Anda di halaman 1dari 30

Ns. Yudha Anggit J, S.Kep.,M.

Kes

Pendahuluan
Tumor

otak adalah suatu lesi ekspansif yang bersifat jinak


(benigna) ataupun ganas (maligna), membentuk massa
dalam ruang tengkorak kepala (intra cranial) atau di sumsum
tulang belakang (medulla spinalis).

Neoplasma

pada jaringan otak dan selaputnya dapat berupa


tumor primer maupun metastase

CIRI-CIRI TUMOR
Infiltratif

Ekspansif

Dapat

Jarang

Bisa

kambuh

menyebar

Cepat

membesar

Perubahan

pada inti

Diferensiasi
Loss

buruk

of polarity

Sering

menimbulkan
kematian

Tidak

kambuh

menyebar

Lambat
Inti

membesar

sel seperti normal

Diferensiasi
Susunan
Jarang

baik

sel teratur

menimbulkan
kematian

STAGE

Definisi

Stage O

Carsinoma in situ (kanker awal


yang muncul hanya di lapisan
dimana ia timbul)

Stage I, II,III

Semakin tinggi derajat, semakin


berkembang penyakitnya,
ukuran semakin besar, dan /
menyebar di kelenjar limfe dan /
organ didekatnya

Stage IV

Kanker telah menyebar pada


organ lain

Anatomi SSP

Epidemiologi

Laki-laki (60,74 persen) > perempuan (39,26 persen)

Usia terbanyak 51 sampai 60 tahun (31,85 persen)

Kelompok usia yang bervariasi dari 3 bulan - usia 50 tahun

Etiologi
Belum

diketahui secara jelas

Faktor-faktor:
Herediter
Sisa-sisa

embrional

Radiasi
Virus
Substansi-substansi

instan

Karsinogenik Ex: Arang, Mie

Patofisiologi
Tumor

intrakranial = massa baru TIK meningkat

Gangguan fokal (tergantung lokalisasi tumor)

Peningkatan TIK mengganggu sirkulasi otak


nekrosis di otak.

Penambahan massa atupun oedem otak (sirkulasi


yg terhambat).

MANIFESTASI
Gejala

serebral umum, Dapat berupa perubahan mental yang


ringan (Psikomotor asthenia), yang dapat dirasakan oleh
keluarga dekat penderita berupa: mudah tersinggung, emosi,
labil, pelupa

Diperkirakan

1% penyebab nyeri kepala adalah tumor otak


dan 30% gejala awal tumor otak adalah nyeri kepala.
Sedangkan gejala lanjut diketemukan 70% kasus.

Terdapat

pada 30% kasus dan umumnya meyertai nyeri kepala.


Lebih sering dijumpai pada tumor di fossa posterior, umumnya
muntah bersifat proyektif dan tak disertai dengan mual.

Bangkitan

kejang dapat merupakan gejala awal dari tumor


otak pada 25% kasus, dan lebih dari 35% kasus pada
stadium lanjut.

Gejala

Tkanan Tinggi Intrakranial .

Berupa keluhan nyeri kepala di daerah frontal dan oksipital


yang timbul pada pagi hari dan malam hari, muntah proyektil
dan enurunan kesadaran

Gejala-gejala umum tekanan intrakranium yang


tinggi:
Sakit

kepala
Muntah
Gangguan mental
Kejang fokal

Tanda-tanda lokalisatorik
1. Tumor di lobus frontalis
Sakit

kepala
muntah
gangguan mental
kemunduran intelegensi

2. Tumor di lobus presentralis


Tumor

di daerah presentralis akan merangsang derah motorik


sehingga menimbulkan kejang pada sisi kontralateral
hemiparesis

3. Tumor di lobus temporalis


afasia

sensorik.
gangguan pada fungsi penciuman
halusinasi auditorik

4. Tumor di lobus parietalis


merangsang daerah sensorik
Hemianopsia (penyempitan lapangan penglihatan)
5. Tumor pada lobus oskipitalis
Sakit kepala di daerah oksipital
Gangguan penglihatan
6. Tumor pada korpus kalosum
Gangguan ingatan
7.Tumor di ventrikel ke III
Pasien tiba-tiba nyeri kepala , penglihatan kabur dan penurunan
kesadaran.

8. Tumor di cerebello pontin angie


Gangguan fungsi pendengaran
9. Tumor hipotalamus
Gangguan fungsi hipotalamus menyebabkan gangguan
perkembangan seksual pada anak-anak, amenorhoe.
10. Tumor di cerebellum
Gangguan berjalan dan gejala TIK akan dapat terjadi di sertai Nyeri
kepala khas di daerah oksipital yang menjalar ke leher dan spasme
dari otot-otot servikal.
11. Tumor fosa posterior
Di temukan gangguan berjalan,nyeri kepala dan muntah

Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan

Fisik

Pemeriksaan Penunjang :
Elektroensefalografi (EEG)
Foto

polos kepala
Arteriografi
Computerized Tomografi (CT Scan)
Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Penilaian CT Scan pada


tumor otak:
Tanda

proses desak ruang:

Pendorongan

tengah otak

Penekanan

struktur garis

dan perubahan
bentuk ventrikel

Gambaran MRI Tumor Otak


MRI dapat mendeteksi tumor dengan jelas dan dapat mendeteksi kelainan
jaringan sebelum terjadinya kelainan.

Diagnosa Banding
Abses intraserebral
Epidural hematom
Hipertensi intrakranial benigna
Meningitis kronik

Pemilihan jenis terapi pada tumor otak


tergantung pada beberapa faktor,
antara lain :
1. kondisi umum penderita:
2. Tersedianya alat yang
lengkap
3. Pengertian
penderita dan keluarganya
4.
Luasnya metastasis

Penatalaksanaan
Terapi Suportif
Antikonvulsan
Kortikosteroid

Terapi Definitif
Pembedahan
Radiasi
Kemoterapi
Imunoterapi

KEMOTERAPI
EFEK KEMOTERAPI :
1.Rambut

rontok

2.Mual,

muntah, shock perut, kram, lemas dan


kurang memiliki nafsu makan.
3.Beberapa

efek kemoterapi juga tidak baik


bagi dinding usus karena membuatnya
terkelupas dan luka.
4.Penurunan

penglihatan
5.Efek

daya ingat, pendengaran,

buruk lainnya kemandulan atau infertil.

Prognosis
Tergantung
Prognosis

jenis tumor spesifik atau tipe tumor.

di Indonesia masih buruk.