Anda di halaman 1dari 8

NAMA

:DIAZ RATNA DEWY

KELAS

: 3EA32

NPM : 12213413

1. Segmentasi pasar dan demografi!


SEGMENTASI PASAR

Pengertian segmentasi pasar


Segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar menjadi kelompok-kelompok
konsumen yang homogen, dimana tiap kelompok (bagian) dapat dpilih sebagai pasar
yang dituju (ditargetkan) untuk pemasaran suatu produk. Agar segmentasi pasar atau
pengelompokkan pasar dapat berjalan dengan efektif maka harus memenuhi syaratsyarat

pengelompokkan

pasar

sebagai

berikut

1. Measurability, yaitu ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur
atau

dapat

didekati.

2. Accessibility, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dapat secara efektif


memusatkan (mengarahkan) usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup
menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup
menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.

Pembagian segmen pasar:


1. Segmentasi pasar konsumen
Yaitu membentuk segmen pasar dengan menggunakan ciri-ciri konsumen
(consumer characteristic), kemudian perusahaan akan menelaah apakah segmensegmen konsumen ini menunjukkan kebutuhan atau tanggapan produk yang
berbeda.
2. Segmentasi pasar bisnis

Yaitu membentuk segmen pasar dengan memperhatikan tanggapan


konsumen (consumer responses) terhadap manfaat yang dicari, waktu
penggunaan, daan merek.
3. Segmentasi pasar yang efektif (Fandy Ciptono, 2001)
o Dapat diukur (measurable), ukuran, daya beli, profil segmen;
o Besar segmen (subtantial): cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani
o Dapat dijangkau (accessible): dapat dijangkau dan dilayani secara efektif;
o Dapat dibedakan (differentiable): secara konseptual dapat dipisahkan dan
memberi tanggapan yang berbeda terhadap elemen dan program bauran;
o Dapat diambil tindakan (actionable): program yang efektif dapat dirumuskan
untuk menarik dan melayani segmen tersebut.

Manfaat dan Kelemahan Segmentasi


Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar
pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan
pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai
motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih
penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan
kompetitif

(Porter,

1991).

Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:


1. Perusahaan

akan

dapat

mendeteksi

secara

dini

dan

tepat

mengenai

kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.


2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.

4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi
segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau
periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat,
namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahankelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih
pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan
macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak
menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme
sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi


Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan
konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat
homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau
pelayanan

yang

berbeda.

Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang
terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Variabel-Variabel SegmentasI
Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang
dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan

dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin
keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang
memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabelvariabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu
dipelajari.
Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel
segmentasi sebagai berikut:
1. Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda,
seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi
dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana
produk ini harus dipasarkan.
2. Segmentasi Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa
produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat
berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus
kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin,
keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang
anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada
tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan
keturunan.
Demografis membantu menemukan pasar target atau sasaran. Informasi
demografis merupakan cara yang paling efektif dari segi biaya dan paling
mudah diperoleh untuk mengenali target. Data-data demografis lebih mudah
diukur daripada berbagai variabel segmentasi lain. Berbagai variabel
denografis mengungkapkan kecenderungan yang memberikan isyarat berbagai
peluang bisnis, seperti pergeseran usia, jenis kelamin, dan distribusi
penghasilan.
misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.

3. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok
berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite,
golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah
dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi pasar banyak digunakan oleh para pelaku bisnis,
diantaranya:

Para pemasar, karena strategi segmentasi pasar menguntungkan kedua


belah pihak di pasar, para pemasar barabg-barang konsumen menjadi
bergairah untuk melaksanakannya.

Para pengecer, contohnya The Gap membidik berbagai segmen umur,


pendapatan, dan gaya hidup di berbagai toko eceran yang berbeda.

Hotel-hotel, membagi pasar mereka dan menargetkan jaringan hotel yang


berbeda ke segmen pasar yang berbeda.

Perusahaan manufaktur industry, membagi pasar-pasar mereka, seperti


yang dilakukan organisasi nirlaba dan media.

Badan-badan amal, seperti Palang Merah memfokuskan usaha-usaha


pengumpulan dana pada para penyumbang besar.

Beberapa Pusat Seni Drama, Musik, dan Seni Tari, membagi para
pelanggan atas dasar pencarian manfaat dan telah berhasil meningkatkan
pengunjung melalui daya tarik promosi khusus.

ANALISIS DEMOGRAFI
Pada suatu pemasaran produk, analisis demografi harus dilakukan. Hal
tersebut berguna untuk mengetahui trend demografis produk yang dipasarkan.
Data dalam demografi pemasaran dapat terdiri dari usia, ras, jenis kelamin,
pekerjaan, pendapatan, mobilitas, kepemilikan rumah, lokasi, status,
pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Jika demografi konsumen telah di lakukan,
maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan analisis
demografi, agar demografi yang telah dilakukan dapat kita ketahui hasilnya
setelah kita melakukan analisis atas demografi yang telah kita buat.

Contoh Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi

Dalam melakukan pemasaran suatu produk, perlu dilakukan segmentasi.


Segmentasi tersebut dilakukan agar perusahaan dapat mencapai keuntungan
semaksimal mungkin. Segmentasi dapat dibagi kedalam beberapa kategori,
namun yang paling umum biasanya segmentasi geografis, psikografis, dan
demografi. Dalam kasus ini, contoh segmentasi yang akan dibahas adalah
segmentasi demografi. Segmentasi demografi adalah upaya membagi produk
yang dipasarkan sesuai dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan hal-hal
mendasar lainnya yang termasuk dalam faktor internal masing-masing
konsumen. Analisis demografi ini penting dilakukan karena untuk memperoleh
minat dan kepercayaan konsumen, maka pihak marketting harus bisa
membaca dan menganalisis hal-hal yang dibutuhkan konsumen berdasarkan
unsur demografinya. Seperti contoh, produk susu, tidak mungkin produsen
memasarkan produk susu yang sama untuk anak-anak dan orang tua, namun
justru perlu dibedakan karena perbedaan usia menyebabkan pula perbedaan
kebutuhan gizi dalam tubuh. Begitu pula dengan susu untuk ibu hamil, tentu
tidak bisa dikonsumsi untuk anak-anak dalam usia pertumbuhan karena
kandungan gizi dalam susu yang dikonsumsi pun akan berbeda pula.

Bukan hanya itu, bahkan kini sudah banyak dipasarkan merk susu yang
membedakan antara susu untuk anak perempuan dan anak laki-laki, hal ini
disebabkan karena produsen memahami bahwa kebutuhan gizi anak pun dapat
berbeda tergantung jenis kelaminnya. Biasanya anak laki-laki membutuhkan
kandungan protein dan kalsium yang lebih tinggi dari anak perempuan karena
anak laki-laki cenderung memiliki aktivitas yang lebih tinggi dari anak
perempuan, hal itulah yang menyebabkan diciptakan produk tersebut. Selain
itu masih banyak pula produk yang dipasarkan dengan melakukan segmentasi
demografi, seperti parfum, tas, pakaian, dll. Pakaian dan tas yang dibuat untuk
anak sekolah tentu akan berbeda dengan pakaian dan tas untuk pekerja
kantoran, dan akan berbeda pula bentuknya untuk laki-laki dan perempuan.
Dengan demikian, setiap produsen wajib peka terhadap kebutuhan konsumen
dan kreatif dalam menciptakan inovasi atas produk-produknya agar produk
yang dipasarkan mendapat perhatian, minat, dan kepercayaan dari konsumen
sehingga penjualan perusahaan dapat meningkat.

Tidak hanya analisis demografi, segmentasi pemasaran produk juga


penting dilakukan dalam geografi dan psikografi. Segmentasi geografi adalah
kegiatan atau upaya membagi produk sesuai dengan wilayah-wilayahnya,
sedangkan segmentasi psikografi adalah upaya membagi produk-produk yang
dipasarkan sesuai dengan psikologi masing-masing konsumen, yang biasanya
dinilai berdasarkan sikap, sifat, motivasi, dan kepribadian konsumen. Untuk
segmentasi psikografis cenderung lebih sulit dilakukan karena faktor atau
unsur kepribadian konsumen lah yang lebih mendominasi dalam keputusan
pembelian dan perilaku konsumsi, sedangkan produsen tentu tidak bisa
memahami satu per-satu keinginan konsumen, namun biasanya segmentasi ini
dilakukan dengan mengambil kebutuhan mayoritas dari konsumen. Seperti
halnya produk shampo, walaupun masih satu merk namun produsen tidak
menciptakan satu produk saja melainkan beberapa produk yang memiliki
keunggulan masing-masing dalam kandungannya, seperti shampo untuk
rambut rontok, rambut rusak, shampo anti ketombe, dll. Dengan demikian,
konsumen dapat memilih shampo mana yang akan digunakan sesuai dengan
kebutuhan dan motivasi pembeliannya.

Sedangkan contoh untuk segmentasi geografis adalah pada produkproduk jaket/coat. Produk seperti ini tentu akan lebih banyak dibutuhkan pada
daerah-daerah yang memiliki iklim sejuk cenderung dingin, sehingga toko
yang khusus menjual produk-produk ini akan lebih jarang ditemukan pada
tempat-tempat di dataran rendah, seperti daerah pantai.

SUMBER :
https://taniosutrisno.wordpress.com/2014/10/07/segmentasi-pasaranalisis-demografi/
http://silvaanggraeni17.blogspot.co.id/2014/11/segmentasi-pasar-dananalisis-demografi.html