Anda di halaman 1dari 46

[SAP 6] TERM, DEFINISI, KATEGORI

Creative and Critical Thinking team


UMN 2011

Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


TIK:
(1) Mahasiswa dapat menjelaskan bagan proses memahami, definisi ide dan term, serta perbedaannya
(2) Mahasiswa dapat menjelaskan kembali jenis-jenis term (kategorimatis, sinkategorimatis, dll)
(3) Mahasiswa dapat memahami dan menggunakan prinsip intensi dan ekstensi term
(4) Mahasiswa dapat menyebutkan jenis-jenis definisi dan perbedaan-perbedaan di antaranya.
(5) Mahasiswa dapat merumuskan kembali prinsip-prinsip pembuatan definisi leksikal
(6) Mahasiswa dapat menunjukkan pentingnya definisi ketika mendiskusikan isu-isu yang kontroversial (seperti
pornografi, hukuman mati, demokrasi, globalisasi, kemiskinan, dst)
(7) Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan pengertian pembagian (division), penggolongan
(classification), dan kategori
(8) Mahasiswa dapat menerapkan sepuluh kategori logika versi Aristoteles untuk menganalisis pernyataan
serta kalimat yang sederhana sampai kompleks

Bagan Proses Memahami

MENANGKAP
HAKIKAT
SESUATU

GEJALA
(FENOMENA)
PENCERAPAN
(PERSEPSI)
ABSTRAKSI

IDE / KONSEP

Eidos
(Yunani)
Conceptum
(Latin)

TERM

Ide itu
abstrak dan
universal
Term itu
konkret,
penubuhan
dari Ide.

Ide dan Konsep

Ide berasal dari bahasa Yunani idea atau eidos


yang berarti penglihatan, persepsi, bentuk, rupa, atau gambar.
Konsep berasal dari bahasa Latin conceptus yang dibentuk dari
kata conceptum yang berasal dari kata kerja concipio yang
berarti mengambil ke dalam dirinya, menerima, mengisap,
menampung, menyerap atau menangkap

Ide dan konsep (lanjutan)


Jadi, konsep dan ide memiliki arti
yang sama, yaitu rupa atau gambar,
atau bayangan dalam pikiran yang
merupakan hasil tangkapan akal budi
terhadap suatu entitas (benda/hal)
yang menjadi objek pikiran.
Dengan kata lain, ide/konsep adalah
pengertian yang merupakan
representasi universal dari suatu
entitas.

Tentang term
Dalam pengertian umum atau seharihari, term adalah sebuah kata atau
kumpulan kata yang digunakan dalam
konteks tertentu. (wikipedia)
Dalam logika, term adalah unit
penyusun paling dasar dari proposisi.
Term biasanya diungkapkan dalam
kata benda atau frase benda.
Dalam bentuk yang paling sederhana,
sebuah proposisi mencakup term
subjek dan term predikat.
Contoh: semua sapi adalah mamalia.
Term subjek = sapi ; term predikat =
mamalia.

Kaitan Ide dan Term


Dalam logika, unit perhatian utama bukanlah kata, melainkan term.
Karena sifatnya yang abstrak dan hanya ada dalam pikiran, maka ide
tidak terlalu berguna jika tidak dinyatakan dan dikomunikasikan
(dalam term).
Term adalah (1) bunyi yang diucapkan yang berfungsi sebagai suatu
tanda konvensional dari suatu ide, (2) pernyataan lahiriah dari
konsep/ide.
Kaitan term dengan ide : (1) term adalah sarana untuk mewujudkan
ide yang terdapat dalam pikiran kita. (2) hanya kata atau kesatuan
kata-kata yang menyatakan konsep/ide saja yang dapat disebut
sebagai term logika.

Pembagian term: kategorimatis dan sinkategorimatis


Dilihat dari isi yang terkandung dalam suatu term, term dibagi
menjadi dua buah: term kategorimatis dan term sinkategorimatis.
Term kategorimatis adalah term-term yang terdiri atas kata-kata
yang telah memiliki pengertian tertentu sehingga dapat digunakan
sebagai term tanpa bantuan kata-kata yang lain, seperti: guru,
merah, gedung, matahari dan sebagainya.
Term sinkategorimatis adalah kata-kata yang jika berdiri sendiri,
tidak memiliki pengertian tertentu sehingga tidak dapat digunakan
sebagai term tanpa bantuan kata-kata yang lain. Contoh: yang ,
di , pada , dari , jika

Pembagian term: berdasarkan bentuk dan


cakupannya
Dilihat dari bentuk dan cakupannya, term
dibagi menjadi tiga buah, yaitu
(1) nama-nama yang tepat (proper names)
(2) nama-nama umum (common names)
(3) frase-frase deskriptif (descriptive phrases)

Tabel pembagian term berdasarkan bentuk dan cakupannya


Proper names

Common names

Descriptive phrases

Contoh 1

Rudy Hartono

Atlit

Pemenang kejuaraan All England sebanyak delapan


kali (1968 1974, 1976)

Contoh 2

Banten

Provinsi

sebuah provinsi di Pulau Jawa yang tadinya


merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat, namun
dipisahkan sejak tahun 2000.

Contoh 3

Dewan Perwakilan
Rakyat Republik
Indonesia

Lembaga Tinggi Negara

Lembaga legislatif yang berfungsi untuk membuat


undang-undang dan mengawasi jalannya
pelaksanaan undang-undang yang dilakukan oleh
pemerintah sebagai lembaga eksekutif.

Contoh 4

Lintang

Karakter atau tokoh dalam


novel dan film Laskar Pelangi

Murid cerdas dan penuh semangat mengatasi


berbagai rintangan hidup, yang menjadi tokoh kunci
dalam novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata

Kata-kata yang tidak termasuk term berdasarkan tabel di


slide sebelumnya
1. Kata kerja: menggambar, menulis, dll.
2. Kata sifat yang non-substantif: cantik, halus, jorok, dst.
3. Kata keterangan: di sana, sesaat lagi, dst.
4. Kata depan: di, ke, dari
5. Kata sandang: Si, Sang
6. Kata hubung atau konyungsi: sehingga, dan, meskipun, dll
7. Semua susunan kata yang non-sintaksis
ALASAN: kata-kata di atas tidak dapat berfungsi sebagai
subjek

Intensi dan ekstensi term


Arti intensional dari term disebut juga intensi atau konotasi atau
komprehensi.
Arti ekstensional dari term disebut juga ekstensi atau denotasi.
Arti konotasi dan denotasi dalam logika berbeda dari arti yang digunakan
dalam gramatika (tata-bahasa)
Dalam logika, intensi/konotasi adalah kualitas, karakteristik, dan
keseluruhan arti yang tercakup dalam konsep suatu term.
Contoh: term manusia konotasinya: rasional, beradab, berhati nurani,
berbudaya, berbahasa, dan sebagainya.
Sementara itu, ekstensi merujuk pada luas cakupan, kuantitas, bidang,
atau lingkungan konsep dari suatu term.
Contoh: ekstensi term manusia adalah semua manusia tanpa terkecuali.
Ekstensi term hewan adalah manusia dan binatang. Ekstensi term makhluk
hidup adalah tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia.

Keterkaitan antara ekstensi (denotasi)


dan intensi (konotasi) term

PRINSIP Relasi INTENSI dan EKSTENSI: Jika intensi meningkat, ekstensinya


berkurang dan apabila intensi berkurang, ekstensi akan bertambah.
Artinya: ketika kita menambah intensi atau konotasi sebuah term, kita mengurangi
jumlah referennya, dan ketika kita menambah ekstensinya, kita mengurangi ciri-ciri
esensialnya.
Contoh: intensi term IBU
*) seorang wanita yang memunyai anak (intensi ibu)
**) seorang wanita Indonesia yang memunyai anak (intesi bertambah namun
ekstensinya berkurang karena ibu-ibu yang bukan Indonesia tidak tercakup di
dalamnya)
***) seorang wanita Indonesia yang tinggi semampai yang memunyai anak
(ekstensinya semakin berkurang lagi karena tidak mencakup ibu-ibu yang tidak
tinggi dan tidak semampai)
dan seterusnya

Intensi dan ekstensi term ~ Definisi


Intensi term terkait erat
dengan (penambahan /
pengurangan) isi dari
definisi
Ekstensi term terkait erat
dengan cakupan dari
definisi (berguna untuk
klasifikasi)

Etimologi Definisi
Definisi berasal dari kata Latin definitio (artinya:
penentuan arti , pembatasan)
Definisi bertugas menjelaskan arti kata-kata atau termterm yang dipakai dalam berargumen.
Definisi = susunan kata yang digunakan untuk
menetapkan arti bagi suatu kata atau suatu kelompok
kata.

Komponen penyusun definisi


1) Definiendum = kata atau kelompok kata yang didefinisikan.
2) Definiens = kata atau kelompok kata yang mendefinisikan.
Contoh:
Es adalah air yang membeku.
Es = definiendum.
Air yang membeku = definiens.

BEBERAPA MACAM DEFINISI


TEORETIS

STIPULATIF

LEKSIKAL

PERSUASIF

YANG
TEPAT

DEFINISI STIPULATIF
Tugas = menetapkan arti untuk suatu kata baru dalam khazanah ilmu
pengetahuan dan kreasi manusia.
Tujuan: (1) mereduksi kompleksitas term yang lama menjadi istilah baru
yang lebih sederhana dan mudah diingat (2) [umumnya dalam militer atau
security] menetapkan kode-kode atau sandi rahasia agar tidak mudah
dikenali oleh pihak lawan / musuh.
Kelebihan: mampu menampung perubahan dan dinamika kebaruan kreasi
manusia dan atau gejala alam.
Kekurangan: *) sifat arbitrernya membuat definisi stipulatif rawan untuk
disalahgunakan pihak-pihak tertentu ; **) definisi stipulatif tidak
memberikan informasi yang memadai tentang ciri esensial dari
definiendum.
Contoh definisi stipulatif: democrazy mobokrasi tigon ligerTora
Tora Tora fesyen roger alfa charlie romeo

DEFINISI YANG TEPAT


Tujuan: mengurangi ketidakjelasan arti suatu kata/term
dengan menentukan batasan-batasan yang terukur
secara objektif.
CONTOH
Orang miskin adalah orang yang berpenghasilan kurang
dari $2 per hari (versi Bank Dunia).
World Class University adalah universitas yang masuk
dalam peringkat 100 besar universitas dunia
sebagaimana diukur Webometrics atau Times Higher
Education Supplement.

DEFINISI TEORETIS
FUNGSI = menetapkan arti bagi suatu kata atau entitas yang ditunjuk oleh
kata tersebut dengan cara memberikan kerangka teori yang
mendukungnya sehingga dari situ dapat ditarik konsekuensi-konsekuensi
deduktif.
Contoh:
Panas (heat) berarti energi yang dihasilkan oleh gerakan-gerakan acak
molekul-molekul suatu substansi.
Diffrance adalah konsep sentral dalam sistem filsafat Jacques Derrida
yang mengafirmasi adanya sebuah sistem berdasarkan perbedaan antartanda yang menghasilkan makna lewat perbedaan fonetik dan konseptual
alih-alih kesesuaiannya dengan makna yang bersifat transendental dan
tetap, atau dengan merujuk pada dunia objek yang independen.

DEFINISI PERSUASIF
PENGERTIAN: definisi yang bertujuan untuk menggerakkan sikap pro atau
kontra dalam diri pembaca atau pendengar menyangkut definiendum
dengan cara memasukkan unsur emotif di dalamnya, entah secara
terselubung maupun secara terang-terangan.
Contoh:
[versi kontra] Globalisasi adalah proses kesaling-terhubungan dan
kesaling-terkaitan antar manusia dengan segala aktivitasnya yang
berlangsung secara serentak di pelbagai belahan bumi namun dalam caracara yang tidak seimbang sehingga terjadilah ketimpangan antara yang
mempunyai akses dengan yang tidak mempunyai akses.
[versi pro] Globalisasi adalah proses saling mempengaruhi antar manusia
dan daerah yang membawa sejumlah kemajuan dan dampak yang positif
bagi umat manusia secara keseluruhan seperti kebebasan, kesamaan dan
solidaritas.

DEFINISI LEKSIKAL

Nama lain = definisi diksioner atau definisi yang terdapat


dalam kamus dan atau ensiklopedi.
Tujuan = mendaftar bermacam-macam arti yang dimiliki
suatu kata sehingga ketidakjelasan dan ambiguitas yang
mungkin muncul daripadanya sebisa mungkin dapat
dihindari.
Pada umumnya, definisi leksikal adalah definisi yang
paling mudah dan paling sering dijadikan rujukan para
pengguna bahasa mengingat tiga sifat dasarnya yaitu
ringkas, jelas dan tepat.

Klasifikasi definisi
DEFINISI NOMINAL (VERBAL)
Definisi
Nominal Umum

Memberi
penjelasan ttg
suatu kata atau
ungkapan dengan
sesuatu yg sesuai
dengan
pemahaman
umum dan relatif
dapat diterima
semua orang
Contoh: hamba
adalah budak ; suami
adalah pria yang
telah menikah ; ibu
adalah perempuan
yang mempunyai
anak.

DEFINISI REAL (ANALITIS / EKSPLIKATIF)

Definisi Nominal
Khusus

Definisi Esensial
Fisik

Definisi yang
bersifat relatif
dan acapkali
subjektif ; amat
tergantung pada
konteks
penggunaan

Contoh: term bebas


dan kebebasan
didefinisikan secara
relatif berbeda antara
masyarakat Barat
dengan Timur.

Metafisik

Definisi Deskriptif
Definisi
kausal

Definisi genetik

Definisi
aksidental

Merujuk pada
bagian2 yang
mewujudkan
esensi
definiendum.

Definisi yang paling


ideal karena
menyebutkan ciri2
esensial dari
definiendum yang
terdiri dari genus
proximum dan
differentia specifica.

Sebab-akibat
sesuatu

Menjelaskan asalusul atau


bagaimana sesuatu
terjadi

Disusun dari genus


proximum dan
accidentia ;
menyebut semua
ciri2 aksidental dari
definiendum

Cth: manusia
adalah hewan
berakal budi yang
terdiri dari tubuh
dan jiwa.

Manusia adalah hewan


berakal budi, berhati
nurani dan berkehendak
baik.

Contoh: pena
adalah alat untuk
menulis

Contoh: awan adalah


uap air yang
menguap ke udara
karena pemanasan
laut oleh matahari

Gajah adalah hewan


berkaki empat yang
berbelalai, berkuping
dua, berukuran
tubuh sangat besar,
dst.

Keterkaitan antara ekstensi term dengan pembagian


dan penggolongan
Pembahasan tentang intensi term terkait erat dengan
definisi, karena menyangkut ciri khas / karakteristik
suatu hal.
Sementara itu, pembahasan tentang ekstensi term,
terkait erat dengan pembagian dan penggolongan,
karena menyangkut entitas apa saja yang tercakup
dalam ekstensi suatu term, beserta pendasarannya.

Pembagian (division)
Tindakan membagi (to divide) berarti memisahkan
bermacam-macam bagian dari suatu barang atau hal, atau
memecahkan suatu keseluruhan ke dalam bagianbagiannya.
Pembagian berarti pemecahan suatu entitas ke dalam
bagian-bagian yang merupakan komponen penyusunnya,
atau pemecahan suatu klas ke dalam anggota-anggota
individualnya
Contoh: sebatang pohon dapat dibagi menjadi akar, batang,
cabang, daun, bunga, buah.

Tipe-tipe pembagian
Pembagian fisik (physical division), yaitu pembagian suatu entitas ke
dalam bagian-bagian penyusunnya sejauh bisa diindera. Contoh,
badan seseorang bisa dibagi menjadi empat sub-bagian, yaitu torso
(batang tubuh), tangan, kaki, kepala.
Pembagian logis (logical division), yaitu pembagian suatu klas ke
dalam sub-klasnya, suatu konsep universal ke dalam sub-konsepnya
atau reduksi suatu term pada rujukannya. Contoh: pohon porfirius.
Pembagian metafisik (metaphysical division) yaitu pembagian suatu
entitas berdasarkan kualitas esensial yang menentukan esensi atau
hakikat sesuatu. Contoh: manusia adalah makhluk yang rasional,
berperasaan, berjiwa, bertubuh, berhati nurani, dst.

Pohon porfirius

Beberapa aturan pembagian


Dibuat menurut dasar yang sama (misal: ras,
status perkawinan, profesi, kewarganegaraan,
dst)
Harus konsisten (tidak unrelevant atau
overlapping)
Memadai, proporsional, lengkap.
Jelas, terang, dan rapih.

Penggolongan (classification)
Cara atau sistem untuk mengumpulkan/menyatukan
beberapa entitas yang memiliki kemiripan kualitas
atau ciri-ciri, dan biasanya diatur dalam bentuk
struktur hirarkis yang menyerupai pohon.
Penggolongan pada dasarnya dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu penggolongan alamiah (natural
classification) dan penggolongan semu (artificial
classification).

Jenis2 penggolongan menurut wikipedia


Library classification
Taxonomic classification
Biological classification of
organisms
Medical classification
Scientific classification
Classification (literature)
Supervised learning (see
Classification (machine learning))
Statistical classification
Document classification
Classified information - sensitive
information to which access is

restricted by law or regulation to


particular classes of people.
Classification theorems in
mathematics.
Film classification (see Motion
picture rating system)
Civil service classification,
personnel grades in government
Attribute-value system
Classification society
Railway locomotive classification

Etimologis kategori
Dari bahasa Yunani kategoria
Artinya = penguraian fakta yang dikemukakan seorang
penuntut umum terhadap seorang terdakwa di depan
mahkamah rakyat (dikasteria) pada zaman Yunani kuno.
Dalam konteks Logika, kategoria berarti uraian rinci
tentang suatu keberadaan (eksistensi) yang terdiri atas
pengertian-pengertian yang sangat umum dan hakiki
yang menjadi bentuk dasar pemahaman terhadap
sesuatu itu.

Kegunaan kategori

Proses kategorisasi atau pelabelan adalah proses yang penting untuk


memahami dunia (kenyataan) dan memandu cara kita bersikap terhadapnya.
Kategori adalah basis pijakan untuk mengambil kesimpulan tentang bagaimana
sesuatu/seseorang berperilaku secara umum. Contoh: kategori bayi, anak kecil,
remaja, dewasa muda, dewasa, manula, dst.
Kategori memudahkan kita berpikir, mengurangi beban kerja ingatan kita, dan
memampukan kita memprediksi apa yang akan terjadi berikutnya.
Daya prediksi dari kategorisasi adalah sebuah contoh ekonomi kognitif, yaitu
suatu proses yang mengurangi beban kerja mental dan membuat aktivitas berpikir
jadi lebih mudah dilakukan.
Membiasakan diri terlibat dalam proses kategorisasi akan membuat cara berpikir
kita menjadi jelas dan terpilah-pilah mengurangi risiko diombang-ambingkan
oleh rentetan ketidakpastian dalam situasi-situasi hidup yang nyata.

10 kategori menurut Aristoteles


1.
2.
3.
4.
5.

Ousia (substansi)
Poson (kuantitas)
Poion (kualitas)
Pros ti (relasi)
Pou (tempat)

6. Pote (waktu)
7. Polein (aksi)
8. Paskhein (pasivitas)
9. Keisthai (posisi)
10.Ekhein (kondisi)

(1) substansi
Apa substansinya?
Jawab: jenis substansi itu
Misalnya: kayu, batu pualam, tanah liat, pasir,
dan seterusnya

(2) kuantitas
Ada berapa banyak?
Jawab: jumlahnya (dapat dihitung dan tidak dapat
dihitung)
Kalau dapat dihitung: satu, dua, tiga, dan seterusnya
Kalau tidak dapat dihitung (contohnya: pasir, beras,
bintang, debu, air): segenggam, sejumput, dll

(3) kualitas
Bagaimana mutunya?
Jawab: berupa sifat
Contoh: indah, baik, halus, kasar, tajam,

(4) relasi / hubungan


Bagaimana hubungannya?
Jawab: berupa keterhubungan
Contoh: meja dengan buku (karena meja bisa
dijadikan tempat menaruh buku), meja
dengan lantai (karena meja terletak di atas
lantai), meja dengan jendela (karena meja
terletak di dekat jendela)

(5) tempat
Di mana?
Jawab: berupa tempat atau lokasi
Contoh: ada di kamar belajar, ada di Serpong,
di bawah meja, di dalam lemari, on the wall,

(6) waktu
Kapan terjadinya?
Jawab: waktu
Contoh: sekarang, tadi, baru saja, dua jam
lalu, akan datang, beberapa tahun lagi

(7) aksi/kegiatan/tindakan
Apa aksi atau tindakannya?
Jawab: berupa aktivitas
Contoh: berdiri tegak, duduk, berpikir, kata
kerja aktif transitif lainnya

(8) pasivitas
Bersemangat atau pasif?
Jawab: kepasifannya
Misal: diam dan tidak bergoyang, kata kerja
intransitif lainnya

(9) posisi
Bagaimana posisinya?
Jawab: berupa posisi substansi
Contoh: meja berdiri tegak di kamar belajar;
buku tergeletak di atas meja; Tono berbaring
di atas tempat tidur;

(10) kondisi
Bagaimana kondisinya?
Jawab: berupa kondisi substansi (biasanya
kata sifat)
Contoh: meja kokoh sehingga bisa ditulisi;
berantakan; teratur; layak pakai; memadai;

Latihan definisi dan kategori


Dari kutipan berita berikut ini, tentukanlah definisi leksikal
dan persuasif dari kata tewas, serta buatlah analisis
kategori Aristoteliandari paragraf berita berikut!
VIVAnews - Pemerintahan transisi di Libya menegaskan bahwa
Muamar Khadafi tewas akibat baku tembak antara pejuang
Dewan Transisi Nasional (NTC) dengan kelompok pro-Khadafi.
Penjelasan itu muncul di tengah spekulasi di media massa
bahwa diktator yang telah 42 tahun memerintah Libya itu
tewas akibat dieksekusi atau dianiaya.

Sumber-sumber rujukan (teks)

Rafael Raga Maran, Pengantar Logika, Jakarta: PT Grasindo, 2007, hlm. 25 60.
Jan Hendrik Rapar, Pengantar Logika: Asas-asas Penalaran Sistematis, Yogyakarta: Kanisius,
1996, hlm. 19 31.
Ludger Jansen, Aristotles Categories, dalam jurnal Topoi (2007), No. 26, hlm. 153158
http://en.wikipedia.org/wiki/Classification
http://en.wikipedia.org/wiki/Categories_(Aristotle)
http://en.wikipedia.org/wiki/Category_of_being
http://en.wikipedia.org/wiki/Porphyrian_tree
http://en.wikipedia.org/wiki/Lexical_definition
http://analyticalcalvinism.blogspot.com/2010/03/traditional-logic-comprehension-and.html
http://dunia.vivanews.com/news/read/257621-ntc-tegaskan-khadafi-tewas-karenatertembak