Anda di halaman 1dari 10

RINGKASAN MATERI KULIAH

AKUNTANSI PERBANKAN DAN LPD


PERTEMUAN KE-2

OLEH : KELOMPOK 3
1.
2.
3.
4.

Dewa Ayu Anggi Pramiswari


Ni Kadek Ayu Rusmiani
Indah Putri Ambari`
Ni Made Mirayanti

(1315351053)
(1315351054)
(1315351077)
(1315351080)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
JURUSAN AKUNTANSI
2015

15
16
25
26

Indikator Pencapaian :
1. Memahami Akuntansi Unit Kliring dan Giro
Materi Pokok :
1. Akuntansi Unit Teller
2. Akuntansi Unit Giro

AKUNTANSI UNIT TELLER


Pengertian Teller
Teller merupakan karyawan atau petugas bank yang bertanggungjawab terhadap lalu lintas
uang tunai. Teller juga dapat diartiakan sebagai kuasa kas terbatas, karena dalam jumlah
uang tertentu teller dapat melakukan transakasi secara langsung. Maksud dan tujuan dari
adanya seorang teller yakni terbentuknya suatu hubungan pelayanan yang langsung, cepat,
dan aman antara petugas bank dengan para nasabahnya.
Variasi Jenis Teller
a. Corporate Teller
Corporate teller adalah teller yang hanya melaksanakan pembayaran kepada dan
menerima setoran dari nasabah perusahaan.
b. Individual Account Teller
Jenis teller ini adalah teller yang hanya melaksanakan pembayaran kepada dan
menerima setoran dari nasabah perorangan.
c. Non Cash Teller
Noncash teller merupakan teller yang hanya melaksanakan penerimaan setoran
nontunai.
d. Foreign Exchange Teller
Teller yang hanya melaksanakan pembayaran dan menerima setoran tunai valuta
asing.
e. Local Currency Teller
Teller yang melaksanakan pembayaran dan penerimaan setoran tunai dalam mata
uang negara setempat.
f.

Express Teller
Express teller merupakan teller yang hanya melaksanakan pembayaran tunai di
bawah nilai nominal tertentu. Dalam hal ini rekening giro nasabah secara otomatis
dianggap cukup untuk meliput cek yang bersangkutan

g. Mixed Transaction Teller


Teller yang melaksanakan segala macam jenis transaksi.
h. Special Teller
Teller yang hanya melaksanakan pembayaran dan penerimaan setoran dengan nilai
nominal yang sangat besar.

Kegiatan Teller
Merupakan peningkatan pelayanan dalam hal kecepatan pelayanan penerimaan atau
pembayaran uang tunas dengan memperhatikan unsur-unsur pengamanan. Dalam

pelaksanaannya, sistem teller ditunjang oleh "sistem manual" dan "sistem komputer" yang
menyebabkan pekerjaan teller semakin cepat karena beberapa informasi dapat disajikan
oleh komputer, sehingga beberapa jenis pekerjaan dapat dilakukan dalam waktu singkat,
sebelum melakukan transaksi dengan nasabah. Pekerjaan Teller meliputi:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Memeriksa identitas nasabah (petugas counter)


Meneliti keabsahan tanda tangan dan warkat (petugas specimen)
Mengesahkan tanda terima setoran dalam batas wewenangnya (pejabat kas)
Membayar dan menerima uang tunas (kasir)
Menerima setoran warkat bank sendiri dan warkat bank lain (petugas counter)
Mencatat penerimaan dan pengeluaran tunas dan nontunai.

Beberapa Contoh Akuntansi untuk Teller


a. Transaksi saat pembukaan cabang
Bank Bunga melakukan setoran modal awal sebesar Rp. 1.000.000.000.
Jurnal transaksinya :
Kas Rp. 1.000.000.000
Modal Bank Rp. 1.000.000.000
Analisis :
Transaksi

Perkiraan
Setoran Kas
Setoran modal awal
Modal Awal Modal

(+) / (-)
+
+

D/K
Debet
Kredit

b. Transaksi harian dan unit teller (setoran tunai nasabah)


1) Seorang nasabah melakukan setoran awal untuk pembukaan rekening giro secara
tunai Rp 3.000.000. Jurnal transaksinya :
Kas Rp. 3.000.000
Rekening giro nasabah Rp. 3.000.000
Analisis :
Transaksi

Perkiraan
Setoran Kas
Setoran tunai nasabah
Rekening Giro

(+) / (-)
+
+

D/K
Debet
Kredit

2) Seorang nasabah melakukan setoran awal untuk pembukaan rekening tabungan


secara tunai Rp 25.000.000. Jurnal transaksinya :
Kas Rp 25.000.000
Rekening tabungan nasabah Rp 25.000.000
Analisis :
Transaksi
Setoran Tunai
Nasabah

Perkiraan
Kas
Rekening Tab.

c. Penarikan tunai nasabah dalam rupiah

(+) / (-)
+
+

D/K
Debet
Kredit

1) Seorang nasabah melakukan penarikan tunai dari rekening tabungannya sebesar


Rp 15.000.000. Jurnal transaksinya :
Rekening tabungan Rp 15.000.000
Kas Rp 15.000.000
Analisis :
Transaksi
Setoran Tunai
Nasabah

Perkiraan
Rekening Tab.
Kas

(+) / (-)
-

D/K
Debet
Kredit

2) Pembelian BBM secara tunai sebesar Rp 150.000. Jurnal transaksinya :


Biaya BBM Rp 150.000
Kas kecil Rp 150.000
Analisis :
Transaksi
Pembelian BBM
secara tunai

Perkiraan
Biaya BBM
Kas Kecil

(+) / (-)
+
-

D/K
Debet
Kredit

AKUNTANSI UNIT GIRO


Pengertian Giro
Giro merupakan suatu sistem pembayaran yang diselenggarakan oleh kantor pos atau
sekelompok bank yang memungkinkan pembayaran-pembayaran yang terjadi antara
nasabahnya yang tidak menggunakan uang tunai melainkan dengan cara pemindahbukuan.
Atau simpanan dari pihak ketiga seperti bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap
saat dengan menggunakan cek surat perintah pembayaran lainnya. Giro merupakan salah
satu produk bank yang merupakan simpanan dana masyarakat pada bank dengan harga
yang murah dibandingkan dengan lainnya yang dimiliki oleh bank.
Menurut Undang-Undang RI No.10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UndangUndang No.7 Tahun 1992 Tentang Pokok-Pokok Perbankan, menyatakan bahwa giro adalah
simpanan yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dan penarikannya dapat
dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, sarana perintah pembayaran lainnya atau
dengan cara pemindahbukuan. Setiap rekening giro akan memperoleh nomor account,
dimana setiap terjadi transaksi terhadap rekening giro maka akan dicatat oleh petugas bank
dan setiap akhir bulan akan dilaporkan kepada nasabah giro dalam bentuk rekening Koran.
Pada rekening ini
diuraikan secara rinci mutasi-mutasi yang terjadi selama bulan laporan.
Alat-alat Pembayaran Giro dan Jasa Giro
1. Bilyet Giro (BG)
Surat pemindahbukuan dari penarik (nasabah) kepada bank untuk
memindahbukukan sejumlah dana tertentu kepada pihak yang identitasnya
tercantum di warkat pada bank tertentu atas beban rekening penarik. Selanjutnya
ada beberapa sifat bilyet giro yang perlu diperhatikan antara lain :
a. BG tidak dapat dibayar tunai, dan hanya dapat dilakukan melalui
pemindahbukuan
b. Pembayaran dapt dilakukan pada BG jatuh tempo
c. Masa berlaku warkat adalah 70 hari tanggal pembukuan. Bila tidak dicantumkan
tanggal pembukuan, maka tanggal efektif dapat dijadikan sebagai dasar
perhitungannya
d. BG dapat dibatalakan oleh penarik secara sepihak dengan catatan saldo
mencukupi. Pada saat BG jatuh tempo, BG tidak dapat dibatalkan apabila saldo
tidak cukup untuk menutupi nilai yang tercantum pada BG. Pembatalan BG
harus disertai dengan alasan pembatalan BG.

2. Cek
Cek adalah surat perintah pembayaran tidak bersyarat dari penarik kepada bank
untuk membayarkan sejumlah dana tertentu kepada pembawa atau pihak yang
identitasnya tercantum pada warkat, pada saat warkat ditunjukkan atas beban
rekening penarik. Ada beberapa hal sifat cek yang perlu diperhatikan:
a. Cek dapat dibayar tunai

b. Dapat dibayar setiap saat ditunjukkan


c. Masa berlaku cek adalah 70 hari sejak tanggal pembukuan
d. Cek tidak dapat dibatalkan oleh penarik kecuali disertai surat kepolisian yang
menyatakan cek tersebut hilang.
Setiap dana yang ditempatkan pada suatu bank, maka pihak bank akan memberikan
jasa kepada nasabah. Pemberian jasa atas penempatan dana giro dikenal dengan istilah
jasa giro yang tidak lain merupakan bunga yang diperoleh atas partisipasinya pada bank.
Penentuan jasa nasabah yang diberikan oleh bank terdiri dari 3 yaitu sebagai berikut:
a. Berdasarkan saldo harian atau lamanya dana mengendap
b. Berdasarkan saldo terndah
c. Berdasarkan saldo rata-rata
Secara umum untuk mengetahui perhitungan bunga/jasa giro basabah dapat digunakan
rumus sebagai berikut:
Jasa giro = Saldo Rate hari
Keterangan :
Jasa Giro : jasa giro yang diperhitungkan
Saldo : saldo nasabah
Rate : suku bunga/jasa giro dalam % per tahun
Hari : jumlah hari pengendapan saldo nasabah
Akuntansi untuk Transaksi Giro
Apabila seorang nasabah membuka rekening giro, maka nasabah akan dikenakan
biaya buku cek dan BG, pembukuan rekening giro dapat dilakukan dengan cara tunai, setor
kliring atau transfer dan amanat (RAK). Untuk pencatatan taransaksi secara tunai dilakukan
oleh petugas teller, sementra yang lainnya dilakukan oleh petugas giro. Untuk lebih jelas
pencatatan transaksi ke dalam jurnal dapat dilihat sebagai berikut :
a. Contoh transaksi pembukaan rekening giro dan penyetoran :
1) Setoran Tunai
Ny. Martha adalah calon nasabah Bank Mandiri ingin membuka rekening giro
pada Cabang Jakarta dengan melakukan setoran tunai sebagai setoran awal
rekening gironya sebesar Rp 200.000.000 dan biaya administrasi untuk buku cek
sebesar Rp 50.000. Berikut adalah jurnalnya :
Kas Rp. 200.050.000
Giro Ny. Martha Rp 200.000.000
Persediaan buku cek 50.000
2) Melalui Over Booking
Seorang nasabah ingin menbuka rekening giro sebesar Rp. 40.000.000 dana
tersebut berasal dari tabungannya pada Bank Asia. Jurnal transaksinya :
Rekening Tabungan Nasabah Rp. 40.000.000
Rekening Giro Nasabah Rp. 40.000.000

a) Pembukaan Rekening Giro Melalui Penyetoran Kliring


Seorang nasabah giro Bank Asia menyerahkan BG Bank Swadesi sebesar
Rp18.000.000 untuk disetor kerekening gironya. Hasil kliring berhasil. Jurnal
transaksinya :
BI- Giro Rp 18.000.000
Rekening Giro Nasabah Rp 18.000.000
b) Pembukaan Rekening Giro melalui Rekening Antar Kantor (RAK)
Seorang nasabah hendak membuka rekening giro pada Bank Asia cabang
Bali sebesar Rp. 100.000.000 dana tersebut diterima dari Bank Asia Cabang
Medan. Jurnal transaksinya :
Rekening Antar Kantor (RAK) Rp. 100.000.000
Rekening Giro nasabah Rp 100.000.000
b. Penarikan Rekening Giro
1) Penarikan Rekening Giro Melalui Over Booking
Nasabah Giro atas nama Tuan Arjuna melakukan penarikan cek dengan No. Cek
12.444.56 sebesar Rp. 87.000.000 dana tersebut disetor ke tabungan anaknya
pada bank yang sama. Jurnal Transaksinya :
Rekening Giro Nasabah Rp 87.000.000
Rekening Tabungan Nasabah Rp 87.000.000
2) Penarikan giro melalui RAK
Seorang nasabah Asia cabang Lampung melakukan penarikan dananya dengan
menerbitkan cek Rp 150.000.000 di Cabang Surabaya. Jurnal Transaksinya :
RAK Rp 150.000.000
Kas Rp 150.000.000
3) Pencadangan Jasa Giro
Pada setiap akhir bulan melakukan pencadangan jasa giro nasabah. Hal ini
dilakukan untuk memperkirakan hasil usaha yang akan diterima pada akhir bulan
atau akhir tahun. Bank Asia melakukan pencadangan jasa Giro nasabah untuk
periode September 2004 sebesar Rp 3.000.000.000. Jurnal Transaksinya :
BBL Jasa Giro Rp 3.000.000.000
KS Jasa Giro Rp 3.000.000.000
4) Riversing Jasa Giro Nasabah
Setiap pencadangan jasa giro yang dilakukan bank pada akhir bulan, maka setiap
awal bulan harus dinihilkan kembali. Hal ini karena pada setiap awal bulan
pembayaran jasa giro nasabah dilakukan secara riil. Bank Asia melakukan riversing
jasa giro nasabah pada awal bulan (tanggal 1 Maret 2010) sebesar Rp
350.000.000. Jurnal transaksinya :
KS Jasa Giro Rp. 350.000.000
BBL Jasa Giro Rp 350.000.000

5) Pembebanan Administrasi Bulanan


Setiap nasabah giro akan dikenakan biaya bulanan berupa biaya administrasi
bulanan. Setiap Bank dalam membebani biaya bulanan berbeda satu dengan yang
lain. Ada yang Rp 30.000 ada juga yang mencapai Rp 50.000. Seorang nasabah
giro Bank Asia dikenakan biaya administrasi Rp 40.000 untuk bulan Agustus 2010.
Jurnal Transaksinya :
Rekening Giro Nasabah Rp 40.000
POL Administrasi Giro Rp 40.000

DAFTAR PUSTAKA
-

http://unit3ekis.blogspot.co.id/2012/03/akuntansi-unit-teller_25.html
http://dokumen.tips/documents/akuntansi-unit-teller.html
http://frenkymay.blogspot.co.id/2010/06/akuntansi-sumber-dana-giro.html
http://joice92.blogspot.co.id/2012/12/akuntansi-giro.html