Anda di halaman 1dari 10

MODUL 5

ENERGI ALTERNATIF : FUEL CELL


Ginanjar Syahfia, Ghiyaats Muhammad, Glayn Rivans S, M. Iqbal Ibrahim, Raka Firman B
102123051, 10213021, 10213041, 10213014, 10213039
Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Email : ginanjar.syahfia@gmail.com
Asisten : Chandra Widyananda W / 10212076
Tanggal Praktikum : (2-11-2015)
Abstrak
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menentukan jumlah gas yang terbentuk dan efisiensi dari fuel
cell. . Fuel cell merupakan suatu alat yang dapat mengubah energi kimia dari bahan bakar menjadi energi
listrik searah. Jenis fuel cell yang digunakan pada percobaan adalah fuel cell jenis PEM (Proton Exchange
Membrane / Polymer Electrolyte Membrane). Hasil dari praktikum kali ini berupa data energi pada proses
charging dan discharging, energi, pada proses elektrolisis, energi pada reaksi fuel cell, jumlah gas yang
dihasilkan, serta efisiensi. Nilai dari masing masing energi dapat dilihat pada tabel 1, 2, 5, dan 6. Jumlah
mol yang dihasilkan dapat dilihat pada tabel 5 dan 6. Nilai dari efisiensi dapat dilihat pada tabel 7. Adapun
nilai tegangan dan arus pada percobaan charging dan discharging dapat dilihat pada lampiran.

Kata Kunci : Efisiensi, Elektrolisis, Energi Disosiasi, Jumlah Mol, PEM


I.

Pendahuluan

Terdapat dua tujuan dari praktikum


kali ini. Pertama, menentukan jumlah gas
yang terbentuk saat proses elektrolisis
pada fuel cell. Kedua, menentukan
efisiensi kerja dari fuel cell.
Fuel cell merupakan suatu alat yang
dapat mengubah energi kimia dari bahan
bakar menjadi energi listrik searah. Jenis
fuel cell yang digunakan pada percobaan
adalah fuel cell jenis PEM (Proton
Exchange
Membrane
/
Polymer
Electrolyte Membrane). Fuel cell jenis
PEM terdiri atas dua elektroda, membran
khusus (tidak bisa dilalui air, tetapi bisa
dilalui proton), dan bahan katalis (terbuat
dari Platina).
Untuk mendapatkan gas hidrogen dan
oksigen, dilakukan proses elektrolisis air.
Gas hidrogen yang dihasilkan dialirkan
menuju anoda, sedangkan gas oksigen
dialirkan menuju katoda. Pada anoda, gas
hidrogen akan dipecah menjadi proton dan
elektron. Proton akan dialirkan melalui
membran menuju katoda. Elektron akan
dialirkan melalui sumber tegangan menuju
katoda. Pada katoda, gas oksigen akan
bereaksi dengan proton dan elektron dari
anoda. Reaksi tersebut menghasilkan uap

air

dan

energi

listrik.

[1]

Gambar 1. Skema reaksi pada fuel cell


jenis PEM.[1]

II.

Metode Percobaan

Terdapat
dua
hipotesis
yang
digunakan pada praktikum kali ini.
Pertama, gas yang dihasilkan berada pada
keadaan RTP (Room Temperature and
Pressure), yaitu kondisi ruang dengan
temperatur 25O C dan tekanan 1 atm.
Kedua, Gas yang dihasilkan pada proses
elektrolisis akan memenuhi hubungan
perbandingan mol yang yang sesuai
dengan reaksi total.

Berikut
merupakan
langkah
penyusunan kit percobaan fuel cell. Isi
kedua silinder yang tersedia dengan
aquadest sehingga ketinggian aquadest
tepat pada skala yang disepakati (pada
percobaan, skala yang disepakati adalah
10 mL). Setelah kedua silinder terisi
dengan aquadest, masukkan kerucut ke
dalam silinder. Pastikan agar tidak ada
udara yang terkurung dalam silinder.
Pastikan juga lubang kecil pada kerucut
tidak tertutup oleh bagian dasar silinder.
Setelah silinder terpasang, atur ketinggian
aquadest pada silinder sehingga mencapai
skala 10 mL. Letakkan kedua silinder dan
fuel cell pada dudukan yang tersedia.
Pasang selang pendek pada bagian bawah
fuel cell. Buka selang pendek, kemudian
suntikkan aquadest pada selang pendek
bagian oksigen hingga setengah bagian
fuel cell. Tutup kembali selang pendek.
Pasangkan selang ppanjang pada ujung
kerucut dan bagian lain pada fuel cell.
Berikut
merupakan
langkah
percobaan pada praktikum fuel cell.
Sediakan
sumber
tegangan
DC.
Hubungkan jack yang tersedia ke fuel cell,
dalan keadaan sumber tegangan yang
belum diaktifkan. Pasang dua multimeter
pada fuel cell. Multimeter pertama diatur
agar menampilkan nilai tegangan yang
dihasilkan fuel cell, sedangkan multimeter
kedua diatur agar menampilkan nilai arus
pada fuel cell. Siapkan stopwatch, atur
pada skala 0 detik. Catat volume awal air
pada masing masing silinder. Aktifkan
sumber tegangan DC dan mulai
perhitungan waktu pada stopwatch. Catat
tegangan dan arus yang terukur setiap 5
detik selama 60 detik. Matikan baterai
setelah 60 detik berakhir. Ukur dan catat
perubahan volume air pada masing
masing silinder. Lepas jack sumber
tegangan dari fuel cell. Hubungkan fuel
cell dengan motor pada kit fuel cell. Catat
tegangan dan arus yang terukur setiap 3
detik sampai motor berhenti bergerak.
Ukur dan catat kembali volume air yang
terukur pada masing masing silinder.
Ulangi percobaan untuk waktu pengisian

daya fuel cell yang berbeda, yaitu 90


detik, 120 detik, 150 detik, dan 180 detik.

III. Data dan Pengolahan Data


Berikut merupakan kurva daya
terhadap waktu untuk proses charging
pada fuel cell, dengan selang waktu 60
detik, 90 detik, 120 detik, 150 detik, dan
180 detik. Data yang digunakan terdapat
pada lampiran, yaitu tabel 8 12.

Gambar 2. Grafik daya fuel cell terhadap


waktu, untuk proses charging selama 60 detik.

Gambar 3. Grafik daya fuel cell terhadap


waktu, untuk proses charging selama 90 detik.

Berikut merupakan kurva daya


terhadap waktu untuk proses discharging
pada fuel cell, dengan selang waktu 60
detik, 90 detik, 120 detik, 150 detik, dan
180 detik. Data yang digunakan terdapat
pada lampiran, yaitu tabel 13 17.

Gambar 4. Grafik daya fuel cell terhadap


waktu, untuk proses charging selama 120
detik.

Gambar 7. Grafik daya fuel cell terhadap


waktu, untuk proses discharging selama 60
detik.

Gambar 5. Grafik daya fuel cell terhadap


waktu, untuk proses charging selama 150
detik.

Gambar 8. Grafik daya fuel cell terhadap


waktu, untuk proses discharging selama 90
detik.

Gambar 6. Grafik daya fuel cell terhadap


waktu, untuk proses charging selama 180
detik.

Untuk mendapatkan besar daya pada


proses charging dan discarging dari fuel
cell, digunakan persamaan
( )
Variabel V dan I berturut turut
menyatakan tegangan dan kuat arus yang
terukur.

Gambar 9. Grafik daya fuel cell terhadap


waktu, untuk proses discharging selama 120
detik.

Untuk menentukan energi dari proses


charging dan discharging, digunakan
persamaan regresi linear dari data. Setelah
itu, persamaan regresi diintegralkan
terhadap waktu. Persamaan regresi
berbentuk
( )
Variabel y mewakili daya, sedangkan
variabel x mewakili waktu.
Energi yang dihasilkan pada proses
charging dan discharging ditentukan oleh
persamaan

Gambar 10. Grafik daya fuel cell terhadap


waktu, untuk proses discharging selama 150
detik.

( )

Berikut merupakan tabel yang memuat


koefisien pada persamaan regresi dan
energi fuel cell.
Tabel 1. Tabel koefisien persamaan regresi
dan energi pada percobaan charging pada
fuel cell.

t
(detik)
60
90

Gambar 11. Grafik daya fuel cell terhadap


waktu, untuk proses discharging selama 180
detik.

120
150
180

-0.001182
0.00044512
-0.0003257
-0.0002113
-0.00018

0.1589

E1
(Joule)
9.3217

0.1719

12.8143

0.17
0.1599
0.1589

17.2090
20.8110
24.8938

Tabel 2. Koefisien persamaan regresi dan


energi pada percobaan discharging pada fuel
cell.

t (detik)
60
90
120
150
180

a
-0.00648
-0.008223
-0.007296
-0.005069
-0.002515

b
E4 (Joule)
0.1379
1.0479
0.138
0.7679
0.1437
0.9364
0.1282
1.246
0.1066
1.7578

Berikut merupakan data volume gas yang


terbentuk pada proses charging dan
discharging pada fuel cell.
Tabel 3. Data volume yang terukur pada
percobaan charging fuel cell.

t
(deti
k)

Vi
O2
(m
L)

Vi
H2
(m
L)

60

10

10

90

10

10

120

10

10

150

10.
6

180

11

10.
5
10.
8

Vf
O2
(m
L)
10.
4
10.
2
10.
6
11.
2
11.
6

Vf
H2
(m
L)
10.
2
10.
1
11.
6
11.
3

V
O2
(m
L)

V
H2
(m
L)

0.4

0.2

0.2

0.1

0.6

1.6

0.6

0.8

11

0.6

0.2

Tabel 4. Data volume yang terukur pada


percobaan discharging fuel cell.

t
(deti
k)
60
90
120
150
180

Vi
O2
(m
L)
10.
4
10.
2
10.
6
11.
2
11.
6

Vi
H2
(m
L)
10.
2
10.
1
11.
6
11.
3
11

Berikut merupakan grafik jumlah gas yang


terbentuk pada waktu tertentu.

Grafik 12. Grafik jumlah gas yang terbentuk


pada percobaan fuel cell.

Jumlah mol gas n dapat dotentukan


melalui persamaan
( )
Faktor 22.4 muncul sebagai akibat dari
keadaan RTP (Room Tempeature and
Pressure).
Efisiensi dari reaksi elektrolisis air dapat
dituliskan melalui persamaan
*

(
*

)+
(
(
)+

)
( )

Vf
O2
(m
L)

Vf
H2
(m
L)

V
O2
(m
L)

V
H2
(m
L)

Efisiensi dari reaksi fuel cell dapat


ditentukan melalui persamaan

10

10

0.4

0.2

)
)+
)+

10

10

10.
6

10.
5
10.
88

11
10.
8

10

0.2

0.1

1.1

0.2

0.5

0.8

Pada persamaan (5) dan


beberapa keterangan, yaitu:
n = jumlah mol zat
E(O-H) = energi disosiasi
kJ/mol
E(O=O) = energi disosiasi
kJ/mol
E(H-H) = energi disosiasi
kJ/mol[2]

(
(
( )
(6), berlaku

O-H = 428
O=O = 498
H-H = 436

Berikut merupakan data efisiensi dari setia


proses pada percobaan fuel cell.
Berikut merupakan data dari jumlah mol
gas yang terbentuk pada masing masing
elektroda, serta energi potensial reaksinya.
Tabel 5. Data jumlah mol dari gas yang
terbentuk pada percobaan charging fuel cell.

n O2
(mol)

n H2
(mol)

n H2O
(mol)

1.64E-05

8.18E-06

8.18E-06

8.18E-06

4.09E-06

4.09E-06

2.45E-05

6.54E-05

1.23E-05

2.45E-05

3.27E-05

1.23E-05

2.45E-05

8.18E-06

8.18E-06

E2
(KJ)
0.0013
0.0006
0.0483
0.0197
0.0053

Tabel 6. Data jumlah mol dari gas yang


terbentuk pada percobaan discharging fuel
cell.

n O2
(mol)
1.64E-05
8.18E-06
0
8.18E-06
3.27E-05

n H2
(mol)
8.18E-06
4.09E-06
4.5E-05
2.04E-05
4.09E-05

n H2O
(mol)
8.18E-06
4.09E-06
0
4.09E-06
1.64E-05

( )

( )

t (s)
60
90
120
150
180

1
-0.137
-0.050
-2.805
-0.949
-0.215

2
-1
-1
-0.813
-0.755
-4.477

3
1.218
0.831
41.89
13.25
13.63

4
0.112
0.06
0.054
0.054
0.071

IV. Pembahasan
Jumlah mol dari gas yang terbentuk
dapat dilihat pada tabel 5. Sedangkan
jumlah mol yang tersisa dapat dilihat pada
tabel 6.
Nilai dari efisiensi pembentukan gas
gas hidrogen dan oksigen terdapat pada
tabel 7, melalui parameter E1. Begitu pula
dengan nilai dari efisiensi konversi gas
menjadi listrik, melalui parameter E3.

E3 (KJ)
0.00128
0.00064
0.03923
0.0149
0.02395

Efisiensi fuel cell dapat ditentukan melalui


persamaan
( )

Tabel 7. Nilai efisiensi pada percobaan fuel cell.

Sebelum memulai percobaan, bagian


membran pada fuel cell harus dibuat
lembab. Pemberian kelembaban pada fuel
cell
bertujuan
untuk
menjaga
konduktifitas fuel cell. Kurangnya
kelembaban pada fuel cell akan
mengurangi konduktifitas dari fuel cell.
Hal ini akan mengakibatkan sebagian
energi listrik diubah menjadi panas.
Kondisi fuel cell yang terlalu kering akan
mengakibatkan proton dari anoda tidak
akan bisa dilewatkan menuju katoda. [3]
Ketika motor penggerak dinyalakan,
terdapat sisa gas pada salah satu kerucut.
Hal ini disebabkan reaksi pembentukan air
yang tidak memenuhi perbandingan mol
2:1 antara gas hidrogen dan gas oksigen.
Perubahan air menjadi gas hidrogen
dan gas oksigen pada proses elektrolisis
terjadi bagian anoda dan katoda[4]. Pada
anoda, air mengalami proses oksidasi,
memenuhi reaksi

Sedangkan pada bagian katoda, air


mengalami reduksi, sehingga mengalami
reaksi

Untuk mendapatkan gas hidrogen dan


oksigen, dilakukan proses elektrolisis air.
Gas hidrogen yang dihasilkan dialirkan
menuju anoda, sedangkan gas oksigen
dialirkan menuju katoda. Pada anoda, gas
hidrogen akan dipecah menjadi proton dan
elektron. Proton akan dialirkan melalui
membran menuju katoda. Elektron akan
dialirkan melalui sumber tegangan menuju
katoda. Pada katoda, gas oksigen akan
bereaksi dengan proton dan elektron dari
anoda. Reaksi tersebut menghasilkan uap
air dan energi listrik. [1]
Laju pembentukan gas pada masing
masing elektroda dipengaruhi oleh
beberapa faktor. Pertama, besar tegangan
yang diberikan pada elektroda. Kedua,
temperatur air yang digunakan pada fuel
cell. Ketiga, jenis katalis yang digunakan
pada fuel cell.
Berikut beberapa asumsi yang
digunakan pada percobaan. Pertama, air
yang digunakan tidak mengandung
senyawa pengotor. Kedua, jumlah gas
yang
terbentuk
akan
mengikuti
perbandingan mol pada reaksi total
hidrolisis air. Ketiga, kondisi tekanan dan
temperatur pada percobaan mengikuti
kondisi RTP.
V.

Jumlah gas yang dihasilkan


pada percobaan dapat dilihat
pada tabel .
Nilai efisiensi dari percobaan
terdapat pada tabel .
Perbandingan jumlah mol
dari gas yang dihasilkan tidak
mengikuti
perbandingan
jumlah mol pada reaksi total.

VI. Referensi

Barbir, F. 2005. "PEM Fuel Cells,


Theory and Practice", Elsevier
Inc.

[2]

Bond Dissociation Energies.


Properties
of
Atoms,
Radicals,
and
Bonds.
https://labs.chem.ucsb.edu/zakaria
n/armen/11--bonddissociationenergy.pdf
(diakses pada 4 November 2015)

[3]

Why is Humidity / Moisture


Control Important in a Fuel Cell
?.
Fuel
Cells
Etc,
http://fuelcellsetc.com/2012/07/w
hy-is-humidity-moisture-controlimportant-in-a-fuel-cell/ (diakses
pada 6 November 2015)

[4]

Electrolysis of Water Using an


Electrical
Circuit.
The
Departement of Chemistry at the
University
of
Illinois.
http://www.chem.uiuc.edu/clcweb
site/elec.html (diakses pada 6
November 2015)

VII.

Lampiran

Berikut merupakan data untuk kurva


daya terhadap waktu untuk proses
charging pada fuel cell, dengan selang
waktu 60 detik, 90 detik, 120 detik, 150
detik, dan 180 detik.

Simpulan

[1]

Tabel 8. Data tegangan, kuat arus, dan daya pada


percobaan charging fuel cell, dengan durasi 60
detik.

t (s)
5
10
15
20
25

V (Volt)
1.4879
1.512
1.6189
1.6198
1.6216

I (A)
0.1605
0.1345
0.1081
0.1033
0.1011

P (Watt)
0.23880795
0.203364
0.17500309
0.16732534
0.16394376

30
35
40
45
50
55
60

1.6246
1.6276
1.6299
1.6313
1.6325
1.6334
1.6344

0.0998
0.0974
0.0958
0.0946
0.0934
0.0928
0.0919

0.16213508
0.15852824
0.15614442
0.15432098
0.1524755
0.15157952
0.15020136

Tabel 9. Data tegangan, kuat arus, dan daya pada


percobaan charging fuel cell, dengan durasi 90
detik.

t (s)
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80
85
90

V (Volt)
1.5863
1.6184
1.6227
1.6256
1.6268
1.6278
1.6286
1.6293
1.6298
1.6305
1.6309
1.6315
1.6319
1.6312
1.6316
1.632
1.6325
1.6328

I (A)
0.1234
0.1062
0.1003
0.0971
0.0948
0.0931
0.0915
0.0908
0.0899
0.0892
0.0887
0.088
0.0876
0.0862
0.086
0.0858
0.0855
0.0852

P (Watt)
0.195749
0.171874
0.162757
0.157846
0.154221
0.151548
0.149017
0.14794
0.146519
0.145441
0.144661
0.143572
0.142954
0.140609
0.140318
0.140026
0.139579
0.139115

Tabel 10. Data tegangan, kuat arus, dan daya


pada percobaan charging fuel cell, dengan durasi
120 detik.

t (s)
5
10
15
20
25
30
35

V (Volt)
1.6411
1.6315
1.6309
1.6313
1.6318
1.6325
1.6331

I (A)
0.1204
0.108
0.1022
0.0987
0.096
0.0941
0.0932

P (Watt)
0.197588
0.176202
0.166678
0.161009
0.156653
0.153618
0.152205

40
45
50
55
60
65
70
75
80
85
90
95
100
105
110
115
120

1.6337
1.6339
1.6342
1.6344
1.6349
1.6346
1.6351
1.6355
1.6358
1.6361
1.6364
1.6368
1.6369
1.6371
1.6362
1.6368
1.6368

0.0919
0.0908
0.0901
0.0895
0.0884
0.0879
0.0876
0.0872
0.0869
0.0867
0.0865
0.0863
0.086
0.0858
0.0849
0.0847
0.0832

0.150137
0.148358
0.147241
0.146279
0.144525
0.143681
0.143235
0.142616
0.142151
0.14185
0.141549
0.141256
0.140773
0.140463
0.138913
0.138637
0.136182

Tabel 11. Data tegangan, kuat arus, dan daya


pada percobaan charging fuel cell, dengan durasi
150 detik.

t (s)
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80
85
90

V (Volt)
1.5732
1.645
1.651
1.6509
1.65
1.649
1.6484
1.648
1.6476
1.6472
1.6469
1.6466
1.6464
1.6461
1.6459
1.6457
1.6455
1.6455

I (A)
0.1278
0.099
0.0951
0.0926
0.091
0.0899
0.0889
0.0881
0.0875
0.0869
0.0864
0.086
0.0856
0.0852
0.0848
0.0846
0.0843
0.084

P (Watt)
0.2010549
0.1628550
0.1570101
0.1528733
0.1501500
0.1482451
0.1465427
0.1451888
0.1441650
0.1431416
0.1422921
0.1416076
0.1409318
0.1402477
0.1395723
0.1392262
0.1387156
0.1382220

95
100
105
110
115
120
125
130
135
140
145
150

1.6453
1.6452
1.645
1.6449
1.6448
1.6447
1.6447
1.6446
1.6445
1.6444
1.6444
1.6444

0.0837
0.0835
0.0834
0.0831
0.0829
0.0828
0.0826
0.0824
0.0823
0.0821
0.0819
0.0818

0.1377116
0.1373742
0.1371930
0.1366911
0.1363539
0.1361811
0.1358522
0.1355150
0.1353423
0.1350052
0.1346763
0.1345119

125
130
135
140
145
150
155
160
165
170
175
180

Tabel 12. Data tegangan, kuat arus, dan daya


pada percobaan charging fuel cell, dengan durasi
180 detik.

t (s)
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80
85
90
95
100
105
110
115
120

V (Volt)
1.5876
1.6551
1.6599
1.6593
1.6584
1.6573
1.6565
1.6557
1.655
1.6544
1.654
1.6535
1.6532
1.6528
1.6524
1.6522
1.6519
1.6516
1.6513
1.6511
1.6509
1.6507
1.6505
1.6503

I (A)
0.1311
0.0993
0.0946
0.0925
0.0911
0.0899
0.0889
0.0882
0.0874
0.0868
0.0863
0.0859
0.0854
0.085
0.0846
0.0844
0.0841
0.0838
0.0835
0.0832
0.083
0.0828
0.0826
0.0825

P (Watt)
0.208134
0.164351
0.157027
0.153485
0.15108
0.148991
0.147263
0.146033
0.144647
0.143602
0.14274
0.142036
0.141183
0.140488
0.139793
0.139446
0.138925
0.138404
0.137884
0.137372
0.137025
0.136678
0.136331
0.13615

1.65
1.6499
1.6497
1.6498
1.6497
1.6496
1.6495
1.6492
1.6492
1.6492
1.6492
1.6492

0.0821
0.0819
0.0817
0.0816
0.0816
0.0815
0.0814
0.0812
0.081
0.0809
0.0809
0.0807

0.135465
0.135127
0.13478
0.134624
0.134616
0.134442
0.134269
0.133915
0.133585
0.13342
0.13342
0.13309

Berikut merupakan data untuk kurva


daya terhadap waktu untuk proses
discharging pada fuel cell, dengan selang
waktu 60 detik, 90 detik, 120 detik, 150
detik, dan 180 detik.
Tabel 13. Data tegangan, kuat arus, dan daya
pada percobaan charging fuel cell, dengan durasi
60 detik.

t (s)
3
6
9
12
15
18

V
(Volt)
0.7441
0.5044
0.4195
0.3961
0.3473
0.1813

I (A)

P (Watt)

0.1832
0.1672
0.1556
0.1547
0.1452
0.118

0.13631912
0.08433568
0.0652742
0.06127667
0.05042796
0.0213934

Tabel 14. Data tegangan, kuat arus, dan daya


pada percobaan charging fuel cell, dengan durasi
90 detik.

t
(s)
3
6
9
12
15

V
(Volt)
0.645
0.4728
0.3988
0.3311
0.0942

I (A)

P (Watt)

0.1865
0.1631
0.1572
0.1481
0.1166

0.1202925
0.07711368
0.06269136
0.04903591
0.01098372

Tabel 15. Data tegangan, kuat arus, dan daya


pada percobaan charging fuel cell, dengan durasi
120 detik.

t
(s)
3
6
9
12
15

V
(Volt)
0.7367
0.4974
0.4165
0.3756
0.371

I (A)

P (Watt)

0.1896
0.1686
0.1598
0.1477
0.1198

0.139678
0.083862
0.066557
0.055476
0.044446

Tabel 16. Data tegangan, kuat arus, dan daya


pada percobaan charging fuel cell, dengan durasi
150 detik.

t
(s)
3
6
9
12
15
18

V
(Volt)
0.7741
0.5537
0.4278
0.389
0.3682
0.367

I (A)

P (Watt)

0.173
0.1545
0.1618
0.1427
0.1567
0.1267

0.1339193
0.08554665
0.06921804
0.0555103
0.05769694
0.0464989

Tabel 17. Data tegangan, kuat arus, dan daya


pada percobaan charging fuel cell, dengan durasi
180 detik.

t
(s)
3
6
9
12
15
18
21
24
27
30

V
(Volt)
0.7033
0.4787
0.4207
0.4127
0.408
0.3952
0.3787
0.3512
0.3018
0.1913

I (A)

P (Watt)

0.1779
0.1614
0.1617
0.1587
0.1577
0.1562
0.1507
0.1521
0.1449
0.1259

0.12511707
0.07726218
0.06802719
0.06549549
0.0643416
0.06173024
0.05707009
0.05341752
0.04373082
0.02408467