Anda di halaman 1dari 4

Emosi adalah suasana perasaan yang dihayati secara sadar , bersifat

kompleks, melibatkan pikiran, persepsi dan perilaku individu. Secara


deskriptif fenomenologis emosi dibedakan antara mood dan afek.
1. Mood, adalah suasana perasaan yang bersifat pervasif dan bertahan
lama,
yang
mewarnai
persepsi
seseorang
terhadap
kehidupannya.
a. Mood eutimia: adalah suasana perasaan dalam rentang normal, yakni
individu mempunyai penghayatan perasaan yang luas dan serasi
dengan irama hidupnya.
b. Mood hipotimia: adalah suasana perasaan yang secara pervasif
diwarnai dengan kesedihan dan kemurungan. Individu secara
subyektif mengeluhkan tentang kesedihan dan kehilangan semangat.
Secara obyektif tampak dari sikap murung dan perilakunya yang
lamban.
c. Mood disforia: menggambarkan suasana perasaan yang tidak
menyenangkan. Seringkali diungkapkan sebagai perasaan jenuh,
jengkel, atau bosan.
d.

Mood hipertimia: suasana perasaan yang secara perfasif


memperlihatkan semangat dan kegairahan yang berlebihan terhadap
berbagai aktivitas kehidupan. Perilakunya menjadi hiperaktif dan
tampak enerjik secara berlebihan.

e. Mood eforia: suasana perasaan gembira dan sejahtera secara


berlebihan.
f. Mood ekstasia: suasana perasaan yang diwarnai dengan kegairahan
yang meluap luap. Sering terjadi pada orang yang menggunakan zat
psikostimulansia
g. Aleksitimia: adalah suatu kondisi ketidakmampuan individu untuk
menghayati suasana perasaannya. Seringkali diungkapkan sebagai
kedangkalan kehidupan emosi. Seseorang dengan aleksitimia sangat
sulit untuk mengungkapkan perasaannya.
h. Anhedonia: adalah suatu suasana perasaan yang diwarnai dengan
kehilangan minat dan kesenangan terhadap berbagai aktivitas
kehidupan.
i. Mood kosong: adalah kehidupan emosi yang sangat dangkal,tidak
atau sangat sedikit memiliki penghayatan suasana perasaan. Individu
dengan mood kosong nyaris kehilangan keterlibatan emosinya dengan
kehidupan disekitarnya. Keadaan ini dapat dijumpai pada pasien
skizofrenia kronis.
j. Mood labil: suasana perasaan yang berubah ubah dari waktu ke
waktu. Pergantian perasaan dari sedih, cemas, marah, eforia, muncul

bergantian dan tak terduga. Dapat ditemukan pada gangguan psikosis


akut.
k. Mood iritabel: suasana perasaan yang sensitif, mudah tersinggung,
mudah marah dan seringkali bereaksi berlebihan terhadap situasi yang
tidak disenanginya.
2. Afek adalah respons emosional saat sekarang, yang dapat dinilai lewat
ekspresi wajah, pembicaraan, sikap dan gerak gerik tubuhnya (bahasa
tubuh). Afek mencerminkan situasi emosi sesaat.
a. Afek luas: adalah afek pada rentang normal, yaitu ekspresi emosi
yang luas dengan sejumlah variasi yang beragam dalam ekspresi
wajah, irama suara maupun gerakan tubuh, serasi dengan suasana
yang dihayatinya.
b. Afek menyempit: menggambarkan nuansa ekspresi emosi yang
terbatas. Intensitas dan keluasan dari ekspresi emosinya berkurang,
yang dapat dilihat dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang kurang
bervariasi.
c. Afek menumpul: merupakan penurunan serius dari kemampuan
ekspresi emosi yang tampak dari tatapan mata kosong, irama suara
monoton dan bahasa tubuh yang sangat kurang.
d. Afek mendatar: adalah suatu hendaya afektif berat lebih parah dari
afek menumpul. Ada keadaan ini dapat dikatakan individu kehilangan
kemampuan ekspresi emosi. Ekspresi wajah datar, pandangan mata
kosong, sikap tubuh yang kaku, gerakan gerakan sangat minimal, dan
irama suara datar seperti robot.
e. Afek serasi: menggambarkan keadaan normal dari ekspresi emosi
yang terlihat dari keserasian antara ekspresi emosi dan suasana yang
dihayatinya.
f. Afek tidak serasi: kondisi sebaliknya yakni ekspresi emosi yang tidak
cocok dengan suasana yang dihayati. Misalnya seseorang yang
menceritakan suasana duka cita tapi dengan wajah riang dan tertawa
tawa.
g. Afek labil: Menggambarkan perubahan irama perasaan yang cepat
dan tiba tiba, yang tidak berhubungan dengan stimulus eksternal.
Kaplan, Harold I., Benjamin J. Shadock dan Jack A. Grebb. 1997. Sinopsis Psikiatri.
Jakarta:
Binarupa
Aksara.
Maramis, Willy F., dan Albert A. Maramis. 2009. Gejala Gangguan Jiwa. Dalam:
Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa Edisi 2. Surabaya: Airlangga University Press. Halaman
109-54.

Mood adalah suatu keadaan emosi yang menetap (misal, depresi, euforik,
elevasi, cemas, marah, iritabel) untuk jangka waktu tertentu. Afek adalah
keadaan emosi pasien saat ini, yaitu saat pewaewancara dapat mengamatinya.
Afek abnormal umumnya meliputi datar, tumpul, terbatas dan tidak serasi.
Perhatikan apakah ajek yang diamati konsisten dengan Mood yang
diekspresikan pasien dan sejalan dengan isi pikirannya. Bedakan suatu Monod
depresi dengan apatis yang disebabkan gangguan organik. Gangguan- gangguan
afektif umumnya banyak menunjukkan perubahan pada Monod, demikian juga
halnya gangguan psikotik, ansietas (misal. Panik) dan gangguan organik (misal,
penyalahgunaan obat).
Buku saku psikiatri edisi 6. David A Tomb. 2004. EGC
Gangguan Monod cukup sering ditemui (sekitar 3%-5% populasi pada satu saat
dalam kehidupannya pernah mengalami gangguan Mood), dan ditemui oleh
hampir semua spesialis kedokteran. Dua bentuk gangguan Mood yang dikenal
yaitu: depresi dan mania. Keduanya terjadi sebagai kelanjutan dari keadaan
normal ke bentuk yang jelas-jelas patologik pada beberapa pasien gejalagejalanya bisa menjadi bentuk psikotik.
DSM IV telah mendefinisikan beberapa gangguan Mood yang berbeda dalam hal
penampilan klinis, perjalanan penyakit, genetik dan respons pengobatan. Kondisi
ini dibedakan satu sama lain berdasarkan:
a. ada atau tidaknya mania (bipolar atau unipolar),
b. beratnya penyakit (mayor atau minor)
c. peran kondisi medis atau psikiatrik lainnya sebagai penyabab gangguan
(primer atau sekunder).

1. gangguan Monod mayor : depresi mayor dan/ atau tanda-tanda dan gejalagejala manik.
Gangguan Bipolar I (maki-depresi) mania pada masa lalu atau saat ini
(dengan atau tanpa adanya depresi atau riwayat depresi). Kadang-kadang
depresi mayor muncul.
Gangguan Bipolar II hipomania dan depresi mayor harus ada saat ini atau
pernah ada.
Gangguan depresi mayor depresi berat saja
2. gangguan Mood spesifik lainnya. Depresi minor dan/atau gejala-gejala dan
tanda-tanda manik
Gangguan distimik- depresi saja
Gangguam siklotimik gejala depresi dan hipomanik saat ini atau baru saja
berlalu (secara terus menerus selama 2 tahun)
3. gangguan Monod akibat kondisi medis umum dan gangguan Monod yang
diinduksi zat, bisa depresi, manik atau campuran. Ini adalah gangguan Mood
sekunder.
4. gangguan penyesuaian dengan Monod depresi, depresi yang disebabkan oleh
adanya stresor.
Gangguan emosi
Pasien psikosis akut dapat memperlihatkan berbagai emosi dan dapat berpindah
dari satu emosi ke emosi lain dalam jangka waktu singkat. Ada tiga afek dasar
yang sering (tetapi tidak patognomonik):
-

- Afek tumpul atau datar : ekspresi emosi pasien sangat sedikit bahkan
ketika afek tersebut seharusnya diekspresikan. Pasien tidak menunjukkan
kehangatan.
- afek tidak serasi. Afeknya mungkin kuat tetapi tidak sesuai dengan
pikiran dan pembicaraan pasien.
- afek labil. Dalam jangka waktu pendek terjadi perubahan afek yang jelas.

Buku saku psikiatri edisi 6. David A Tomb. 2004. EGC, helm 10-50

Anda mungkin juga menyukai