theory of estimation)
7. Rensis Likert (1932) mengembangkan Skala yang kemudian dikenal dengan skala
Likert.
3). SEKARANG
1. Andrey Kolmogorov (1903 1987) dan Smirnov (1900-1966) yang hasil karyanya
sekarang dikenal dengan kolmogorov smirnov test
2. Neyman, J (1938) yang berkontribusi dengan Theory Of Sampling Human
Populations.
3. Hansen, M. H., and Hurwitz, W. N (1950) pada Theory Of Sampling From Finite
Populations
4. Cochran, W. G. (1953-1963) dan Taro Yamane (1967) yang mengembangkan Sampling
Techniques
6

5. Joreskog (1973), Kessling (1973), dan Wiley (1973) membentuk kesatuan model yang

dikenal dengngan persamaan struktural. Joreskog sendiri memberikan kontribusi pada


metode maximum likehood dan para pakar lainnya yang banyak berkontribusi dalam
pengembangan ilmu statistik modern.
2.3 Metodologi Statistik Dalam Pendekatan Penelitian
Dalam penyelesaian suatu persoalan secara statistik harus digunakan pendekatan
ilmiah yang terdiri dari beberapa tahap. Bila salah satu tahap diabaikan, maka hasil akhirnya
dapat menjadi tidak sahih dan tidak tepat. Tahap-tahap dalam statistik adalah :
1. Mengidentifikasi persoalan
Pertama kali persoalan yang dihadapi harus difahami dan didefinisikan dengan benar.
Pada tahap ini informasi kuantitatif sangat bermanfaat.
Tahap ini termasuk dalam perencanaan penelitian,hal ini diperlukan sebagai pedoman
dalam mengumpulkan data kasar secara terarah dan ekonomis sehingga peneliti mengerti
betul pokok persoalan yang menjadi objek penelitian.
2. Mengumpulkan data atau fakta-fakta yang ada
Data harus dikumpulkan dengan tepat dan selengkap mungkin serta berhubungan dengan
persoalan yang dihadapi.
3. Mengumpulkan data asli yang baru
Seringkali data yang diperlukan tidak tersedia pada sumber-sumber yang ada, karena itu
harus dikumpulkan sendiri (misalnya survey, kuestioner, dll).
4. Klasifikasi data
Setelah data dikumpulkan, data dan fakta dikelompokkan sesuai dengan tujuan studi.
Mengidentifikasi data berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya dan menyusunnya ke dalam
kelompok-kelompok dinamakan klasifikasi. Tahap ini termasuk dalam tahap pengolahan
data.
5. Penyajian Data
Ringkasan informasi disajikan dalam bentuk tabel, diagram, dan ukuran-ukuran deskriptif
seperti rata-rata dan dispersi, dll.

6. Analisis Data dan Penarikan Kesimpulan


Penganalisisan data merupakan proses pemilihan metode yang tepat yang sesuai dengan
tujuan penelitian. Hasil dari analisis diinterpretasikan sehingga data yang terkumpul
tersebut dapat memberikan gambaran mengenai penelitian yang dilakukan.
7

Jika data dikumpulkan dari sampel (bukan populasi), maka berdasarkan ukuran-ukuran
deskriptif yang telah dihitung, dilakukan pendugaan parameter populasi dan pengujian
asumsi parameter atau ciri-ciri populasi. Pendugaan dan pengujian nilai parameter
populasi berdasarkan informasi dari sampel merupakan unsur utama dalam statistik
inferensi. Kemudian analisis menafsirkan hasil pendugaan dan membuat kesimpulan atas
hasil pengujian.
2.4 Statistik Dalam Ilmu Geologi
Data statistik dan ilmu geologi sangat berhubungan erat sekali kaitannya satu sama
lain. Data statistik diperlukan untuk interpretasi dari hasil obeservasi di lapagan dimana
nantinya akan dihasilkan sebuah kesimoulan yangn memiliki titik acuan yang lumayan
akurat. Melalui data statistik akan diketahui banyka hal seperti contohnya melaui data
statistik kita sebagai seorang geologist dapat menghitung ketersediaan sumber cadangan
mineral dan migas di suatu lapangan, selain itu tingkat kebencanaan yang bisa saja terjadi di
suatu daerah. Statistik dalam geologi akan dapat dilihat peranannya dengan lebih mudah,
terutama dalam menganalisa data dalam data dalam beberapa contoh kasus seperti
pengolahan data kekar, uratan stratigrafi, estimasi mineral, klasifikasi data fosil, dan
sebagainya. Maka dari itu peranan statistik dalam ilmu geologi sangat dibutuhkan khususnya
dalam hasil penelitian para geologist di lapangan.
2.4.1 Geostatistik
Geostatistik merupakan suatu disiplin yang menerapkan bermacam-macam metode
kriging untuk interpolasi spasial optimal (Carr, 1995). Sedangkan Matheron (1963)
mendefinisikan geostatistik adalah ilmu yang khusus mempelajari distribusi dalam ruang,
yang sangat berguna untuk insinyur tambang dan ahli geologi, seperti grade, ketebalan,
akumulasi dan termasuk semua aplikasi praktis untuk masalah-masalah yang muncul di
dalam evaluasi endapan bijih.
Geostatistik pada awalnya dikembangkan pada industri mineral untuk melakukan
perhitungan cadangan mineral, seperti emas, perak, platina. D.K. Krige, seorang insinyur
pertambangan Afrika Selatan, mendekatkan masalah ini dari titik pandang probabilistik yang
kemudian oleh George Matheron, seorang insinyur dari Ecoles des Mines, Fontainebleau,
Perancis, memberikan perhatian pada pekerjaan Krige dan menerapkan teori probabilistik dan
statistik untuk memformulasikan pendekatan Krige dalam perhitungan cadangan bijih, yang
dikenal dengan metode kriging.

Pada perkembangan selanjutnya banyak aplikasi statistik multivariat dimasukkan ke


dalam geostatistik, misalnya trend surface analysis, cluster analysis, faktor analysis,
diskriminant analysis, dan principle component analysis. Bahkan saat ini, suatu metode yang
bukan mendasarkan pada teori probabilistik dipakai untuk analisis di bidang ilmu kebumian,
misalnya fuzzy logic yang mendasarkan teori himpunan yang dikenal dengan istilah fuzzy set
teory seperti pada metode FCM (Fuzzy c-mean cluster analysis). Metode ini sekarang banyak
dipakai untuk analisis petrografi, permodelan porositas dan permeabilitas, dan GIS.
Penerapan geostatistik secara praktis saat ini dapat dikatakan tak terbatas. Setiap
eksperimen yang dibuat dalam kerangka ruang (seperti data dalam koordinat ruang dan nilai)
dapat

menggunakan

geostatistik

sebagai

alat

bantu

untuk

mengolah

dan

menginterpretasikannya. Yang membuat geostatistik sangat berguna adalah kemampuannya


untuk mengkarakterisasi dalam artian penerapan struktur spasial dengan model probabilistik
secara konsisten. Struktur spasial ini dikarakterisasi oleh variogram. Secara mendasar, ada
dua macam metode yang didasarkan pada variogram dan covariance yang tersedia:

untuk pemetaan dan estimasi, variogram dapat digunakan untuk menginterpolasi


antara titik data (kriging).

untuk mengkarakterisasi suatu ketidaktentuan pada estimasi (volume minyakbumi,


kadar di atas cut-off, resiko polusi), variogram yang sama dapat digunakan.

Sebagai suatu ilmu dasar, tidak ada batas dalam penggunakan geostatistik untuk bidang
tertentu. Geostatistik dapat digunakan pada bidang-bidang: industri pertambangan (pada
awalnya dikembangkan), juga perminyakan, lingkungan, meteorologi, geofisika, pertanian
dan perikanan, kelautan, ilmu tanah, fisika media heterogen, teknik sipil, akutansi, dan
barangkali astrofisika.
2.4.2 Penerapan Statistik Dalam Geologi
Statistik merupakan alat pengolah data angka. Stasistik dapat juga diartikan sebagai
metode/asas-asas guna mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif agar angka berbicara.
Pendekatan dengan statistik sering digunakan metode statistic yaitu metode guna
mengumpulkan, mengolah, menyajikan, menganalisis & menginterpretasikan data statistik.
Statistika dapat pula diartikan pengetahuan yang berhubungan dengan pengumpulan data,
pengolahan data, penganalisisan dan penarikan kesimpulan berdasarkan data dan analisis.
Jadi statistik adalah produk dari kerja statistika.

Ada dua konsep dalam bahasa Inggris.Statistic: nilai yang dihitung dari sebuah
sampel (mean, median, modus, dsb). Statistics: metode ilmiah untuk pengumpulan data atau
kumpulan angka. Dalam bahasa Indonesia, statistic memiliki 3 pengertian dimuka.

Kumpulan data = data

Nilai yang dihitung dari dari sebuah sampel = statistik sampel

Metode ilmiah guna mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan analisis data =


statistic
Statistika terhadap pemetaan geologi pertama-tama dimulai dari mempelajari

populasi. Makna populasi dalam statistika dapat berarti populasi benda hidup, benda mati,
ataupun benda abstrak. Populasi juga dapat berupa pengukuran sebuah proses dalam waktu
yang berbeda-beda, yakni dikenal dengan istilah deret waktu. Melakukan pendataan
(pengumpulan data) seluruh populasi dinamakan sensus. Pengambilan data statistic tentu
memerlukan waktu dan biaya yang tinggi. Untuk itu, dalam statistika seringkali dilakukan
pengambilan sampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili
seluruh populasi. Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk menggeneralisasikan
seluruh populasi.
Jika sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan)
dan simpulan yang dibuat dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi
secara keseluruhan. Metode statistika tentang bagaimana cara mengambil sampel yang tepat
dinamakan teknik sampling.
Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya.
Sedangkan matematika statistika merupakan cabang dari matematika terapan yang
menggunakan teori probabilitas dan analisis matematis untuk mendapatkan dasar-dasar teori
statistika. Ada dua macam statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial.
Statistika deskriptif berkenaan dengan deskripsi data, misalnya dari menghitung rata-rata dan
varians dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik sehingga
data mentah lebih mudah dibaca dan lebih bermakna. Sedangkan statistika inferensial lebih
dari itu, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan prediksi observasi masa depan,
atau membuat model regresi.
Dalam mekanika statistik sangat mengandalkan teori peluang untuk menentukan
keadaan seimbang sistem. Dalam kuliah ini, bahasan ditekankan pada sistem yang partikelpartikelnya berinteraksi sangat lemah baik untuk partikel-partikel terbedakan maupun tak
terbedakan. Selain memiliki sifat kuasi bebas, molekul molekul suatu gas ideal bersifat tak

10

terbedakan karena molekul tidak berkecenderungan menempati tempat tertentu dalam ruang
atau memiliki kecepatan tertentu. Sedangkan, untuk partikel-partikel yang menempati
kedudukan kisi yang teratur dalam kristal, yakni partikel bergetar di sekitar titik tetap, dapat
dibedakan karena letaknya. Materi kuliah mencakup probabilitas dan fungsi distribusi, teori
kinetik, dan mekanika statistik. Selain itu juga disentuh pengertian ensemble, terutama
ensemble kanonis untuk perluasan penerapan pada gas yang menyimpang dari sifat ideal.
Hubungan sebab-akibat pada penyelidikan statistic lebih khusus menarik suatu
simpulan akan perubahan yang timbul pada peubah, respon akibat berubahnya peubah
penjelas. Terdapat dua jenis utama penelitian: eksperimen dan survei. Keduanya sama-sama
mendalami pengaruh perubahan pada peubah penjelas dan perilaku peubah respon akibat
perubahan

itu.

Beda

keduanya

terletak

pada

bagaimana

kajiannya

dilakukan.

Suatu eksperimen melibatkan pengukuran terhadap sistem yang dikaji, memberi perlakuan
terhadap sistem, dan kemudian melakukan pengukuran (lagi) dengan cara yang sama
terhadap sistem yang telah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai
pengukuran. Bisa juga perlakuan diberikan secara simultan dan pengaruhnya diukur dalam
waktu yang bersamaan pula. Metode statistika yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu
eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen).
Dalam survei, di sisi lain, tidak dilakukan manipulasi terhadap sistem yang dikaji.
Data dikumpulkan dan hubungan (korelasi) antara berbagai peubah diselidiki untuk memberi
gambaran terhadap objek penelitian. Teknik-teknik survei dipelajari dalam metode survei.
Penelitian tipe eksperimen banyak dilakukan pada ilmu-ilmu rekayasa, seperti pada ilmu
geologi. Penelitian tipe observasi paling sering dilakukan di bidang geologi dimana banyak
berkaitan dengan kegiatan dan pengambilan berbagai data yang berasal dari lapangan.

11

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Statistika merupakan sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan,
mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya,
statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Dengan data statistic akan mewakili dari
berbagai kondisi di lapangan. Tahapan dalam pengambilan data statistic untuk kepentingan
penelitian meliputi mengidentifikasi persoalan, mengumpulkan data atau fakta-fakta yang
ada, mengumpulkan data asli yang baru, mengumpulkan data asli yang baru, klasifikasi data,
penyajian data, dan analisa data serta penarikan kesimpulan.
Geostatistik menurut Matheron (1963) adalah ilmu yang khusus mempelajari
distribusi dalam ruang, yang sangat berguna untuk insinyur tambang dan ahli geologi, seperti
grade, ketebalan, akumulasi dan termasuk semua aplikasi praktis untuk masalah-masalah
yang muncul di dalam evaluasi endapan bijih.
Sebagai suatu ilmu dasar, tidak ada batas dalam penggunakan geostatistik untuk
bidang tertentu. Geostatistik dapat digunakan pada bidang-bidang: industri pertambangan
(pada awalnya dikembangkan), juga perminyakan, lingkungan, meteorologi, geofisika,
pertanian dan perikanan, kelautan, ilmu tanah, fisika media heterogen, teknik sipil, akutansi,
dan barangkali astrofisika.
Statistika terhadap pemetaan geologi pertama-tama dimulai dari mempelajari
populasi. Makna populasi dalam statistika dapat berarti populasi benda hidup, benda mati,
ataupun benda abstrak. Populasi juga dapat berupa pengukuran sebuah proses dalam waktu
yang berbeda-beda, yakni dikenal dengan istilah deret waktu. Melakukan pendataan
(pengumpulan data) seluruh populasi dinamakan sensus. Untuk memudahkan dalam
pengambilan data statistik dalam ilmu statistika seringkali dilakukan pengambilan sampel
(sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili seluruh populasi.
Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk menggeneralisasikan seluruh populasi.

12

DAFTAR PUSTAKA
Pustaka :
Yuniardi, Yuyun, Andi Agus Nur, dan Undang Yardiana. 2006. Geostatistik Diktat 1.
Bandung: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan Geologi.
Internet :

http://materikuliahmanajemens1.blogspot.com/2012/12/ilmu-statistika.html

(diakses

pada 13 Oktober 2014)

http://ilmu-statistik.blogspot.com/ (diakses pada 27 Oktober 2014)

wulansarisumihadi.wordpress.com/2009/02/03/pengertian-statistika-dan-manfaatnya/
diakses pada 27 Oktober 2014)

http://ongkiboomy.blogspot.com/2012/10/statistika-dan-analisa-data-dalamdunia.html (diakses pada 27 Oktober 2014).

http://diskusikuliah.blogspot.com/2011/06/metodologi-statistika.html (diakses pada


27 Oktober 2014).

http://www.academia.edu/3316674/Sejarah_Perkembangan_Statistika_dan_Aplikasin
ya (diakses pada 27 Oktober 2014).

http://www.trainingcenter.co.id/geostatistik-applied-mining-geostatistics

(diakses

pada 27 Oktober 2014).

http://warmada.staff.ugm.ac.id/Modules/geostatistik.html (diakses pada 27 Oktober


2014).

http://andi-unej.blogspot.com/ (diakses pada 27 Oktober 2014).

http://teorionline.wordpress.com/2012/04/23/sejarah-awa-statistika/ (diakses pada 27


Oktober 2014).

13