Anda di halaman 1dari 3

159

Lampiran 10
KEGIATAN ON THE JOB LEARNING (OJL)
PROGRAM PENYIAPAN CALON KEPALA SEKOLAH
LPMP JAWA TENGAH

INSTRUMEN
KAJIAN PROGRAM SUPERVISI KEPALA SEKOLAH
Sekolah
Kepala Sekolah
Alamat

: SD Negeri 3 Sawangan
: Khalimi, S.Pd.I
: Sawangan, Punggelan, Banjarnegara
LEMBAR PENILAIAN

NO
1

SUB KOMPONEN DAN BUTIR KOMPONEN


SUPERVISI

TIDAK

PELAKSANAAN
a. Pendekatan supervisi
1). Model supervisi tradisional
a). Observasi langsung
b). Tidak langsung (tes, diskusi kasus, dll)
2). Model supervisi kontemporer/masa kini
(Supervisi klinis)
b. Teknik supervisi
1). Supervisi Individual
2). Supervisi Kelompok

YA

PERENCANAAN
a. Menyusun rencana
b. Menyusun kriteria keberhasilan
c. Menyusun Instrumen

PEMENUHAN

TINDAK LANJUT
a. Melakukan evaluasi hasil supervisi
b. Menindaklanjuti hasil supervisi
1). Pembinaan
a). Langsung
b). Tidak langsung
2). Pemantapan Instrumen

Nilai proses pemenuhan komponen standar :


7
----------------------- X 100% = 64 % . (Enam puluh empat)
11
Laporan OJL Puji Kurniatun SDN 3 Sawangan

KET.

160

Keterangan Ketercapaian :
86 % - 100 %
70% - 85 %
55% - 69 %
Di bawah 55%

= Baik Sekali
= Baik
= Cukup
= Kurang

Pencapaian Kinerja

Cukup

KESIMPULAN:
Supervisi akademik merupakan salah satu kegiatan dalam meningkatkan
pelayanan pendidikan khususnya di bidang perbaikan pembelajaran Dalam
rancangan kegiatan supervisi akademik tersebut, sekolah sudah mengacu pada
pedoman peraturan perundangan yang berlaku. Dalam pelaksanaan di sekolah
magang kurang maksimal.hanya sewaktu-waktu saja dilaksanakan kendalanya
sepertinya ada ewuh pekewuh serta guru sepertinya masih tidak terbiasa/ belum
lazim kadang kepala sekolah hanya mendengarkan dari luar kelas untuk
mengantisipasi hal tersebut. walaupun program sudah ada. Saat peserta OJL
melaksanakan supervisi terekam pelaksanaan KBM belum menggunakan model
pembelajatran interaktif Peserta didik belum maksimal dilibatkan dalam KBM.
Proses pembelajaran masih dominan dilaksanakan guru, pembelajaran bersifat
konvesional. Belum memaksimalkan alat peraga dan buku sumber. Diskusi kelas
juga belum hidup. Tetapi setelah diberi pembinaan dan ditunjukan cara yang
betul pada supervisi kedua sudah ada perubahan secara drastis Peserta didik
betul-betul aktif dan guru tidak terlalu banyak ceramah, diskusi sudah
dilaksanakan untuk menggiatkan peserta didik. Pembelajaran lebih menarik
perhatian siswa,sehingga tujuan pemebelajaran tercapai.
CATATAN TINDAK LANJUT:
Sebaiknya Pelaksanaan Supervisi di sekolah bisa dilaksanakan secara
kontinyu dan sesuai dengan program yang telah dibuat. Sehingga betul-betul
mengetahui apa kenyataan di kelas, apabila ada kekurangan maka dengan
Laporan OJL Puji Kurniatun SDN 3 Sawangan

161

Supervisi ini akan sesegera mungkin diidentifikasi dan diatasi secara dini.
Supervisi juga mendorong guru meningkatkan kinerja dan memperbaiki proses
pembelajaran, dengan demikian tujuan pembelajaran akan tercapai dengan
maksimal. Karena hal ini sangat perperan dalam peningkatan keberhasilan
pendidikan Dikarenakan pelaksanaannya belum maksimal maka masalah
supervisi saya angkat untuk dibahas lebih lanjut.

Mengetahui
Kepala SD Negeri 3 Sawangan

Peserta OJL SDN 3 Sawangan


UPT. Dindikpora Kec. Punggelan

KHALIMI, S.Pd.I
NIP. 19590312 198405 1 002

Laporan OJL Puji Kurniatun SDN 3 Sawangan

PUJI KURNIATUN, S.Pd


NIP. 19750326 199803 2 006