Anda di halaman 1dari 7

Nama: M.

Endi
Sukoyo
NIM : 140302027

SISTEM INTEGUMEN DAN URAT DAGING

Integumen merupakan bagian terluar dari ikan sebagai pembalut tubuh


atau penutup tubuh ikan. Sistem integumen pada seluruh makhluk hidup
merupakan bagian tubuh yang berhubungan langsung dengan lingkungan luar
tempat makhluk hidup tersebut hidup atau berada.
Sistem Integumen Pada Ikan
Kulit
Sama seperti vertebrata lainnya, kulit pada ikan selain sebagai pembalut
tubuh juga berfungsi sebagai :
1. Alat pertahanan pertama terhadap penyakit.
2. Perlindungan dan penyesuaian diri terhadap faktor lingkungan yang
mempengaruhi kehidupan ikan, oleh karena itu dalam kulit terdapat alat penerima
rangsang.
3. Alat eksresi dan osmoregulasi.
4. Alat pernapasan tambahan untuk beberapa jenis ikan.
Beberapa alat lain yang terdapat dalam kulit ikan adalah kelenjar racun,
pigmen, organ penghasil cahaya dan kelenjar mocous (lendir).
Sisik
Sisik sering diistilahkan sebagai rangka dermis karena sisik dibuat di
dalam lapisan dermis. Disamping ikan yang bersisik, juga banyak terdapat ikan
yang sama sekali tidak mempunyai sisik misalnya ikan-ikan yang termasuk subordi Siluridae. Misalnya jambal ( Pangasius pangasius ).
Sisik pada golongan ikan Teleostei merupakan tulang dermal yang
aselular, yang terdiri dari susunan matriks isopedine mineral yang membungkus
serabut-serabut kalogen yang tebal yang tersusun dengan arah posterior. Ada dua
tipe utama dari sisik, yaitu sisik ctenoid dan cycloid. Sisik ctenoid mempunyai
spekular yang kaku pada bagian posteriornya, sedangkan pada sisik cycloid tidak
ada.

Nama: M.Endi
Sukoyo
NIM : 140302027

Berdasarkan bentuk dan bahan yang terkandung didalamnya,sisik ikan


dapat dibedakan menjadi lima jenis yaitu : placoid, cosmoid, ganoid, cycloid dan
ctenoid.
Sisik

placoid

hanya

terdapar

pada

ikan-ikan

yang

bertulang

rawan(chondrichthyes). Bentuk sisik ini seperti bunga mawar dengan dasar yang
bulat dan bujur sangkar.Sisik cosmoid hanya terdapat pada ikan fosil dan ikan
primitif. Sisik ikan ini terdiri dari beberapa lapisan, yang berturut-turut dari luar
ke dalam ialah vitrodentine yang dilapisi semacam enamel, kemudian cosmine
yang merupakan lapisan yang kuat dan noncellular,terakhir isopedine
materialnya terdiri dari substansi tulang. Sisik ganoid terdiri dari beberapa
lapisan, Lapisan luar dinamakan ganoine yang meterialnya terdiri dari garamgaram organik, sedangkan dibawahnya terdapat lapisan cosmonie, dan lapisan
yang paling dalam adalah isopedine. Sisik cycoloid dan ctenoid terdapat pada
golongan ikan teleostei, dimana masing-masing terdapat pada golongan ikan
berjari-jari

lemah

(Malacopterygii)

dan

golongan

ikan

berjari-jari

(Acanthopterygii).
Bagian sisik yang menempel ketubuh hanya sebagian, kira-kira
separuhnya, penempelannya secara tertanam ke dalam sebuah kantung kecil di
dalam dermis dengan susunan seperti genting. Sisik yang terlihat hanya pada
bagian belakang (posterior) yang berwarna lebih gelap dari pada bagian depannya
(anterior) karena posteriornya mengandung pigmen (kromatofor), sedang bagian
anteriornya transparan dan tidak berwarna.
Di daerah yang bermusim empat, sisik dapat digunkan untuk
menentukan umur ikan. Cirkulus selalu bertambah selama ikan itu hidup. Cirkuli
yang berhimpitan ini dinamakan annulus yang terjadi setahun sekali. Annulus ini
digunakan untuk menentukan umur ikan.
Pewarnaan
Umumnya ikan laut yang hidup di lapisan atas berwarna keperak-perakan,
bagian tengah kemerah-merahan dan dibagian bawah (dasar) ungu atau hitam.
Warna ikan tersebut disebabkan oleh schemachrome (karena konfigurasi
fisik) dan biochrome (pigmen pembawa warna). Schermacrome putih terdapat

Nama: M.Endi
Sukoyo
NIM : 140302027

pada rangka, gelembung renang, sisik dan testes; biru dan ungu pada iris mata;
warna-warna pelangi terdapat pada sisik, mata dan membran usus.
Beberapa jenis pigmen pembawa warna adalah :
1. Carotenoid

: warna kuning, merah dan corak lainnya

2. Cromolipid

: warna kuning sampai coklat.

3. Indigoid

: warna biru, merah dan hijau.

4. Malanin

: warna hitam dan coklat.

5. Porphirin

: warna merah, kuning, hijau, biru dan coklat.

6. Flarin

: warna kuning tetapi sering dengan flourensi kehijau-

hijauan.
7. Purin

: warna kuning dan keperakan-perakan.

8. Prerin

: warna putih, kuning, merah, dan jingga.

Sel khusus yang memberikan warna pada ikan ada dua macam yaitu iridocyte
(leucophore danguanophore)

dan chromatophone. Chromatophore dasar

ada

empat
erythrophore (merahdanjingga), xanthophore (kuning), melanophore (hitam)
dan leucophore (putih).
Warna tubuh pada ikan mempunyai banyak fungsi. Lagler et al,
(1997) dalam Sjafei et al, (1989) mengelompokkan fungsi-fungsi tersebut dalam
tiga hal yaitu untuk persembunyian, penyamaran, dan pemberitahuan. Jenis warna
persembunyian meliputi warna pemiripan warna secara umum, pemiripan warna
secara berubah, pemudaran warna, perwarnaan terpecah dan pewarnaan terpecah
koinsiden.
Organ cahaya
Terdapat dua sumber cahaya yang dikeluarkan oleh ikan dan keduanya
terdapat pada kulit, yaitu cahaya yang dikeluarkan oleh bakteri yang hidup
bersimbiose dengan ikan dan cahaya yang dikeluarkan oleh ikan itu sendiri. Ikan
yang dapat mengeluarkan cahaya umumnya tinggal di bagian laut dalam dan
hanya sedikit yang hidup di perairan dangkal.
Sel pada kulit ikan yang dapat mengeluarkan cahaya tersebut sel cahaya
atau photopore(photocyte). Sel ini terdapat pada golongan ikan Elasmobranchii

Nama: M.Endi
Sukoyo
NIM : 140302027

(Spinax, Etomopterus, Benthobathis moresbyi) dan teleostei (Stomiatidae,


Myctophiformes, Batrachhoididar).
Ikan-ikan famili Macroridae, Gadidae, Monocentridae, Anomalopidae,
Leiognathidae, Serranidae, dan Saccopharyngidae mempunyai cahaya yang
dikeluarkan oleh bakteri yang hidup bersimbiose dengan ikan.
Kelenjar Beracun
Kelenjar beracun merupakan modifikasi kelenjar yang mengeluarkan
lendir. Kelenjar baracun ini bukan saja dipergunakan untuk mempertahankan diri,
tetapi juga untuk menyerang dan mencari makanan.
Ikan-ikan yang sistem integumennya mengandung kelenjar beracun
antara lain ikan-ikan yang hidup di sekitar karang, ikan lele dan sebangsanya
(Siluridae)

dan

golongan

Elasmobranchii

(Dasyatidae,

Chimaeridae,

Myliobathidae). Beberapa jenis ikan buntal (Tetraodontidae) juga terkenal


beracun, tetapi racunnya bukan berasal dari integumennya melainkan dari kelenjar
empedu (hepar).
Ikan lepu ayam (Petrois volintas dan Petrois russeli), lepu angin
(Scorpaena guttata) dan lepu tembaga (Synanceja horrida) mempunyai racun jarijari keras, sirip punggung, sirip anal dan sirip perut.
Beberapa anggota Siluridae yang beracun misalnya adalah : sembilang
(Plotosus canius), lele (Clarias batrachus), keting (Ketengus thypus), manyaung
(Arius thalasinus).
Kelenjar beracun ikan pari (Dasyatis sp) terdapat pada duri ekornya.
Duri ini tersusun dari bahan yang disebut vasodentine. Sepanjang kedua sisi duri
tersebut terdapat gerigi yang bengkok ke dalam.
Fungsi organ cahaya pada ikan adalah sebagai tanda pengenal individu
ikan sejenis, untuk memikat mangsa, menerangi lingkungan sekitarnya,
mengejutkan musuh dan melarikan diri, sebagai penyesuaian terhadap ketiadaan
sinar di laut dan sebagai ciri ikan beracun.

Nama: M.Endi
Sukoyo
NIM : 140302027

SISTEM INTEGUMEN IKAN NILA (Oreochromis niloticus )


Lendir
Umumnya ikan yang tidak bersisik memproduksi lendir yang lebih banyak
dan tebal dibanding dengan ikan yang bersisik. Ketebalan lendir yang meliputi
kulit ikan dipengaruhi oleh kegiatan sel kelenjar yang berbentuk piala yang
terletak di dalam epidermis. Kelenjar ini akan memproduksi lendir lebih banyak
pada saat tertentu, misalnya pada saat ikan berusaha melepaskan diri dari bahaya/
genting dibanding pada saat atau keadaan normal.
Sisik
Ikan yang bersisik keras biasanya ditemukan pada golongan ikan
primitive, sedangkan pada ikan modern, kekerasan sisiknya sudah fleksibel. Hal
tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis bahan yang dikandungnya. Sisik dibuat di
dalam dermis sehingga sering diistilahkan sebagai rangka dermis.
Berdasarkan bentuk dan bahan yang terkandung di dalamnya, sisik ikan
dapat dibedakan menjadi lima jenis :
a. Sisik Placoid
Jenis sisik ini karakteristik bagi golongan ikan bertulang rawan
(Chondrichthyes). Bentuk sisik tersebut menyerupai bunga mawar dengan dasar
yang bulat atau bujur sangkar. Sisik macam ini terdiri dari keping basal yang
letaknya terbenam di bagian dermis kulit, dan suatu bagian yang menonjol berupa
duri keluar dari permukaan epidermis. Sisik tersebut merupakan struktur
exoskeleton yang primitive yang mempunyai titik perkembangan menuju ke
lembaran sisik yang biasa terdapat pada osteichthyes yang terdiri atas lempeng
dasar, tangkai sentral dan duri.
Bagian yang lunak dari sisik ini (pulp) berisikan pembuluh darah dan
saraf yang berasal dari dermis. Sisik placoid dibangunkan oleh dentine sehinnga
sering disebut dermal denticle yang di dalamnya terdapat rongga pulpa.

Nama: M.Endi
Sukoyo
NIM : 140302027

Pertumbuhan dari sisik placoid menyerupai pertumbuhan gigi, yaitu dimulai


dengan adanya pengelompokan dari sel-sel dermis yang seterusnya akan tumbuh
menjadi lebih nyata membentuk papila dermis yang mendesak epidermis yang ada
di sebelah permukaan. Gigi ikan hiu merupakan derivate dari sisik.
b. Sisik Cosmoid.
Sisik ini hanya ditemukan pada ikan fosil dan ikan primitive yang sudah
punah dari kelompok Crossopterygii dan Dipnoi. Sisik ikan ini terdiri dari
beberapa lapisan, yang berturut-turut dari luar adalah vitrodentine, yang dilapisi
semacam enamel, kemudian cosmine yang merupakan lapisan terkuat dan
noncellular, terakhir isopedine yang materialnya terdiri dari substansi tulang.
Pertumbuhan sisik ini hanya pada bagian bawah, sedangkan pada bagian atas
tidak terdapat sel-sel hidup yang menutup prmukaan. Tipe sisik ini ditemukan
pada jenis ikan Latimeria chalumnae.
c. Sisik Ganoid.
Jenis sisik ini dimiliki oleh ikan-ikan Lepidosteus (Holostei) dan
Scaphyrynchus(Chondrostei). Sisik ini terdiri dari beberapa lapisan yakni lapisan
terluar disebut ganoine yang materialnya berupa garam-garam an-organik,
kemudian lapisan berikutnya dalah cosmine, dan lapisan yang paling dalam adalah
isopedine. Pertumbuhan sisik ini dari bagian bawah dan bagian atas. Ikan bersisik
type ini adalah antara lain, Polypterus, Lepisostidae, Acipenceridae dan
Polyodontidae.

d.Sisik Cycloid dan Ctenoid


Sisik ini ditemukan pada golongan ikan teleostei, yang masing-masing
terdapat pada golongan ikan berjari-jari lemah (Malacoptrerygii) dan golongan
ikan berjari-jari keras(Acanthopterygii). Perbedaan antara sisik cycloid dengan
ctenoid hanya meliputi adanya sejumlah duri-duri halus yang disebut ctenii
beberapa baris di bagian posteriornya. Pertumbuhan pada tipe sisik ini adalah

Nama: M.Endi
Sukoyo
NIM : 140302027

bagian atas dan bawah, tidak mengandung dentine atau enamel dan kepipihannya
sudah tereduksi menjadi lebih tipis, fleksibel dan transparan.
Urat Daging
Ikan mempunyai tiga mcam urat daging yaitu urat daging bergaris,
urat daging licin dan urat daging. Gerakan ikan, sebagai hasil kerja otot (urat
daging) dapat disebut sebagai gerak aktif. Bila dilihat secara keseluruhan, urat
daging bergaris di seluruh tubuh terdiri kumpulan blok urat daging. Tiap-tiap blok
urat daging ini dinamakan myotomo. (Tim Iktiologi, 1989). Pada beberapa jenis
ikan terdapat beberapa bentuk linnea lateralis seperti garis lurus, hampir
menyerupai garis lurus, melengkung ke atas dan melengkung ke bawah.
Sistem Urat Daging (Otot) pada ikan Pekerjaan urat daging atau otot
untuk setiap aktifitas kehidupan hewan seharihari sangat penting. Dari mulai
gerakan tubuh hingga kepada peredaran darah, kegiatan utama gerakan tubuh
disebabkan karena keaktifan otot tersebut. Secara fungsional otot ini dibedakan
menjadi dua tipe, yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah
rangsangan otak. Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau
otot berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu: otot polos, otot bergaris, dan otot
jantung. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot
menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka
yaitu otot jantung dan otot polos.
Sumber Referensi
https://www.academia.edu/6818822/IKAN_LEMURU_Sardinella_lemuru
http://ekychongsfpikunhalu.blogspot.com/
https://www.scribd.com/doc/53238716/SISTEM-OTOT-DAN
INTEGUMEN#scribd

http://kagakupesca.blogspot.co.id/2014/10/sistem-urat-daging-pada-ikan.html