Anda di halaman 1dari 17

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala karunia
yang diberikan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Adapun penulisan laporan percobaan ini bertujuan untuk mengetahui jenis, serta dampak
pencemaran lingkungan. Dalam penulisan percobaan ini, berbagai hambatan telah penulis
alami. Oleh karena itu, terselesaikannya laporan percobaan ini tentu saja bukan karena
kemampuan penulis semata-mata. Namun karena adanya dukungan dan bantuan dari pihakpihak yang terkait.
Sehubungan dengan hal tersebut, perlu kiranya penulis dengan ketulusan hati mengucapkan
terima kasih kepada Ibu Dewi selaku pengajar mata pelajaran biologi kelas X-6 yang telah
membimbing penulis dalam menyelesaikan laporan percobaan ini. Penulis juga berterima
kasih kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah
membantu menyelesaikan laporan percobaan ini.
Dalam penyusunan laporan percobaan ini, penulis menyadari pengetahuan dan pengalaman
penulis masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik
dan saran dari berbagai pihak agar laporan percobaan ini lebih baik dan bermanfaaat.
Medan, 10 Mei 2013

Penulis

Halaman 1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa hal,
yaitu memiliki komponen penyusun yang lengkap, interaksi antarkomponen, masingmasing komponen mengetahui fungsinya masig-masing, dsb.
Keseimbangan dapat terganggu jika terjadi berbagai perubahan, misanya berkurangnya
fungsi dari suatu komponen, atau hilangnya sebagian komponen sehingga memutuskan
rantai makanan dalam suatu ekosistem. Salah satu penyebab terganggunya suatu
ekosistem adalah pencemaran atau polusi.
Seiring dengan meningkatnya kapasitas populasi manusia dan kebutuhannya,
semakin besar pula pencemaran lingkungan. Pada dasarnya, alam mampu mendaur ulang
berbagai jenis limbah yang dihasilkan oleh makhluk hidup, namun apabila konsentrasi
dan jumlah limbah yang dihasilkan tidak sebanding dengan laju proses daur ulang limbah
maka akan terjadi pencemaran. Zat atau bahan yang menyebabkan pencemaran yaitu
polutan. Suatu zat yang disebut polutan apabila jumlah zat tersebut melebihi normal dan
berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Contoh: karbon dioksida (CO2) dengan
kadar 0,033% di udara bermanfaat bagi manusia, namun apabila melebihi dari 0,033%
dapat memberikan efek merusak bagi lingkungan.
Polutan dafat bersifat merusak untuk sementara, yaitu jika bereksai dengan suatu
zat di lingkungan menjdi tidak merusak lagi. Adapun polutan yang merusak dalam jangka
waktu yang panjang, misanya timbal (Pb) tidak akan merusak apabila konsentrasinya
rendah,. Akan tetapi, dalam jangka waktu yang lama, timbal(Pb) dapat terakumulasi di
dalam tubuh sampai ke tingkat yang merusak.

1.2.

Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui jenis pencemaran

lingkungan beserta contohnya.


1.3.
Rumusan Masalah
- Macam-macam pencemaran lingkungan
- Bahaya pencemaran lingkungan
- Cara mengatasi pencemaran lingkungan

BAB II
KAJIAN TEORITIK
2.1.

Pengertian Pencemaran Lingkungan


Halaman 2

Pencemaran, menurut SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup


No.02/MENKLH/1988, adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat,
energi, atau komponen lain ke dalam air atau udara, dan berubahnya tatanan
(komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga
kualitas air atau udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai
dengan peruntukkannya.
Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai
aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap
pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan.
Baku mutu lingkungan adalah batas kadar yang diperkenankan bagi zat atau
bahan pencemar terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan
terhadap makhluk hidup, tumbuhan atau benda lainnya.
Pada saat ini, pencemaran terhadap lingkungan berlangsung di mana-mana
dengan laju yang sangat cepat. Sekarang ini beban pencemaran dalam lingkungan
sudah semakin berat dengan masuknya limbah industri dari berbagai bahan kimia
termasuk logam berat.

2.2.

Macam-macam pencemaran lingkungan

Pencemaran Air.
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat
penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas
manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi
dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini
tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh
berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
Eutrofikasi adalah situasi dimana jumlah dan intensitas tumbuhan meningkat
karena adanya unsur zat hara yang banyak di suatu tempat.
Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan
peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah
pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh
ekosistem. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air
limbahnya seperti logam berat, toksinorganik, minyak, nutrien dan padatan.
Halaman 3

Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh
pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
-

Pencemaran Udara.
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansifisik, kimia,
atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan
makhluk hidup baik manusia, hewan, dan tumbuhan serta mengganggu
estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Pencemaran udara disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Faktor alam (internal), yang bersumber dari aktivitas alam
Contoh :
- abu yang dikeluarkan akibat letusan gunung berapi
- gas-gas vulkanik
- debu yang beterbangan di udara akibat tiupan angin
- bau yang tidak enak akibat proses pembusukan sampah organik
2. Faktor manusia (eksternal), yang bersumber dari hasil aktivitas
manusia
Contoh :
- Hasil pembakaran bahan-bahan fosil darikendaraan bermotor
- Bahan-bahan buangan dari kegiatan pabrik industri yang
memakai zat kimia organik dan anorganik
- Pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara
- Pembakaran sampah rumah tangga
- Pembakaran hutan
Pencemar udara dibedakan menjadi:
1. Pencemar primer
Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan
langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah
sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil
dari pembakaran.
2. Pencemar sekunder
Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari
reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon
dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara
sekunder.
Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh.
Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara

Halaman 4

dalam konteks global dan hubungannya denganpemanasan global, perubahan


iklim dan deplesi ozon di stratosfer semakin meningkat.
Zat-Zat Pencemaran Udara
Ada beberapa polutan yang dapat menyebabkan pencemaran udara, antara
lain: Karbon monoksida, Nitrogen dioksida, Sulfur dioksida, Partikulat,
Hidrokarbon, CFC, Timbal dan Karbondioksida.
1. Karbon monoksida (CO)
Gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan bersifat racun. Dihasilkan dari
pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil, misalnya gas buangan
kendaraan bermotor.
2. Nitrogen dioksida (NO2)
Gas yang paling beracun. Dihasilkan dari pembakaranbatu bara di pabrik,
pembangkit energi listrik dan knalpot kendaraan bermotor.
3. Sulfur dioksida (SO2)
Gas yang berbau tajam, tidak berwarna dan tidak bersifat korosi.
Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang mengandung sulfur
terutama batubara. Batubara ini biasanya digunakan sebagai bahan bakar
pabrik dan pembangkittenaga listrik.
4. Partikulat (asap atau jelaga)
Polutan udara yang paling jelas terlihat dan palingberbahaya. Dihasilkan
dari cerobong pabrik berupa asap hitam tebal.
Macam-macam partikel, yaitu :
a) Aerosol : partikel yang terhambur dan melayang di udara
b) Fog (kabut) : aerosol yang berupa butiran-butiran air dan berada
di udara
c) Smoke (asap) : aerosol yang berupa campuran antara butir padat
dancair dan melayang berhamburan di udara
d) Dust (debu) : aerosol yang berupa butiran padat dan melayanglayang di udara
5. Hidrokarbon (HC)
Uap bensin yang tidak terbakar. Dihasilkan dari pembakaran bahan
bakar yang tidak sempurna
6. Chlorofluorocarbon (CFC)
Gas yang dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon yang ada di
atmosfer bumi. Dihasilkan dari berbagai alat rumah tangga seperti
kulkas, AC, alat pemadam kebakaran, pelarut, pestisida, alat penyemprot
(aerosol) pada parfum dan hair spray.
7. Timbal (Pb)
Logam berat yang digunakan manusia untuk meningkatkan pembakaran
pada kendaraan bermotor. Hasil pembakaran tersebut menghasilkan timbal
Halaman 5

oksida yang berbentuk debu atau partikulat yang dapat terhirup oleh
manusia.
8. Karbon dioksida (CO2)
Gas yang dihasilkan dari pembakaran sempurna bahan bakar
kendaraan bermotor dan pabrik serta gas hasil kebakaran hutan.

Dampak zat zat tersebut bagi kehidupan manusia, antara lain:


1. Karbon monoksida (CO)
Mampu mengikat Hb (hemoglobin) sehingga pasokan O2 ke jaringan
tubuh terhambat. Hal tersebut menimbulkan gangguan kesehatan
berupa; rasa sakit pada dada, nafas pendek, sakit kepala, mual,
menurunnya pendengaran dan penglihatan menjadi kabur. Selain itu,
fungsi dan koordinasi motorik menjadi lemah. Bila keracunan berat
(70 80 % Hb dalam darah telah mengikat CO), dapat menyebabkan
pingsan dan diikuti dengan kematian.
2. Nitrogen dioksida (SO2)
Dapat menyebabkan timbulnya serangan asma.
3. Hidrokarbon (HC)
Menyebabkan kerusakan otak, otot dan jantung.
4. Chlorofluorocarbon (CFC)
Menyebabkan melanoma (kanker kulit) khususnya bagi orangorang berkulit terang, katarak dan melemahnya sistem daya tahan
tubuh
5. Timbal (Pb)
Menyebabkan gangguan pada tahap awal pertumbuhan fisik dan
mental serta mempengaruhi kecerdasan otak.
6. Ozon (O3)
Menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan terasa terbakar dan
memperkecil paru-paru.
7. NO2
Menyebabkan iritasi pada paru-paru, mata dan hidung.
-

Pencemaran Tanah.
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia
masuk dan merubah lingkungan tanah alami.
Pencemaran ini biasanya terjadi karena:
1. Kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas
komersial
2. Penggunaan pestisida

Halaman 6

3. Masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan subpermukaan


4. Kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah
5. Air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri
yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat
(illegal dumping).
Ketika suatu zat berbahaya atau beracun telah mencemari permukaan
tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam
tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat
kimia beracun di tanah.
Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia
ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.
2.3.

PENYEBAB TERJADINYA PENCEMARAN LINGKUNGAN


Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan
oleh tangan manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang
terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya.
Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di
kota maupun di desa.
Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah
tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan
pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam
sekitar kita.
Jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat
alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi
kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah
dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah
lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian
hari kian bertambah parah.
Sebab Pencemaran Lingkungan di Air dan di Tanah :
1.
2.
3.
4.

Erosi dan curah hujan yang tinggi.


Sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk.
Zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya.
Penggunaan zat kimia pemberantas hama DDT.
Halaman 7

DDT digunakan oleh para petani untuk mengusir dan membunuh hama yang
menyerang lahan pertanian. DDT tidak hanya berdampak pada hama namun
juga binatang-binatang lain yang ada di sekitarnya dah bahkan di tempat yang
sangat jauh sekalipun akibat proses aliran rantai makanan dari satu hewan ke
hewan lainnya yang mengakumulasi zat DDT. Dengan demikian seluruh
hewan yang ada pada rantai makanan akan tercemar oleh DDT termasuk pada
manusia.
DDT yang telah masuk ke dalam tubuh akan larut dalam lemak, sehingga
tubuh kita akan menjadi pusat polutan yang semakin hari akan terakumulasi
hingga mengakibatkan efek yang lebih menakutkan, yaitu:
a. Merusak jaringan tubuh makhluk hidup.
b. Menimbulkan otot kejang, otot lehah dan bisa juga kelumpuhan Menghambat
proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur sehingga telurnya tidak
dapat menetas.
c. Lambat laun bisa menyebabkan penyakit kanker pada tubuh.

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
PENCEMARAN LINGKUNGAN atau polusi adalah proses masuknya polutan
ke dalam suatu lingkungan sehingga dapat menurunkan kualitas lingkungan
tersebut.
Pencemaran Lingkungan Terbagi atas:
1. Pencemaran Tanah
2. Pencemaran Air
3. Pencemaran Udara
Dampak Pencemaran Lingkungan:
1. Hujan Asam
2. Penipisan Lapisan Ozon
Halaman 8

3. Banjir
4. Pemanasan Global, dsb.
Upaya Penanggulangan
Upaya penanggulangan dilakukan dengan tindakan pencegahan (preventif)
yang dilakukan sebelum terjadinya pencemaran dan tindakan kuratif yang
dilakukan sesudah terjadinya pencemaran
Upaya Preventif (Sebelum terjadi Pencemaran)
1. Tidak merokok di dalam ruangan.
2. Tidak membakar sampah di pekarangan rumah.
3. Mewajibkan dilakukannya AMDAL (Analisis Mengenai Dampak
4.
5.
6.
7.
8.

Lingkungan) bagi industri atau usaha yang menghasilkan limbah.


Mengembangkan energi alternatif dan teknologi yang ramah lingkungan.
Ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan.
Mendaur ulang freon dari mobil yang ber-AC.
Mengurangi atau menghentikan semua penggunaan CFC dan CCl4.
Tidak melakukan penebangan hutan, pohon dan tumbuhan liar secara
sembarangan.

Upaya Setelah Terjadi Pencemaran (Kuratif)


1. menggalang dana untuk mengobati dan merawat korban pencemaran
lingkungan.
2. kerja bakti rutin di tingkat RT/RW atau instansi-instansi untuk
membersihkan lingkungan dari polutan.
3. melokalisasi tempat pembuangan sampah akhir (TPA) sebagai
tempat/pabrik daur ulang.
4. menggunakan penyaring pada cerobongcerobong di kilang minyak atau
pabrik yang menghasilkan asap atau jelaga penyebab pencemaran udara.
5. mengidentifikasi dan menganalisa serta menemukan alat atau teknologi
tepat guna yang berwawasan lingkungan setelah adanya
musibah/kejadian akibat pencemaran udara, misalnya menemukan bahan
bakar dengan kandungan timbal yang rendah (BBG).
Selain usaha preventif dan kuratif, Pemerintah juga perlu mencanangkan
programprogram yang bertujuan untuk mengendalikan pencemaran,
khususnya pencemaran udara, yaitu:
Halaman 9

1. PROGRAM LANGIT BIRU yang dicanangkan sejak Agustus 1996.


Bertujuan untuk meningkatkan kembali kualitas udara yang telah
tercemar, misalnya dengan melakukan uji emisi kendaraan bermotor.
2. Keharusan membuat cerobong asap bagi industri/ pabrik.
3. Imbauan mengurangi bahan bakar fosil (minyak, batu bara) dan
menggantinya dengan energi alternatif lainnya.
4. Membatasi beroperasinya mobil dan mesin pembakar yang sudah tua dan
tidak layak pakai.
5. Larangan menggunakan gas CFC.
6. Larangan beredarnya insektisida berbahaya seperti DDT (dikhloro difenil
trikhloro etana).
7. Melarang penggunaan CFC pada produksi kosmetika.
8. Menetapkan undang-undang dan hukum tentang pelaksanaan
perlindungan lapisan ozon (secara nasional dan internasional).

3.1.2. Saran
1. Jagalah kebersiahan air, dan buang sampah pda tempatnya agar tidak
menimbulkan banjir,
2. Jika mempunyai usaha industri, jangan membuang limbahnya dalam air
yang mengalir,
3. Selalu menjaga kebersihan air, dan menggunakannya sebaik-baiknya,

Halaman 10

LAMPIRAN
Gambar Pencemaran Air
1.

Halaman 11

Gambar Pencemaran Udara

Halaman 12

Gambar Pencemaran Tanah

Halaman 13

Halaman 14

Halaman 15

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Halaman 16

http://adeputraselayar.wordpress.com/2012/06/12/makalah-pencemaranlingkungan/
http://lingkarhayati.wordpress.com/pencemaran-lingkungan/

Pratiwi, D. A, dkk. 2007. BIOLOGI. Jakarta: Erlangga

Halaman 17