Anda di halaman 1dari 5

Tugas Softskil

Mata Kuliah

: Perilaku Konsumen

Nama

: Yusi Yusnia

NPM

: 19213621

Kelas

: 3EA32

EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN


Kriteria evaluasi
Kriteria evaluasi, salah satu aktivitas dalam proses pengambilan keputusan konsumen,
memegang peranan penting dalam memprediksi perilaku pembelian konsumen. Saat konsumen
melakukan aktivitas ini, mereka sedang mempertimbangkan atribut-atribut yang terdapat pada
satu produk dan menilai atribut mana yang lebih penting untuknya yang ia gunakan sebagai dasar
keputusan memilih produk

Menentukan alternatif pilihan


Kriteria evaluasi berisi dimensi atau atribut tertentu yang digunakan dalam menilai
alternatif-alternatif pilihan. Kriteria alternatif dapat muncul dalam berbagai bentuk, misalnya
dalam membeli mobil seorang konsumen mungkin mempertimbangkan criteria, keselamatan,
kenyamana, harga, merek, negara asal (country of origin) dan juga spek hedonik seperti gengsi,
kebahagiaan, kesenangan dan sebagainya. Beberapa criteria eveluasi yang umum adalah:
a. Harga
Harga menentukan pemilihan alternatif. Konsumen cenderung akan memiliha harga yang
murahuntuk suatu produk yang ia tahu spesifikasinya. Namun jika konsumen tidak bisa
1

mengevaluasi kualitas produk maka harga merupakan indicator kualitas. Oleh karena itu
strategi harga hendaknya disesuaikan dengan karakteristik produk.
b. Nama Merek
Merek terbukti menjadi determinan penting dalam pembelian obat. Nampaknya merek
merupakan penganti dari mutu dan spesifikasi produk. Ketika konsumen sulit menilai
criteria kualitas produk, kepercayaan pada merek lama yang sudah memiliki reputasi baik
dapat mengurangi resiko kesalahan dalam pembelian.
c. Negara asal
Negara dimana suatu produk dihasilkan menjadi pertimbangan penting dikalangan
konsumen. negara asal sering mencitrakan kualitas produk. Konsumen mungkin sudah
tidak meraguakan lagi kualitas produk elektronik dari Jepan. Sementara, untuk jam tangan
nampaknya jam tangan buatan Swiss meruapak produk yang handal tak teragukan.
d. Saliensi kriteria evaluasi
Konsep saliensi mencerminkan ide bahwa criteria evluasi kerap berbeda pengaruhnya
untuk konsumen yang berbeda dan juga produk yang berbeda. Pada suatu produk mungkin
seorang konsumen mempertimbangkan bahwa harga adalah hal yang penting, tetapi tidak
untuk produk yang lain. Atribut yang mencook (salient) yang benar-benar mempengaruhi
proses evaluasi disebut sebagai atribut determinan.

Menaksir alternatif pilihan


Dalam penentuan Menaksir Alternatif Pilihan, ada kalanya harus melihat terlebih dahulu
penetuan dalam Menentukan Alternatif Pilihan suatu produk. Kriteria yang telah di tentukan
dalam menentukan alternatif pilihan produk seperti : Pilihan Efektif dan atribut berbasis versus
atribut proses pilihan. Kemudian akan memunculkan beberapa alternatif produk, alternatif inilah
yang digunakan konsumen dalam Menaksir alternatif pilihan. Dalam menaksir suatu alternatif dari
pilihan yang ada maka konsumen harus memikirkan resiko yang akan diterima apabila konsumen
memilih alternatif tersebut, dan meninggalkan alternatif lain yang ada. Tiga sudut pandang dalam
menganalisis/menaksir alternatif pilihan keputusan konsumen :

1. Sudut Pandang Ekonomis


Konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional, yang
mengetahui semua alternatif produk yang tersedia dan harus mampu membuat peringkat
dari setiap alternatif yang ditentukan dipertimbangkan dari kegunaan dan kerugiannya
serta harus dapat mengidentifikasikan satu alternatif yang terbaik, disebut economic man.
Setiap konsumen memiliki keterbatasan dalam segi ekonomi, tidak semua
konsumen memiliki ekonomi yang lebih, untuk itu konsuemn sendiri harus jeli dalam
menyikapi setiap harga dalam pembelian suatu produk.
2. Sudut Pandang Kognitif
Konsumen sebagai kognitif man atau sebagai problem solver. Kosumen
merupakan pengolah informasi yang selalu mencari dan mengevaluasi informasi tentang
produk dan gerai. Pengolah informasi selalu berujung pada pembentukan pilihan, terjadi
inisiatif untuk membeli atau menolak produk. Cognitive man berdiri di antara economic
man dan passive man, seringkali cognitive man punya pola respon terhadap informasi
yang berlebihan dan seringkali mengambil jalan pintas, untuk memenuhi pengambilan
keputusannya pada keputusan yang memuaskan.
Dalam memecahkan suatu maslah dalam pembelian, konsumen selalu
mengumpulkan berbagai informasi dari setiap jenis harga dengan produk yang sama,
tidak semua produsen menawarkan barang dengan harga yang sama, untuk itu konsumen
selalu mencari produk dengan harga yang lebih murah.
3. Sudut Pandang Emosianal
Menekankan emosi sebagai pendorong utama, sehingga konsumen membeli suatu
produk. Favoritisme buktinya seseorang berusaha mendapatkan produk favoritnya,
apapun yang terjadi. Benda-benda yang menimbulkan kenangan juga dibeli berdasarkan
emosi. Anggapan emotional man itu tidak rasional adalah tidak benar. Mendapatkan
produk yang membuat perasaannya lebih baik merupakan keputusan yang rasional.
Dari sudut pandandang emosiaonal, seseorang selalu berusaha untuk membeli produk
yang di inginkan, berapapun harganya pasti produk tersebut akan di belinya. Semua yang
menyangkut kepada keinginan, kepuasan terhadap suatu produk semua akan dilakukannya
untuk dapat memiliki produk tersebut.

Menyeleksi aturan pengambilan keputusan


3

Proses pengambilan keputusan yang terdiri dari 5 tahap yaitu :


a.

Menganalisis keinginan dan kebutuhan

b.

Pencarian informasi

c.

Penilaian dan pemilihan alternative

d.

Keputusan untuk membeli

e.

Perilaku sesudah pembelian

Situasi pembelian berkaitan dengan:


1) Lingkungan di dalam toko seperti ketersediaan produk, perubahan harga, dan kemudahan
belanja dengan pilihan berbelanja.
2) Situasi berkaitan dengan apakah produk yang di beli untuk hadiah atau untuk diri nya
sendiri. Konsumen biasanya menggunakan criteria yang berbeda dan mungkin memilih
merk yang berbeda dan mungkin memilih merk berbeda jika ia membeli untuk dirinya
sendiri.
3) Situasi pembelian berkaitan dengan keadaan mood konsumen ketika berbelanja. Keadaan
senang atau keadaan susah mempengaruhi pemrosesan dan pencarian informasi tentang
produk.
Menurut Howard dan Sheth ada 3 model dalam pengambilan keputusan :
1) Pemecahan masalah yang luas yaitu pengambilan keputusan dimana pembeli belum
mengembangkan criteria pemilihan.
2) Pemecahan masalah terbatas yaitu situasi yang menunjukan bahwa pembeli telah
memakai criteria pemilihan, tapi ia belum memutuskan merk apa yang terbaik.
3) Pemecahan masalah berulang kali yaitu pemilih telah menggunakan criteria pemilhan dan
telah pula menetap kan produknya.
Variabel Stimulus

Variable stimulus merupakan variabel yang berada di luar diri individu (faktor eksternal)
yang sangat berpengaruh dalam proses pembelian. Contohnya: Merek dan jenis barang,
iklan,pramuniaga,penataan barang, dan ruangan toko.
Variabel Respons
Variabel respons merupakan hasil aktivitas individu sebagaireaksi dari variabel stimulus.
Variabel respons sangat bergantung pada faktor individu dan kekuatan stimulus.Contohnya:
keputusan membeli barang, pemberi penilaianterhadap barang, perubahan sikap terhadap suatu
produk