Anda di halaman 1dari 7

Dokumen yang dibutuhkan

1. Data Cakupan
2. pedoman kerja cakupan rs, strategi komunikasi
3. Kebijakan cakupan RS
4. Dokumen informasi seperti brosur, dll
5. Dokumen informasi kepada keluarga pasien
6. Pedoman Kerja informasi
7. Kebijakan informasi
8. Dokumen informasi
9. Pedoman Kerja informasi
10. Dokumen informasi dan edukasi
11. Pedoman Kerja komunikasi efektif
12. Kebijakan komunikasi efektif
13. Dokumen komunikasi efektif
14. kebijakan tentang rapat dan sistem komunikasi antar departemen
15. kebijakan pelaksanaan review kasus, pembahasan kasus, dll.
16. Bentuk komunikasi yang ditetapkan ( intranet, internet atau lainnya )
17. Pedoman kerja akses rekam medik
18. Kebijakan akses RM
19. Bukti rekam medis harian
20. Pedoman kerja kebutuhan informasi
21. Kebijakan kebutuhan informasi
22. Program kerja kebutuhan informasi
23. Pedoman Kerja rahasia RM
24. Kebijakan rahasia RM
25. Dokumen evaluasi / bukti rahasia RM
26. Pedoman Kerja keamanan RM
27. Kebijakan keamanan RM
28. Pedoman Kerja retensi dan pemusnahan RM
29. Kebijakan retensi dan pemusnahan RM
30. Standarisasi kode diagnosis, tindakan/proosedur, simbol yang tdk boleh,
singkatan yang tidak boleh digunakan.
31. Desiminasi data dan informasi sesuai kebutuhan pengguna,
32. Partisipasi staf klinik dan managerial dalam pengambilan keputusan tentang
teknologi informasi.
33. SPO perlindungan Rekam medis dan informasi dari kehilangan dan kerusakan.
Elemen Penilaian MKI. 17 (pedoman kerja dan pengorganisasian, program
kerja)
1. Pengambil keputusan dan tenaga lainnya diberikan pendidikan tentang prinsip
manajemen informasi
2. Pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan tanggung jawab pekerjaannya
3. Data dan informasi klinik dan manajerial diintegrasikan sesuai kebutuhan untuk
mendukung pengambilan keputusan.
Standar MKI. 18
Kebijakan tertulis atau protokol menentukan persyaratan untuk
mengembangkan dan menjaga kebijakan dan prosedur internal maupun suatu
proses untuk mengelola kebijakan dan prosedur ekternal.

Kebijakan atau prosedur dimaksudkan untuk memberikan kesamaan pengetahuan


dalam fungsi rumah sakit. Suatu kebijakan atau outline protokol bagaimana kebijakan
dalam rumah sakit akan dikendalikan. Kebijakan atau protokol meliputi informasi
berikut dalam hal bagaimana pengendalian kebijakan dilaksanakan, meliputi tahapan
sebagai berikut :
a) Review dan pengesahan dari semua kebijakan dan prosedur oleh pejabat yang
berwenang sebelum diberlakukan.
b) Proses dan frekwensi review dan pengesahan berkelanjutan dari kebijakan dan
prosedur
c) Pengendalian untuk menjamin bahwa hanya kebijakan dan prosedur terkini dan
versi yang relevan yang digunakan.
d) Identifikasi perubahan kebijakan dan prosedur
e) Pemeliharaan identitas dan keabsahan dokumen
f) Suatu proses pengelolaan kebijakan dan prosedur yang berasal dari pihak luar
rumah sakit.
g) Retensi dari kebijakan dan prosedur yang sudah tidak berlaku minimal dalam kurun waktu
yang dipersyaratkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, serta memastikan
tidak terjadi kesalahan penggunaan.
h) Identifikasi dan penelusuran dari sirkulasi seluruh kebijakan dan prosedur.
Sistem penelusuran dari setiap dokumen hendaknya diidentifikasi melalui : judul, tanggal
berlaku, edisi dan atau tanggal revisi sekarang, jumlah halaman, siapa yang memberikan
otorisasi dan atau review dokumen, serta identifikasi data base. Ada proses untuk memastikan
bahwa anggota staf telah membaca dan familier dengan kebijakan dan prosedur yang relevan
dengan pekerjaan mereka. Proses untuk mengembangkan dan kebijakan dan prosedur
pemeliharaan dilaksanakan.
Elemen Penilaian MKI. 18 (SPO, Pedoman Kerja, Kebijakan)
1. adanya kebijakan dan protokol tertulis yang menjelaskan persyaratan untuk
mengembangkan dan menjaga kebijakan dan prosedur, meliputi paling sedikit item a) sampai
dengan h) dalam maksud dan tujuan dan dilaksanakan.
2. adanya protokol tertulis yang menguraikan bagaimana kebijakan dan prosedur yang berasal
dari luar rumah sakit dapat dikendalikan dan diimplementasikan.
3. ada kebijakan tertulis atau protokol yang menentukan retensi kebijakan dan prosedur lama
atau setidaknya untuk kurun waktu yang dipersyaratkan oleh peraturan perundangan yang
berlaku, sambil memastikan bahwa tidak terjadi kekeliruan penggunaan dan penerapannya.
4. ada kebijakan dan protokol tertulis yang menguraikan bagaimana semua kebijakan dan
prosedur yang beredar dapat diidentifikasi dan ditelusuri, serta diimplementasikan.
REKAM MEDIS PASIEN
Standar MKI. 19
Rumah sakit membuat dan memelihara rekam medis untuk setiap pasien yang dikaji
(assessted) atau diobati.
Setiap pasien yang dikaji (assessted) dan diobati oleh rumah sakit baik dirawat inap, rawat
jalan maupun di unit emergensi harus memiliki rekam medis. Rekam medis harus
menetapkan identifikasi masing-masing pasien yang unik, atau mekanisme lain yang
digunakan agar menyatu dengan rekam medis pasien. Rekam medis tunggal dan identitas
tunggal bagi setiap pasien akan memudahkan menempatkan rekam medis pasien dan
dokumen pelayanan pasien setiap saat.
Elemen Penilaian MKI. 19
1. Rekam medis pasien dibuat untuk setiap pasien yang dikaji dan diobati rumah sakit.

(Wawancara pasien, petugas, rekam medis)


2. Rekam medis pasien dipelihara dengan menggunakan identitas pasien yang unik/khas
atau metode lain yang efektif.
(pedoman kerja dan rekam medis)
Standar MIK . 19.1
Rekam medis pasien memuat informasi yang memadai untuk mengidentifikasi pasien,
mendukung diagnosis, justifikasi pengobatan dokumen pemeriksaan dan hasil pengobatan
dan meningkatkan kesinambungan pelayanan diantara tenaga penyedia pelayanan kesehatan.
Standar MKI.19.1.1.
Rekam medis setiap pasien emergensi memuat jam kedatangan, kesimpulan saat mengakhiri
pengobatan, kondisi pasien pada saat dipulangkan dan instruksi tindak lanjut pelayanan.
Maksud

dan tujuan MKI.19.1. dan MKI.19.1.1


Rekam medis masing-masing pasien membutuhkan informasi yang memadai untuk
mendukung diagnosa, justifikasi obat yang diberikan, dokumentasi pemeriksaan dan
hasil pemeriksanaan. Suatu format dan isi yang distandarisasi dari suatu berkas rekam
medis pasien membantu meningkatkan integrasi dan kesinambungan pelayanan
diantara berbagai tenaga pemberi pelayanan. Rumah sakit membedakan data dan
informasi spesifik yang dicatat dalam rekam medis setiap pasien yang dikaji dan
diobati baik di rawat inap, rawat jalan dan emergensi. Berkas rekam medis setiap
pasien yang menerima pelayanan emergensi memuat informasi spesifik yang
diidentifikasi dalam standar MKI.20.1.1.
Elemen

Penilaian MKI . 19.1.


1. Isi spesifik dari berkas rekam medis pasien ditentukan oleh rumah sakit
2. Rekam medis berisi informasi yang memadai untuk mengidentifikasi pasien,
3. Rekam medis berisi informasi yang memadai untuk mendukung diagnosis,
4. Rekam medis berisi informasi yang memadai untuk memberi justifikasi pelayanan
dan pengobatan.
5. Rekam medis berisi informasi yang memadai untuk mendokumentasikan
pemeriksaan dan hasil pemeriksaan
Elemen

Penilaian MKI.19.1.1
1. Rekam medis pasien emergensi memuat jam kedatangan
2. Rekam medis pasien emergensi memuat kesimpulan ketika pengobatan diakhiri
3. Rekam medis pasien emergensi memuat kondisi pasien pada saat dipulangkan.
4. Rekam medis pasien emergensi memuat instruksi tindak lanjut.
(MKI 19.1 dan MKI 19.1.1 wawancara petugas: adakah format khusus, dokumen
rekam medik,pedoman kerja, kebijakan)
Standar MKI. 19.2
Kebijakan rumah sakit mengidentifikasi mereka yang berhak untuk mengisi rekam
medis pasien dan menentukan isi rekam medis dan format rekam medis.
Standar

MKI.19.3.
Setiap petugas yang mengisi rekam menulis identitas setelah pencatatan dibuat.
Akses untuk masing-masing katagori informasi berdasarkan kebutuhan dan diatur
berdasarkan tugas dan fungsi, termasuk mahasiswa yang sedang pendidikan. Proses
yang efektif menentukan :
- Siapa yang dapat akses pada informasi
- Jenis informasi yang dapat diakses
- Kewajiban pengguna untuk menjaga kerahasiaan informasi, dan

- Proses yang dijalankan ketika kerahasiaan dan pengamanan dilanggar.


Salah satu aspek menjaga keamanan informasi pasien adalah menentukan siapa yang
berhak meminjam dan mengisi rekam medis pasien. Rumah sakit mengembangkan
suatu kebijakan otorisasi individu dan mengidentifikasi isi dan format rekam medis
pasien. Proses tersebut untuk menjamin bahwa hanya individu yang diberi otorisasi
yang mengisi rekam medis pasien dan diidentifikasi siapa dan kapan pengisian
dokumen, serta ditulis tanggalnya. Kebijakan juga harus meliputi proses bagaimana
pengisian dan koreksi / penghapusan rekam medis. Jika dipersyaratkan oleh rumah
sakit, waktu pengisian juga dicatat, seperti waktu pemeriksaan dan waktu pemberian
obat.
Elemen Penilaian MKI.19.2.
1. Siapa yang mendapat otorisasi untuk mengisi rekam medis diatur dalam kebijakan
rumah sakit
2. Format dan lokasi pengisian ditentukan dalam kebijakan rumah sakit.
3. Tersedia proses untuk menjamin bahwa hanya yang mempunyai
otorisasi/kewenangan yang dapat mengisi berkas rekam medis.
4. Tersedia proses yang ditujukan bagaimana mengisi dan mengoreksi rekam medis.
5. Siapa yang mempunyai otorisasi untuk akses kedalam rekam medis diidentifikasi dalam
kebijakan rumah sakit
6. Tersedia proses untuk menjamin hanya individu yang mempunyai otorisasi yang
mempunyai akses pada rekam medis .
Elemen Penilaian MKI.19.3.
1. Pada setiap pengisian rekam medis dapat diidentifikasi siapa yang mengisi
2. Tanggal pengisian rekam medis dapat diidentifikasi
3. Bila dipersyaratkan oleh rumah sakit, waktu/jam pengisian rekam medis dapat
diidentifikasi.
(MKI19.2 dan MKI.19.3 wawancara petugas : siapa yang memiliki otoritas mengisi rekam
medik, dokumen rekam medik, SPO, Pedoman Kerja, Kebijakan)
Standar MKI.19.4
Sebagai bagian dalam pengembangan aktifitas kinerja, rumah sakit secara regular mengkaji
isi dan kelengkapan rekam medis.
Rumah sakit menetapkan isi dan format rekam medis dan memiliki proses untuk mengkaji isi
dan kelengkapan rekam medis. Proses tersebut, merupakan bagian dari peningkatan aktivitas
kinerja rumah sakit yang dilaksanakan secara berkala. Review rekam medis berdasarkan
sampel yang mewakili praktisi yang memberikan pelayanan dan jenis pelayanan yang
diberikan. Proses review dilaksanakan oleh staf medis, perawat dan profesional klinik lainnya
yang relevan yang mempunyai otorisasi untuk mengisi rekam medis. Review berfokus pada
ketepatan waktu, kelengkapan, keabsahan dan catatan lainnya dan informasi klinik.
Persyaratan isi rekam medis yang sejalan dengan peraturan dan perundang-undangan
termasuk dalam proses review rekam medis. Review rekam medis di rumah sakit tersebut
termasuk rekam medis pasien yang saat ini sedang dalam perawatan dan pasien yang sudah
pulang.
Elemen Penilaian MKI. 19.4
1. Rekam medis pasien dIreview secara berkala.
2. Review menggunakan sample yang mewakili
3. Review melibatkan dokter, perawat dan profesi lain yang mempunyai otorisasi pengisian
rekam medis atau pengelola rekam medis.
4. Fokus review adalah pada ketepatan waktu, keabsahan dan kelengkapan rekam medis

5. Persyaratan isi rekam medis yang sejalan dengan peraturan dan perundang-undangan
termasuk dalam proses review
6. Proses review termasuk rekam medis pasien yang masih aktif dirawat dan pasien yang
sudah pulang
7. Hasil proses review digabungkan dalam mekanisme menjaga kualitas pelayanan rumah
sakit
(Ditetapkan indikator mutu :Angka keterlambatan pengembalian rekam medis, Angka
ketidak lengkapan rekam medis; laporan bulanan; Laporan bulanan panitia mutu rs;
daftar hadir, notulen rapat, Angka ketidak lengkapan mengacuku PMK 269/2008
Indikator angka ketidak lengkapan rekam medis; kebijakan; pedoman kerja)

KUMPULAN

DATA DAN INFORMASI


Standar MKI. 20
Kumpulan data dan informasi mendukung asuhan pasien, manajemen rumah sakit dan
program manajemen mutu.
Standar

MKI. 20.1.
Rumah sakit memiliki proses untuk membuat kumpulan data dan menentukan data dan
informasi apa yang secara rutin (regular) dikumpulkan sesuai kebutuhan staf klinik dan
manajemen rumah sakit, serta badan/ pihak lain di luar rumah sakit.
Standar MKI. 20.2
Rumah Sakit memiliki proses untuk menggunakan atau berpartisipasi dalam database
eksternal.
Rumah sakit mengumpulkan dan menganalisa kumpulan data untuk
mendukung pelayanan pasien dan manajemen rumah sakit. Kumpulan data
memberikan gambaran profil rumah sakit selama kurun waktu tertentu dan
memungkinkan untuk dibandingkan dengan rumah sakit lainnya. Jadi, kumpulan data
merupakan suatu bagian penting dalam aktifitas peningkatan kinerja rumah sakit.
Khususnya, kumpulan data dari risk manajemen, sistem manajemen utilitas,
pencegahan dan pengendalian infeksi dan review pemanfaatan dapat membantu
rumah sakit untuk mengetahui kinerja terkini, mengidentifikasi peluang untuk
pengembangan. Melalui partisipasi dalam data base eksternal, rumah sakit dapat
membandingkan kinerja rumah sakit dengan rumah sakit yang sejenis secara nasional
maupun internasional. Membandingkan kinerja adalah suatu alat yang efektif untuk
mengidentifikasi peluang guna meningkatkan dan mendokumentasikan tingkat kinerja
rumah sakit. Jaringan pelayanan kesehatan dan pengadaan atau pembelian untuk
kebutuhan pelayanan pasien memerlukan informasi. Data base eksternal variasinya
sangat luas, dari data base asuransi hingga organisasi profesi. Rumah sakit mungkin
dipersyaratkan oleh perundang-undangan atau peraturan untuk berkontribusi pada
beberapa data base eksternal. Dalam semua kasus, keamanan dan kerahasiaan data
dan informasi harus dijaga.
Elemen Penilaian MKI. 20
1. Kumpulan data dan informasi mendukung asuhan pasien.
2. Kumpulan data dan informasi mendukung manajemen rumah sakit.
3. kumpulan data dan informasi mendukung program manajemen kualitas/mutu.
Elemen Penilaian MKI. 20.1
1. Rumah sakit memiliki proses untuk membuat kumpulan data dalam merespon
sesuai identifikasi kebutuhan pengguna

2. Rumah sakit menyediakan data yang dibutuhkan oleh agensi di luar rumah sakit.
Elemen Penilaian MKI. 20.2
1. Rumah sakit memiliki proses untuk berpartisipasi atau menggunakan informasi dari
data base eksternal.
2. Rumah sakit berkontribusi terhadap data atau informasi data base eksternal sesuai
peraturan dan perundang-undangan.
3. Rumah sakit membandingkan kinerja dengan menggunakan rujukan/ referensi dari
data base eksternal.
4. Keamanan dan kerahasiaan dijaga ketika berkontribusi atau menggunakan data
base eksternal.
(wawancara petugas : Bagaimana cara membuat kumpulan data dalam merespon
sesuai identifikasi kebutuhan pengguna? Apakah RS menyediakan data bagi agensi di
luar RS?, Bagaimana cara anda menggunakan informasi dari data base eksternal? Apa
kontribusi anda terhadap informasi data base eksternal? Bagaimana cara anda
membandingkan kinerja dengan menggunakan rujukan/ referensi dari data base
eksternal? Bagaimana cara anda menjaga keamanan data base eksternal?; Laporan
bulanan kepada pihak eksternal; Bukti dokumen; observasi ; pedoman kerja)
Standar MKI. 21
Rumah sakit mendukung asuhan pasien, pendidikan, riset dan manajemen melalui
informasi yang tepat waktu dari sumber data terkini.
Pemberi pelayanan kesehatan, peneliti, pendidik dan manajer seringkali perlu
informasi untuk membantu dalam pelaksanaan tanggung jawabnya. Beberapa
informasi termasuk literatur ilmiah dan manajemen, pedoman praktik klinik, temuan
penelitian, dan metode pendidikan. Internet, hasil cetakan dari perpustakaan, sumber
pencarian on-line dan materi secara pribadi semuanya merupakan sumber yang
tersedia dengan informasi terkini.
Elemen Penilaian MKI. 21
1. Informasi ilmiah terkini dan informasi lain untuk mendukung pelayanan pasien
2. Informasi ilmiah terkini dan informasi lain untuk mendukung pendidikan klinik
3. Informasi ilmiah terkini dan informasi lain untuk mendukung riset.
4. Informasi profesional terkini dan informasi lain untuk mendukung manajemen
5. Tersedia informasi dalam kerangka waktu yang sesuai dengan harapan pengguna.
(wawancara petugas : Adakah informasi ilmiah terkini yg dpt mendukung pelayanan
pasien? Apakah tersedia informasi dlm kerangka waktu yg diharapkan pengguna?;
Panduan Praktik Klinik yang berbasis evidence base medicine; bukti / dokumen

NO.DOKUMEN

TGL.TERBIT

NO.REVISI

HALAMAN

DISUSUN OLEH
DIREKTUR
Drg.Ismudijanto
NIP.19611108 198901 1 001

Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Prosedur
Unit Terkait