Anda di halaman 1dari 36

HIPERTENSI

Definisi: Keadaan dimana tekanan darah sistol >139 mmHg dan diastole >89 mmHg
Klasifikasi:

Obat:
Berdasarkan stage:
1. Hipertensi Stage I (TD= 140-159 / 90-99 mmHg)
Terapi OAH tunggal atau kombinasi
Contoh resep:
R/ Hidroklorotiazid tab mg 25 No. XIV
S 1 dd tab 1 mane
Pro: Tn. Y (40 th)
2. Hipertensi Stage II (TD= 160 / 100 mmHg)
Terapi kombinasi 2 OAH:
ACE 1
ARB (losartan)
BB (propanolol, labetolol)
CCB (nifedipin, verapamil)
Contoh resep:
R/ Captopril tab mb 12,5 No. XXI
S 2 dd tab I 1 h.a.c
R/ Hidroklorotiazid tab mh 25 No. XXI
S 1 dd tab 1 mane
Pro: Tn. X (45 th)

Cara kerja obat:


1. Captopril (sediaan: 12,5 mg; 25 mg; 50 mg)
Golongan ACE inhibitor dengan mekanisme:

Angiotensin I

Angiotensin II

Vasodilatasi penurunan tekanan darah


Penurunan sekresi aldosteron ekskresi air, Na, K

KI: wanita hamil


Indikasi: hipertensi ringan-berat, hipertensi dengan gagal jantung kongestif
IO: ditingkatkan efeknya oleh diuretic, diturunkan oleh indometasin dan salisilat
Dosis:
o Awal: 2 x 12,5 mg
o Pemeliharaan: 2 x 25 mg dapat ditingkatkan setelah 2-4 minggu
o Dosis maksimal: 3 x 50 mg/hari
Farmakokinetik:
o Absorbsi baik dengan bioavailabilitas 70-75%
o Pemberian bersama dengan makanan akan mengurangi absorbs 30%
sehingga harus diberikan 1 jam sebelum makan
ES: hipotensi, batuk kering akibat peningkatan bradikinin, hiperkalemia pada
pasien dengan gangguan ginjal, pengguna diuretic hemat kalium, AINS

2. Hidroclorotiazid (sediaan: 25 mg; 50mg)


Golongan tiazid, mekanisme: menghambat transport bersama NaCl di tubulus
distal ginjal sehingga ekskresi Na+ dan Cl- meningkat sehingga menurunkan
volume darah dan CES.
Indikasi: hipertensi ringan-sedang dalam kombinasi OAH lain
KI: gangguan ginjal sehingga memperburuk fungsi ginjal
Efek antihipertensi terlihat dengan dosis Hct 12,5 mg/hari
Monoterapi dosis maksimal: 25 mg/hari
IO: indometasin + AINS mengurangi efek diuretik tiazid dengan menghambat
prostaglandin ginjal.
ES: ketidakseimbangan elektrolit, sakit kepala, pusing
3. Diltiazem (sediaan: 30mg; 60mg)
Golongan Ca antagonis
Indikasi: hipertensi ringan-sedang, angina
KI: AV Block, hipotensi, gagal jantung
Dosis: 3 x 1 tab

MIGRAIN
Definisi:

Nyeri kepala berdenyut satu sisi diperberat aktivitas fisik kadang disertai minimal 1 dari nausea
dan vomitus atau fotofobia dan fonofobia. Serangan berlangsung 4-72 jam.
Obat:
Contoh resep:
R/ Cafergot tab No. X
S prn 1-3 dd tab I
Pro: Tn X (45 th)
Atau
R/ Ergotamin tab mg 1 No. XV
S 3 dd tab 1
Pro: Tn X (45 th)
Tambahkan
R/ Metoklorpramid tab mg 10 No. XV
S 3 dd tab I h a.c.
Pro: Tn X (45 th)
Jenis obat:
1. Cafergot (ergotamine)
Mengandung ergotamine tartrat 1 mg dan caffeine 100 mg
Fungsi ergotamine:
o Mengurangi amplitude pulsasi a. carotis eksterna dengan cara
mengurangi aliran darah a. basiler tanpa mengurangi aliran darah ke otak
o Vasodilatasi ringan dan vasokonstriksi kuat. Efek vasodilatasi ringan
menstimulasi reseptor 5HT1 dan memblokir reseptor
o Menstimulasi dan memblokir reseptor adrenergic dan serotonin
adrenergic.
Ergotamine agonis reseptor 5HT1 (serotoninergik)
Efek terapi terlihat 5 jam kemudian
Ergotamine tartrat
o Kristal larut air dan alkohol
o Sediaan: tablet 1 mg; tablet sublingual 2 mg; injeksi 0,5 mg/ml
IO: caffeine memperkuat kerja ergotamine terhadap migraine dengan
meningkatkan absorbs
ES: mual, muntah (sering), parestesia, sianosis, vasokonstriksi perifer (jarang)
KI: gangguan pembuluh darah perifer: aterosklerosis, PJK, sindrom raynaud
Dosis: 6 tab/hari atau 10 tab/minggu karena efek vasokonstriksi terakumulasi
dan bertahan lama sehingga dapat menyebabkan akral dingin (gangrene) dan
kejang
Pemakaian:
o Awal 2-3 tablet
o Berikan 1 tablet lagi bila keluhan tidak berkurang setelah jam.
o Paten lain: ericat
2. Metoklorpamid
Sediaan: 10 mg/tab; 10 mg/ 2 ml (injeksi)
Paten: mepramide, metolon

Mekanisme:
o Pasien tidak responsive terhadap ergotamine dapat ditambahkan
metoklorpramid sehingga dapat mempercepat absorbs ergotamine
karena mempercepat pengosongan lambung.
o Meringankan mual, muntah
o Absorbs metoklorpramid lebih baik saat perut kosong maka diberikan
jam sebelum makan
IO:
o Bersifat antagonis dengan antikolinergik dan analgesic narkotik.
o Depresan SSP: meningkatkan efek sedasi
o Menghambat absorbs digoxin, simetidin
o Meningkatkan absorbs paracetamol, tetrasiklin, L-DOPA di usus halus

VERTIGO
Definisi: Sensasi tubuh berputar atau lingkungan berputar, termasuk gangguan vestibuler
Obat:
Contoh resep:
R/ Mertigo tab mg 6 No. X
S 3 dd tab I
R/ Diazepam tab mg 5 No. III
S 0-0-0-1
Atau tambahkan:
R/ Unalium tab mg 5 No. VI
S 2 dd tab I m et v
Pro: Tn X (45 th)
Jenis obat:
1. Mertigo (6 mg)
Kandungan: betahistin mesilat
Indikasi: pengobatan simtomatik untuk gangguan sirkulasi dan vestibular seperti
vertigo, sindrom Meniere
Dosis: 1-2 tab x 3 / hari
ES: mual, muntah, ruam kulit
Mekanisme:
i. Memperbesar sphincter prekapiler sehingga meningkatkan aliran darah
pada telinga bagian dalam
ii. Mengatur permeabilitas kapiler telinga bagian dalam menghilangkan
endolymphatic hydrops
iii. Memperbaiki sirkulasi serebral dan peningkatan aliran darah arteri karotis
interna
Paten lain: Noverty, vastigo, vercure, versilon, vertex
2. Diazepam
Sebagai terapi sitomatis vertigo: sedative, anti ansietas untuk ketegangan
Indikasi: neurotik, psikosomatik

Dosis: dewasa: 2-5 mg


KI: psikosis berat, glaucoma, serangan asma akut
ES: gangguan mental, mengantuk, amnesia, depresi nafas, hipotensi, adiktif
Paten: valisanbe (2 mg; 5 mg), valium (2mg, 5 mg, injeksi 10 mg/ml), diazepam
(5 mg), valdimex (5 mg)
3. Unalium (5mg; 10 mg) (profilaksis)
Kandungan: flunarizin (Ca antagonis selektif antivasa konstriksi)
Indikasi:
i. Mencegah migraine
ii. Pengobatan dan pencegahan gangguan vestibuler serta gangguan
peredaran cerebral dan perifer
ES: mengantuk, reaksi ekstrapiramidal
Dosis:
i. Profilaksis migraine: <65 th: 10 mg/hari pada malam hari, >65 th: 5
mg/hari
ii. Maintenance: 5 hari dalam seminggu
IO: kontrasepsi, galaktore
HEMOROID
Definisi: pembesaran vena dari plexus hemorrhoidalis
Obat:
Prinsip terapi:
1. Memperbaiki defekasi:
Suplemen serat psyllium: vegeta, mulax
Melancarkan defekasi, contohnya: laxan: Na dikotil sulfosuksinat, laxadine,
dulcolax, microlax
2. Pengobatan simtom (gatal, nyeri, luka)
Contoh: anusol
3. Menghentikan perdarahan
Contoh: daflon
4. Mencegah serangan hemoroid
Contoh: radium
Contoh resep:
R dulcolax tab No. VI
1 dd tab II h.s
R anusol supp No. VIII
uc
R/ daflon tab mg 500 No. XII
3 dd tab I
Pro: Tn. A (50 th)
Jenis obat:
1. Dulcolax (tablet salut enterik)

Sediaan: 10 mg /supp; 5 mg / supp anak; 5 mg/tab


Kandungan: bisakodil
Mekanisme:
i. Merangsang gerakan peristaltik usus besar setelah hidrolisis dalam usus
besar
ii. Peningkatan akumulasi air dan elektrolit dalam lumen usus besar
Indikasi: sembelit/ konstipasi. Menghilangkat nyeri saat BAB misal pada
hemoroid, persiapan diagnostik barium enema.
KI: operasi abdomen akut
ES: rasa tidak enak pada perut: kram, sakit perut, diare
IO: dosis tinggi dan pemakaian lama menyebabkan gangguan keseimbangan
elektrolit ditingkatkaan dengan pemberian diuretic dan adrenokortikoid
Efek pemberian oral muncul: 6-12 jam setelah pemberian
Efek pemberian supp muncul: - 1 jam setelah pemberian
Metabolism: oral absrorbsi 5 %, ekskresi bersama urin dalam bentuk
glukoronid, ekskresi terutama tinja
Dosis:
i. Dewasa: supp: 1x1 tube, tab: 1x2 tablet
ii. Anak: 6-12 tahun: 1x1 tab, <6 th: supp anak 1x1 supp
Berikan pada malam hari sebelum tidur untuk dapat hasil evakuasi esok
paginya
Pemakaian: harus ditelan langsung untuk menghindari iritasi lambung
Jangan dimakan bersama susu dan antasida

2. Anusol
Indikasi: meringankan ketidaknyamanan pada hemoroid
Dosis: supp x 1 pada pagi dan malam hari setiap kali sehabis buang air besar,
maksimal 6 x/hari
Mekanisme: meredakan gejala
3. Daflon
Kandungan: micronized purified flavonoid fraction 500 mg (diosmin 90%,
hesperidin 10%)
Indikasi:
i. Organik dan kronis insufisiensi vena di extremitas inferior dan gejala:
bengkak, nyeri, kram
ii. Hemoroid kronik
iii. Serangan hemoroid akut
Dosis:
i. Kronik: 2 x 1 tab, pagi dan malam hari saat makan
ii. Akut: 3-4 x 1 tan
Mekanisme:
i. Vaskular protector peningkatan resistensi pembuluh darah
ii. Venous tonic peningkatan tonus vena
4. Ardium
Kandungan: ekstrak cintrus (inensi pericarpium setara dengan diosmin 90% dan
hespersidin 10%)

Dosis: hemoroid: 6 tablet/ hari selama 4 hari kemudian 4 tab selama 3 hari
diminum waktu makan

EKZEMA
Definisi:
Ekzema merupakan peradangan pada lapisan kulit baik di epidermis maupun dermis.
Gejala :
- kulit kemerahan, kering, basah, tebal, bersisik
- baru : kulit merah, kering, basah, tebal
- kronis : lebih tebal, bersisik, kehitaman
Resep :
R/ Hidrocortisone 1% cream tube No. I
2 dd I u.e
Pro : Tn. Y (30 tahun)
Jenis obat:
Hidrocortisone 1 %
Golongan kortikosteroid lemah
Memiliki potensiasi terkecil sehingga tidak terlalu besar efeknya (antimiotik dan
antiinflamasi)
Mekanisme : mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien yang diakibatkan oleh
aktivasi fosfolipase A2 dengan mengurangi jumlah enzim yang tersedia untuk
memproduksi prostaglandin
Sediaan : 40 mg; 25 mg/g krim
Indikasi : ekzema, radang, dan penyakit kulit karena alergi
Dosis : 3 4 kali sehari
Kemasan : tube 10 g krim 1%; tube 5 g 1% dan 2,5%
DERMATITIS ATOPI DENGAN EKZEMA
Definisi
: peradangan kulit kronis dan residif disertai gatal berhubungan dengan atrofi
UKK
: eritem, papul, vesikel sampai erosi, gatal
Prinsip terapi :
Kortikosteroid topical dan oral sebagai antiradang, imunosupresan, antimitosis
Antihistamin I generasi non-sedatif : mengatasi gejala gatal-gatal dan kulit merah karena
menghambat degranulasi sel mast yang mengeluarkan histamine
Resep :
R/ Hidrocortisone 2,5% cream tube No. I
u.e
R/ Metilprednisolon tab mg 4 No. V
1 dd tab I
R/ Loratadine tab mg 10 No. V
1 dd tab I
Pro : Tn. A (30 tahun)

Jenis obat:
1. Metilprednisolon (antiinflamasi)
Sediaan : 4 mg, 16 mg
Golongan kortikosteroid
Indikasi : dermatologic, endokrin, hematologic
Kontra indikasi : infeksi jamur sistemik
Efek samping : osteoporosis
Dosis : 4 8 mg/hari
2. Loratadine
Antihistamin non sedative golongan piperidin
Sediaan : 10 mg/tab; 5 mg/ml sirup
Pengobatatan simptomatis pada alergi rhinitis, urtikaria kronik, dan berbagai jenis
alergi kulit
Mekanisme : antihistamin menghambat reaksi alergi yang menghasilkan histamine,
serotonin, bradikinin, asam arakidonat yang akan diubah menjadi prostaglandin
Dosis : dewasa : 10 mg/hari
Anak : 2-12 tahun : BB > 30 kg 10 mg/hari
BB < 30 kg 5 mg/hari
DERMATITIS VENENATA
Definisi: Dermatitis venenata disebabkan oleh gigitan, liur, atau bulu serangga
Resep:
R/ Hidrocortisone 1% cream tube No. I
2 dd I u.e
R/ Dexamethason tab mg 0,5 No. X
3 dd tab I
R/ Siproheptadin tab mg 4 No. X
3 dd tab I
Pro : Tn. D (30 tahun)
Jenis obat:
a. Hidrocortisone 1%
Lini pertama pengobatan sebagai antiinflamasi bersifat ringan
b. Dexamethason
Diberikan secara oral jika ada tanda perdangan berat
c. Siproheptadin (sedasi sedang)
Berisi AH1, antiserotonin
Sediaan : 4 mg
Indikasi : alergi ringan dan tidak terkomplikasi berupa urtikaria dengan angioderma
kulit
Mekanisme : mencegah degranulasi sel mast

SKABIES
Definisi
: disebabkan infeksi dan sensitisasi terhadap sarcobtes scabei
Gejala
: terowongan meninggi, bentuk garis lurus/berkelok-kelok, panjang beberapa
millimeter sampai 1 cm, ujungnya tampak vesikel, papul, pustule
Gatal pada malam hari
Resep :
R/ Scabimite cream tube No. I
u.e
R/ Interhistine tab mg 50 No. X
2 dd tab I
Pro : Tn. R (30 tahun)
Jenis obat:
1. Scabimite cream
Kandungan : permetrin 5% (pyethroid sintetik)
Mekanisme : membunuh tungau dengan toksisitas rendah untuk manusia
Dosis : sekali pemakaian
2. Interhistine (AH1)
Kandungan : mebhidrolin napadisilat
Sediaan : 50 mg/tab; 50 mg/5ml (sirup)
Indikasi : alergi termasuk urtikaria, rhinitis
Efek samping : mual, muntah, sedasi
RINITIS ALERGI
Gejala : bersin-bersin, rhinorea, rasa gatal dan tersumbat setelah terpapar alergen
Resep :
R/ Loratadine tab mg 10 No. VII
1 dd tab I
R/ Otrivin lag No. I
2 dd gtt I nasales
R/ Becefort tab No. VII
1 dd tab I
Pro : Tn. T (30 tahun)
a. Loratadine
AH1 golongan piperidin, antihistamin non sedative
Farmakokinetik :
- efek timbul setelah 15-30 menit pemberian
oral dan maksimal 1-2 jam. Lama kerja adalah 12 jam
- Biotransformasi : hati
Efek samping : tidak sedatif
b. Otrivin

Kandungan : xilometazolin HCl 0,05%; 0,1%


Termasuk golongan adrenergic imidazolin alfa 2 agonis
Mekanisme : vasokonstriktor local pada lapisan mukosa hidung dan mata
Indikasi :
- meringankan hidung tersumbat karena pilek, hay fever,
rhinitis alergi, sinusitis
- membantu mengeringkan sekresi sinusiparanasal
Kontra indikasi : glaucoma
Efek samping : mengantuk, tidak boleh pada anak karena terabsorbsi baik pada
SSp sehingga menyebabkan depresi SSP (koma)
Sediaan : 10 ml (botol) 0,05% drops
10 ml 0,01%
Dosis : 3 kali sehari 2-3 tetes

c. Becefort
Kandungan : vitamin B1, B2, B12, C, E, Ca. pantotenol, nikotinamid
Sediaan : tablet / sirup (60 ml)
Dosis : 1 x 1 tab
Meningkatkan daya tahan tubuh

OTITIS MEDIA AKUT


Definisi: peradangan pada telinga tengah, biasa disebabkan oleh bakteri
Resep:
R/ Amoxycillin tab mg 500 No. XXI
3 dd tab I
R/ Paracetamol tab mg 500 No. X
Prn (1-3) dd tab I agrediente Febre
Dosis pemberian:
: -Penisilin 1M 7 hari alergi Pritromisin.

Stadium OMA awal


Stadium Oklusi

Tetes hidung Hcl etedrin 0,5 % dalam larutan fisiologin < 12 th, 1 % > 12 th.
Antibiotik.

Presupurasi

: antibiotik: ampisilin.

Perforasi: cuci telinga perhidrol 3% 3-5 hari + antibiotik.

SINUSITIS
R/ Amoxycillin tab mg 500 No. X
3 dd tab I
R/ Lameson tab mg 4 No. X
3 dd tab I
R/ Demacolin tab No. X
3 dd tab I
Atau
R/ Oksimetazolin Hydrocloride 0,05 % gtt nasales
Tag No. I
2 dd gtt II nasals

Jenis obat:
a. Lameson
Kandungan: metilprednisolon 4 mg; 8 mg; 16 mg.
b. Demacolin
Kandungan:
- Asetaminoson 500 mg
- Pseudoetedrin Hcl 30 mg
- CTM 2 mg
- Katein 10 mg
Pseudrotedrin Dekongestan
Golongan simpatomimetik/bereaksi pada reseptor adrenergik pada mukosa hidung
untuk menyebabkan vasokontriksi, menciutkan mukosa yang bengkak.
Stimulasi reseptor 1 adrenergik yang terdapat pada pembuluh darah mukosa saluran
nafas atas vasokonstriksi.
c. Oksimetazolin:

menstimulasi adrenergik reseptor dari sistem simpatik.


vasokonstriksi lokal.

PREEKLAMSIA BERAT
Definisi: timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan . Penyakit ini
umumnya terjadi dalam triwulan ke 3 kehamilan, atau segera setelah persalinan.
Contoh resep:
R/ infus RL flab No. III
Cum infus set No. I
IV Catheter no. 22 No. I
imm
R/ Suifas magnesikus 40% ins. fll No. III
imm
R/ nifedipin tab mg 10 No. III 160 mmHg/ > 110
prn (1-3) dd tab I
Jenis obat:
1. RL elektrolit mengembalikan keseimbangan
2. MgSo4
anti kejang untuk preeklamsi & eklamsia.

pada wanita hamil terjadi penurunan magnesium darah.


mekanisme: menekan pengeluaran Asetilkolin pada motor end plate
mencegah Ca masuk, Ca antagonis
mengatasi kejang eklamptik, mempertahankan aliran darah ke uterus & fetus.
3. Nifedifin
Golongan Ca antagonis
Mekanisme: menghambat masuknya Ca2+ ke dalam sel sehingga terjadi
relaksasi otot polos vaskuler sehingga menurunkan kontraksi jantung &
menurunkan kecepatan konduksi AV & nodus SA.
Dosis: 10 mg/oral
ES: pusing, sakit kepala, hipotensi, takikardia, mual, muntah, edema periter,
batuk.
Antidotum: Ca gluconas 10% diberikan IV selama 3 menit.
R/ Ca gluconas 10% = 70ml No. I.
NaCl 0,4 flab No. I
Cum disposable syringe Cl 10 No. I
imm

DISENTRI BASILER ( Sembuh sendiri dalam 2-7 hari)


Def: Infeksi GIT akut, demam, mual, muntah, tenesmus akibat Shigella gram (-).
Tipe diare:

- Jarang
- Tinja banyak
- Bau busuk
- Darah > lendir.

Resep
R/ cotrimoxazol tab No. XX
2 dd tab No. II
R/ diafrom tab No. IX
3 dd tab I
R/ Metoklopramid tab mg 10 No. IX
prn (1-3) dd tab I

R/ oralit Sachet Granul No. X


ad libitum Solve in aqua cc 200
Pro. In. X (35 tahun).
Jenis obat:
1. Cotrimoxazol (antibiotik spektrum luas).
Kombinasi
: Sulfamethoxazole & trimetroprim.
Sediaan
: Sulfamethoxazole: 400 mg; 800 mg.
Trimetroprim: 80 mg; 160 mg.

Bentuk sediaan

: - Tablet.
- Suspensi: 200 mg (s), 40 mg (t)/ 5 ml.
- Sirup.

Mekanisme
:
o Sulfametoxazole: menghambat masuknya PABA ke molekul asam folat.
o Trimetroprim: menghambat reaksi reduksi dari dihidrofolat menjadi tetra
hidrofolat.
Indikasi
: - ISK akibat E. Coli, klebsiella, enterobacter, proteus.
- Infeksi GIT.
- Infeksi pernafasan: pneumuniae.
- Infeksi THT.

KI
: Gangguan hati, ginjal.
ES
: mual, muntah, SJS.
Dosis
: 5-7 hari - 2 x 2 tab selama 10-14 hari &
Paten
: Bactrim, trizole, yekaprim.
2. Diafrom (Neo Diafrom)
Kandungan
: Kaolin 550 mg
Pektin 20 mg

Shigelosis: 5 hari.

Indikasi
: Pengobatan simtomatik pada diare non spesifik
Mekanisme
: Obat antidiare mengeraskan tinja & mengabsorsi zat toksik.
Sediaan kaolin, pektin: neo kacitin 5 ml suspensi (kaolin 700 mg & pektin 50 mg).
Dosis
:
o Dewasa % anak > 12 th 2,5 tab post detecatio max: 7,5 tab/hari
(maksimal 15 tab/ hari).
o Anak 6-12 tahun: 1,5 tab post detecatio (maksimal 7,5 tab/hari).
3. Metoklopramid
Sediaan
: -10 mg/tab.
- 10 mg/2 ml (injeksi).

Indikasi

: - antiematik.
- dispepsia pasca gastrektomi.

Mekanisme
:
o Blokade reseptor dopamin di CTZ (chemoreceptor trigger zone)
o Memperkuat pergerakan & pengosongan lambung.
ES
: Sedasi & gelisah
Dosis
: Dewasa 10 mg 3x/hari.
4. Oralit (200 ml)
Komposisi
: - Kalium klorida 0,3 gr (1,5 gr)
- NaCl 0,7 gr (3,5 gr).
- Na bikarbonat 0,5 gr (2,5 gr).
- Glukosa anhidrat 4 gr (20 gr).

Indikasi
: rehidrasi pada muntaber, diare, kolera.
Dosis
:
o Dewasa 2 jam pertama 6 gelas, selanjutnya 2 gelas setiap BAB
o Anak < 1 th: 2 jam pertama 2 gelas larutan gelas
o Anak 1-5 th: 2 jam pertama 4 gelas larutan 1 gelas

EPILEPSI
Definisi : cetusan muatan neuron SSP abnormal, berlebihan, sinkron, intermitten, paroksimal,
unporoke.
Gejala : konvulsi
Contoh resep :
R/ diazepam inj mg 5 amp No. I
Cum disposable syringe cc 3 No.I
S imm
R/ fenitonin Na cap mg 100 No. XXI
S 3 dd cap I
R/ Karbamazepin tab mg 200 No. X
S 2 dd tab I
Jenis obat:
1. Diazepam
Golongan benzodiazepine
Mekanisme :
o Potensiasi inhibisi neuron dengan GABA sebagai mediatornya.

Diazepam berikatan dengan reseptor GABAa membuka kanal klorida


ce- masuk dalam sel peningkatan potensial elektrik sepanjang
membrane sel sukar tereksitasi.
Dosis : saat status epileptus :0,2 mg/kgBB dengan kecepatan 5gr/menit, IV
lamban ulang 15-20 menit kemudian dosis max 20-30mg
ES: obstruksi sal.nafas oleh lidah akibat relaksasi otat, menggantung.
Sediaan : 10 mg/ml (injeksi) valium, 5 mg/ml (injeksi) valdimex
o

2. Natrium fenitonin
Sediaan : 100mg/ cap (dilantin), 50 mg/ml (injeksi)
Golongan hidantoin
Mekanisme:
o efek anti konvulsi tanpa depresi SSP inhibisi kanal NA + pada membrane
sel axon.
o Penghambatan penjalaran rangsang dari focus kebagian otak lain.
o Mempengaruhi perpindahan ion melintasi membrane sel Menggiatkan
pompa Na+, K+, Ca +2, neuron dan mengubah neurotransmitter
asetilkolin GABA.
Farmakokinetik:
o Absorbsi fenitonin per oral berlangsung lambat
o Diekskresi dalam tinja
o Kadar puncak :3-12 jam
IQ : kadar fenitonin akan meningkat bersama kloramfenikol, simetidin, INH.
Sedangkan kadar fenitonin akan menurun dengan theofilin.
Dosis : anak 5 mg/kgBB/hari, maintenance :300-400mg/hari terbagi
Indikasi : bangkitan tonik klonik dan parsial
3. Karbamazepin
Sediaan : 200 mg/tab
Indikasi : epilepsy parsial seizure dengan gejala kompleks dan sederhana.
Dosis: awal: 2x -1 tablet 3-4/tablet. Maintenance: 800-1000 mg/hari
ES jangka lama: pusing, vertigo, ataksia, diplopia
URETRITIS GONORHEA
Definisi : akibat infeksi niesseria gonorrhoeae menginfeksi urethra, cervix, rectum.
Gejala : laki-laki:disuria, keluar secret nanah. Wanita : asimtomatis, hemtouri,nyeri perut bawah
Terapi utama :

Ciprofloxacin 500mg dan ofloxasin 400mg


Doksisiklin 2 x 100 mg selama 7 hari

Contoh resep : R/ cefixime tab 100mg No IV


S haustus
R/ doxicycilin tab mg 100 No. XIV

S 2 dd tab 1
R/ asam mefenamat tab mg 500 no XXI
S 3 dd tab 1

Jenis obat:
1. cefixime (Golongan Sefalosporin)
Sediaan : 100 mg, 50 mg tab
Obat terpilih :sefriakson, fluorokuinolon oral, setiksin.
Paten : trixim (100mg), verhicet (50mg, 100mg), tocet, taxime (100mg,
200mg/kapsul, 125 mg/ 5ml)
Mekanisme: kurang aktif terhadap kokus gram (+) disbanding kan dengan
generasi pertama tetap jauh lebih aktif terhadap Enterobacteriaceae, termasuk
strain penghasil penisilin.
Dosisi: kapsul dewasa dan anak-anak>30kg: 50-100 mg 2x sehari.
2. doxicyclin
Golongan tetrasiklin (spectrum luas)
Sediaan : 100 mg, 50 mg
Paten : interdoxin
Indikasi : infeksi gram (+/-), klamidia, ricketsia, brusela
Mekanisme : hambatan sintesis protein bakteri pada ribosomnyaterjadi 2 proses
dalam masuknya antibiotic kedalam ribosom bakteri gram (-).
1. difusi pasif melalui kanal hidrofilik
2. system transfer aktif.
Ambiotik berikatan dengan ribosom 30s reversible dan mencegah ikatan tRNA
aminoasil pada kompleks mRNA-ribosom mencegah perpanjangan rantai peptide
yang sedang tumbuh sintesis protein terhambat.
3. Asam Mefenamat
Analgesik, antiinflamasi
Terikat kuat dengan protein plasma
Dosis 2-3 x 250-500mg/hari
Mekanisme: berperan mensensitisasi resepror nyeri, histamine, brakidin sebagai
mediator merangsang nyeri.
Efeksamping:
biritasi
lambung,
mual,
muntah,
diare.

FLUOR ALBUS
Definisi : ciran kental dari vagina terasa gatal, rasa panas atau perih, kadang berbau.
Etiologi : e. albicans
Contoh resep : R/ Nystatin tab vag No. VII
S u.c
R/ metronidazole tab mg 500 No. XIV

S 2 dd tab I
Pro : Ny. W (38th)
Jenis obat:
1. Nystatin
Sediaan : 100.000 UI/tab vag, 100.000 UI/ ml suspense
Mekanisme:
o Menghambat pertumbuhan berbagai jamur dan ragi tetapi tidak aktif
terhadap bekteri, protozoa, virus.
o Hanya akan diikat oleh jamur atau ragi yg sensitive. Aktofasi antifungi
tergantung adanya ikatan pada membrane jamur atau ragi terutama
ergosterol perubahan permeabilitas membrane sel __> sel kehilangan
molekul kecil
Indikasi : kandidiasis coral, usus, vagina, kulit.
Perhatian: kehamilan dan menyusui
Dosis : oral: dewasa dan anak >100.000UI p.c 4x1 untuk 7 hari; vagina: 1-2 ovula
hora somni (2mg)
Efek samping : muntah, diare: dosis tinggi
Paten :candistin, cazetin, decastatin, enystatin,
b.Metronidazol
Sediaan : tablet 500 mg, 250 mg; infuse 0,5%/100ml
Paten : myragil
Mekanisme : aktifasi bakteri anaerob amubisi yg bekerja pada lumen usus dan
jaringan memiliki efek trikomoniasid dan efektif juga thd giardia lambia
Dosis:
o Amobiasis : 3x 750mg selam 5-10 hari; anak 35-40mg/kgBB dalam 3
dosisi selama 10 hari
o Infeksi bakteri anaerob:
Dewasa: 7,5 mg/kgBB tiap 6 jam (500mg dg BB 70kg); max 4gr/hari
selama 7-10 hari.
Atau : R/ flagystatin ovula No III
S 1 dd ovula 1 per vag h.s
R/ cetirizin tab mg 10 No. Vii
S I dd tab I
Pro:
o Flagistin : metronidazol 500 mg+nystatin 100.000 UI
o Cetirizin : antihistamin sedative __>mengurangi gatal
SKABIES
Definisi : salah satu penyakit kulit menular yg disebabkan oleh sarcopeles scabei
Gejala: gatal pada malam hari, lesi berwarna putih keabu-abuan, ada nanah akibat garukan.

Contoh resep : R/ scabamite cream g 30 No. I

S u.d
Pro:
Scabimite: berisi permetrin 5% yang berfungsi sebagi skabisid dan pedikulosit yang
dapat menyebabkan paralisis dan kematian kutu.

SKIZOFRENIA
Definisi : suatu gangguan psikosis fungsional berua gangguan mental berulang yang ditandai
dengan gejala psikotik yang khas dan oleh kemunduran fungsi social, fungsi kerja dan
perawatan diri.
Gejala :
Skizofren tipe I: halusinasi, delusi, asosiasi longgar.
Skizofren tipr II: apati dan perawatan diri yg buruk.
Contoh resep :
R/ Klorpomazain tab mg 100 No. III
S 1 dd tab I
R/ reseridon tab mg 2 No. VI
S 2 dd tab 1
R/ trihexilphenidil tab mg 2 No. IX
S 3 dd tab I
Pro :
Mekanisme :

Klorpromazin dan resperidon: obat antipsikotik digunakan untuk mengatasi


labilitas emosional pasien dan mengatasi gang.psikotik
THP antikolinergik agent untuk mencegah cholinergic rebound berupa
mual,muntah, nyeri,lambung.

INFEKSI SALURAN KEMIH


Definisi: infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih. ISK merupakan kasus yang sering
terjadi dalam dunia kedokteran. Walaupun terdiri dari berbagai cairan, garam, dan produk
buangan, biasanya urin tidak mengandung bakteri. Jika bakteri menuju kandung kemih atau
ginjal dan berkembang biak dalam urin, terjadilah ISK. Jenis ISK yang paling umum adalah
infeksi kandung kemih yang sering juga disebut sebagai sistitis. Gejala yang dapat timbul dari
ISK yaitu perasaan tidak enak berkemih (disuria, Jawa: anyang-anyangen). Tidak semua ISK
menimbulkan gejala, ISK yang tidak menimbulkan gejala disebut sebagai ISK asimtomatis.
Gejala ISK:
Penderita ISK mungkin mengeluhkan hal-hal berikut:

Sakit pada saat atau setelah kencing

Anyang-anyangan (ingin kencing, tetapi tidak ada atau sedikit air seni yang keluar)

Warna air seni kental/pekat seperti air teh, kadang kemerahan bila ada darah

Nyeri pada pinggang

Demam atau menggigil, yang dapat menandakan infeksi telah mencapai ginjal (diiringi
rasa nyeri di sisi bawah belakang rusuk, mual atau muntah)

Klasifikasi ISK :
1. Berdasarkan etiologi
a. Primer
b. Sekunder
2. Berdasarkan lokasi
a. ISK atas
- Demam
- Menggigil
- Kram, muntah
- Nyeri punggung
b. ISK bawah
- Nyeri suprapubik
- Disuria
- Polikisuria
- Nokturia
- Hematuria
Contoh resep :
R/ Bactrim

tab

No. X

S 2 dd tab II
R/ Paracetamol tab

No. X

S prn (1-3) dd tab I


Pro : Ny. B (32th)
a. Bactrim
Kandungan : Cotrimoxazole (Sulfametoxazole 400 mg dan trimetropim 80 mg)
Mekanisme :
- Menghambat reaksi enzimatik obligat pada 2 tahap yang berurutan pada
mikroba sehingga kombinasi sulfametoxazole dan trimetoprim memberikan
efek sinergis.
- Sulfametoxazole : menghambat masuknya molekul PABA ke dalam molekul
asam folat.

Trimetoprim : menghambat terjadinya reduksi dari dihidrofolat menjadi


tetrahidrofolat yang penting untuk reaksi pemindahan satu atom C seperti
pada pembentukan basa purin dan asam amino.
Lama terapi : 10 14 hari untuk laki-laki, 7 10 hari untuk perempuan.
b. Paracetamol
Mekanisme :
Mekanisme aksi utama dari parasetamol adalah hambatan terhadap enzim
siklooksigenase (COX: cyclooxigenase), dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa
obat ini lebih selektif menghambat COX-2. Meskipun mempunyai aktifitas antipiretik
dan analgesik, tetapi aktifitas anti-inflamasinya sangat lemah karena dibatasi
beberapa faktor, salah satunya adalah tingginya kadar peroksida dapa lokasi
inflamasi. Hal lain, karena selektifitas hambatannya pada COX-2, sehingga obat ini
tidak menghambat aktifitas tromboksan yang merupakan zat pembekuan darah.

FARINGITIS
Definisi:
suatu penyakit peradangan
yang
menyerang
tenggorok atau hulu
kerongkongan (pharynx). Kadang juga disebut sebagai radang tenggorok. Radang ini bisa
disebabkan oleh virus atau kuman, disebabkan daya tahan yang lemah. Pengobatan
dengan antibiotika hanya efektif apabila karena terkena kuman. Kadangkala makan makanan
yang sehat dengan buah-buahan yang banyak, disertai dengan vitamin bisa menolong. Gejala
radang tenggorokan seringkali merupakan pratanda penyakit flu atau pilek.
Klasifikasi:

Faringitis akut, radang tenggorok yang masih baru, dengan gejala nyeri tenggorok dan
kadang disertai demam dan batuk.

Faringitis kronis, radang tenggorok yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama,
biasanya tidak disertai nyeri menelan, cuma terasa ada sesuatu yang mengganjal di
tenggorok.
Contoh resep :

R/ Amoxycilin tab

mg 500

No. XII

mg 500

No. X

S 3 dd tab I
R/ Paracetamol tab

S prn (1-3) dd tab I agrediente febre


Bisa ditambahkan :
R/ Dexametason tab mg 0.5
S 3 dd tab I

No. X

R/ OBH syr fl

No. I

S 3 dd CI
R/ Gliseril guaicolat tab mg 100

No X

S 3 dd tab I
Pro : Tn A (31th)
Jenis obat:
1. Amoxicylin
Antibiotik beta lactam golongan penisilin
Menghambat pembentukan mukopeptida yang diperlukan untuk sintesis dinding
mikroba. Obat + PBD kuman menghambat sintesis dinding sel kuman karena
proses transpeptidasi antar rantai peptidoglikan terganggu terjadi aktivasi enzim
proteolitik pada dinding sel
Dosis : 3 x 1 tab

URTIKARIA
Definisi: reaksi vaskular di kulit akibat bermacam-macam sebab, biasanya ditandai dengan
edema setempat yang cepat timbul dan menghilang perlahan-lahan, berwarna pucat dan
kemerahan, meninggi di permukaan kulit, sekitarnya dapat dikelilingi halo. Keluhan subyektif
biasanya gatal, rasa tersengat atau tertusuk. Urtikaria juga kadang dikenal sebagai hives, nettle
rash, buduran, kaligata.
Klasifikasi
Berdasarkan lamanya serangan berlangsung
Urtikaria akut, bila serangan berlangsung kurang dari 6 minggu, atau berlangsung
selama 4 minggu tetapi timbul setiap hari.

Urtikaria kronik, bila serangan lebih dari 6 minggu.


Berdasarkan morfologi klinis

Urtikaria papular bila berbentuk papul.

Urtikaria gutata bila besarnya sebesar tetesan air.

Urtikaria girata bila ukuran besar.


Berdasarkan luas dan dalamnya jaringan terkena

Urtikaria lokal

Urtikaria generalisata

Angioedema
Berdasarkan penyebab dan mekanisme terjadi urtikaria

Urtikaria imunologik

1. Bergantung pada IgE (reaksi alergik tipe I)


2. Ikut sertanya komplemen
3. Reaksi alergi tipe IV
Urtikaria nonimunologik
1. Langsung memacu sel mas, sehingga terjadi pelepasan mediator. (misalnya obat
golongan opiat dan bahan kontras)
2. Bahan yang menyebabkan perubahan metabolisme asam arakidonat (misalnya
aspirin, obat anti inflamasi non-steroid)
3. Trauma fisik, misalnya dermografisme, rangsangan dingin, panas atau sinar, dan
bahan kolinergik.
Urtikaria Idiopatik : Urtikaria yang tidak jelas penyebab dan mekanismenya.

Contoh resep :
R/ Prednison tab

mg 5

No. X

S 3 dd tab I
R/ Astemizol tab

mg 10 No VI

S 2 dd tab I a.c
Pro : Sdri S (23th)
Jenis obat:
1. Prednison
Kasus urtikaris akut atau kronik AH tidak berespon
Prednisone diubah jadi prednisolone untuk menghasilkan efek
Sediaan : 5 mg
Indikasi : keadaan alergi peradangan
Efek samping : osteoporosis, hiperglikemi, hipertensi
Dosis : 0.5 1 mg / Kg BB / hari tapering off 10-15 hari
Kontraindikasi : urtikaria kronik
Anti inflamasi : menghambat fenomena inflamasi :
- Dilatasi kapiler
- Migrasi : leukosit ke tempat radang dan aktivitas fagositosis
Prednisone : mengurangi permeabilitas kapiler.
2. Astemizol
Anti histamine 1 non sedative generasi II
Dalam keadaan lambung kosong
Sediaan : 10 mg
Mekanisme ;
- Menghambat histamine pada pembuluh darah, bronkus, dan macam-macam otot
polos
- Rx : hipersensitivitas

Menghambat peningkatan permeabilitas kapiler dan edema akibat histamine

STOMATITIS
Definisi: radang pada selaput lendir/mukosa dalam rongga mulut seperti pipi, gusi, bibir, lidah,
langit-langit.
Penyebabnya bisa berasal dari keadaan dalam mulut atau bagian dari penyakit sistemik.
Contoh resep :
R/ Betadine gargle

lag

No. I

S 3 dd garg I m et v
R/ FG Troches

tab

Ni. V

tab

No. V

S 1 dd tab I
R/ Becefort
S 1 dd tab I
Pro : Nn. K (23 th)
a. Betadine gargle
Antiseptic : membunuh mikroorganisme pada jaringan hidup.
Kandungan : periodone iodine , sebagai obat kumur, antiseptic di permukaan kulit
dan membrane mukosa.
Paten : Scansepta
Indikasi : stomatitis, gingivitis, periodontitis, antibiotic dalam tubuh
Dosis : kumur selama - 1 menit sehari 6-12 kali
Sediaan : botol 250 ml
Yodium : antiseptic spectrum luas.
b. FG Troches
Fradiomisin 2.5 mg, gramisidin I 1 mg
Berfungsi sebagai anti radang
c. Becefort
Meningkatkan imunitas
Kandungan : vit B plex. Vit C 500 mg, Vit E
Tuberculosis
Definisi: penyakitinfeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini
paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh
lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui
menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh
kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan.

Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih
dari setengah kasus.
Gejala utama tuberkulosis ialah batuk selama 3 minggu atau lebih, berdahak, dan biasanya
bercampur darah. Bisa juga nyeri dada, mata memerah, kehilangan nafsu makan, sesak
napas, demam, badan lemah, dan semakin kurus. Bila tidak ditangani, bisa terjadi
syokhipovolemik atau sesak napas berat yang berujung kematian.
Klasifikasi :

Tuberkulosis paru terkonfirmasi secara bakteriologis dan histologis

Tuberkulosis paru tidak terkonfirmasi secara bakteriologis dan histologis

Tuberkulosis pada sistem saraf

Tuberkulosis pada organ-organ lainnya

Tuberkulosis millier

Contoh resep :
R/ Isoniazid

tab

mg 300

No. VII

mg 450

No. VII

mg 250

No. XIV

mg 250

No. XIV

S 1 dd tab I
R/ Rifampisin tab
S 1 dd tab I
R/ Pirazinamid tab
S 1 dd tab II
R/ Etambutol tab
S 1 dd tab II
Pro : Tn. X (39 th)
Jenis obat:
1. Isoniazid (INH)
Bakterisid pada kuman dalam keadaan aktif, bakteriostasik terhadap kuman yang
diam.
Mekanisme : menghambat enzim esensial untuk sintesis asam mikolat dan dinding
selmikobakterium.
Efek samping : neuritis perifer dicegah dengan pemberian piridoksin.
Dapat menembus plasenta tapi tidak teratogenik.

Sediaan : tablet 50, 100, 300, 400 mg. sirup 10 mg/ml


Dosis : - single dose biasanya sudah digabung dengan vit B6 10n mg/ml
- dewasa : 5 10 mg / Kg BB / hari, max : 300mg/hari
2. Rifampisin
Bakteriosid pada intra dan ekstrasel, dapat masuk semua jarinagn dan membunuh
kuman semi dorman yang tidak dapat dubunuh INH.
Mekanisme : menghambat DNA dependent RNA polymerase dari mikrobakteria dan
mikroorganisme lain dengan menekan mula terbentuknya rantau dalam sintesis
RNA.
Efek samping :
- Flu like syndrome
- Gatal-gatal kemerahan
- Nyeri perut, mual, muntah, diare
- Warna urine, keringat, air mata, liur menjadi merah (sindrom
Redman)
Sediaan :
- 150 mg, 300 mg (kapsul)
- 450 mg, 600 mg (tablet)
- 100 mg/ 5 ml (suspense)
Dosis : <50 kg (dewasa) : 450 mg / hari ; > 50 kg : 60 mg / hari
3. Pirazinamid
Diberikan saat intensif karena PZA bekerja dalam keadaan asam.
Efek samping : gangguan hepar, gout arthritis
Sediaan : 250 mg, 500 ng (tablet)
Dosis : 20 35 mg / Kg BB / hari, max 3 gram / hari
4. Etambutol
Dosis : 15 mg / Kg BB 1x1 tab
Toksik mata jarang diberikan pada anak
Menekan kuman yang resisten terhadap INH dan streptomisin
Mekanisme : menghambat sintesis metabolit sel
Efek samping : gangguan penglihatan : buta warna, penurunan penglihatan (neuritis
retrobulbur)
Mencegah resistensi kuman terhadap anti tuberculosis lain
Sediaan : tablet 250 mg, 500 mg

PNEUMONIA
Klasifikasi
Berdasar karakteristik klinisnya :

1. pneumonia akut (<3minggu)


2. penumonia kronis
Berdasar etiologinya :
1.
2.
3.
4.
5.

pneumonia bakteri
pneumonia virus
pneumonia fungi
pneumonia parasit
pneumonia idiopatic

Obat dan Mekanisme Kerjanya


R/ Ciprofloxacin tab mg 500 No.XIV
S 2 dd tab I
R/ Ambroxol tab mg 30 No.XV
S 3 dd tab I
Pro . Tn Andi (30tahun)
1. Ciprofloxacin
Golongan florokuinolon digunakan untuk infeksi saluran nafas bawah.
Mekanisme kerja : menghambat kerja enzim DNA gyrase kuman, bersifat
bakterisida.
Sediaan : 500 mg, 250 mg,
Dosis : 2x 500-750 mg/ hari
2. Ambroxol
- Mengandung hidroklorida
- Merupakan metabolik aktif N-desmethyl dari mukolitik bromhexine. Walaupun
mekanisme kerjanya belum dapat didefinisikan, kemungkinan dapat meningkatkan
kuantitas dan menurunkan viskositas dari sekresi trakeabronkial, yang mana mungkin
juga berfungsi sebagai ekspektoran.
- ESO : efek gastrointestinal ringan
- Dosis : Dewasa: dosis harian 30 mg (satu tablet Ambroxol) sampai 120 mg (4 tablet
Ambroxol) diambil dalam 2 sampai 3 dosis. Anak sampai 2 tahun: setengah sendok
teh dua kali sehari Ambroxol sirup. Anak-anak 2 - 5 tahun: setengah sendok teh sirup
Ambroxol 3 kali sehari. Anak di atas 5 tahun: Satu sendok teh sirup Ambroxol 2-3 kali
sehari.
- Sediaan tablet, sirup. 1 tablet ambroxol = 30 mg hidroklorida; 5 ml sirup ambroxol =
15 mg hidroklorida.
ASMA BRONKIAL
Klasifikasi
Berdasarkan penyebabnya, asma bronkhial dapat diklasifikasikan menjadi 3 tipe, yaitu :

1. Ekstrinsik (alergik)
Ditandai dengan reaksi alergik yang disebabkan oleh faktor-faktor pencetus yang
spesifik, seperti debu, serbuk bunga, bulu binatang, obat-obatan (antibiotic dan aspirin)
dan spora jamur. Asma ekstrinsik sering dihubungkan dengan adanya suatu predisposisi
genetik terhadap alergi. Oleh karena itu jika ada faktor-faktor pencetus spesifik seperti
yang disebutkan di atas, maka akan terjadi serangan asma ekstrinsik.
2. Intrinsik (non alergik)
Ditandai dengan adanya reaksi non alergi yang bereaksi terhadap pencetus
yang tidak spesifik atau tidak diketahui, seperti udara dingin atau bisa juga disebabkan
oleh adanya infeksi saluran pernafasan dan emosi. Serangan asma ini menjadi lebih
berat dan sering sejalan dengan berlalunya waktu dan dapat berkembang menjadi
bronkhitis kronik dan emfisema. Beberapa pasien akan mengalami asma gabungan.
3. Asma gabungan
Bentuk asma yang paling umum. Asma ini mempunyai karakteristik dari bentuk
alergik dan non-alergik.
Contoh resep:
R/ Ventolin MDI No. I
S prn 1-2 dd puff I
R/ Metil prednisolon tab mg 4 No.VII
S 1 dd tab I
Pro Tn. Andi (30tahun)
Jenis obat:
1. Ventolin
Kandungan salbutamol sulfate, golongan beta2-mimetika
Mekanisme kerja : bekerja spesifik pada reseptor-2. Selain mempunyai daya
bronchodilatasi yang baik, juga memiliki efek yang lemah terhadap stabilisasi sel
mast, sehingga sangat efektif untuk mencegah atau meniadakan asma.
ESO : nyeri kepala, pusing, mual, tremor tangan. Pada overdose menimbulkan
efek kardiovaskuler (takikardi, palpitasi, aritmia, hipotensi).
Dosis : tab 2 mg, inhaler 100 mcg. Inhalasi 3-4 dd 2 semprotan dari 100mcg,
pada serangan akut 2 puff dapat diulang sesudah 15 menit. Pada serangan
hebat i.m atau s.c 250-500 mcg, yang dapat diulang setelah 4 jam.
Biasa digunakan dalam bentuk dosis aerosol, karena berefek pesat dan
mempunyai efek samping yang ringan dibanding dengan dosis oral.
2. Metilprednisolon
Merupakan kortikosteroid, sebagai antiinflamasi, mengatasi obstruksi jalan nafas.
Mekanisme kerja : menghalangi enzim fosfolipase yang mampu mengubah
fosfolipid membran sel menjadi mediator menimbulkan bronkospasme.

ESO : gejala cushing (osteoporosis, moonface, hipertrichosis, impotensi, dll)


serta penekanan fungsi anak ginjal.
Dosis : Sediaan 4 mg, 16 mg. Prednisolon untuk terapi kur singkat 25-40 mg
sesudah makan pagi, yang setiap dua hari dikurangi dengan 5 mg sampai kur
selesai dalam 2-3 minggu. Untuk pemeliharaan 5-10 mg prednisolon setiap
48jam.

STATUS ASMATIKUS
Definisi: Status asmatikus adalah keadaan darurat medik paru berupa serangan asma yang
berat atau bertambah berat yang bersifat refrakter sementara terhadap pengobatan yang lazim
diberikan. Refrakter adalah tidak adanya perbaikan atau perbaikan yang sifatnya hanya singkat,
dengan pengamatan 1-2 jam. (Medlinux,2008)
Klasifikasi derajat asma
Derajat Asma
INTERMITTEN
Mingguan

Fungsi Paru
VEPI atau APE
80%

PERSISTEN
RINGAN
Mingguan

Gejala
Gejala Malam
2 kali sebulan
Gejala <1minggu
Tanpa gejala di luar serangan
Serangan singkat
Fungsi paru asimptomatik dan
normal di luar serangan
Gejala > 1x/minggu tapi >2kali seminggu
<1x/hari
Serangan dapat mengganggu
aktivitas dan tidur

PERSISTEN
SEDANG
Harian

Sekali
Gejala harian
Menggunakan obat setiap hari
semingg
Serangan
mengganggu
u
aktivitas dan tidur
Serangan 2x/seminggu, bisa
berhari-hari
Sering
Gejala terus-menerus
Aktivitas fisik terbatas
Sering serangan

VEPI atau APE


>60%
Tetapi
80%
normal

PERSISTEN
BERAT
Kontinu

VEPI
atau
APE80%

VEPI atau APE


<80%
Normal

Obat dan Mekanisme kerjanya

Terapi :

O2 4-6 liter/menit dan pasang infuse RL atau D5.


Bronkodilator (salbutamol 5 mg atau terbutalin 10 mg) inhalasi dan pemberian dapat
diulang dalam 1 jam.

Aminofilin bolus iv 5-6 mg/kgBB, jika sudah menggunakan obat ini dalam 12 jam
sebelumnya maka cukup diberikan setengah dosis.
Kortikosteroid hidrokortison 100-200 mg i.v, jika tidak ada respon segera atau pasien
sedang menggunakan steroid oral atau dalam serangan berat.
Ekspektoran : adanya mukus kental dan berlebihan (hipersekresi) di dalam saluran
pernafasan menjadi salah satu pemberat serangan asma, oleh karenanya harus
diencerkan dan dikeluarkan, misalnya dengan obat batuk hitam (OBH), obat batuk
putih (OBP), gliseril guaiakolat (GG)

R/ Dextrosa 5% infus flab No.III


Cum infus set No.I
S imm
R/ Ventolin inhaler fl No.I
S prn 1 dd puff I
R/ Aminofilin inj amp No. II
Cum disposable syringe cc 10 No.II
S imm
R/ Metilprednisolon 125 mg vial No.I
Cum disposable syringe cc 10 No. I
S imm
R/ OBH syr lag No. I
S 3 dd C I
Pro Tn Andi (30 tahun)
Jenis obat:
1. Dextrosa 5%
Dekstrosa dengan mudah dimetabolisme, dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan
menambah kalori. Dekstrosa dapat menurunkan atau mengurangi protein tubuh dan
kehilangan nitrogen, meningkatkan pembentukan glikogen dan mengurangi atau
mencegah ketosis jika diberikan dosis yang cukup. Dekstrosa dimetabolisme menjadi
CO2 dan air,maka larutan dekstrosa dan air dapat mengganti cairan tubuh yang hilang.
Injeksi dekstrosa dapat juga digunakan sebagai diuresis dan volume pemberian
tergantung kondisi klinis pasien
3.

Ventolin
Kandungan salbutamol sulfate, golongan beta2-mimetika

Mekanisme kerja : bekerja spesifik pada reseptor-2. Selain mempunyai daya


bronchodilatasi yang baik, juga memiliki efek yang lemah terhadap stabilisasi sel
mast, sehingga sangat efektif untuk mencegah atau meniadakan asma.
ESO : nyeri kepala, pusing, mual, tremor tangan. Pada overdose menimbulkan
efek kardiovaskuler (takikardi, palpitasi, aritmia, hipotensi).
Dosis : tab 2 mg, inhaler 100 mcg. Inhalasi 3-4 dd 2 semprotan dari 100mcg, pada
serangan akut 2 puff dapat diulang sesudah 15 menit. Pada serangan hebat i.m
atau s.c 250-500 mcg, yang dapat diulang setelah 4 jam.
Biasa digunakan dalam bentuk dosis aerosol, karena berefek pesat dan
mempunyai efek samping yang ringan dibanding dengan dosis oral.
2. Aminofilin
Merupakan garam yang dalam darah membebaskan teofilin kembali.
Mekanisme kerja : bersifat basa dan merangsang selaput lendir. Sebagai
bronkodilator untuk melancarkan pernafasan dan menghilangkan wheezing.
ESO : gangguan lambung, nyeri.
Dosis : oral 2-4 dd 175-350 mg dalam bentuk tablet salut, pada serangan hebat i.v
240 mg, rectal 2-3 dd 360 mg. Dosis maksimal 1,5g sehari.
3. Metilprednisolon
Merupakan kortikosteroid, sebagai antiinflamasi, mengatasi obstruksi jalan nafas.
Mekanisme kerja : menghalangi enzim fosfolipase yang mampu mengubah
fosfolipid membran sel menjadi mediator menimbulkan bronkospasme.
ESO : gejala cushing (osteoporosis, moonface, hipertrichosis, impotensi, dll)
serta penekanan fungsi anak ginjal.
Dosis dan sediaan : Methylprednisolone 125 mg, tiap vial mengandung
Metilprednisolon natrium suksinat setara dengan Metilprednisolon 125 mg.
Methylprednisolone 500 mg, tiap vial mengandung Metilprednisolon natrium
suksinat setara dengan Metilprednisolon 500 mg
4. OBH
Mengandung amonium klorida, suqus liquirite, SASA.
Sebagai ekspektoransia , memperbanyak produksi dahak dan dengan demikian
mengurangi kekentalannya, sehingga mempermudah pengeluarannya dengan
batuk.
Mekanisme kerja : merangsang reseptor-reseptor di mukosa lambung yang
kemudian meningkatkan kegiatan kelenjar-sekresi dari saluran lambung usus dan
sebagai reflek memperbanyak sekresi dari kelenjar yang berada di saluran nafas.
ESO : mengantuk
Sediaan : syrup
KONJUNGTIVITIS
Klasifikasi:
1. Konjungtivitis bakteri
2. Konjungtivitis viral

3. Konjungtivitis alergi
4. Konjungtivitis sika
Obat dan mekanisme kerjanya
R/ Gentamicin 0,3% guttae opthalmic fl No.I
S 6 dd gtt I-II ODS
Pro. Tn Yudi (30 tahun)
Atau
R/ Cendoxitrol guttae opthalmic fl No.I
S 3 dd gtt I ODS
Pro. Tn Yudi (30 tahun)
1. Gentamicin
Terutama untuk basil gram-negatif aerob
Merupakan golongan aminoglikosida. Antimikroba spketrum luas.
Mekanisme kerja : aminoglikosida tribosom dan menghambat sintesis protein.
Mempercepat tranfor aminoglikosida ke dalam sel, sehingga terjadi kerusakan
membran sitoplasma, menyebabkan kematian sel atau terjadi misreading kode
genetik dan menghambat sintesis protein. Bersifat bekterisida cepat.
Dosis : 1-2 tetes tiap 4 jam. Sediaan : 5ml botol.
2. Cendoxitrol
Mengandung : dexamethason 0,1% , neomisin sulfat 3,5mg , polimiksin sulfat
6000 uI
Indikasi : konjungtivitis tidak bernanah, blefarokonjungtivitis, keratokonjungtivitis
GLAUKOMA
Klasifikasi
1. Glaukoma primer
a. glaukoma sudut tertutup
b.glaukoma sudut terbuka
2. glaukoma sekunder
3. glaukoma kongenital
4. glaukoma absolut

Obat dan mekanisme kerja


R/ Cendocarpin 2% gtt opthalmic fl No.I
S 2 dd gtt I ODS
R/ Triatimolol gtt opthalmic fl No. I
S 2 dd gtt I ODS
R/ Asetazolamid tab mg 250 No.XX
S 2 dd tab I
Pro. Tn Yudi (30 tahun)
1. Cendocarpin
Mengandung : pilokarpin HCl 1% 2% 4%
Berfungsi sebagai miotik. Untuk membesarkan saluran, kontraksi badan siliar,
peneluaran cairan mata.
Mekanisme kerja : perangsangan reseptor kolinergik muskarinik
Pemberian pada pagi dan siang, mengikuti siklus peningkatan humoraquous.
2. Triatimolol
Mengandung : timolol maleat 0,5%.
Merupakan nonselective beta adrenergik reseptor blocking agent.
Mekanisme kerja : menurunkan produksi humor aquous melalui blokade di
reseptor pada epitel siliaria.
ESO : aritmia, bronkospasme.
3. Asetazolamid
Merupakan golongan carbonic anhidrase inihibitor.
Mekanisme kerja : sulfonamid non bakteriostatik yang menginhibisi cecara non
kompetitif enzim karbonik anhidrase ( enzim ini dikeluarkan badan siliar,
berhubungan dengan produksi aquous).
Dosis : Glaukoma terbuka : oral 250mg 1-4 x sehari
Glaukoma tertutup : i.v 250-500mg
Sediaan : 125mg, 250mg, kapsul lepas lambat 500mg, vial 500mg.

SYOK ANAFILAKTIK

Contoh resep:
Cito!
R/

Adrenalin 0,1%

inj amp No. II

Cum disposable syringe

cc1 No. II

imm
Pro : Ny. X ( 25th)

Jenis obat:
1. Adrenalin cepenetrin
Merupakan obat simpatomiometik efek menyerupai efek yg di timbulkan untuk
susunan saraf simpatis.
Mekanisme
:
Menstimuli 1 di jantung dan 2 di otot polos pembuluh darah skeletal muscle
( vasodilatasi)

Prinsip Terapi:
Injeksi epinefrin untuk vasodilatator dan meningkatkan kerja jantung
Perlu pemberian 02 untuk breathing.

THYPUS ABDOMINALIS
Contoh resep:
R/

R/

Ringer lactat
Cum Infus set No.II
Iv Catheter
imm

Inf flab No.II

Chloramphenicol
3 dd tab I

Tab mg 500 N0. XX

Pro:

no.22 No.I

Tn. Y ( 30th)

Jenis obat:
1. Chlorampenicol
Sediaan

: sebagai anti mikroba


: 125 mg/5ml syrp chemotrex
500mg, 250 mg/ kapsul
1000mg injeksi

Dosis

: 3-4X sehari ( 50mg/kgBB/ hari)

Mekanisme
: menghambat sintesis protein human. Kloramfenikol terikat pada
ribosom subunit 5os dan menghambat enzim peptidil transferase shg ikatan peptida
tdk dpt terbentuk pd sintesis protein kuman.
Efek samping
: reaksi hematologik depresi sumsum tulang, anemia aplastik
Reaksi sal. Cerna mual,muntah, glositis. Diare
Syndrom gray dosis tinggi pada neonatos
Neuropati optik dan perifer

Interaksi obat : memperpanjang masa paruh eliminasi fenitoin, tolbutamid, klorpopamid,


warfarin.
Kontra indikasi
: hamil, laktasi, trisemester ahkir, hipoksia
Kloramfenikol mampu menurunkan panas lebih cepat 3-5 hari
2. Ringer lactat
Mencegah dehidrasi, mencegah asidosis
Tambahan, ampisilin mampu membunuh carier s.thypii krn kloramphenikol inaktif pd
empedu maka kuman dlm empedu msh hidup sbg carier.
DENGUE HEMORAGIK FEVER

Ciri

: Trombositipenia
Hct meningkat > 20%
Mialgia, panas, hepatomegali

Contoh resep:
R/ Infus ringer lactat flab No IV
Cum infus set
NoI
Iv catheter no.22
NoI
imm
R/ Paracetamol tab mg250
prn 1-3 dd tabI

NoX

Pro: Sdr. X (21th)

Jenis obat:
1. Ringer lactat

: Rehidrasi untuk mengatasi hemokonsentrsi

2. Paracetamol
: efek antipiretik mengandung asetaminofen
a. Mekanisme
: menghambat biosintesis prostaglandin dgn
penghambatan cox
b. Sediaan
: 500mg tab; 120mg/ 5ml sry
c. Dosis
: 300mg-1gr per kali maxs 4gr/hari.