Anda di halaman 1dari 10

CARA MUDAH BELAJAR PERESEPAN OBAT "Iwansyah"

Oleh: Iwansyah
Pemberian Obat
Dalam memberikan obat kepada klien, perawat harus memperhatikan hal-hal berikut :
Interpretasikan dengan tepat resep obat yang dibutuhkan
Perawat bertanggung jawab untuk melakukan interpretasi yang tepat terhadap order obat yang
diberikan. Saat order obat yang dituliskan tidak dapat terbaca, maka dapat terjadi misinterpretasi
terhadap order obat yang harus diberikan. Segera klarifikasikan kepada pemberi resep atau tim
medis yang menulis resep bila terdapat ketidakjelasan tulisan atau istilah yang digunakan,
apalagi
bila
cara
dan
frekuensi
pemberian
tidak
tercantum.
Lakukan evaluasi untuk melihat apakah jumlah dan cara pemberian yang diresepkan aman untuk
dilakukan pada klien. Ketahui dengan pasti atau lihat kembali dosis yang diberikan, cara
pemberian, kontraindikasi, dan efek samping yang mungkin terjadi sebelum memberikan obat.
Bila perawat tidak yakin dengan cara pemberian atau dosis yang diinginkan, tanyakan langsung
pada tim medis karena perawat berhak dan bertanggung jawab langsung atas keselamatan klien.
Hitung dengan tepat dosis obat yang akan diberikan sesuai dengan resep
Permintaan dosis obat biasanya ditulis dalam angka-angka matematika, begitupula dengan
sediaan obat yang ada. Perawat harus dapat menghitung dosis obat yang akan diberikan pada
klien, walaupun pada beberapa obat sangat berbeda antara sediaan obat dengan dosis obat yang
akan diberikan. Bila dosis obat yang diinginkan sama dengan dosisi obat yang tersedia, gunakan
rumus berikut untuk menghitung dosis obat :
Contoh 1:
Bp. R membutuhkan 400 mg antibiotic sesuai dengan resep yang ada, tablet
antibiotic yang tersedia adalah 200 mg. Berapa tablet antibiotic yang perawat
harus berikan pada Bp. R ?
Jawab :

Jika tablet yang harus diberikan = X Tablet.

Diketahui: 1 tablet = 200 mg

Maka:

X = 400 mg/tablet

X= 400 mg /200 mg

X = 2 tablet

200 mg = 400 mg
1 X&&& tablet
Contoh 2 :
Ibu S, 65 tahun, harus diberikan obat antiaritmia (digoksin) sebanyak 0,25 mg per intra vena
(IV). Pada vial / kemasan obat tersebut tertulis 0,125 mg = 1 cc. Berapa cc digoksin yang harus
perawat berikan untuk Ibu S ?
Jawab :
Dosis digoksin yang harus Ibu S terima = X cc.
0,125 mg = 0,25 mg
1 cc
X
0,125X = 0,25
X
= 2 cc
Menghitung dosis pada anak
Dosis obat yang diberikan pada anak-anak dihitung berdasarkan berat badan anak atau luas
permukaan tubuh anak. Kebanyakan obat-obat tersebur diproduksi khusus untuk anak sehingga
tidak dihitung dengan cara yang sama pada orang dewasa. Perhatikan ukuran dan laju
metabolisme pada anak, kaena hal ini sangat berpengaruh pada reaksi terapi obat yang
diharapkan. Observasi selalu respon yang terjadi sehingga dosis yang diberikan dapat
disesuaikan dengan kondisi anak.

Contoh :
An. P, 2 tahun, membutuhkan paracetamol untuk menurukan panas tubuhnya.Berat badan (BB) An. P 10 kg
Dalam
kemasan
obat
tercantum
dosis
untuk
anak
adalah
10
mg/KgBB
Jawab: Misalkan Anak. P membutuhkan = a mg Paracetamol.
Maka a= 10 mg X 10 Kg = 100 mg
Gunakan prosedur yang sesuai dan aman, ingat prinsip 5 benar dalam pengobatan
Setelah memvalidasi dan menghitung dosis obat dengan benar, pemberian obat dengan akurat
dapat
dilakukan
berdasarkan
prinsip
5
benar,
yaitu
:
PRINSIP 5 BENAR PENGOBATAN :
1. Benar Klien
2. Benar Obat

3. Benar Dosis Obat


4. Benar Waktu Pemberian
5. Benar Cara Pemberian
Benar Klien
Benar klien berarti bahwa obat yang diberikan memang benar dan sudah dipastikan harus
diberikan kepada klien yang bersangkutan. Kesalahan identifikasi klien dapat terjadi jika terdapat
2 orang klien dengan nama yang sama atau mirip berada pada satu ruangan atau unit. Untuk
menghindari kesalahan pemberian, cocokkan selalu nama klien pada papan nama di tempat tidur
klien dengan catatan rekam medik
Benar Obat
Benar yang kedua adalah benar obat, yang berarti obat yang diberikan adalah obat yang memeng
diminta untuk diberikan kepada klien tersebut sesuai dengan dosis yang diinginkan tim medis.
Kesalahan pemberian obat dapat terjadi ketika dalam situasi :
Farmasist atau apoteker salah memberikan obat dengan obat yang hamper sama dengan obat
yang dipesankan
Apoteker atau perawat salah memberikan obat yang mempunyai nama / merk sama dengan obat
yang dimaksud
Tim medis atau pemberi resep salah menuliskan obat atau obat tersebut tidak sesuai dengan klien
Perawat memberikan obat yang tidak dipersiapkan oleh perawat sendiri
Perawat salah mengidentifikasi obat
Untuk mengurangi kesalahan pemberian obat dapat digunakan sistem dosis obat per unit, yaitu
pemberian obat yang telah dipersiapkan dan diberikan label oleh perawat atau apoteker yang
bersangkutan., memeriksa kembali label obat yang akan diberikan dengan catatan pemberian
obat, mengetahui nama generic atau merk dagang obat serta manfaat obat tersebut diberikan
kepada klien, dan mendengarkan dengan teliti komentar klien tentang obat yang diberikan,
misalnya

ini
tidak
seperti
obat
yang
kemarin
saya
minum.
Bila mendengar hal demikian, segera tarik obat yang akan diberikan dan cocokkan dengan
catatan pemberian obat atau order obat.
Benar Dosis Obat
Benar dosis obat berarti obat yang diberikan memang dosis yang diinginkan oleh tim medis dan
dosis tersebut telah sesuai untuk klien. Kesalahan dosis obat dapat terjadi bila tim medis
memberikan obat yang tidak sesuai dengan klien, apoteker salah mengeluarkan jumlah obat,
perawat salah memberikan dosis obat, perawat atau asisten perawat salah menuliskan kembali
obat-obatan yang diresepkan oleh tim medis.
Kesalahan pemberian dosis obat dapat dihindari bila baik perawat dan apoteker sama-sama
mengetahui dosis yang diberikan. Perawat dapat melakukan pengecekkan ulang dengan tim
medis bila terdapat keraguan dengan kesesuaian dosis obat. Lakukan pengecekkan ulang
terhadap dosis obat yang diberikan bila :

Klien mengatakan bahwa dosis obat berubah dari biasanya

Beberapa obat harus diberikan dalam waktu yang bersamaan

Dosis obat yang diinginkan dalam jumlah yang besar

Jumlah sediaan obat yang tersedia dari apoteker tidak sesuai dengan dosis obat yang
harus diberikan kepada klien

Benar Waktu Pemberian


Benar yang keempat adalah benar waktu pemberian, artinya adalah memberikan obat sesuai
dengan frekuensi dan waktu yang sudah ditetapkan. Pembeagian obat yang dilakukan secara
rutin sangant bervariasi pada setiap institusi, misalnya : untuk pemberian obat pagi, diberikan
pada pukul 07.30, 08.00, atau 09.00. Atau waktu pemberian obat dibuat berdasarkan frekuensi,
misalnya : untuk obat yang diberikan 4 kali sehari; waktu yang digunakan adalah pukul 09.00,
13.00, 17.00, dan 21.00, atau beberapa institusi menetapkan 08.00, 12.00, 16.00, dan 20.00.
Masalah ketepatan waktu juga sangat berbeda pada beberapa institusi, misalnya ada institusi
yang menganggap pemberian obat setengah jam sampai 1 jam sebelum atau sesudah waktu yang
seharusnya sebagai tepat waktu. Banyak factor yang mempengaruhi sebuah institusi dalam
menetapkan waktu pemberian obat, diantaranya adalah :

Obat akan lebih efektif bila diberikan selama 1 hari

Obat yang memiliki reaksi terhadap makanan sebaiknya diberikan sebelum makan
diberikan

Obat yang berefek mengiritasi lambung harus diberikan bersamaan dengan waktu makan

Benar Cara Pemberian


Benar yang terakhir adalah benar cara pemberian, artinya adalah memberikan obat sesuai dengan
pesanan medis dan cara tersebut aman dan sesuai untuk klien.
Tim medis dalam menuliskan resep atau instruksi harus menjelaskan cara pemberian obat dengan
spesifik. Bila cara pemberian dinilai kurang tidak atau kurang cocok dengan kondisi klien, segera
lakukan
klarifikasi
dengan
tim
medis
atau
pemberi
instruksi
tersebut.
Untuk memastikan obat diberikan melalui cara yang sesuai, perawat harus mengetahui cara
pemberian obat yang biasa digunakan dan cara pemberian obat yang aman bila harus sesuai
dengan instruksi yang diberikan. Lakukan validasi ulang terhadap obat sebelum melakukan
pemberian obat.
Dokumentasikan pemberian obat sesuai dengan standar prosedur yang berlaku di rumah
sakit.
Pendokumentasian pemberian obat termasuk didalamnya adalah waktu, cara, dosis, dan area
pemberian (intradermal, SC, atau IM). Dokumentasi yang detail dibutuhkan bila ternyata perawat
tidak memberikan obat tersebut pada waktu seperti biasanya, harus tercantum alasan mengapa

perawat tidak memberikan obat dengan cara semestinya, misalnya ada perubahan cara pemberian
dari
IM
ke
PO,
sehingga
klien
tidak
perlu
diinjeksi.
Pemakaian beberapa obat seperti insulin atau heparin dicatat dalam lembar tersendiri, sehingga
dapat dimonitor regimen pengobatan yang diberikan kepada klien baik oleh tim medis maupun
perawat. Setiap melakukan injeksi terhadap klien, sebaiknya didokumentasikan dengan jelas area
yang diinjeksi. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari penusukkan atau injeksi pada area
yang sama untuk beberapa kali sehingga dapat merugikan atau membahayakan klien.
Perawat bertanggung jawab melakukan dokumentasi efek terapi dan non terapi dari pengobatan
yang diberikan. Misalnya, pada pemberian obat opiate atau sejenis morfin, dokumentasikan
jumlah / dosis yang diberikan pada catatan klien. Bila klien mengalami reaksi alergi setelah
pemberian obat, dokumentasikan reaksi yang timbul dan onset / waktu kejadian tersebut.
rumus-rumusnya
no rumus

perhitungan

berdasarkan berat badan

berdasarkanbody surface
area / luas permukaan
tubuh

dosis clark
berat badan

rumus berdasarkan BSA

rumus young anak(anak 18thn)

berdasarkan

rumus cowling anak(anak


8-12 thn)

rumus bastedo

rumus dilling(anak
thn)

rumus fried untuk bayi

> 8

**

*contoh untuk pasien laki-laki usia lima tahun pada penggunaan dosis
*contoh untuk pasien laki-laki usia lima tahun pada penggunaan dosis diazepam
** contoh untuk pasien bayi usia 2 minggu dan untuk penggunaan captopril
Nah ini adalah rumus-rumus dosis yang biasa digunakan oleh apoteker atau farmasis untuk
menghitung dosis obat yang diperlukan dalam hal ini adalah dosis anak-anak dan bayi klo untuk
dosis yang lain, insyaallah akan aku tulis lain kali klo ada kesempatan dan ada yang reques ya
hahaha. Mungkin temen-teman ada yang bertanya-tanya kok ada yang dikurangi-dikurangi
dalam contoh perhitungannya?? Dosis obat itu tidak selamanya kaku atau fix itu bersifat relatif
maka dosis yang aku ambil dicontoh itu adalah dosis yang merupakan range atau kisaran dimana
obat-obat tersebut masih memiliki efek maksimal tanpa menimbulkan efek toksik atau efek racun
jadi mungkin saja antara pasien 1 dengan pasien yang lainnya bisa memunculkan respon yang
berbeda misal pasien A dia sudah bisa menimbulkan efek pada dosis 0,5mg akan tetapi hal ini
mungkin akan berbeda pada pasien B yang akan menimbulkan efek pada dosis 1mg hal ini
dipengaruhi oleh banyak faktor yg menyebabkannya berbeda. Untuk dosis dewasa ini bisa dicari
di buku-buku spesialite obat atau di farmakope Indonesia III dan II. Apabila pada resep tidak
didapatkan data berupa berat badan pasien maka temen-temen bisa mencari hubungan antara
berat badan dan usia ideal yang ada di ISO sehingga bisa dihitung dosisnya.
Gimana untuk obat atau multivitamin yang memiliki beberapa komponen yang ada didalamnya.
Contohnya misal pasien berusia10 tahun menerima exelase yang berisi Amylase, sanactase 50
mg, protease 60 mg, lipase 20 mg, meicelase 50 mg, pancreatin 167.74 mg gmn caranya??
Apakah perlu dihitung satu per satu?? Ya klo mau sih ndak apa2 tapi itu akan membuang waktu
bukan begondrong?? Langsung ja masukin kedalam rumus

Karena dosis yang diresepkan adalah capsul maka dosis tersebut tidak melebihi dosis
maksimal yang diperbolehkan
Nah selanjutnya bagaiman menghitung dosis pada obat yang berupa campuran?? Disini perlu
dipisahkan antara kombinasi 2 obat yang sama-sama memiliki efek terapi dan yang salah satu
tidak memiliki efek terapi. Nah lo kok ada obat yang tidak memiliki efek terapi?? Begini
contohnya adalah
co-amoxiclav yang berisi amoxicicilin dan asam clavulanat yang memiliki
perbandingan 4:1 dimana kekuatan sediaan amoxicillin sebesar 500 mg maka asam
clavulanatnya memiliki kekuatan sediaan 125 mg. disini fungsi dari asam clavulanat adalah
membentengi amoxicicilin supaya tidak dirusak oleh enzim beta-laktamase yang dimiliki oleh
bakteri yang sudah kebal terhadap amoxicillin. Begini perhitungannya, karena yang memiliki
efek sebagai antibakteri adalah amoxicillin maka dosis yang digunakan adalah 500mg bukan
625mg.
Kalau obat tersebut merupakan kombinasi seperti bactim yang merupakan kombinasi dari
sulfamethoxazole dan trimetoprime yang memiliki perbandingan 5:1 ini untuk menghitung
dosisnya bisa dihitung 1 per 1 komponennya atau klo mau lebih ringkas lagi bisa menggunakan
cara seperti cara menghitung dosis exelase diatas.
So cukup simple kan?? Pertanyaan selanjutnya apabila dosis-dosis tersebut bermasalah seperti
dosis kurang ataupun dosis berlebih maka yang harus dilakukan oleh apotekernya adalah
konfirmasi ke dokter untuk memberikan informasi ke dokter kalau dosis obat untuk pasien
tersebut ada masalah dan sebagai apoteker kita juga harus bisa memberikan alternative saran
kepada dokter dan tidak memaksakkan pendapat kita kepada rekan sejawat kita tersebut. Nah
disinilah pentingnya ilmu atau keterampilan komunikasi buat seorang apoteker hehehe. Aku juga
masih belajar gimana caranya supaya dapat berkomunikasi dengan baik dan tidak saling
menyinggung sejawat tersebut.

Contoh :
1. Obat Ampicillin 1 vial berisi 1000 mg/1 g obat kering diencerkan/dioplos dengan 4
cc pelarut/air steril, hal ini berarti bahwa :
a. Kita harus menghitung dulu berapa 1 cc jika diencerkan ke dalam 4 cc
Jawabanya
Ingat mg=cc,
( jadi satuan tak perlu disamakan langsung aja ga pake rumit cukup pake simple)
1000 mg/4 cc = 250 mg .. (1)
jadi 1 cc obat yang telah diencerkan mengandung 250 mg obat
b. Pertanyaan kedua adalah untuk menukan hasil intinya
Kan ada tu kadang dokter memberikan petunjuk dosis pemberiannya 3 x 1 grm atau 3 x 1
ampul. Jika sudah seperti itu, berati bukan maslaha karena tinggal memberikan semuanya.

Tapi. berhubung dalam soal adalah jika pemberian obat jika pasien diberikan dosis 3 x 500
mg?? Hayooo?
Ini dia!!
Untuk mengambilnya ga semuanya lho ingat 3 x 500 mg
Dilihat lagi
1 ampul ada 1000 mg dalam soal dibutuhkan 500mg.
Hasilnya..
500 mg/250 mg (1cc yang telah diencerkan 4cc) = 2 cc (2)
Jadi pakenya spuit 3 cc ya. karena dalam sekali pemberian diberikan 2cc
2. Obat Penicillin-G Procain (PP) 1 vial berisi 3
diencerkan/dioplos dengan 10 cc pelarut/air steril

g (3.000.000

units)

obat

kering

Jangan bingung dulu dengan angka ya


a. Penicillin-G Procain setiap 1 cc obat mengandung 300.000 unit
Jadi jika dioplos 10 cc menjadi(3.000.000 unit/10 cc =300.000 unit)
Jika kita bertanya denagn memaki spuit 5cc maka berapa ahsilnya?? Bila menggunakan spuit 5
cc (1 cc = 5 strip)
berarti tiap 1 strip = 60.000 unit(300.000 unit/5 strip) (1)
b. Bila pasien mendapatkan dosis 2 x 900.000 unit, berapa unit yang harus diambil?
900.000 unit/300.000 (hasil enceren 1 cc penicillin-G Procain) unit = 3 cc diberikan 2 kali dalam
sehari diberikan dengan interval/jarak pemberian setiap 12 jam (24 jam/2 = 12 jam) secara IM.
Bila pasien mendapatkan dosis 1.000.000 units (1 g) berarti obat diencerkan dengan 9 cc pelarut
sehingga lebih mudah pembagiannya. (3.000.000 units/9 cc, sehingga setiap 3 cc berisi
1.000.000 units)
B. Rumus Menghitung Syringe Pump

Untuk lebih jelasnya langsung ke contoh aja


1. Pasien Ny. P (48 tahun) memiliki BB= 80 kg, dengan diagnosa shock hipovolemik
membutuhkan terapi dobutamin 12,5 mikro gr/kg/mnt. Berapa dosis yang diberikan jika 1
ampul dopamin mengandung 250 mg dan diencerkan 50 cc dalam hitungan menitnya
Dijawab pertahap

a. ampul adalah 250 mg maka diubah dulu sama menjadi sesuai kebutuhan yaitu diubah ke mikro
gram
250 mg= 250.000 mikro gram (1)
Jika dioplos 50 cc, berapa 1 cc nya??
=250.000/50= 5.000 mikro gram/cc (2)
b. Rumus dosis syringe pump!
Dosis x BB x jam (mnt)
Dari soal di satuan ada 12,5 mikro gr/kg/mnt.
Untuk menit 1 jam= 60 menit
= 12,5 x 80 x 60 . (3)
= 60.000 mikro/jam
c. Jadi kecepatan yang diberikan
=60.000/5.000= 12 (4)
2. Berikan vasokontriksi (non adrenalin) dengan dosis 0,1 mikro gram/kgBB/mnt pada bapak
Agus (56 tahun) dengan diagnosa Infark Miokard Akut dengan BB=60 kg. Berapa dosis yang
harus diberikan yang 1 ampul vasokontriksi mengandung 4mg/1cc jika diencerkan 40 cc?
a. 1 ampul mengandung 4 mg, dalam soal mikro gram jadi diubah
4mg= 4000 mikro gram per 1 ccnya .. (1)
Diencerkan 40 cc jadi 4000/40= 100 .. (2)
b. Dosis syringe pump
Dosis x BB x jam (mnt)
=0,1 x 60 x 60 = 360 .. (3)
c. Jadi kecepatan yang diberikan
360/100= 3.6 cc (4)

Diposkan oleh iwansyah hmimpo di 22.59


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Reaksi:
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
Link ke posting ini
Buat sebuah Link

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda


Langganan: Poskan Komentar (Atom)

BERITA KESEHATAN

2014 (24)
o November (1)
o Juli (2)
o Juni (1)
o Mei (3)
o April (8)
o Maret (3)

CARA MUDAH BELAJAR PERESEPAN OBAT "Iwansyah"

Kata-kata Sindiran untuk Orang Munafik

Otak Albert Einstein Ternyata Sudah Diawetkan

o Februari (4)
o Januari (2)

2013 (41)

IWANSYAH HMI MPO

iwansyah hmimpo
Lihat profil lengkapku