Anda di halaman 1dari 26

KIAT DAN TEKNIK

MENGELOLA PERUBAHAN
PERILAKU
DALAM IMPLEMENTASI
STANDAR AKREDITASI VERSI
DR.Dr.Sutoto.,M.Kes
2012
KARS

Curiculum vitae: DR.Dr.Sutoto.,M.Kes


JABATAN SEKARANG:
Ketua KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit )
Ketua umum PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia)
Dewan Pembina MKEK (Majelis Kehormatan Etika Kedokteran) IDI Pusat 20092012/2012-2015
Dewan Pembina AIPNI (Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia)
Anggota Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit Kementerian Kesehatan R.I
Dewan Pengawas RS Mata Cicendo,Pusat Mata Nasional
PENDIDIKAN:
1. SI Fakultas Kedokteran Univ Diponegoro
2. SII Magister Manajemen RS Univ. Gajahmada
3. S III

Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (Cumlaude)

PENGALAMAN KERJA
Sesditjen/Plt Dirjen Bina Pelayanan Medis KEMENKES R.I( Feb-Sept 2010)
Direktur Utama RS Kanker Dharmais Jakarta 2005-2010

Direktur Utama RSUP Fatmawati Jakarta 2001 - 2005

Direktur RSUD Banyumas Jawa Tengah 1992-2001


Direktur RSUD Banyumas Jawa Tengah
1992-2001
Sutoto.KARS

CHANGE/PERU
BAHAN

1. AKREDITASI BARU ADALAH


PERUBAHAN
2. AGAR SUKSES DALAM
AKREDITASI DIREKTUR
DITUNTUT UNTUK BISA
MENGELOLA PERUBAHAN
3. BAGIAN PALING SULIT
DALAM MENGELOLA
PERUBAHAN ADALAH
MENGELOLA PERUBAHAN

1. Change tetap akan terjadi, tidak peduli Anda suka


ataupun tidak
2. Change mungkin tidak akan menjadi lebih baik, tetapi
tanpa change keadaan tidak akan menjadi lebih baik
3.Komitmen mendorong keberhasilan,
bukan sebaliknya
4.Change = Growth And Change =
Grief
5.Change harus terjadi dalam diri Anda, sebelum
ia terjadi di sekitar Anda

6. Setiap hal yang berubah harus diikuti oleh perubahanperubahan lainnya Kalau tidak: chaos , pecah, bubar
7. Selalu ada resistensi
Dulu: Resistance = Sabotage
Sekarang: Resistance = Wake Up Call
8. Tiga Level perubahan Perubahan terpenting: Cara Berpikir,
cara bertindak, Kebiasaan
9.Its never too late to change

ORANG YANG
KELIHATANNYA TIDAK MAU
BERUBAH SERING
SEBENARNYA TIDAK TAHU
BAGAIMANA HARUS
ORANG YANG KELIHATANNYA
BERUBAH
SULIT MENGALAMI
TEROBOSAN, PENYEBAB
SEBENARNYA TIDAK MEMILIKI
MOTIVASI DAN KEINGINAN

TEKANAN UNTUK PERUBAHAN


TEKNOLOGI

PERUBAHAN
PERILAKU PASIEN

POLITIK

NILAI-NILAI
Perilaku karyawan
Tujuan RS
Strategi
Kebijakan
dll

MENINGKATNYA KOMPETISI
KERUGIAN-KERUGIAN FINANSIAL.

TEKNOLOGI
MENJADI
PEMICU
PERUBAHAN

PROSES PERUBAHAN PERILAKU


Bukan proses yang jadi sesaat

Tidak berdiri sendiri

Butuh waktu dan tempat

RANCANGAN PERUBAHAN
PERILAKU:
1.Paradigma (Cara pandang)
2.Keterampilan (Skill)
3.Kebiasaan

CIRI-CIRI PERUBAHAN PERILAKU


DALAM AKREDITASI
1)Terencana
2)Disadari dan disengaja
3) Berkesinambungan
4) Fungsional
5) Bersifat positif
6) Bersifat aktif
7) Punya tujuan dan terarah

KONSEP PERUBAHAN PERILAKU

Proses
Belajar

Informasi dan
Pengalaman

HAL-HAL YANG DIBUTUHKAN UNTUK MELAKUKAN PERUBAHAN


PERILAKU

Diperlukan persepsi tentang resiko


Untung/rugi jika berubah lebih untung jika berubah

Perlu mempunyai keyakinan bahwa dia mampu


melakukan perubahan
Memperoleh dukungan dari lingkungan untuk
mempertahankan perubahan

TAHAPAN PROSES PERUBAHAN PERILAKU

CIPTAKAN LINGKUNGAN PERUBAHAN


1. BANGKITKAN SEMANGAT
DAN MOTIVASI
2. KOMPETISI
3. FUN THEORY
4. WASPADAI RESISTENSI

Convenience is not always a good thing.


An escalator to the gym sounds like an oxymoron

SUMBER PENOLAKAN PERUBAHAN


INDIVIDUAL
Kebiasaan

Rasa Aman

Faktor Ekonomi

Resistensi
Individual

Ketidakpastian

Persepsi

POPULASI INDIVIDU ORGANISASI DALAM


PERUBAHAN
Tidak punya pendirian

Penentang

2%

Inovator

14%

34%

34%

14%

2%

PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN PERUBAHAN


ORGANISASI
(KURT LEWIN )

1. UNFREEZING the status quo,


2. MOVEMENT to the new state,
3. REFREEZING the new change to make
it pemanent

UNFREEZI
NG

MOVEMENT

REFREEZING

UNFREEZING/CAIRKAN
TENTUKAN APA YANG PERLU DIUBAH
PARADIGMA BARU AKREDITASI
PARADIGMA BARU PELAYANAN
JELASKAN MENGAPA HARUS BERUBAH
CARI DUKUNGAN
PEMILIK RS
STAF KLINIS SENIOR/ORANG KUAT/PEMIMPIN NON
FORMAL
KEMUKAKAN URGENSI DARI AKREDITASI

KARS

MOVEMENT to the new


state
KOMUNIKASIKAN RENCANA PERUBAHAN
KOMUNIKASI RUTIN
JELASKAN MANFAAT AKREDITASI
JELASKAN RISIKO TAK IMPLEMENTASIKAN STANDAR
IMPLEMENTASIKAN PERUBAHAN/ MENGHILANGKAN RUMOR
MENJAWAB PERTANYAAN SECARA TERBUKA DAN JUJUR.
MENANGANI MASALAH SEGERA.
KAITKAN PERLUNYA PERUBAHAN
KELOLA DAN PAHAMI RESISTENSI DAN KERAGUAN/ AKAN PERUBAHAN
FASILITASI KEBUTUHAN PERUBAHAN
PEMBEERDAYAAN STAF KLINIS
BERI KESEMPATAN MENGIKUTI SEMINAR , WORKSHOP DLL
KETERLIBATAN STAF KLINIS (BERI KESEMPATAN PRESENTASI,
CERAMAH, SOSIALISASI

REFREEZE

1. Jangkar perubahan
Tim asesor internal
Mengidentifikasi hambatan untuk mempertahankan
perubahan.
2. Mengembangkan cara untuk mempertahankan perubahan.
Pastikan dukungan pemilik
Ciptakan sistem reward.
Bangun sistem umpan balik.
Sesuaikan struktur organisasi bila perlu
3. BERIKAN dukungan DIKLAT STAF
4. Rayakan sukses

KESIMPULAN
IMPLEMENTASI STANDAR AKREDITASI BARU
HAKEKATNYA ADALAH PERUBAHAN PERILAKU
PELAYANAN
PERUBAHAN PERILAKU HARUS DIBUAT DALAM
LINGKUNGAN YANG GEMBIRA
PERUBAHAN PERILAKU PELAYANAN HARUS MERANGKUL
KEY PERSON
PERTUBAHAN PERILAKU HARUS TERENCANA, DISADARI,
DAN BERKESINAMBUNGAN

SEKIAN