Anda di halaman 1dari 30

POLSRI 2013

COOLING TOWER
TEKNIK KIMIA
Cooling Towers

LIA FITRI FUJIARSI


NUR FITRIANY
RIDHOLLAHI

0613-3040-0319
0613-3040-0328
0613-3040-0331

SISTEM AIR PENDINGIN

PENDAHULUAN

Mesin Pendingin adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mendinginkan air
atau peralatan yang berfungsi untuk memindahkan panas dari suatu tempat yang
temperaturnya lebih tinggi.

Sistem pendinginan dibutuhkan dalam menjaga temperatur rendah yang memerlukan


pembuangan kalor dari produk pada temperatur rendah ke tempat pembuangan kalor
yang lebih tinggi.

Mesin pendingin yang digunakan terus menerus tanpa perawatan akan mengalami
kerusakan. Perawatan mesin pendingin dapat dilakukan dengan cara membersihkan
debu yang ada diluar mesin dengan cairan pembersih. Kemudian bagian dalam mesin
dapat dibersihkan satu persatu untuk menghindari korosi atau pengkaratan mesin.

JENIS SISTEM AIR


PENDINGIN

KLASIFIKASI MENARA PENDINGIN

Menara Pendingin Basah


(Wet Cooling Tower)

Menara pendingin basah mempunyai sistem distribusi air panas yang


disemprotkan secara merata ke kisi-kisi, lubang-lubang atau batang-batang
horizontal pada sisi menara yang disebut isian. Udara masuk dari luar
menara melalui kisi-kisi yang berbentuk celah-celah horizontal yang
terpancang pada sisi menara. Celah ini biasanya mengarah miring ke bawah
supaya air tidak keluar.
Oleh karena ada percampuran antara air dan udara terjadi perpindahan kalor
sehingga air menjadi dingin. Air yang telah dingin itu berkumpul di kolam atau
bak di dasar menara dan dari situ diteruskan ke dalam kondensor atau
dibuang keluar, sehingga udara sekarang kalor dan lembab keluar dari atas
menara. Menara pendingin basah dapat dibagi menjadi:
- Menara Pendingin Basah Aliran Angin Alami (Natural-Draft Cooling
Tower)
- Menara Pendingin Aliran Angin Mekanik ( Mechanical-Draft Cooling
Tower)
- Menara Pendingin Aliran Angin Gabungan (Combined Draft Cooling
Tower)

Menara Pendingin Basah Aliran Angin Alami (NaturalDraft Cooling Tower)

Menara pendingin aliran angin alami tidak menggunakan kipas (fan).


Aliran udaranya bergantung semata-mata pada tekanan dorong
alami. Pada menara pendingin alami ini tidak ada bagian yang
bergerak, udara mengalir ke atas akibat adanya perbedaan massa
jenis antara udara atmosfer dengan udara kalor lembab di dalam
menara pendingin yang bersuhu lebih tinggi daripada udara atmosfer
di sekitarnya.
Menara pendingin aliran angin alami dapat dibagi menjadi dua
jenis,yaitu:
a. Menara pendingin aliran angin alami aliran lawan arah
b. Menara pendingin aliran angin alami aliran silang

Menara pendingin aliran


angin alami aliran lawan
arah

Menara pendingin aliran


angin alami aliran silang

Menara Pendingin Aliran Angin Mekanik


( Mechanical-Draft Cooling Tower)

Pada menara pendingin aliran angin mekanik, udara mengalir karena adanya
satu atau beberapa kipas (fan) yang digerakkan secara mekanik. Fungsi kipas
di sini adalah untuk mendorong udara (forced-draft) atau menarik udara
melalui menara (induced-draft) yang dipasang pada bagian bawah atau atas
menara.
Berdasarkan fungsi kipas yang digunakan menara pendingin aliran angin
mekanik dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
a. Tipe aliran angin dorong (forced-draft)
b. Tipe aliran angin tarik (induced draft)

Menara pendingin
Induced Draft
dengan aliran
berlawanan

Menara pendingin
Induced Draft dengan
aliran melintang

Menara pendingin
foruced Draft
dengan aliran
melintang

Menara Pendingin Aliran Angin Gabungan


(Combined Draft Cooling Tower)

Menara hibrida terdiri dari cangkang beton, tetapi ukurannya lebih


kecil dimana diameternya sekitar dua pertiga diameter menara
aliran angin mekanik. Di samping itu, terdapat sejumlah kipas listrik
yang berfungsi untuk mendorong angin. Menara ini dapat
dioperasikan pada musim dingin tanpa menggunakan kipas,
sehingga lebih hemat listrik.

Menara Pendingin Kering (Dry Cooling


Tower)

Menara pendingin kering (dry cooling tower) adalah menara pendingin


yang air sirkulasinya dialirkan di dalam tabung-tabung bersirip yang dialiri
udara. Menara pendingin kering dirancang untuk dioperasikan dalam
ruang tertutup.
Ada dua jenis menara pendingin kering, yaitu:
- Menara pendingin kering langsung (direct dry-cooling tower)
- Menara pendingin kering tak langsung ( indirect dry-cooling tower)

Menara pendingin kering langsung (direct


dry-cooling tower)
Menara pendingin kering jenis langsung merupakan
gabungan antara kondensor dan menara pendingin.
Uap buangan turbin dimasukkan ke kotak uap melalui
talang-talang besar supaya jatuh pada tekanan yang
tidak terlalu besar dan dapat terkondensasi pada
waktu mengalir ke bawah melalui sejumlah besar
tabung atau kumparan bersirip. Tabung ini
didinginkan dengan udara atmosfer yang mengalir di
dalam atmosfer. Kondensat mengalir karena gaya
gravitasi ke penampung kondensat dan dipompakan
lagi ke sistam air umpan instalasi dengan bantuan
pompa kondensat. Terdapat pula sistem untuk
menyingkirkan gas dan mencegah pembekuan pada
cuaca dingin.

Menara pendingin kering tak langsung ( indirect


dry-cooling tower)
Menara pendingin kering tak langsung dengan
menggunakan kondensor permukaan kovensional

Air sirkulasi yang keluar dari kondensor masuk melalui


tabung bersirip dan didinginkan oleh udara atmosfer di
dalam menara. Menara ini boleh menggunakan jujut jenis
alami seperti pada gambar. Operasi kondensor pada jenis
ini harus dilakukan pada tekanan 0,17 sampai 0,27 kPa.
Pada jenis ini, digunakan kondensor terbuka atau kondensor
jet. Kondensat jatuh ke dasar kondensor dan dari situ
dipompakan oleh pompa resirkulasi ke kumparan bersirip di
menara, yang kemudian didinginkan dan dikembalikan ke
kondensor.

Menara pendingin kering tak langsung


dengan sirkulasi bahan pendingin 2 fase.
Menara pendingin ini tidak menggunakan air pendingin,
tetapi menggunakan suatu bahan pendingin, seperti dengan
menggunakan amoniak sebagai bahan perpindahan kalor
antara uap dan air, sehingga perpindahan kalor dapat terjadi
dengan perubahan fasa, yaitu pendidihan di dalam tabung
kondensor dan kondensasi di dalam tabung menara.
Amoniak cair yang hampir jenuh masuk kondensor
permukaan dan diuapkan menjadi uap jenuh dan uap jenuh
tersebut dipompakan lagi ke kondensor. Pendidihan dan
kondensasi ini mempunyai koefisien perpindahan kalor
yang lebih tinggi daripada sisi tabung, sehingga
menghasilakn beda suhu yang lebih rendah antara uap dan
amoniak dan antara amoniak dan udara.

Menara Pendingin Basah-Kering


(Wet-Dry Cooling Tower)

menara ini mempunyai mempunyai dua jalur udara paralel dan dua jalur udara seri. Bagian atas menara di
bawah kipas dan Bagian bawah yang terdiri dari bahan pengisi (filling material). Air sirkulasi yang panas masuk
melalui kepala yang terletak di tengah. Air mula-mula mengalir naik-turun melalui tabung bersirip di bagian kering,
kemudian meninggalkan bagian kering dan jatuh ke isian di bagian basah menuju bak penampung air dingin.
Sedangkan udara ditarik dalam dua arus melalui bagian kering dan basah. Kedua arus menyatu dan bercampur
di dalam menara sebelum keluar.Oleh karena arus pertama dipanaskan secara kering dan keluar dalam keadaan
yang kering (kelembaban relatif rendah) daripada udara sekitar, sedangkan arus kedua biasanya jenuh.

APLIKASI SISTEM AIR PENDINGIN

Sistem air Pendingin sekali pakai (once through cooling system)


Sistem ini digunakan pada pabrik PT. Kaltim Parna Industri (produsen ammonia).

Sistem air pendingin resirkulasi terbuka (open re-circulating cooling system)


Sistem ini banyak digunakan oleh pabrik yang berada dekat dengan sumber air
tawar atau jauh dari laut, misalnya PT. Pupuk Kujang, PT. PUSRI, Pabrik kertas
Leces, PT. BOC, PLTA Ir. P.M. Noor ,dll.

System air pendingin resirkulasi tertutup (closed re-circulating cooling system)


Sistem

ini

biasa

kompresor. Mesin

digunakan
diesel

dan

untuk

pendinginan

lokomotif

layanan

mesin
stasioner

gas

dan

biasanya

menggunakan sistem radiator mirip dengan sistem pendingin mobil. Aplikasi


pendinginan sirkulasi berhubugan erat dengan sistem pendingin pada boiler
recovery Kraft dan minyak pelumas dan pendingin sampel dalam pembangkit
listrik. Sistem tertutup juga banyak digunakan dalam sistem air pendingin
udara untuk mentransfer pendingin udara pendingin mesin cuci. Pada musim
dingin, sistem yang sama dapat mensuplai udara panas ke mesin cuci. Air
pendingin sistem tertutup juga menyediakan metode kontrol suhu proses
industri yang dapat diandalkan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan


sistem pendingin
Availability dan reliability
Operability dan Maintainability
Biaya investasi
Operating cost
Dampak lingkungan

PERAWATAN SISTEM AIR PENDINGIN

Pencegahan Korosi
Korosi merupakan suatu reaksi elektronika sebuah logam dengan
lingkungannya. Hal ini dapat menyebabkan kerugian secara teknis maupun
ekonomis. Dalam system air pendingin
Pencegahan Deposisi
Deposisi merupakan salah satu masalah utama yang ada pada system air
pendingin yang terjadi pada permukaan perpindahan panas, pipa dan filter
menara pendingin yang menyebabkan korosi dibawah deposit, menaikkan
kehilangan tekanan dan menurunkan efisiensi perpindahan panas.
Kontrol Mikrobiologi
Beberapa jenis mikroorganisme merupakan organism paling umum dijumpai
dan keberadaannya menyebabkan terjadinya kebuntuan pipa, kerusakan
logam, menurunnya perpindahan panas Karena senyawa organic yang
melekat pada dinding logam dan destruksi material lainnya, misalnya kayu
yang terdapat pada struktur menara pendingin.

APLIKASI MENARA PENDINGIN

Pembangkit listrik tenaga Nuklir Shippingport diShippingport, Pennsylvania Amerika Serikat

( Gambar : Siklus Pembangkit Tenaga Nuklir)

Siklus dari bahan bakar nuklir dimulai ketika uranium ditambang, diperkayakan,
dan diproduksi menjadi bahan bakar nuklir, yang mana kemudian dimasukkan
dalam pembangkit listrik tenaga nuklir. Setelah selesai digunakan, sisanya akan
dimasukkan
dalam
mesin
proses
ulang
(reprocessing
plant).
Dalam pemrosesan kembali nuklir, 95% dari sisa bahan bakar yang dipakai
dapat digunakan kembali sebagai bahan bakar baru.

(Tipe aliran angin dorong (forceddraft))


Cooling tower ini di lengkapi dengan kipas isap paksa yang berfungsi untuk
membantu proses pendinginan air kondensat yang mempunyai temperatur
kurang lebih 490C, kemudian diturunkan menjadi kurang lebih 270C. Air hasil
pendinginan dipakai untuk pendinginan uap bekas turbin

Menara Pendingin pada PT.


PUSRI

Gambar : Pembuatan Urea PT. PUSRI

Pada pembuatan urea terdapat proses Prilling atau pembutiran dimana pada
proses ini dibutuhkan penurunan Suhu,sehingga Urea yang terbentuk dapat
dibentuk menjadi butiran urea .
Prinsip kerjanya Air yang berasal dari sungai musi dipompakan sebagai make-up
cooling tower setelah sebelumnya dilakukan treatment (sedimentasi dan
koagulasi) terlebih dahulu. Air tersebut digunakan untuk mendinginkan prosesproses di dalam pabrik. Air pendingin yang telah panas kemudian didinginkan di
cooling tower untuk kemudian disirkulasikan kembali ke dalam pabrik.

Menara air menghembuskan udara menggunakan semprotan air sehingga


menyebabkan sebagian air menguap. Biasanya, air ini menyembur melalui
suatu lembaran tebal dari plastic mesh yang terbuka.Udara menghembus
melalui mesh ini tegak lurus terhadap aliran air. Penguapan ini akan
mendinginkan aliran air. Karena sebagian dari air hilang menguap, menara air
ini, maka perlu penambahan air secara tetap untuk mengkompensasi
kehilangan air tersebut.

KESIMPULAN
COOLING TOWER DAPAT DISIMPULKAN BAHWA :

Sistem air pendingin merupakan sistem yang menyediakan air pendingin dengan kualitas tertentu
yang diperlukan untuk pendinginan proses di pabrik
Sistem air pendingin dikelompokkan menjadi sistem pendingin sekali pakai(once through
system), sistem pendingin resirkulasi terbuka (open recirculating system) dan sistem pendingin
tertutup (closed water system)
Jenis jenis menara pendingin dikelompokkan menjadi 2 kategori dasar yaitu Natural Draft
Cooling Tower dan Mechanical Draft Cooling Tower
System pendingin umumnya menimbulkan kerugian bagi lingkungan,pemasangan system
pendingin membutuhkan modal besar serta pembuangan limbah bahan kimia yang mencemari
lingkungan
Perawatan sistem air pendingin terdiri dari pencegahan korosi.pencegahan deposisi dan kontrol
mikrobiologi.
Factor-faktor
yang
mempengaruhi
laju
korosi
meliputi
pengaruh
oksigen,temperature,pH,konduktivitas serta kecepatan air.
System pendingin umumnya dipakai pada industri kimia seperti PT. Pupuk Kujang, PT. PUSRI,
Pabrik kertas Leces, PT. BOC, PLTA Ir. P.M. Noor , PT. Kaltim Parna Industri (produsen
ammonia).

TERIMA
KASIH