Anda di halaman 1dari 4

Percobaan I

Vin AC = 1,5V
Ri
Rf
Vout

10k
10k
-2

100k
10k
-0,16

2,2k
4,7k
-3

1k
10k
-16

1k
100k
-140

100k
10k
15

2,2k
4,7k
140

1k
10k
1,5

1k
100k
4,3

Percobaan II
Vin AC = 1,5V
Ri
Rf
Vout

10k
10k
1,3

Percobaan III
Vout = -2,8 V
Ri = 10k , R2 = 10k , Rf = 10k
Percobaan IV
Vin = 1,5 V
Vout = 1,3 V
TUGAS AKHIR
1. Dapatkah kita menghasilkan tegangan output yang melebihi VCC op-amp dari
sebuah tegangan input yang cukup kecil? jelaskan!
Dari hasil eksperimen, didapatkan bahwa tidak mungkin tegangan output yang
melebihi Vcc op-amp dari sebuah tegangan input yang cukup kecil. Nilai dari
tegangan output hanya dapat mendekati Vcc dikarenakan terjadinya satursi.
2. Cocokkanlah penguatan yang dihitung dengan teori dibanding dengan kenyataan
percobaan
Pada percobaan op-amp inverting
R f
V out =
V
R1
Karena Rf = R1 = 10 k, maka

Rf
=1 namun disini didapat hasil Vout sebesar
Ri

-2V dikarenakan sulitnya mengatur tegangan Vin AC = 1,5 V

Dan begitupun seterusnya hasil yang didapat cukup mendekati dari hasil yang
seharusnya.
Pada percobaan op-amp non inverting
Rf
V out =
+1 V
R1

( )

Karena Rf = R1 = 10 k, maka

Rf
=1 sehingga
R1
V out =2 V

Namun disini didapat hasil yang berbeda untuk Vout nya yaitu sebesar 1,3V,
hal ini terjdi karena beberapa faktor seperti sulitnya mengatur Vin AC yang
benar-benar pas 1,5V selain itu juga memang tidak adany op amp yang ideal
memang pasti akan terjadi kesalahan-kesalahan pada perhitungan.
3. Apa saja yang mempengaruhi kecocokkan perhitungan penguatan dari teori
dengan kenyataan di rangkaian?
Perhitungan dan pengatan disini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dari
keidealan op amp hal ini dikarenakan tidak adanya op amp yang benar-benar
ideal, selain itu juga dari penentuan Vin AC, hal ini cenderung sangat suiat untuk
mendapat Vin AC yang benar-benar pas dikarenakan tegangan AC adalah
tegangan bolak-balik, lalu terakhir juga dari hambatan yang diberikan
4. Apa saja kesimpulan percobaan dari percobaan yang dilakukan?
Kesimpulan percobaan :
Penguatan op amp dipengaruhi oleh besar hambatan yang diberikan.
Output sinyal dari op amp inverting akan menghasilkan keluar yang

berbanding terbalik dengan sinyal masukan yaitu berbeda 180.


Sedangkan untuk op amp non inverting akan menghasilkan sinyal keluaran

yang sama seperti sinyal masukan.


Untuk op amp sebagai penjumlah yaitu total tegangan input sama dengan
tegangan output.

G. ANALISIS
Pada pekan ke empat praktikum elektronika, percobaan yang dilakukan
berjudul rangkaian dasar op amp. Modul-modul yang dilakukan pada percobaan ini

ada 6 percobaan yaitu inverting amplifier, non invertting amplifier, op amp sebagai
penjumlah, differensial amplifier, perubah tegangan ke arus dan sebaliknya.
Pada percobaan pertama yaitu op amp inverting praktikan melakukannya
dengan memakai Vin bolak-balik sebesar 1,5volt, disini ditemui kendala berupa
sulitnya menentukan tegangan ac karena angka yang ditunjukkan bolak-balik pada
multimeter. Setelah mendapat hasil, didapatkan hasil yang tidak terlalu samaseperti
seharusnya. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, yaitu dengan sulitnya menentukan
ukuran pas dari tengangan ac serta memang tidak adanya op amp yang ideal.
Untuk percobaan kedua op amp non inverting didapat hasil yang sama pula
yaitu cukup jauh dari hasil yang seharusny, hal ini dikarenakan tegangan ac yang sulit
diatur dan memang ketiadaan op am yang ideal, selain itu memang banyak terjadi
kesalahan-kesalahan lain dari segi pengukuran dan sebagainya.
Pada percobaan tiga op amp sebagai penjumlah praktikan tidak mendapat hasil
yang banyak karena terkendala sulitnya mengatur v input dibawah 1v karena
osiloskop yang ada tidk dapat memebrikan hasil yang diminta, jadi praktikan
memakai v input diatas 1v dan didapat hasil yang hampir mendekati dengan
seharusnya yaiu dari vin sebesar 1,5 volt dan didapat vout sebesar 2,8 volt yang
seharusnya adalah 3volt. Pada percobaan ini praktikan memakai jumper sebagai
pengganti saklar.
Untuk percobaan ke empat op amp ialah tentang differensial, seperti halny
percobaan 3, praktikan tidak mendapat hasil yang banyak karena terkendala sulitnya
mengatur rangkaian. Pada percobaan kali ini praktkan memberikan vin sebesar 1,5v
dn didapat hasil vout sebesar 1,3v, padahal seharusnya sesui teori didapatkan hasil
yang sama. Hal ini cukup baik karena pada dasarnya memang tidak terdapatnya op
amp yang ideal.
Sedangkn untuk percobaan 5 dan 6 praktikan tidak melakukannya karena tidak
memilki kecukupan waktu.
Pada percobaan pertama dari data yang diperoleh, nilai tegangan output pada
hasil percobaan atau eksperimen memiliki nilai yang cukup dekat dengan hasil teori.
KESIMPULAN
Kesimpulan percobaan untuk op amp 741:
Penguatan op amp dipengaruhi oleh besar hambatan yang diberikan
Output sinyal dari op amp inverting akan menghasilkan keluar yang
berbanding terbalik dengan sinyal masukan yaitu berbeda 180.

Sedangkan untuk op amp non inverting akan menghasilkan sinyal keluaran

yang sama seperti sinyal masukan


Untuk op amp sebagai penjumlah yaitu total tegangan input sama dengan
tegangan output.

H. REFERENSI
Malvino, Albert Paul. Eletronic Principles 6th Edition. Tata McGraw-Hill

Publishing Company Limited. 1999.


Modul 2 praktikum elektronika : Rangkaian Dasar OP AMP
http://elektronika-dasar.web.id/operasional-amplifier-op-amp-iclm741/