Anda di halaman 1dari 19

KELAINAN PADA TALI

PUSAT

Penilaian Tali Pusat


Ukuran
Kebanyaknan berukuran 50-60 cm, dan sangat
jarang yang mengalami kelainan ukuran.
Tali pusat yang pendek berhubunagn dengan
luaran perinatall PJT, malformasi kongenital,
distress intrapartum, dan resiko kematian
meningkat 2x lipat (Berg and Rayburn, 1995; Krakowiak
and associates, 2004).
Tali pusat yang terlalu panjang berhubungan
dengan prolaps tali pusat atau lilitan dan
dengan kelainan fetus, distress, dan kematian.

Penilaian Tali Pusat


Diameter
Penilaian antenatal pada ukuran tali pusat
mempunyai keterbatasan.
Untuk alasan ini, klinisi telah mengevaluasi
tali pusat sebagai suatu preidiksi keadaan
janin.
Contoh : tali pusat yang kecil berhubungan
dengan PJT, sedangkan tali pusat yang besar
dengan makrosomia, tetapi manfaat secara
klinis dari parameter diatas masih belum jelas.
(Barbieri, 2008; Cromi, 2007; Raio 1999b, 2003, and all their
colleagues).

Kelainan Pada Tali Pusat


Tali pusat bergulung (Coiling)
Saat antenatal tali pusat yang bergulung dapat dinilai
pada pemeriksaan ultrasonografi, walaupun
sensitivitasnya kurang dibanding penilaian saat
postpartum. (Predanic and associates, 2005).

Secara klinis, hypocoiling berhubungan dengan kematian


janin dan hypercoiling berhungan erat dengan PJT,
asidosis janin intrapartum dan asfiksia.

Keduanya, berkaitan dengan trisomi dan arteri


umbilikalis tunggal. (de Laat and co-workers, 2005, 2006, 2007;
Predanic and colleagues, 2005c).

Jumlah Pembuluh Darah

Single Arteri Umbilikalis

Dalam sebuah review pada 350.000 persalinan, Heifetz


(1984) menemukan insiden dari single arteri 0.63%
pada kelahiran hidup, 1.92% kematian perinatal, dan 3
% pada kehamilan kembar.
Insiden pada wanita dengan diabetes, epilepsi,
preeklampsia, pendarahan antepartum,
oligohidramnion, hidramnion, dan pada kelainan
kromosom. (Byrne and Blanc, 1985; Leung and Robson, 1989).
Pada banyak kasus, single arteri umbilikal dapat
terdeteksi pada pemeriksaan USG rutin.

Jumlah Pembuluh Darah

Hyrtl Anastomosis.

Sambungan antara 2 arteri umbilikalis ditemukan


pada 3 cm dari insersi plasenta.
Hal ini dapat menjelaskan peningkatan jumlah
kematian janin yang tidak diketahui penyebabnya
pada akhir kehamilan atau selama proses persalinan.

(Raio and co-workers, 1999, 2001).

4 pembuluh darah (Four-Vessel Cord)

Kelainan ini tidak biasa, dan hubungannya dengan


peningkatan resiko kelainan kongenital masih
belum jelas.(Meyer and colleagues, 1969;eanty, 1990).

Jumlah Pembuluh Darah


Arteri Umbilikal Menyatu

Selama perkembangan embriologi, arteri


umbilikal jarang mengalami kegagalan untuk
berpisah, bila terjadi dapat menyebabkan
penyatuan dengan lumen.

Kelainan ini dapat terjadi pada seluruh bagian tali


pusat, bila terjadi secara parsial biasa pada
tali pusat dekat insersi plasenta. (Yamada and
colleagues, 2005). Fujikura (2003)

Insersi Tali Pusat


Tali pusat biasanya berinsersi di dekat atau bag.
tengah permukaan plasenta bagian janin.

Insersi Marginal

tali pusat yang berinsersi pada pinggir atau tepi


plasenta, biasa dinamakan Battledore placenta.

Insersi Tali Pusat


Furcate Insertion
Kelainannyajarang pembuluh darah
berpisah dengan substansi tali pusatnya
sebelum insersinya ke plasenta
memudahkan pembuluh darah terpilin
dan mengalami trombosis.

Insersi Tali Pusat


Insersi velamentosa

Memiliki makna klinis yang cukup penting


pembuluh darah umbilikalis terpisah dalam
membran hanya sampai pada suatu tempat di
dekat bagian tepi plasenta dengan hanya
terbungkus satu lipatan amnion anoksia fetal
Insidens 1%.

Insersi Tali Pusat


Vasa previa

Kelainan ini dihubungkan dengan insersi


vilamentosa dimana sebagian pembuluh darah
janin dalam membran memintas daerah ostium
internum dibawah bagian presentasi janin.
Insiden berkisar 1 dari 5200 kehamilan.
Kelainan ini memiliki potensi bahaya pada janin
ruptur membran amnion ruptur pembuluh darah
janin perdarahan janin.
Pada keadaan perdarahan antepartum atau
intrapartum, terdapat kemungkinan adanya vasa
previa dan ruptur pembuluh darah janin.

Abnormalitas tali pusat yang


dapat menghambat aliran
darah.
Simpul pada Tali Pusat
Dapat berupa simpul palsu tertekuknya tali
pusat untuk mengakomodasi panjang tali pusat dan
simpul sejati akibat gerakan aktif janin.
Insiden simpul sejati berkisar 1 % dari kehamilan,
terutama pada kehamilan kembar monoamniotik.
Resiko Stillbirth meningkat 5 10 kali lipat pada
simpul sejati

Abnormalitas tali pusat yang


dapat menghambat aliran
darah.
Lilitan Tali Pusat

Lilitan tali pusat sering terjadi di sekeliling bagian


janin, dan biasanya terdapat di bagian leher tali
pusat yang panjang.
Insiden 1x lilitan tali pusat 20 - 34%, 2x lilitan 2,5
5%, dan 3x lilitan 0,2 - 0,5%.
Lilitan di sekitar leher jarang menyebabkan kematian
janin dan kerusakan neurologis. Namun lilitan tali pusat
tersebut dapat menyebabkan komplikasi intrapartum.
Pada persalinan, 20% janin dengan lilitan tali pusat
dapat mengalami deselerasi variabel sedang hingga
berat dan cenderung memiliki pH arteri tali pusat yang
lebih rendah.

Abnormalitas tali pusat yang


dapat menghambat aliran
darah.

Presentasi Funic
Tidak biasanya, terjadi saat proses
persalinan dan berhubungan dengan
malpresentasi pada janin.
Striktur Tali Pusat
Di tandai dengan tidak adanya Wharton
jelly dan terdapat stenosis pada pembuluh
darah tali pusat. (Sun and associates, 1995).
Kebanyakan janin stillborn (French and colleagues,
2005).

Abnormalitas tali pusat yang


dapat menghambat aliran
darah.
Hematoma

Kelainan yang berupa akumulasi darah pada tali


pusat ini dihubungkan dengan tali pusat pendek,
trauma dan lilitan.
Dapat berasal akibat ruptura varises, biasanya
vena umbilikalis dengan efusi darah ke dalam tali
pusat.
Juga dapat disebabkan pungsi vena pembuluh
darah umbilikalis.

Abnormalitas tali pusat yang


dapat menghambat aliran
darah.
Kista Tali Pusat

Kista tali pusat kadang di temukan sepanjang tali


pusat dan disebut sebagai kista palsu atau sejati
tergantung dari asalnya.
Kista sejati berukuran kecil dan dapat berasal
dari sisa vesikula umbilikalis atau alantois.
Sedangkan kista palsu dapat berukuran besar
yang terjadi akibat pencairan jeli Wharton.
Kista semacam ini terdeteksi dengan
ultrasonografi , namun sulit diidentifikasi dengan
tepat.

Abnormalitas tali pusat yang


dapat menghambat aliran
darah.
Trombosis

Kejadian trobosis intrauterine pada pembuluh


darah tali pusat sangat jarang. Perkiraannya 70%
pada vena, 20% pada vena dan arteri, dan 10 %
pada trombosis arteri
trombosis vena memiliki morbiditas perinatal
yang rendah dibandingkan pada arteri.
Trombosis berhubungan dengan PJT dan
kematian janin (Klaritsch and associates, 2008; Sato
and Benirschke, 2006; Sing and co-workers, 2003).

Abnormalitas tali pusat yang


dapat menghambat aliran
darah.
Dilatasi Pembuluh Darah

Varises merupakan dilatasi fokal yang


berkembang intra amnion pada pembuluh
darah umbilikal atau pada intra abdominal janin
me resiko kematian janin, kelainan
struktural dan anepleudy. (Fung and co-workers,
2005).

Komplikasi terbanyak adalah ruptur varises,


trombosis varises, kompresi arteri umbilik, dan
gagal jantung janin yang disebabkan
peningkatan preload (Mulch and associates, 2006).

Kelainan Pada Tali Pusat