Anda di halaman 1dari 13

KERUKUNAN DAN TANGGUNG

JAWAB ANTAR UMAT BERAGAMA


KELOMPOK 5
Nurhidayah Hafid
Ratna Susanti
Lisdayanti
Nining Setia Rahayu
Ufra Raus
Niken Ayu
Padilah Rahma
Arnindi Fransinan Meiyske T
Sukmawati

A. Konsep Dasar Kerukunan

Antar Umat Beragama

Kerukunan antar umat beragama adalah suatu


bentuk sosialisasi yang damai dan tercipta berkat
adanya toleransi agama. Toleransi beragama dalam
islam ditegakkan atas dasar kemerdekaan beragama
serta persamaan dan keadilan. Rasulullah saw, telah
meletakkan toleransi beragama sebagai salah satu
prinsip dari Negara islam yang di dirikan setelah
hijrah ke Madinah. Tiga agama besar saat itu meliputi
yahudi, nasrani, dan majusi telah mendapatkan
pengakuan hak-haknya berkaitan dengan kebebasan
beragama pemerintah islam saat itu sebagaiman di
jelaskan dalam al-quran surah Al-Kafirun : 1-6

Artinya:
Katakanlah ( Muhammad ), Wahai orang-orang
kafir!
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu
sembah,
Dan kamu bukan penyembah apa yang aku
sembah,
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa
yang kamu sembah,
Dan kamu tidak pernah ( pula ) menjadi
penyembah apa yang aku sembah.
Untuk mu agamamu, dan untuk ku agamaku.

Kerukunan merupakan kebutuhan bersama yang


tidak dapat dihindarkan di Tengah perbedaan.
Perbedaan yang ada bukan merupakan penghalang
untuk hidup rukun dan berdampingan dalam bingkai
persaudaraan dan persatuan
Agama hanya salah satu faktor dari kehidupan
manusia.
Mungkin faktor yang paling penting dan mendasar
karena memberikan sebuah arti dan tujuan hidup.
Tetapi sekarang kita mengetahui bahwa untuk
mengerti lebih dalam tentang agama perlu segi-segi
lainnya, termasuk ilmu pengetahuan dan juga filsafat.
Yang paling mungkin adalah mendapatkan pengertian
yang mendasar dari agama-agama. Jadi, keterbukaan
satu agama terhadap agama lain sangat penting.

Jika kita masih mempunyai pandangan yang


fanatik, bahwa hanya agama kita sendiri saja yang
paling benar, maka itu menjadi penghalang yang
paling berat dalam usaha memberikan sesuatu
pandangan yang optimis.
Di masa lampau, kita berusaha menutup diri dari
tradisi agama lain dan menganggap agama selain
agama kita sebagai lawan yang sesat serta penuh
kecurigaan terhadap berbagai aktivitas agama
lain, maka sekarang kita lebih mengedepankan
sikap keterbukaan dan saling menghargai satu
sama lain.Dalam Al-Qur an Surat Al-Baqarah 256
Allah berfirman : yang artinya

Tidak ada paksaan untuk (memasuki)


agama (Islam); Sesungguhnya telah
jelas jalan yang benar daripada jalan
yang sesat. karena itu Barangsiapa
yang ingkar kepadaThaghut[*] dan
beriman kepada Allah, Maka
Sesungguhnya ia telah berpegang
kepada buhul tali yang Amat kuat
yang tidak akan putus. dan Allah
Maha mendengar lagi Maha
Mengetahui.

B. Kendala Yang Dihadapi Masyarakat Saat Ini

Pada umumnya kendala masyarakat saat ini


yang terkait tentang permaslahan agama yaitu;
1.Kurangnya rasa saling menghargai/toleransi
antar umat beragama
Menurut Dr. Ali Masrur, M.Ag, salah satu
masalah dalam komunikasi antar agama
sekarang ini, khususnya di Indonesia, adalah
munculnya sikap toleransi malas-malasan
sebagaimana diungkapkan P. Knitter

2. Kepentingan Politik
Faktor ini terkadang menjadi faktor penting sebagai
kendala dalam mncapai tujuan sebuah kerukunan anta
umat beragama khususnya di Indonesia, jika bukan
yang paling penting di antara faktor-faktor lainnya
3. SikapFanatisme
Di kalangan Islam, pemahaman agama secara
eksklusif juga ada dan berkembang. Bahkan akhir-akhir
ini, di Indonesia telah tumbuh dan berkembang
pemahaman keagamaan yang dapat dikategorikan
sebagai Islam radikal dan fundamentalis, yakni
pemahaman keagamaan yang menekankan praktik
keagamaan tanpa melihat bagaimana sebuah ajaran
agama seharusnya diadaptasikan dengan situasi dan
kondisi masyarakat

C. Solusi Masalah Kerukunan

Antar Umat Beragama

1. Dialog antar pemeluk agama


Salah satu bagian dari kerukunan antar umat beragama
adalah perlu dilakukannya dialog antar agama. Dialog antar
agama adalah pertemuan hati dan pikiran antar pemeluk
berbagai agama yang bertujuan mmencapai kebenaran dan
kerjasama dalam masalah-masalah yang dihadapi bersama.
2. Bersikap Optimis
Walaupun berbagai hambatan menghadang jalan kita untuk
menuju sikap terbuka, saling pengertian dan saling
menghargai antaragama, saya kira kita tidak perlu bersikap
pesimis. Sebaliknya, kita perlu dan seharusnya
mengembangkan optimisme dalam menghadapi dan
menyongsong masa depan.

KESIMPULAN

Dari pembahasan dalam makalah ini, dapat disimpulkan


bahwa kerukunan umat bragama yaitu hubungan sesama
umat beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling
pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam
kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama
dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. berbagai
macam bahasan mengenai kerukunan antar umat beragama,
yaitu : Kendala-kendala yang dihadapi dalam mencapai
kerukunan umat beragama di Indonesia ada beberapa sebab,
antara lain; rendahnya sikap toleransi, kepentingan politik dan
sikap fanatisme. Adapun solusi untuk menghadapinya, adalah
dengan melakukan dialog antar pemeluk agama dan
menanamkan sikap optimis terhadap tujuan untuk mencapai
kerukunan antar umat beragama.

SARAN
Sudah saatnya bukan perbedaan lagi yang
kita cari atau yang kita bicarakan, tapi
persamaanlah yang seharusnya kita cari
karena dari persamaanlah hidup ini akan
saling menghargai, menghormati dan
selaras. Lewat persamaan kita bisa jalin
persaudaraan dan mempererat tali
silahturahi, denga begitu aka tercpta
kerukunan dengan sendirinya.