Anda di halaman 1dari 12

PENGARUH ZAT PENGHAMBAT TUMBUH (PAKLOBUTRAZOL)

TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TAGETES

Oleh :
Gina Amalia
B1J013004
Riska Mey Vitasari
B1J013056
Rombongan
: VI
Kelompok
:5
Asisten
: Yenita Riani

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN II

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2015

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Kecenderungan penggunaan zat penghambat tumbuh dalam praktik


budidaya tanaman dan manipulasi produksi buah-buahan di luar musim
merupakan salah satu cara yang dinilai paling memungkinkan untuk
mengatur pembungaan. Sejumlah penelitian telah berhasil menemukan
bahwa pemberian paklobutrazol mampu menstimulasi dan mempercepat
induksi

pembungaan

rambutan,kelengkeng

pada
dan

beberapa

mangga.

tanaman

Selain

itu,

seperti

paklobutrazol

jeruk,
dapat

diaplikasikan pada tanaman hias (Wattimena, 1988).


Menurut Herlina et al. (2001), paklobutrazol merupakan retardan yang
berfungsi untuk menghambat pembentukan giberelin yang merupakan
hormon utama pada tanaman yang berperan dalam pemanjangan sel.
Prinsip kerja paklobutrazol di dalam tanaman ialah menghambat biosintesis
giberelin

dengan

cara

menekan

kaurene,

sehingga

tidak

terjadi

pembentukan kaurenoat. Hal ini mengakibatkan penurunan laju pembelahan


sel secara morfologis, yaitu terlihat adanya pengurangan asimilat yang
diarahkan ke pertumbuhan reproduktif untuk pembungaan.
Terhambatnya biosintesis giberelin sudah banyak dibuktikan sangat
efektif menurunkan pertumbuhan vegetatif tanaman mengingat peran
penting giberelin dalam proses pemanjangan sel-sel meristem sub apikal,
sehingga penggunaan paklobutrazol pada tanaman dapat merangsang
terjadinya pembungaan akibat pengalihan fotosintat pertumbuhan ke fase
reproduktif. Umumnya paklobutrazol dapat digunakan pada semua tanaman
berkayu yang merupakan tanaman berbiji terbuka atau angiospermae.
Paklobutrazol terbukti efektif dipergunakan pada tanaman keras seperti
mangga, apel, jambu air, jeruk dan durian (Wattimena, 1988).
B. Tujuan
Tujuan

praktikum

kali

ini

adalah

mengetahui

pengaruh

penghambat tumbuh terhadap pertumbuhan tanaman Tagetes erecta.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

zat

Zat pengatur tumbuh paklobutrazol merupakan senyawa kimia yang


apabila diberikan ke suatu tanaman akan memberikan efek penghambat
pertumbuhan tunas. Penggunaan zat pengatur tumbuh ini bila diberikan
tidak sesuai dengan aturan akan membuat gangguan dalam pertumbuhan
dan perkembangan tanaman dalam tingkat lebih lanjut.

Cara kerja zat

pengatur tumbuh ini adalah dengan menghambat pertumbuhan vegetatif


tanaman (pertumbuhan tunas dan daun) (Meyer dan Anderson, 1952).
Retardan

atau

zat

penghambat

tumbuh

dapat

menghambat

perpanjangan batang, meningkatkan zat hijau daun, meningkatkan partisi


karbohidrat dan secara tidak langsung akan mendorong pembungaan tanpa
menyebabkan pertumbuhan abnormal. Salah satu jenis zat penghambat
tumbuh adalah paklobutrazol. Susunan kimia dari paklobutrazol adalah C15
H20ClN3O dengan nama kimia (1 RS, 3RS)-1- (4-Chlorophenyl) -4,4dimethyl-2- (1,2,4-triazol-1-Y1) penta-3-01. Nama lain dari paklobutrazol
adalah PP333 (Wattimena, 1988).
Paklobutrazol termasuk zat pengatur tumbuh dari golongan retardan
yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan metabolisme tanaman pada
meristem sub apikal yang dapat menghalangi pemanjangan sel, akibatnya
perpanjangan

buku

terhambat.

Penghambatan

pertumbuhan

yang

diakibatkan oleh aplikasi paklobutrazol muncul karena komponen kimia yang


terkandung dalam paklobutrazol menghalangi tiga tahapan untuk produksi
giberelin pada jalur terpenoid dengan cara menghambat enzim yang
mengkatalisasi proses reaksi metabolis. Salah satu fungsi utama dari
giberelin adalah untuk menstimulasi perpanjangan sel. Ketika produksi
giberelin dihambat, pembelahan sel tetap terjadi namun sel-sel baru tidak
mengalami pemanjangan. Hasilnya adalah terbentuknya cabang dengan
panjang buku lebih pendek. Perlakuan paklobutrazol juga meningkatkan
produksi asam absisat dan klorofil pada tanaman (Menhennet, 1979).
Pertumbuhan tanaman dapat diperlambat dengan menggunakan
unsur

kimia

seperti

paklobutrazol

(PBZ),

yang

dapat

menghambat

perpanjangan batang dan meniru efek dari faktor lingkungan terhadap


pertumbuhan vegetatif. Paklobutrazol memiliki efek terhadap perubahan
metabolik dan hormonal dibawah kondisi tropis. Faktor internal seperti
fitohorman dan asimilasi dikaitkan dengan respon induksi tanaman.

Paklobutrazol

digunakan

sebagai

substansi

yang

menghasilkan

efek

temperatur rendah (Rahim et al., 2011).

III.

MATERI DAN METODE


A. Materi

Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah sprayer, polybag,
gelas ukur, penggaris dan beaker glass.
Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah tanaman
Tagetes erecta, akuades dan zat pengatur tumbuh paklobutrazol dengan
konsentrasi 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm.
B. Metode
Cara kerja pada praktikum kali ini adalah :
1. Tanaman Tagetes erecta disiapkan.
2. Tinggi tanaman diukur dan disemprot dengan paklobutrazol dengan
konsentrasi 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm.
3. Setiap 2 hari sekali disemprot sebanyak 10 kali.
4. Selama 2 minggu diamati dan diukur tinggi tanaman.

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil

Gambar 4.1 Minggu 1


Gambar 4.3 Minggu 3
Konsentrasi 150 ppm
Konsentrasi 150 ppm

Gambar 4.2 Minggu 2


Konsentrasi 150 ppm

Tabel 4.1 Tinggi Tanaman Tagetes erecta Minggu Ke-1 (T0)


Perlakuan
0 ppm
50 ppm
100 ppm
150 ppm
TOTAL

1
8.9
12.5
8
9.1
38.5

Ulangan
2
11
18.3
8.5
10
47.8

3
11.4
12
7.8
18
49.2

Jumlah
31.3
42.8
24.3
37.1
135.5

Rataan
10.43333333
14.26666667
8.1
12.36666667
45.16666667

Tabel 4.2 Tinggi Tanaman Tagetes erecta Minggu ke-2 (T1)


Perlakuan
0 ppm
50 ppm
100 ppm
150 ppm
TOTAL

1
10
12.5
9
10.6
42.1

Ulangan
2
11.8
17
10
11
49.8

3
11.6
12.8
8
20
52.4

Jumlah
33.4
42.3
27
41.6
144.3

Rataan
11.13333333
14.1
9
13.86666667
48.1

Tabel 4.3 Tinggi Tanaman Tagetes erecta Minggu ke-3 (T3)


Perlakuan
0 ppm
50 ppm
100 ppm
150 ppm
TOTAL

1
13
13.5
9.4
11
46.9

Ulangan
2
12
17.5
13.8
11.5
54.8

3
12.3
14
8.3
20.4
55

Jumlah
37.3
45
31.5
42.9
156.7

Rataan
12.43333333
15
10.5
14.3
52.23333333

Tabel 4.4 Anova Tinggi Tanaman Tagetes erecta


Sumber
Keragaman

Db

Perlakuan

Galat

Total

11

JK
4.6533
33
24.073
33
28.726
67

KT
1.5511
11
3.0091
67

Fhit
0.515462 n
014 s

F tabel
0.0
0.05
1
4.06

7.59

GRAFIK PERTAMBAHAN TINGGI TANAMAN Tagetes erecta


3
2.5
2
Rata-Rata Penambahan Tinggi
Tanaman

1.5
1
0.5

DATA PERTAMBAHAN
TINGGI TANAMAN
Linear (DATA
PERTAMBAHAN TINGGI
TANAMAN)

Konsentrasi Paklobutrazol

Grafik 4.1 Pertambahan Tinggi Tanaman Tagetes erecta

B. Pembahasan
Berdasarkan hasil praktikum dan analisis tabel Anova,

didapatkan

hasil yang non-signifikan dengan nilai Fhit < Ftabel (0,05 dan 0,01) yaitu
0.515462014

<

4.06

dan

7.59.

Hasil

yang

non-signifikan

tersebut

menunjukkan bahwa pemberian pakobutrazol tidak memberikan efek nyata


dalam menghambat tinggi tanaman dan penghambatannya masih bersifat
perlahan tidak instan. Chorbadijan et al. (2011) menyatakan bahwa efek
paklobutrazol secara signifikan menghambat tinggi dan diameter batang.
Respon penghambatan terhadap paklobutrazol sama interaksinya dengan
subur atau tidaknya lahan. Menurut Aztrina et al. (2014), pengaruh retardan
pada tanaman sangat bervariasi dan dapat disebabkan karena adanya
kemampuan yang berbeda untuk mengabsorpsi dan translokasi senyawa
kimia, adanya mekanisme penonaktifan dalam beberapa spesies, serta
perbedaan pola interaksi retardan dalam tanaman.
Penghambatan
penurunan
menghasilan
berkurang.

laju

menggunakan

fotosintesis

energi

hingga

melalui

Paklobutrazol

pada

paklobutrazol
17%,

fotosintesis
beberapa

berkaitan

sehingga
untuk
jenis

dengan

efeknya

pertumbuhan
tanaman

juga

dalam
akan
dapat

mengurangi massa daun tetapi paklobutrazol tidak dapat menghambat


pertumbuhan hama.
Zat penghambat tumbuh adalah suatu tipe senyawa organik baru
yang menghambat pemanjangan batang, meningkatkan warna hijau daun
dan secara tidak langsung mempengaruhi pembungaan tanpa menunjukkan
pertumbuhan yang abnormal. Pemberian ZPT membantu pertumbuhan
tanaman lebih optimal. Menurut Gardner et al. (1985), faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan tanaman antara lain adalah zat pengatur
pertumbuhan, cahaya dan ketersediaan hara yang optimal.
Menurut Purwadi dan Inoue (1994), mekanisme kerja paklobutrazol,
yaitu zat tersebut ditranslokasikan melalui jaringan xylem dan mencapai
tunas pucuk. Sistem vaskular sebelah titik tumbuh berfungsi sebagai
penyimpan zat pengatur tumbuh dan menghambat biosintesa asam
giberelat, sehingga mengakibatkan pertumbuhan atau tunas berhenti. Hal
ini akan meningkatkan kandungan hormon sitokinin, kandungan klorofil,
kandungan karbohidrat dalam jaringan tanaman, meningkatkan penyerapan

mineral.

Mekanisme

penghambatan

paklobutrazol

sangat

bergantung

dengan suhu (250C), artinya faktor kondisi tanah yang lembap sangat
berpengaruh. Selain itu, paklobutrazol berpengaruh terhadap luas kontak
penyerapan tanah (feeder root), sehingga efek penyerapan hara akan
berkurang dan secara langsung efeknya pada pertumbuhan tanaman karena
hara digunakan untuk pertumbuhan. Paklobutrazol sendiri tidak memiliki
efek pada konsentrasi fenol dan tanin atau dengan kata lain pemberian
paklobutrazol

hanya

menghambat

tanpa

memberi

efek

stres

dan

abnormalitas. Paklobutrazol pada beberapa jenis tanaman juga dapat


mengurangi massa daun tetapi, paklobutrazol tidak dapat menghambat
pertumbuhan serangga (hama).
Menurut Aztrina et al., (2014) pemberian zat penghambat tumbuh
mempengaruhi fisiologi dari tanaman, yaitu untuk menekan perpanjangan
batang,

mempertebal

batang,

mendorong

pembungaan,

medorong

pembentukan pigmen (klorofil, xantofil, antosian), mencegah etiolasi


(kurang cahaya), mempertinggi perakaran stek, menghambat senescence,
memperpanjang umur panen buah, tahan terhadap stres dan mengurangi
kerusakan yang disebabkan oleh polutan udara seperi O3 (ozon) dan SO2.
Zat penghambat tumbuh dibagi menjadi 2, yaitu zat pengatur tumbuh
alami dan buatan. Contoh zat penghambat tumbuh alami adalah asam
absisat atau ABA. ABA adalah seskuiterpenoid berkarbon 15 yang disintesis
di sebagian

kloroplas dan plastid melalui lintasan asam mevalonat.

Biosintesis ABA pada sebagian besar tumbuhan terjadi secara tak langsung
melalui peruraian karotenoid tertentu (40 karbon) yang ada di plastid.
Pergerakan ABA dalam tumbuhan sama dengan pergerakan giberelin, yaitu
dapat diangkut secara mudah melalui xilem floem dan juga sel-sel parenkim
di luar berkas pembuluh. Asam absisik (ABA) dan asam-asam fenolik
merupakan inhibitor endogen yang tersebar luas dalam tubuh tumbuhan.
Senyawa tersebut dalam berbagai proses fisiologis berinteraksi dengan
auksin, giberelin dan sitokinin dengan hubungan yang lebih bersifat
antagonisme dari pada sinergisme. Zat penghambat tumbuh buatan
meliputi paklobutrazol, cycocoel dan floramfeniquat. Zat pengatur tumbuh
alami dan buatan sama-sama memiliki tingkat penghambatan yang sama
terhadap pertumbuahan tanaman (Herlina et al., 2001).
Menurut Herlina et al., (2001) paklobutrazol dapat diaplikasikan pada
tanaman dengan 3 metode, yaitu:
1. Penyiraman media tanam (drance).

2. Penyemprotan pada daun (folia spray).


3. Penyuntikan pada batang (injection).
Menurut Wattimena (1988), kenikir merupakan tumbuhan tropis yang
berasal dari Amerika Latin, Amerika Tengah, tetapi tumbuh liar dan mudah
didapati di Florida, Amerika Serikat, serta di Indonesia dan negara-negara
Asia Tenggara lainnya. Tagetes erecta (kenikir) memiliki batang bulat
dengan diameter yang dapat mencapai 5 cm jika sudah tumbuh dewasa.
Batangnya tumbuh tegak dan bercabang-cabang. Warnanya putih kehijauan
jika pucuknya masih muda dan hijau jika sudah dewasa. Tinggi tanaman ini
berkisar 30 cm hingga 120 cm. Daun majemuk tumbuh pada sekujur
batangnya. Daunnya berbentuk lembaran kecil yang memiliki panjang
berkisar dari 3 cm hingga 15 cm. Warnanya adalah hijau tua. Bunga kenikir
merupakan bunga majemuk. Bunga ini berbentuk cawan dengan tangkai
yang panjang. Memiliki organ-organ bunga yang lengkap, berupa putik dan
benang sari pada tengah bunga. Keunikan pada bunga kenikir

adalah

kepala putiknya bercabang dua. Buah kenikir berbentuk lonceng dengan


panjang berkisar 1 cm hingga 1,5 cm. Bijinya berbentuk jarum dan berwarna
hitam. Akar dari Tagetes erecta (kenikir) merupakan akar tunggang
berwarna putih kekuningan. Daun kenikir (Tagetes erecta L.) dapat
digunakan sebagai penangkal serangga dengan cara daun kenikir dijemur
terlebih dahulu sampai kering yang kemudian selanjutnya dibakar. Bunga
Kenikir (Tagetes erecta) merupakan salah satu jenis tanaman insektisida
hidup pengusir nyamuk. Tanaman ini memiliki bau yang menyengat dan
daun kenikir mengandung saponin, flavonoid tagetiin, terthienyl,helenial
dan flavoxanthin.

V.

KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa :


1. Hasil analisis efek paklobutrazol pada pertambahan tinggi tanaman
kenikir (Tagetes erecta) menunjukkan hasil yang non signifikan dengan
nilai Fhit < Ftabel (0,05 dan 0,01) yaitu 0.515462014 < 4.06 dan 7.59
2. Semakin tinggi konsentrasi pemberian paklobutrazol, maka semakin
tinggi pula tingkat penghambatan.
B. Saran
Laporan sebaiknya dikerjakan secara individu saja.

DAFTAR REFERENSI
Aztrina, Amelia, Luthfi A. M. Siregar, E. Harso Kardhinata. 2014. Pengaruh
Paclobutrazol Terhadap Jumlah Klorofil, Umur Berbunga, dan Umur
Panen Dua Varietas Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench). Jurnal
Online Agroekoteknologi. 2 (4) pp.1296-1299 . ISSN No. 2337- 6597.
Chorbadjian, R. A., P. Bonello dan D.A. Herms. 2011. Effect of the Growth
Regulator paclobutrazol and fertilization on defensive chemistry and
herbivore resistance of Austrian Pine (Pinus nigra) and Paper Birch
(Betula papyrifera). Arboriculture & Urban Forestry. 37(6) pp. 278
287.
Gardner P.G., R.B. Pearee dan T.L. Mitchell. 1985. Physiology of crop plants.
The Iowa State University Press. U.S.A.
Herlina D, K.D. Hatmini dan M.F. Masyhudi. 2001. Peran paklobutrazol dan
pupuk KNO3 terhadap induksi pembungaan melati. J. Sainteks Edisi
Khusus Oktober 21. pp. 189- 200.
Menhennet, R. 1979. Use of Glass House Crops. In D. R. Clifford and J. R.
Lenton.. Recent Development in The Use of Plant Growth Retardants.
Brit. Plant Growth Regulator Group. 1 pp. 27-38.
Meyer, B. S dan D. B Anderson. 1952. Plant Physiology. Mc Milan Company
inc. New Jersey.
Purwadi, R. dan H. Inoue. 1994. Effect of paclobutrazol on vegetative growth
and flower bud differentiation of satsuma mandarin at different
temperature conditions. Bul. Agron. 22 (1) pp. 55- 67.
Rahim, A. O. S. A., Osman M. E. dan Fritz K. B. 2011. Effects of Paclobutrazol
(PBZ) on Floral Induction and Associated Hormonal and Metabolic
Changes of Biennially Bearing Mango (Mangifera indica L.) Cultivars
During Off Year. ARPN Journal of Agricultural and Biological Science. 6
(2).
Salisbury F.B. dan C.W. Ross. 1995. Plant Physiology. Wardworth Publishing
Company Belmont. California.

Wattimena, G. A. 1988. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Lab. Jaringan


Tanaman. PAU Bioteknologi IPB. Bogor