Anda di halaman 1dari 5

NAMA : DIAZ RATNA DEWY

KELAS:3EA32
NPM

: 12213413

2.

Proses pengambilan keputusan oleh konsumen

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN


Kotler dan Keller (2007a:214) menjelaskan bahwa proses
pengambilan keputusan merupakan proses psikologis dasar yang
memainkan peranan penting dalam memahami bagaimana
konsumen secara aktual mengambil keputusan pembelian.
Proses pengambilan keputusan diawali dengan adanya kebutuhan
yang berusaha untuk dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini terkait
dengan beberapa alternatif sehingga perlu dilakukan evaluasi yang
bertujuan untuk memperoleh alternatif terbaik dari persepsi
konsumen. Di dalam proses membandingkan ini konsumen
memerlukan informasi yang jumlah dan tingkat kepentingannya
tergantung dari kebutuhan konsumen serta situasi yang dihadapinya.
Keputusan pembelian akan dilakukan dengan menggunakan kaidah
menyeimbangkan sisi positif dengan sisi negatif suatu merek
(compensatory decision rule) ataupun mencari solusi terbaik dari
perspektif konsumen (non-compensatory decision rule), yang setelah
konsumsi akan dievaluasi kembali.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Terdapat lima faktor internal yang relevan terhadap proses
pengambilan keputusan konsumen:

Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada


dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang


terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan
informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.

Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian


yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap
suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.

Integritas (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan


tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil.
Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan
perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk
tidak membeli produk tersebut.

MODEL-MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Model Perilaku Pengambilan keputusan.

Model Ekonomi yang dikemukakan oleh ahli ekonomi klasik


dimana keputusan orang itu rasional, yaitu berusaha
mendapatkan keuntungan marginal sama dengan biaya marginal
atau untuk memperoleh keuntungan maksimum.

Model Manusia Administrasi Dikemukan oleh Herbert A. Simon


dimana lebih berprinsip orang tidak menginginkan maksimalisasi
tetapi cukup keuntungan yang memuaskan.

Model Manusia Mobicentrik Dikemukakan oleh Jennings, dimana


perubahanmerupakan nilai utama sehingga orang harus selalu
bergerak bebas mengambil keputusan

Model Manusia Organisasi Dikemukakan oleh W.F. Whyte, model


ini lebih mengedepankan sifat setia dan penuh kerjasama dalam
pengambilan keputusan

Model Pengusaha Baru Dikemukakan oleh Wright Mills


menekankan pada sifat kompetitif

Model Sosial Dikemukakan oleh Freud Veblen dimana


menurutnya orang sering tidak rasional dalam mengambil
keputusan diliputi perasaan emosi dan situsai dibawah sadar.

Model Preskriptif dan Deskriptif


Fisher mengemukakan bahwa pada hakekatnya ada 2 model
pengambilan keputusan, yaitu:

Model Preskriptif Pemberian resep perbaikan, model ini


menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil
keputusan.

Model Deskriptif Model ini menerangkan bagaimana kelompok


mengambil keputusan tertentu.

Model preskriptif berdasarkan pada proses yang ideal sedangkan


model deskriptif berdasarkan pada realitas observasi

Disamping model-model diatas (model linier) terdapat pula


model Spiral dimana satu anggota mengemukakan konsep dan
anggota lain mengadakan reaksi setuju tidak setuju kemudian
dikembangkan lebih lanjut atau dilakukan revisi dan seterusnya.

TIPE-TIPE PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Para ahli telah merumuskan proses pengambilan keputusan
model lima tahap, meliputi:

Pengenalan masalah.

Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali masalah atau


kebutuhan, yang dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal.
Rangsangan internal misalnya dorongan memenuhi rasa lapar, haus
dan seks yang mencapai ambang batas tertentu. Sedangkan
rangsangan eksternal misalnya seseorang melewati toko kue dan
melihat roti yang segar dan hangat sehingga terangsang rasa
laparnya.

Pencarian informasi.

Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk


mencari informasi yang lebih banyak. Sumber informasi konsumen
yaitu:
a. Sumber pribadi: keluarga, teman, tetangga dan kenalan.
b. Sumber komersial: iklan, wiraniaga, agen, kemasan dan
penjualan.
c. Sumber publik: media massa dan organisasi penilai
konsumen.
d. Sumber
pengalaman:
penanganan,
pemeriksaan
dan
menggunakan produk.

Evaluasi alternatif.

Konsumen memiliki sikap beragam dalam memandang atribut


yang relevan dan penting menurut manfaat yang mereka cari.
Kumpulan keyakinan atas merek tertentu membentuk citra merek,
yang disaring melalui dampak persepsi selektif, distorsi selektif dan
ingatan selektif.

Keputusan pembelian.

Dalam tahap evaluasi, para konsumen membentuk preferensi


atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. Faktor sikap
orang lain dan situasi yang tidak dapat diantisipasi yang dapat
mengubah niat pembelian termasuk faktor-faktor penghambat
pembelian. Dalam melaksanakan niat pembelian, konsumen dapat
membuat lima sub-keputusan pembelian, yaitu: keputusan merek,
keputusan pemasok, keputusan kuantitas, keputusan waktu dan
keputusan metode pembayaran.

Perilaku pasca pembelian.

Para pemasar harus memantau kepuasan pasca pembelian,


tindakan pasca pembelian dan pemakaian produk pasca pembelian,
yang tujuan utamanya adalah agar konsumen melakukan pembelian
ulang.
Untuk lebih jelasnya, proses pengambilan keputusan konsumen
model lima tahap tersebut disajikan dalam gambar di bawah ini :

CONTOH KASUS PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH


KONSUMEN
Seorang A yang sudah berumah tangga membutuhkan cairan
dalam tubuh untuk sehari hari atau air minum mineral untuk di
minumnya. Saat itu ia langsung mencari informasi dari orang orang

terdekatnya untuk menentukan air minum yang akan ia konsumsi


setiap harinya. Setelah A mendapat cukup banyak informasi merek,
kualitas, harga, lokasi pendapatan produk tersebut maka A
mengevaluasi
terhadap
pilihannya
dengan
cermat
untuk
mendapatkan
air
minum
yang
baik
untuk
dirinya
dan
keluarga.Setelah mengevaluasi berbagai macam merek maka A
menjatuhkan pilihan pada produk air minum aqua yang di produksi
oleh Danone yang sudah lama ada dan sangat di kenal masyarakat
dan di gemari masyarakat karena aqua di ambil dari sumber mata air
terpercaya dan jernih melalui tahap proses beberapa kali
penyaringan sehingga sangat aman dan terjamin untuk di konsumsi
setiap hari dalam pengganti cairan tubuh. Tidak sedikit orang
memilih air minum aqua karena terjamin untuk kesehatannya dan
mudah di dapatkan. Setelah A dan keluarga mencobanya beberapa
bulan ternyata benar aqua terjamin bersih ,jernih dan mudah di
dapat.
SUMBER:
http://liarahmadanii.blogspot.co.id/2013/10/proses-pengambilankeputusan-konsumen.html

http://retno9293.blogspot.com/2013/01/proses-pengambilankeputusan-konsumen.html
http://fifi0406.blogspot.com/2012/10/bab-3-proses-pengambilankeputusan-oleh.html