Anda di halaman 1dari 16

Sejalan dengan adanya peningkatan taraf

hidup masyarakat maka peningkatan kebutuhan


protein terutama yang berasal dari hewani juga
meningkat. Pada umumnya kebutuhan protein
hewani yang di konsumsi oleh masyarakat yang
berasal dari ternak-ternak konvensional seperti
sapi,kambing,domba,ayam,babi dan sebagainya.
Selain protein itu protein hewani juga dapat
diperoleh dari hewan atau satwa liar yang
terdapat di daerah sekitar tempat tinggal
penduduk yaitu rusa.

Jenis-jenis rusa dan penyebaranya di Indonesia


menurut Jacoeb dan Wiryosuhanto, 1994 yaitu
sebagai berikut:
Rusa ini merupakan hewan alami yang terdapat
di beberapa pulau di Indonesia seperti Maluku,
Timor, Jawa dan Sulawesi, Klasifikasi Ilmiah : Filum
Vertebrata, Sub Filum Chordata, Kelas Mammalia,
Ordo Artiodactyla, Familia Cervidae, Genus Cervus,
Species Cervus timorensis.

Pada umur dewasa, rusa ini mempunyai badan


yang besar, tungkainya panjang, berbulu panjang
dan lebat, berwarna hitam kecoklatan. Hidungnya
berwarna gelap, tebal, basah dan licin, serta
ekornya agak panjang.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan Animalia, Filum
Chordata, Kelas Mammalia, Ordo Artiodactyla,
Upaordo Ruminansia, Famili Carvidae, Upafamili
Cervinae, Genus Cervus, Spesies C.unicolor.

Pada anak rusa yang lahir terdapat totol-totol


putih dengan warna dasar coklat. Ekor berambut
sikat dengan warna coklat pada bagian atas dari
daerah pangkal ekornya dan warna putih pada
bagian bawah dan dari daerah ujung ekor.
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan Animalia, Filum
Chordata, Kelas Mammalia,Ordo Artiodactyla,
Upaordo Ruminantia, Famili Cervidae, Upafamili
Cervinae, Genus Axis,Spesies A.kuhlii.

Anak kijang terdapat totol-totol terang,


Kijang jantan bertanduk pendek dan keras,
sedangkan yang betina tidak bertanduk.
Penyebarannya merata di seluruh Kepulauan
Indonesia.
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan Animalia,
Filum Chordata, Kelas Mammalia, Ordo
Artiodactyla, Upaordo Ruminantia, Famili
Cervidae, Upafamili Muntiacinae, Genus
Muntiacus.

No

No SK Perizinan

Nama Penangkar

Lokasi

SK.821/IV.K-26/2010
8/26/2010

Drs. Moh. M. Bantilan, MM.

Desa
Kalangkangan,Kec.
Galang Kab. Tolitoli

SK.820/IV.K-26/2010
8/26/2010

H. Andi Amir Palattui

Desa Tavalo Kec.


Kasimbar Kab. Parimo

SK.1043/IV.K-26/2010
11/22/2010

Hermiati

Desa Lolu Kec.


Biromaru Kab. Sigi

SK.501/IV.K-26/2009
5/25/2009

Anwar Hafid

Desa Wosu Kec.


Bungku Barat Kab.
Morowali

SK.1217/IV.K-26/2005
12/17/2005

H. Amir Marewangi

Desa Sibia Kec.


Lampasio Kab. Toli toli

Rusa memerlukan makanan sebagai mana


halnya dengan hewan ruminansia, yaitu berupa
hijauan dan konsentrat yang banyak mengandung
protein dan karbohidrat.
Pakan rusa berupa rumput alam,semak,buahbuahan di hutan dan tumbuhan lain yang berada di
sekitarnya.

Daging rusa mempunyai tekstur lembut, dan


berwarna merah. Prosentase daging bersih yang
diperoleh dari berat karkas pada Rusa Jawa berkisar
60 -62%, yang diperoleh dari rusa jantan pada umur
13 - 15 bulan, dan berat karkas mencapai 40 - 55 kg.
Lemak dagingnya mencapai ketebalan 8 - 18 mm.
Ketebalan lemak daging ini tergantung dari jenis
makanan dan kualitasnya. Maka tidak heran jika
daging rusa sangat diminati oleh masyarakat terutama
menjelang idul fitri.

Harga daging rusa relatif cukup tinggi, di


Australia harga daging rusa mencapai $3,20 - $
4,0/kg karkas pada tahun 1996 (Woodford, 1998),
Saat ini daging rusa di pasaran berkisar antara 4550 ribu/kg.
Dari sisi kesehatan mengkonsumsi daging rusa
relatif aman, karena kandungan kolesterolnya yang
rendah yaitu sekitar 66 mg/100g daging. Oleh
karena itu ketertarikan konsumen untuk
mengkonsumsi daging rusa cukup beralasan karena
masyarakat ingin mencari daging merah selain
daging sapi dengan kandungan lemak dan
kolesterol rendah tetapi memiliki kandungan
protein yang tinggi.