Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN HASIL PRATIKUM FISIKA

Gaya Gesekan Statik dan Kinetik

Oleh :
Ivan Agus Hadinata
XI IPA 5 / 19

SMAK KOLESE SANTO YUSUP


MALANG
2011

Tujuan
Menyelidiki gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan suatu benda dengan
menggunakan ticker timer serta menyelidiki gaya gesek yang terjadi antar permukaan benda.

Dasar Teori
Gaya gesekan merupakan gaya sentuh yang muncul jika permukaan dua zat padat bersentuhan
secara fisik. Arah gaya gesekan sejajar dengan permukaan bidang sentuh dan berlawanan dengan
kecenderungan arah gerak relatif benda satu terhadap benda lainnya. Gaya gesek dibagi menjadi
dua, yaitu gaya gesek statik dan gaya gesek kinetik.
Gaya gesek statik ( f s ) cenderung untuk mempertahankan keadaan diam benda ketika sebuah
gaya dikerjakan pada benda yang diam. Gaya gesekan kinetik ( f k cenderung untuk
mempertahankan keadaan bergerak dari benda yang sedang bergerak.
Gaya gesek statik juga memiliki harga maksimum, yang disebut gaya gesekan statik maksimum (
f s maks . Pada saat gaya yang diterima benda = f s maks maka benda tersebut berada dalam
keadaan tepat akan bergerak. Setelah benda bergerak, maka gaya gesekan turun sampai mencapai
nilai tetap, yaitu f k .
*Besar gaya gesekan statik antara dua permukaan dapat memiliki nilai-nilai: f s = s N

s adalah koefisien gesekan statik dan N adalah besar gaya normal.

*Besar gaya gesekan kinetik antara dua permukaan dapat memiliki nilai-nilai f k =k

Secara umum

adalah koefisien gesekan kinetik

lebih kecil daripada s

Masalah Gerak Benda pada Bidang Miring


Percepatan benda yang menuruni bidang miring licin dan pada benda tidak diberi gaya luar
dinyatakan oleh persamaan :
a=g
sin
Sedangkan percepatan benda menuruni bidang miring kasar dengan koefisien gesekan kinetik
k dan pada benda tidak diberi gaya luar dapat dinyatakan dengan persamaan :
a=g(

sin

k cos

N
Gaya-gaya yang bekerja
pada benda yang bergerak menuruni bidang miring kasar adalah sebagai
berikut :
f gesek
w

N
f
gesek

wx

wy
w

Fy
N-

=0

wy = 0
N = wy
N = w.

sin

Masalah Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah


Beraturan (GLBB)
Gerak lurus beratutan adalah gerak benda pada lintasan lurus dengan kecepatan yang tetap. Atau
dengan kata lain benda tersebut tidak memiliki percepatan (a=0).
Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak benda pada lintasan lurus dengan percepatan yang
tetap ( a 0).
Ada dua jenis gerak lurus berubah beraturan, yaitu gerak lurus dipercepat jika kecepatannya
bertambah terhadap waktu (percepatan a bertanda positif), dan gerak lurus diperlambat jika
kecepatannya berkurang terhadap waktu (percepatan a bertanda negatif, dan sering disebut
perlambatan).

Alat dan Bahan

1. Sebuah ticker timer


2. Pita ketik (dipotong dengan lebar 2cm)
3. Kertas karbon
4. Sebuah papan sebagai landasan
5. Balok kayu
6. Stavolt dan kabel
7. Gunting, busur, benang, pemberat, selotip
8. Kursi

Cara Kerja
1. Melakukan persiapan alat dan bahan.
2. Membuat sebuah landasan miring dengan cara mengganjal salah satu ujung
landasan dengan kursi. Pasang ticker timer pada sisi landasan yang berada di
bagian atas. Hubungkan balok kayu yang akan digunakan dengan kertas pita
ketik. Pasang kertas karbon pada ticker timer. Untuk memudahkan pengukuran
sudut, gunakan busur dengan benang dan pemberat yang dipasang pada bagian
atas landasan.
3. Untuk percobaan GLB, aturlah kemiringan landasan sedikit demi sedikit
sampai balok kayu yang diletakkan di puncak landasan tepat meluncur ke
bawah. Caranya berikan sedikit pukulan pada landasan. Jika kereta meluncur
makin lama makin cepat, Anda harus mengurangi kemiringan landasan.
4. Untuk percobaan GLBB, aturlah sudut landasan sehinggan menyebabkan
balok kayu yang berada di puncak landasan meluncu ke bawah secara langsung
dan disertai perubahan kecepatan.
5. Setelah titik-titik pada kertas bon seudah tampak jelas bagilah pita menjadi
beberapa bagian di mana setiap bagian memiliki selang waktu 5 ketikan. Karena
itu, berilah tanda pada pita untuk setiap jarak 5 ketikan. Selanjutnya dengan

menggunakan gunting, potonglah pita menjadi beberapa bagian.

Keterangan : f

AC = 50 Hz = 50 ketukan/sekon

g = 9,8 m/s2

Ticker timer

Balok kayu
Landasan

Kursi penyangga

Rangkaian bidang miring

Busur

Benang

Pember
at
Rangkaian untuk memudahkan
perhitungan sudut

Gerak Lurus Beraturan

= 25

No

l (cm)

v (cm/s)

a (cm/s2)

a (m/s2)

4,9

49

4,9

49

4,9

49

5,0

50

10

0,1

5,0

50

0,1
4

=0.025 m/s2

f s ini karena besarnya percepatan terlalu kecil maka bisa dianggap 0.


* Dalam percobaan
w

Fx
wx -

= m.a

fs

m. g . sin

=0
-

s . m. g .cos
m. g . sin
s
s

=0

=
=
=
=

s . m. g .cos
sin
cos
tan
tan 25

= 0,4663

Gerak Lurus Berubah Beraturan


= 28

No

l (cm)

v (cm/s)

a (cm/s2)

a (m/s2)

4,2

42

4,6

46

40

0,4

4,9

49

30

0,3

5,2

52

30

0,3

5,3

53

10

0,1

7,1

71

180

1,8

7,2

72

10

0,1

5
6
f k

7
a

Fx
wx -

3,0
6

=0,5 m/s2

= m.a

fk

m. g . sin

= m.a
-

k . m. g . cos

g .sin
- k . g . cos
m
g .sin - k . g . cos

= m.a

= m.a
=a

k . g . cos =
k

g .sin

=
=
=
=

g . sin a
g . cos
g .sin
a

g . cos g . cos
a
g . cos
tan

tan 28

0,5
9,8. cos 28

= 0,4739

No

l (cm)

v (cm/s)

a (cm/s2)

a (m/s2)

4,9

49

5,6

56

70

0,7

6,8

68

120

1,2

7,7

77

90

0,9

7,5

75

-20

-0,2

8,1

81

60

0,6

9,1

91

100

1,0

10

100

90

0,9

11,1

111

110

1,1

10

11,4

114

30

0,3

11

12,5

125

110

1,1

= 30
2
= 7,6
10 =0,76 m/s

Fx
wx -

= m.a

fk

m. g . sin

= m.a
-

k . m. g . cos

g .sin
- k . g . cos
m
g .sin - k . g . cos

= m.a

= m.a
=a

k . g . cos =
k

g .sin

=
=

g . sin a
g . cos
g .sin
a

g . cos g . cos

a
g . cos
tan

tan 30

0,76
9,8. cos 30

= 0,4878

= 35

No

l (cm)

v (cm/s)

a (cm/s2)

a (m/s2)

5,5

55

7,6

76

210

2,1

9,8

98

220

2,2

12,2

122

240

2,4

14,6

146

240

2,4

17,2

172

260

2,6

19,8

198

260

2,6

6
7
f k

Fx
wx -

14,3
6

= 2,383 m/s2

= m.a

fk

m. g . sin

= m.a
-

k . m. g . cos

g .sin
- k . g . cos
m
g .sin - k . g . cos

= m.a

= m.a
=a

k . g . cos =
k

g .sin
=
=

g . sin a
g . cos
g .sin
a

g . cos g . cos

a
g . cos
tan

tan 35

2,383
9,8. cos 35

= 0,40336

= 37

0,4034

No

l (cm)

v (cm/s)

a (cm/s2)

9,2

92

11,9

119

270

2,7

15,3

153

340

3,4

18

180

270

2,7

20,7

207

270

2,7

23,4

234

270

2,7

5
6
f k

Fx
wx -

14,2
5

= 2,84 m/s2

= m.a

fk

m. g . sin

= m.a
-

k . m. g . cos

g .sin
- k . g . cos
m
g .sin - k . g . cos

= m.a

= m.a
=a

k . g . cos =

g .sin

a (m/s2)

g . sin a
g . cos

g .sin
a

g . cos g . cos

a
g . cos
tan

=
=

tan 37

2,84
9,8. cos 37

= 0,39069

0,3907

Analisis Data
Gerak Lurus Beraturan
No.
1

25

a(

m
2 )
s

0,4663

Gerak Lurus Berubah Beraturan


No.

a(

m
)
s2

28

0,5

0,4739

30

0,76

0,4878

35

2,383

0,4034

37

2,84

0,3907

0,43895

= 1,62075

Kesimpulan
Dari data-data di atas dapat disimpulkan bahwa :

Terdapat 2 macam gerak yaitu gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah
beraturan (GLBB).
Pada gerak lurus beraturan tidak terdapat perrubahan kecepatan (percepatan / a nilainya
0)
Pada gerak lurus berubah beraturan terdapat perubahan kecepatan, entah itu percepatan
atau perlambatan nilai a 0
Persamaan yang dapat digunakan untuk mencari s adalah :

Fx

= m.a

wx m. g . sin

s . m. g .cos

fs

=0

m. g . sin

=
s
s

s =
tan mencari
Persamaan yang dapat digunakan untuk

Fx
wx -

= m.a

fk

=0

= m.a

s . m. g .cos
=
=

sin
cos
tan

m. g . sin

g .sin
- k . g . cos
m
g .sin - k . g . cos

k . m. g . cos

= m.a

= m.a
=a
k . g . cos =
k

g .sin

=
=

Nilai k

g . sin a
g . cos
g .sin
a

g . cos g . cos

lebih kecil daripada s g . cos


tan

Referensi
1. Fisika untuk SMA kelas X, Marthen Kanginan, Erlangga
2. Fisika untuk SMA kelas XI, Marthen Kanginan, Erlangga
3. Seribu Pena untuk SMA/MA kelas X, Marthen Kanginan, Erlangga
4. Seribu Pena untuk SMA/MA kelas XI, Marthen Kanginan, Erlangga

Lampiran

= 25

= 28

= 30

= 35

= 37