Anda di halaman 1dari 11

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. BULLYING
1. Pengertian Bully
Bullying menurut kamus Webster, bermakna penyiksaan atau pelecehan yang di
lakukan berulang-ulang terhadap orang yang lebih lemah. motif yang menjadikan
seseorang sebagai pelaku bullying sangat beragam. Namun adanya ketidak seimbangan
dalam

relasi kuasa menjadi motif yang utama sejiwa,(2008). Sedangkan menurut

Olweus,(1993). dalam siswati, ( 2009 ). Juga mengatakan hal yang serupa bahwa bullying
adalah perilaku negatif yang mengakibatkan seseorang dalam keadaan tidak nyaman
/terluka dan biasanya terjadi berulang-ulang.
Definisi dari tindakan bullying adalah menekan ,mengintimidasi yang di alami
korban bullying baik secara fisik maupun verbal, yang di lakukan secara berulang dan
terjadi ketidak seimbangan kekuasaan antara pelaku dan korban bullying field, ( 2007 ).
dalam komang, (2014 ).
Adilla, (2009). Mengemukakan bullying merupakan aktifitas sadar disengaja,dan
bertujuan untuk melukai menanamkan ketakutan melalui ancaman agresi lebih lanjut dan
menciptakan teror. Yang di dasari oleh ketidak seimbangan kekuatan, niat untuk
mencederai, ancaman agresi, lebih lanjut teror, akan terjadi jika penindasan meningkat
tanpa henti.
Dari uraian definisi di atas dapat disimpulkan bahwa tindakan bullying adalah
tindakan merusak hubungan relasi, mengintimidasi dengan verbal dan bisa kepada
kekerasan fisik dengan motif menanamkan ketakutan dan agresi. Secara berulang-ulang
sehingga mengakibatkan korban tak berdaya.Dalam hal ini korban menjadi target
bullying dari pelaku bullying untuk menunjukkan kekuasaan,dalam suat urelasi
pertemanan.

2. Jenis-jenis Bullying

Secara umum ada tiga jenisbullying menurut widayanti,( 2009 ).


a. Psikologis
tipe

ini

juga

tidak

kalah

menyakitkan

efeknya

langsung

menyerang

batinkorban,contohnyamemfitnah,menyebarkangosip, mempermalukan korban di


depan umum dan menolak si korban.
b. Verbal
jenis ini memang tidak melukai fisik tapi tetap saja menyakiti hati

misalnya

mengejek nama orang tua,mencemooh, menyindir kelemahan mental orang dsb.


c. Fisik
jenis ini menyerang langsung ke fisik korban dengan meninggalkan luka, atau bekas
lainnya. Contohnya memukul, menjewer, menampar, dsb
3. Penyebab kecenderungan perilaku Bullying
Menurut hasil penelitian (simbolon, 2012). penyebab kecenderungan bullying itu :
a. Perbedaan kelas (senioritas), ekonomi, agama, jender, etnisitas/rasisme
b. Tradisi senioritas yaitu pemahaman senioritas yang salah di artikan dan dijadikan
kesempatan atau alasan untuk membully junior.
c. Keluarga yang tidak rukun kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak, ketidak
mampuan sosial ekonomi merupakan penyebab tindakan sifat agresif.
d. Situasi sekolah yang tidak harmonis dan diskriminatif.
e. Karakter individu/kelompok seperti dendam iri hati, ingin populer di kalangan
temannya.
Simbolon, (2012 ). Menyebutkan Faktor penyebab terjadinya bullying yaitu faktor
internal dan eksternal.sebagai faktor internal adalah karakteristik kepribadian, kekerasan
yang di alami sebagai pengalaman masa lalu, sikap keluarga yang memanjakan anak
sehingga tidak membentuk kepribadian yang matang.
menyebabkan kekerasan adalah lingkungan dan budaya

faktor exsternal yang


perbedaan etnis, resistensi

terhadap tekanan kelompok, perbedaan keadaan fisik, masuk di sekolah yang baru, latar
belakang social ekonomi, pengalaman masa lalu.
4. Karakteristik Bullying
Menurut levianti, (2010). karakteristik bullying yaitu adanya Konformitas. Dalam
kamus psikologi diartikan sebagai kecenderungan indivdu untuk. memperbolehkan sikap

dan tingkah laku yang sudah berlaku atau di anut oleh lingkungan.di sekitarnya.
Kekompakan

dimulai dari rasa ketertarikan individu pada kelompok tertentu yang

mendorongnya untuk terus menjadi anggota kelompok

tersebut antara lain dengan

bertemu secara intens dan berperilaku selaras dengan perilaku anggota kelompok yang
lain.
a. Kesepakatan ditunjukkan dengan memiliki pendapat yang sama, baik karena percaya
pada kelompok ataupun karena takut mendapatkan tekanan. dari kelompok jika
memiliki pendapat yang berbeda.
b. Ketaatan. adalah perilaku patuh mengikuti putusan kelompok, meskipun individu
sebenarnya tidak menyetujuinya.
Tempat yang umum terjadinya bullying adalah di halaman sekolah, kamar mandi
sekolah, di warung atau kantin sekolah dan sepanjang jalan atau wilayah antara sekolah,
rumah dan kecenderungan mengikuti perilaku teman di sebut sebagai konformitas.
Individu melakukan konformitas agar tidak di musuhi temannya ia cenderung mengikuti
perilaku teman. meski berbeda dengan pendapatnya, supaya diterima sebagai bagian dari
kelompok. individu ingin memperoleh persetujuan atau menghindari cellaan dari
kelompok karena celaan memberi dampak signifikan pada perilaku komformitas, karena
pada dasarnya

manusia cenderung mengusahakan persetujuan dan menghindari

celaan.levianti, (2010).

5. Faktor internal bully


Faktor internal bully pada individu meliputi faktor biologis dan psikologis yang
termasuk faktor biologis adalah kondisi fisik yang sehat sedangkan faktor psikologis
yaitu masalah mental. yang diantaranya inteligensi/kecerdasandasar,kemauan,bakat, serta
konsentrasi. dwipayanti, (2014).
6. Faktor eksternal bully

Faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga,

lingkungan masyarakat,

lingkungan pergaulan anak,lingkungan sekolah yang mempunyai pengaruh perilaku


seorang siswa karena ciri khas dari remaja adalah meniru sesuatu yang dia sukai dan
mempunyai nilai dan kepercayaan dalam dirinyadwipayanti,( 2014).
7. Motifsiswa sekolah melakukakan bully.levianti,(2010).
a. Palaku melakukan bully karena : tradisi, balas dendam karena dia dulu diperlakukan
sama
b. Ingin menunjukkan kekuasaan , marah karena tidak diperlakukan sesuai dengan apa
yang dia harapkan
c. Mendapatkan kepuasan , iri hati
d. Karena tidak berperilaku sesuai kelompok walaupun

hal tersebut bertentangan

dengan individu
e. Karena perilaku yang dianggap tidak sopan dan memganggap inilah tradisi

8. Alasan siswa melakukan bullying widayanti,(2009).


a. Pengalaman masa lalu yang juga diperlakukan sama sehingga menimbulkan perasaan
ingin membalasnya
b. Adanya kekompakan dan tradisi dalam suatu kelompok yang harus di taati dan
diterima walaupun itu bertentangan dengan individu
c.

Perasaanberhak

menyangkut

keistimewaan

dan

hak

untuk

mengendalikan,mengatur,menaklukkan.

9. Komponen bullying
Ada 3 komponen dalam bullying menurut levianti, (2013). yaitu:
a. Pelaku yang percaya diri dimana pelaku mempunyai fisik kuat pelaku yang
menyukai agresi selalu merasa aman.
b. Pelaku yang cemas di mana pelaku merasa lemah dalam nilai akademiknya dan
kurang terkenal.
c. Pelaku yang mengincari korban dalam situasi tertentu.
Adanya Partisipan

Menyatakan bahwa bullying sangat tergantung pada orang di sekeliling yang


terlibat di dalamnya yang sering kali di sebut sebagai penonton yang tidak melakukan
apa-apa untuk menghentikan bullying atau menjadi aktif terlibat dalam mendukung
bullying.
Ada dua ciri korban
a. Korban yang pasif mempunyai sifat cemas dan kepercayaan diri yang rendah
b. Korban yang pro aktif mempunyai sifat yang lebih kuat secara fisik dan lebih aktif
di bandingkan korban yang pasif.

B. REMAJA
Ciri-ciri masa perkembangan remaja menurut Hurlock, ( 2010) adalah.
1. Masa mencari identitas
Pencarian identitas merupakan usaha remaja untuk mendapat kejelasan. Tentang
siapakah dirinya, bagaimana perannya dalam masyarakat dan akan menjadi apakah dia
kelak. Bila pada masa sebelumnya seorang anak sangat bergantung pada orang tua,maka
remaja belajar untuk melepaskan diri dari orang tua
2. Masa peralihan
Merupakan peralihan ke tahap perkembangan selanjutnya yaitu dari masa anak-anak
menuju dewasa. mereka juga mempelajari tingkah laku orang dewasa sebagai tingkah
laku sebelumnya.

3. Ambang masa dewasa


Remaja sering mendapat tuntunan dari orang-orang dewasa maupun dari diri sendiri
untuk menjadi dewasa, remaja tidak yakin akan kedewasaan mereka. Sehingga mereka
gelisah untuk memberi kesan bahwa mereka telah dewasa. mereka meniru-niru
penampilan orang dewasa dan berkonsentrasi pada tingkah laku orang dewasa, seperti
merokok dll.
4. Masa perubahan
Sejalan dengan perubahan yang cepat pada fisiknya sikap dan tingkah laku remaja
juga mengalami perubahan. Sexsualitas mereka mengalami kematangan, emosionalitas

mereka meningka, intelektual mengalami kemajuan, termasuk moralitas, perubahan


nilai-nilai, dan juga perubahan minat serta peran sosial.
5. Masa pertentangan
Remaja mengalami banyak konflik emotional, yang menimbulkan kebingungan pada
diri mereka sendiri maupun pada orang lain.misalnya, terhadap orang tua dan orangorang dewasa lain yang sikap mereka bertentangan. Pada satu sisi mereka ingin
melepaskan diri dari orang tua, tetapi pada sisi yang lain mereka merasa belum mampu
berdiri sendiri, dan ingin memperoleh rasa aman dirumah.
6. Masa kegelisahan
Emosi pada remaja meninggi. antara lain di sebabkan oleh perubahan fisik dan
hormonal juga karena harus menyesuaikan diri pada banyak hal. yang baru emosi dan
suasana hati mereka cepat berubah. Remaja juga mempunyai banyak keinginan yang
belum tentu dapat terpenuhi.hal ini menimbulkan kegelisahan yang baru.
7. Masa yang tidak realistic
Remaja sering kali idealis, mereka mempunya aspirasi yang tinggi terhadap dirinya
sendiri.terhadap keluarganya, terhadap teman-temannya. Remaja juga sering kali
berkhayal dan berfantasi. remaja putra sering berorientasi pada prestasi dan karier
sedangkan remaja putri pada romantika. semakin tinggi aspirasi mereka maka akan
semakain kecewa dan marah jika keinginan tersebut tidak terpenuhi.
8. Masa mencoba dan menjelajah
Remaja sering mencoba hal-hal baru. karena mereka melihat dari kacamata pada saat
masih ank-anak maka banyak hal baru yang mereka temukan. contohnya seperti
merokok, perilaku menyimpang. remaja juga ingin menyelidiki dan menjelajah
lingkungan yang lebih luas.

9. Aktifitas kelompok
Remaja cenderung menjalani dan mengisi hari-harinya dengan rekan sebaya yang
seumuran karena hal ini membuat mereka merasa nyaman. dan untuk menunjukkan
solidaritas mereka membentuk kelompok-kelompok yang sepaham dengannya mereka
juga mengadopsi perilaku teman agar dapat diterima oleh kelompok dan merasa takut
jika diotolak dalam pergaulan mereka menganut nilai-nilai yang berbeda tapi tetap

menjaga kekompakan.seperti remaja lainnya mereka juga menaruh minat dengan lawan
jenisnya untu berpacaran.
Remaja atau adolsens adalah periode perkembangan selama di mana individu
mengalami perubahan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, biasanya antara 1320 th. perry, (2010).
Menurut mappiare, (2009). dengan mengutip lengkap Elizabeth B.hurlock
menulis tentang rentang usia remaja :
a. Pubertas pra- adolsen: 10 th sampai 13 th
b. Massa remaja awal: 13 th sampai 17 th
c. Masa remaja akhir: 17 th sampai 21 th
d. Masa dewasa awal: 21 th sampai 40 th
Menurut setianingsih, (2009).masa remaja penuh dengan konflik batin dalam mencari
jati dirinya ingin menjadi apa kelak di hari berikutnya pada masa inilah remaja disebut
masa mencari identitas diri dan ingin menemukan figure idola yang ingin ditiru oleh
remaja pada periode inilah yang sulit ditempuh remaja karna ragu dan tidak percaya
diri. Sehingga remaja sering di katakana sebagai kelompok umur bermasalah
C. PROSES TERJADINYA PERILAKU BULLYING PADA REMAJA
Notoadmodjo, (2011). Menyebutkan perilaku manusia muncul karena adanya respon
yang muncul karena adanya stimulus dan rangsang dari luar hal inilah yang menjadi proses
terjadinya perilaku manusia secara kompleks dan beragam.
Perilaku manusia menurut Notoadmojo, (2011).
1. Mengamati. (pengamatan adalah objek dengan cara melihat, mendengar, meraba,
membau dan mengecap. Hal itu sendiri disebut sebagai modalitas pengamatan).
2. Perhatian.
a. Perhatian (distributive),yaitu dalam suatu saat perhatian dapat tertuju kepada
bermacam macam objek (sasaran).
b. Perhatian terpusat( konsentratif), adalah perhatian yang pada suatu saat hanya
tertuju kepada satu objek atau kepada sasaran yang sangat terbatas.
c. Perhatian di sengaja adalah perhatian yang timbul memang karena diusahakan
atau di sengaja.

Prinsipnya adalah makin banyak kesadaran yang menyertai sesuatu kegiatan atau
aktivitas maka makin intensif pula perhatian yang di berikan, dan makin sedikit kesadaran
yang menyertai suatu kegiatan atau aktifitas maka makin kecil perhatian yang diberikan.
Hal-hal yang mampu menarik perhatian antara lain:
1. Yang menarik perhatian adalah objek yang menonjol dari objek yang lain atau objek
yang keluar dari konteksnya. dalam kehidupan sehari-hari kita tahu bahwa

suatu

benda, perbuatan, pembicaraan, berita dan sebagainya yang aneh dan lain daripada
yang lain pasti akan mendapatkan perhatian khusus.
2. Pandangan dari segi subjek adalah hal yang dapat menarik perhatian seseorang yang
berhubungan dengan kebutuhan subjek, kegemaran subjek, pekerjaan subjek, sejarah
hidup dari subjek.
3. Motif atau motifasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang
mendorongnya untuk melakukakan perbuatan-perbuatan yang menimbulkan perilaku.
Jenis-jenis motifasi
Motif untuk Berprestasi
a. Yaitu dorongan yang ada pada setiap manusia untuk mencapai hasil kegiatannya
atau hasil kerjanya secara maksimal.
b. Motif berafiliasi
Yaitu manusia akan merasa bermakna dalam interaksinya dg manusia lain secara
sosial. dia mengupayakan untuk menjaga hubungan baik derngan

orang lain

supaya disenangi,diterima,dan bekerja sama dengan orang lain.


c. Motif berkuasa
Yaitu manusia mempunyai kecenderungan untuk mempengaruhi dan menguasai
orang lain seperti selalu ingin mendominasi pembicaraan-pembicaraan.dalam
pergaulan,aktif dalam menentukan atau mengambil keputusan, senang membantu
dan memberikan pendapat kepada pihak lain meskipun tidak dimintanya, senang
menjadi anggota suatu organisasi yang dapat mencerminkan latihan dan
sebagainya.
D. DAMPAK BULLY
Menurut(tumon,2014).Dampak
psikologisMisalnya:

bully

yaitu

munculnya

gangguan

1. Rasa cemas yang berlebihan.


cemas merupakan perasaan psikologis yang di hasilkan dari bullying jika hal
ini terjadi berulang-ulang maka akan menimbulkan stress dan depresi yang bisa
dilihat dari perilaku siswa sepaerti minder, menarik diri dalam pergaulan merasa
di kucilkan sehingga hal tersebut bisa mempengaruhi kondisi psikologis siswa
jika respon cemas mengarah pada prilaku maladaptive bisa menyebabkan siswa
menjadi depresi yang berkepanjangan dan beresiko untuk melakukan bunuh diri.
2.

Merasa ketakutan.
ketakutan merupakan perilaku negative yang mengakibatkan seseorang
dalam keadaan tidak nyaman atau terluka

dan biasanya terjadi

berkelanjutan. jika bullying fisik terjadi secara berulang-ulang dalam kurun


waktu yang lama hal ini menyebabkan siswa menjadi ketakutan dan depresi
3.

Depresi
Salah satu dampak bullying adalah depresi yaitu ketidak stabilan gejolak
perasaan karena mengalami intimidasi dari teman-teman di sekolah hal ini
membuat korban bully sulit untuk bergaul dengan teman dan sulit untuk
membina hubungan saling percaya hal ini menimbulkan gangguan psikologis
dan fisik seperti cemas,setress yang berlebihan, sakit kepala, diare, hingga
masalah kejiwaan bunuh diri.

4.

Penyesuaian sosial yang buruk


Korban bullyselalu mempunyai pengalaman selama di bully hal ini
berdampak juga dengan perilaku sosial dalam pergaulan sehari-hari yaitu
sulit untuk menyesuaikan diri pada lingkungan sosialnya sehari-hari yang
ditandai
Dengan ketidakstabilan gejolak perasaan,gambaran diri dan kebiasaan yang
tidak wajar.

5.

Prestasi akademiknya menurun


Prestasi belajar merupakan suatu hal yang penting untuk di capai oleh
siswa yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport siswa di harapkan
mencapai prestasi belajar yang baik sebagai bukti keberhasilan dalam belajar
namun tidak semua siswa mampu karena berbagai kendala yang

dihadapiterutama siswa korban bullying yang mempunyai gejala pusing,sulit


tidur, cemas yang berlebihan dan penyesuaian sosial yang buruk siswa
menjadi ketakutan untuk pergi ke sekolah dan susah untuk berkonsentrasi
dalam belajar hal inilah yang menyebabkan prestasi belajar siswa menurun.
6. Bunuh diri

Seseorang yang melakukan percobaan bunuh diri berusaha untuk


melarikan diri dari penderitaan jiwanya daripada harus menghadapi tekanantekanan dan intimidasi dari teman-temannya pelaku merasa tidak punya
harapan lagi,merasa putus asa dan mengalami tekanan kejiwaan yang luar
biasa. Korban bully bisa mengalami percobaan bunuh diri karena mengalami
intimidasi dan berbagai tekanan psikologis secara terus-menerus seperti
cemas yang berkepanjangan,depresi,penyesuaian sosial yang buruk tanpa ada
penyelesaian konflik psikis secara asertif.

Dampak negative yang disebutkan di atas menyebabkan pentingnya untuk


mengenali perilaku ini.Mengeksplorasi kejadian dan dampaknya akan dapat
memberikan informasi

mengenai orang-orang yang terlibat, tempat

terjadinya dan urutan dari perilaku yang terjadi dalam kejadian tersebut.
Informasi ini dapat di gunakan oleh pihak-pihak yang ingin melakukan
intervensi terhadap bullyindrawati, (2014).

E. KERANGKA TEORI

Faktor yang mempengaruhi perilaku bullying

Faktor eksternal
1. Masuk di sekolah yang
baru
2. Pola asuh orang tua
3. Pengalaman masa lalu
4. Perbedaan etnis
5. Perbedaan keadaan fisik

Faktor internal
1. Kekompakan
2. Mendapatkan tekanan dari
suatu kelompok
3. Patuh mengikuti putusan
kelompok meskipun
individu tidak menyetujuinya
4. Faktor fisik dan psikologis
5. Komformitas yaitu
kecenderungan individu
untuk memperbolehkan sikap
dan perilaku yang sudah di
anut lingkungan sekitar

Bullying

Sumber. Dwipayanti, (2014).