Anda di halaman 1dari 5

Aplikasi Multimedia pada Telemedicine dan Persyaratan

Komunikasi yang Dibutuhkan


(bagian 1)

Telemedicine dapat didefinisikan


sebagai penyediaan pelayanan kesehatan
melalui
kombinasi
teknologi
telekomunikasi dan multimedia serta ahli
medis. Telemedicine semakin hari semakin
meningkat karena kemajuan di bidang
multimedia, imaging, komputer , sistem
informasi dan telekomunikasi. Sistem
multimedia sekarang didesain untuk
mengintegrasikan teknologi-teknologi ini
untuk aplikasi yang beragam. Sebagai
contoh, meskipun telah banyak medical
imaging device yang menghasilkan citra
(image) digital , pada prakteknya sangat
sulit
untuk
mentransmisikan
atau
mengakses citra tersebut dalam wide area
network.
Tujuan
telemedicine
adalah
untuk
memperbaiki akses pelayanan dan pendidikan
medis serta meningkatkan kualitas pelayanan
secara keseluruhan dengan biaya yang terjangkau.
Akses pelayanan yang lebih baik dan penghematan
biaya dapat dicapai dengan cara membuat dokter
dapat memeriksa pasien dari jarak jauh (remote),
begitu pula dengan konsultasi dengan dokter
spesialis. Hal ini akan mengurangi waktu dan biaya
perjalanan untuk membawa pasien ke dokter atau
sebaliknya dari dokter ke pasien.

Hambatan utama yang dihadapi dalam


penerapan telemedicine adalah sulit
didapati jaringan telekomunikasi dengan
bandwidth lebar di rural area. Biaya awal
untuk penyediaan peralatan dan biaya
penggunaan jasa telekomunikasi juga
menjadi
perhatian.
Akan
tetapi
pengembangan picture archiving and
communication system (PACS) in rumahrumah sakit dan standar citra medis
DICOM dapat menyediakan infrastruktur
untuk membantu pengimplementasian
sistem telemedicine.
Biasanya citra medis dicetak dalam
film radiologi. Film ini mahal, mudah

tercecer, dan biasanya hanya terdapat satu


kopi citra sehingga membatasi jumlah
orang yang dapat mengakses citra tersebut.
PACS memungkinkan citra medis dari
yang berasal dari berbagai peralatan di
rumah sakit disimpan dan diarsipkan di
suatu sentral yang dapat di-download oleh
workstation yang tersebar dalam jaringan
tersebut.
Aplikasi

Kebutuhan komunikasi dari sistem


multimedia untuk telemedicine bergantung
pada jenis telemedicine yang dioperasikan.
Jenis
telemedicine
termasuk
teleconsultation, telediagnosis, dan teleeducation.
Teleconsultation
adalah
interactive sharing dari citra dan informasi
medis yang diagnosis utamanya dibuat
dokter di lokasi pasien. Dengan
teleconsultation maka dokter lokal dapat
meminta pendapat dan berdiskusi dengan
dokter spesialis di tempat yang jauh
mengenai diagnosis yang dibuatnya.
Dalam hal ini
video conferencing ,
termasuk audio dan video dua arah yang
tersinkronisasi, sangat penting untuk
mendukung percakapan face-to-face yang
verbal maupun non verbal. Jika video
hanya digunakan untuk konferensi maka
kualitasnya tidak perlu tinggi, tetapi audio
harus jelas , tidak terinterupsi dan
memiliki delay yang kecil. Kualitas citra
harus baik , meskipun penurunan kualitas
masih
dapat
ditoleransi
pada
teleconsultation.
Salah satu contoh konfigurasi sistem
yang diperlukan dalam teleconsultation
adalah menggunakan dua koneksi frame
relay 56 kbps dan PC berbasis sistem

telekonferensi. Peralatan lain adalah digital


speakerphone, mesin fax, kamera digital,
X-ray digitizer, dan sebuah monitor.
Dengan sistem ini dokter lokal pada klinik
jarak jauh dapat berkonsultasi dengan
dokter spesialis di pusah kesehatan yang
lebih maju. Kedua pengguna dapat saling
melihat , berbicara secara real time,
mengirimkan citra maupun file ke tempat
yang jauh.
Telediagnosis adalah sistem sharing
citra dan informasi medis yang diagnosis
utamanya dilakukan dokter pada lokasi
yang jauh (remote) dari pasien. Perbedaan
antara
teleconsultation
dengan
telediagnosis adalah pada telediagnosis
tidak ditoleransi adanya penurunan
kualitas citra oleh sistem telemedicine
dalam akuisisi, kompresi, pemrosesan,
transmisi, dan penampilan. Telediagnosis
dapat bersifat sinkron atau asinkron.
Telediagnosis sinkron pada dasarnya sama
dengan
teleconsultation,
tetapi
memerlukan bandwidth komunikasi yang
lebih tinggi untuk mendukung transfer
citra interaktif dan video diagnostics yang
real time dan berkualitas tinggi .
Telediagnosis asinkron didasarkan pada
arsitektur store-and-forward , dimana citra,
video, audio dan teks dipadukan dalam
sejenis multimedia e-mail dan dikirimkan
ke ahli untuk didiagnosis. Setelah
diagnosis dilakukan , hasilnya dikirimkan
kepada dokter yang bersangkutan. Jika
jarang digunakan maka telediagnosis
asinkron akan memerlukan bandwidth
yang lebih rendah dari telediagnosis
sinkron dan teleconsulatation.
Dalam
kasus
kecelakaan,
telediagnosis dapat digunakan dalam
situasi gawat darurat dimana diperlukan
keputusan untuk mengevakuasi pasien atau
tidak. Contohnya tentara yang terlukan di
medan perang dapat dirawat atau
dievakuasi berdasarkan citra tomografi.
Demikian juga dengan dokter spesialis
kecelakaan dapat memberi keputusan
dalam waktu kritis untuk menentukan
apakah pasien dioperasi di rumah sakit

lokal atau harus dibawa ke pusat


penanganan korban kecelakaan.
Tele-education adalah penyediaan
materi pendidikan melalui jaringan
telekomunikasi. Dalam konteks medical
tele-education
diperlukan
videoconferencing dengan kemampuan
sharing dokumen dan dan citra.
Sistem telemedicine juga memiliki
berbagai aplikasi yang dapat didukung.
Aplikasi khusus telemedicine itu adalah
teleradiology,
telepathology,
teledermatology, telecardiology, teleendoscopy,
dan
telepsychiatry.
Teleradiology
adalah
telemedicine
menggunakan citra medis yang diperoleh
melalui peralatan radiologi, termasuk Xray , magnetic resonance (MR), CT dan
nuclear medicine (NM), ultrasonik dal
lain-lain. Resolusi citra ini biasanya
berbeda untuk setiap peralatan tetapi yang
paling banyak digunakan untuk citra
radiologi (X-ray) biasanya memiliki
resolusi tinggi (2048x2048 atau lebih)
dengan 8-18 bit/pixel dan membentuk file
yang besar jika disimpan dalam format
digital.MR, CT, dan NM memerlukan citra
3D. Jumlah tumpukan citra juga bervariasi
untuk setiap peralatan dari 12 sampai 100
citra/study. Oleh karena itu ukuran
imaging study yang besar terdiri dari 60
512x512 12 bit citra CT atau empat
2048x2048 12 bit citra X-ray yang setara
dengan 250 Mb, dengan asumsi setiap 12bit pixel disimpan dalam 2 bytes.
Telepathology
adalah
bentuk
telemedicine yang digunakan oleh
pathologis untuk meneliti jaringan tubuh di
bawah mikroskop. Dalam beberapa kasus,
pathologis meneliti jaringan tubuh dari
pasien sebagai tanda kanker ,sementara
pasien dibius di ruang operasi..Dengan
menggunakan telepathology interaktif ,
pathologis dapat mengontrol mikroskop
(fokus,
gerakan,
pembesaran,
dan
penagambilan citra) dari jarak jauh
sementara
citra
diperoleh
dan
ditransmisikan
dari
kamera
yang
diletakkan
pada
mikroskop.
Pada
telepathology non interaktif , sebuah low-

power image dan dan 10-20 dari 1000


high-power image yang mungkin dipilih,
di-capture lewat kamera pada mikroskop
dan ditransfer kepada pathologis untuk
penelitian lebih lanjut.Teledermatology
hampir sama dengan telepathology kecuali
yang diolah adalah citra kulit.
Aplikasi
yang
lain
adalah
telecardiology untuk mentransmisikan
citra jantung menggunakan telemedicine.
Pada ultrasonic cardiology, seorang
sonographer mengatur posisi transduser
ultrasonik dekat jantung pasien. Mesin
ultrasonik
memproses
sinyal
dari
transduser secara
real time dan
mengeluaran urutan gambar dinamis
jantung pada kecepatan video.Pada
telecardiology, peneliti jarak jauh dapat
melihat tayangan video real time dan
mengarahkan
sonographer
untuk
menempatkan
sensor.
Dari
hasil
pengamatan ini kemudian dilakukan
diagnosis.Tele-endoscopy serupa dengan
telecardiology tetapi yang diamati adalah
struktur tubuh bagian dalam. Alat untuk
melihat stuktur tubuh ini disebut
endoscope.
Telepsychiatry adalah bentuk telemedicine
yang mendukung praktek psychiatry jarak
jauh.Sistem ini memerlukan terutama video
conferencing , termasuk audio dan video dua arah
yang tersinkronisasi

Akuisisi dan Penyimpanan Citra

Citra dapat diperoleh dari sejumlah


sumber. Kamera digital dapat dipakai
untuk mendapatkan citra dengan resolusi
tinggi (misalnya untuk teledermatology
atau telepathology). Laser scanner dapat
digunakan untuk mendigitisasi X-ray film
dengan sedangkan peralatan digital
imaging seperti MR,CT dan CR tersedia
langsung dalam bentuk digital.
Video digital dapat tersedia langsung
(misalnya digital bitstream dari CD ROM,
DVD) atau melalui kombinasi video
digitizer dengan sumber video analog
seperti kamera video, ultrasonic imager,
dan endoscope. Peralatan audio yang dapat

digunakan adalah audio digitizer, ataupun


digital stetoscope.
Video, audio clip, dan citra medis
memerlukan
tempat
penyimpanan
sementara atau permanen. Tempat
penyimpanan ini dapat berupa magnetic
dan/atau magneto-optical (MO) drive. Jika
sistem telemedicine menggunakan PACS
maka citra baru maupun lama dapat
disimpan di arsip PACS.
Kompresi Citra
Lossy compression tidak banyak dipakai
karena alasan medis maupaun legal. Algoritma
kompresi yang standar dan lebih baru seperti JPEG
dan kompresi berbasis wavelet dan menghasilkan
visually lossless image dengan perbandingan
kompresi 10:1 dan 20:1 yang menghasilkan hasil
diagnostik
yang
identik
secara
statistik
dibandingkan dengan image asal tanpa lossy
compression.Jika kompresi jenis ini digunakan
dengan tepat dan tidak memerlukan waktu
tambahan untuk kompresi dan dekompresi , hal ini
dapat mengurangi bandwidth , kebutuhan
penyimpanan, dan delay keseluruhan secara
signifikan.

Standar
videoconferencing
yang
diterima adalah H.320 termasuk dukungan
bagi kompresi / dekompresi video (H.261)
dan audio (G.722, G.728), multiplexing,
synchronization, dan document sharing
(T.120). H.320 didesain untuk bekerja
pada range ISDN connection (64 kbps
sampai 1,92 Mbps). Terdapat pula standar
kompresi lain yang mendukung video
kualitas tinggi dan memerlukan bandwidth
yang lebih besar. Motion JPEG adalah
coder/decoder (codec) yang simetri
(memerlukan komputasi yang sama untuk
encode dan decode) yang mengeliminasi
intraframe redundancy. Rasio kompresi
yang lebih baik dapat dilakukan dengan
memanfaatkan interframe dan intraframe
redundancy. Algoritma ini memerlukan
codec yang asimetri (lebih banyak
komputasi untuk encode daripada untuk
decode) seperti MPEG-1 atau MPEG-2.
MPEG-1 didesain untuk mengkompres
video ke dalam 1,2 Mbps bitstream untuk
VHS atau video kualitas tinggi untuk bit
rate yang lebih tinggi. MPEG-2 lebih

fleksibel dan mendukung berbagai


kombinasi level dan profil dari kualitas
VHS sampai
video kualitas high
definition television (HDTV). Pada profil
utama dan level utama, MPEG-2 dapat
mengkompres video beresolusi 720x480
pada 30 FPS menjadi 5-15 Mbps
bitstream.
Beberapa kompresi dapat dilakukan
pada software, tergantung CPU dari sistem
telemedicine yang digunakan. Untuk
mencapai kompresi citra dan video real
time yang cukup maka dapat digunakan
hardware seperti DSP board.
Pemrosesan Citra

Keperluan pengolahan citra untuk aplikasi


telemedicine dapat diturunkan dari fungsifungsi yang tersedia pada pekerjaan yang
dilakukan pada lingkungan klinis tanpa
telemedicine. Sebagai contoh, radiologis
dan dokter klinik sering memiliki orientasi
default dari citra (misalnya bagian kiri
citra menggambarkan bagian kiri pasien)
yang dpat berbeda untuk setiap rumah
sakit, bagian, perorangan atua peralatan
citra. Manipulasi dasar citra seperti rotasi
90 derajat, horizontal dan vertical flip
sangat mendasar untuk memperbaiki
kesalahan dalam akuisisi citra dan
menjamin
bahwa
citra
dapat
dipresentasikan kepada dokter dengan cara
yang biasa dipakai untuk melihat. Masalah
ini sangat penting dalam teleradiology.
Zooming dibatasi oleh resolusi cathode
ray tube (CRT) jika dibandingkan dengan

TUGAS
MK.TEKNOLOGI INFORMASI
DOSEN : DR. ONNO W. POERBO
OLEH : KOMO SULAKSONO
NIM : 13294051
KETERANGAN : MENABUNG SKS

X-ray film. Real time window dan


pengaturan kontas dan terang diperlukan
untuk meneliti citra medis secara interaktif
dengan memakai lebih dari 8 bit/pixel .
Fungsi dasar seperti play, rewind, record,
pause sangat penting dalam pemrosesan
diagnosis
video
khususnya
untuk
konsultasi ultrasonik
User Interface

Sebagian besar informasi yang dipakai


dalam telemedicine berbentuk grafis oleh
karena itu user interface harus berbentuk
grafis. Satu atau lebih display dengan
resolusi tinggi, keyboard, pointing device
seperti mouse, dan window manager
seperti Microsoft Windows akan mejadi
dasar user interface pada telemedicine.
Pengembangan
lebih
lanjut
akan
menghasilkan interface yang lebih
sederhana seperti penggunaan satu
display,satu input device utama seperti
voice recognition unit untuk perintah dan
penulisan laporan atau virtual reality
glove, dan otomasi dalam communication
connection ,disconnection dan alokasi
bandwidth dapat mengurangi information
overload dari telemedicine inteface
sehingga user dapat memfokuskan
perhatian pada tugasnya.(bersambung ke
bagian 2)
Sumber : IEEE Communication Magazine,
Juli 1996