Anda di halaman 1dari 6

PBL 2 BLOK REPRODUKSI

KELOMPOK V
Tutor : dr. Fajar Wahyu Pribadi, M.Sc

ANGGOTA

G1A013005

ANISA RACHMAWATI

G1A013010

PATMININGSIH

G1A013023

RIZKI BAITI O

G1A013055

HILMI PUGUH P

G1A013070

YULINAR FIRDAUS Y

G1A013134

NASTITI MAHARANI

G1A013127

DIANY LARASATI

G1A013091

MUH. AL FARIZI G S

G1A013107

ARNY ARPIANTY

G1A013112

DILLA ALFINDA R

PBL 2.1
Info 1
Seorang wanita, usia 30 tahun bernama Ny, Gina datang berobat ke praktek dokter karena
selama lebih dari 1 bulan ini mengalami keputihan
I.

KLARIFIKASI ISTILAH
1. Keputihan : cairan yang berlebih yang keluar dari vagina, dptt bersifat
fisiologis atau patologis dan tidak mengenal usia. Fisiologis hormonal,
stress fisiologis, sebelum atau sesudah dating bulan, kehamilan, infeksi
kontrasepsi, menopause. Cairan yang keluar dari genital yang tidak berupa
darah,

II.

BATASAN MASALAH
Sacred 7
1. KU
: keputihan
2. Onset
: 6 minggu
3. Kuantitas : volumenya banyak
4. Kualitas : Cairan, warnanya putih, berbau amis, konsistensinya
5. Faktor perberat : berhubungan seksual
6. Faktor peringan :
7. KP
: gatal, (demam, gatal, nyeri jika ada dibagian apa
8. Kronologis

Fundamental 4
1.
2.
3.
4.

RPS
RPD
RPK
R.Sosek

: riwayat penggunaan obat2an (antiseptic)


: DM
: Higienitas, intake makanan, pekerjaan, riwayat kontrasepsi,

aktivitas seksual (aktif / tidak)


++ Siklus menstruasi, hamil / tidak
Riwayat hubungan seksual

PF
Keadaan umum dan tanda vital dalam batas normal
IMT : 30
Status generalis : dalam batas normal
Status lokalis : Vagina labia tidak inflamasi. Terdapat banyak cairan berwarna putih
kekuningan, encer, homogen. Serviks tenang
III.

ANALISIS MASALAH
1. Mekanisme keputihan
2. Perbedaan keputihan fisiologis dan patologis
3. Etiologi Leukorea
4. Faktor risiko keputihan (antiseptic incl)
5. Mengapa keputihan dirasakan lebih banyak setelah berhub. intim
6. DD
1. Bakteri lactobacilli menjaga keasaman vagina factor resiko merubah
glikogen menjadi as.laktat ketidakseimbangan proteksi menurun
glikogen menurun keputihan.
Basil doderlein sebagai barrier epitel epitel proliferasi epitel di hasilkan
glikogen dimanfaatkan oleh Lactobacili utk makanan ketidakseimbangan
Lactobacillus merubah glikogen jadi asam laktat karena lactobacillus
berkurang asam laktat berkurang Ph NORMAL BERKURANG Ph
BERUBAH BAKTERI BERKEMBANG
Glikogen ditentukan oleh estrogen estrogen aktifkan glikogen
Ketidakseimbangan segitiga epidemiologi C.albicans sbg agen, vagina sbg
environment, host manusia. C. albicans sebagai flora normal di dalam tubuh
manusia, misal pada host jika obesitas, dan estrogen berpengaruh trhdp
kejadian leukorea. Environment, ketika lingkungan untuk tumbuh C.albicans
sesuai akhirnya berproliferasi banyak dan berkembang biak dan hasilkan asam,
tetapi jika pencetusnya basa misal Trichomonas, Gardnerella
2. Fisiologis : jernih, tidak berwarna, tidak gatal, tidak berbau. >> hormonal, ecp.
a. Bayi baru lahir 10 hari uterus
b. Menarche pengaruh estrogen

c. Rangsangan seksual pengeluaran transudasi dr dinding vagina


d. Kelelahan fisik
e. Transudat vagina, lender serviks, lender kel. Barthollini Skene
Biasanya lender encer, akibat rangsangan seksual, tidak bau, tidak gatal,
tidak menular. Ph NORMAL : 3,8 4,2
Uji whif (bau amis) : ditetesi KOH, normal negative (tak bau amis)
Pemeriksaan mikroskopis hanya terdapat Lactobacillus dan sel2 epitel
3. Patologis : penyebabnya banyak (jamur, parasite, bakteri, virus)
a. Bakteri Gardnerella vaginalis : + bau amis
b. Trichomonas : Kadang + / c. Candida : Apakah menular jika hub. Seksual ? menular mikroorganismenya
4. KEHAMILAN, KONTRASEPSI HORMONAL. Ciri2 :
Fisiologis : jernih, tidak berwarna, tidak gatal, tidak berbau
Patologis : penyebabnya banyak (jamur, parasite, bakteri, virus),
JAMUR
Esc.Candida

PARASIT
BAKTERI
Esc. Trichomonas Gardnerella,

albicans,
putih

warna vaginalis,

kekuningan, konsistensi kuning

kental,

bau

tak kehijauan,

kental,

sedap, gatal pada berbuih, bau amis,

gatal
Bakteri
panas,
keabuan,

VIRUS
rasa Esc. Condilloma,
cairan sangat bau,

lain

apa,

berwarna
berbuih,

bnyk pada wanita


hamil, disertai kutil
disekitar vulva

lengket, bau amis

vagina hebat
tidak gatal, nyeri
pH 4 5, eritema masuk ke tubuh pH 5 6, tidak Herpes
vulva,

mukosa lewat

hubungan eritema

vagina eritematosa seks,

mukosa

bercak

normal, patogenesis

putih

yg

ada vulva

spora dan miselia

vagina

beragam. cell

Mukosa

vagina

strawberry spot
Apusan
basa
: Whift test (+), Ph
trichomonas

basa

cairan

vulva, gatal dan panas

lengket, patogenesis
Pemeriksaan
pH 5,5 7, eritema Apusan basa : clue
mikrobio

bergerak
Pemeriksaan

Pemeriksaan

mikroskopis : hifa /

mikroskopis : clue

pseudohifa

cell

dgn

preparat basah
PP : KOH 10%,

Pewarnaan gram

tampak sel ragi /


blastospora/
semu
Biakan

hifa
secret

dibiakan pada SDA


pada suhu kamar,
terlihat
pseudoselium

yg

bertunas
Uji gula : glukosa +,
sukrosa +, laktosa
dan manitol a. Kondisi tubuh
Infeksi menurun, ketidakseimbangan triad epidemiologi penurunan
imun, mengakibatkan factor lain lebih dominan factor predisposisi
b. Kelainan Endokrin
Misal DM, Kehamilan karena vaginanya keasamaannya berkurang.
Enviroment tidak mendukung
c. Infeksi
Bakteri, dll
d. Benda asing
IUD, kondom
e. Antiseptik
Ph < 3,8 JAMUR
Ph > 4,2 BAKTERI
Antiseptik : povidone iodine

Biasanya sifat antiseptic tdk hanya membunuh pathogen tetapi juga


membunuh bakteri baiknya.. FYI ada antiseptic yang tidak membunuh
bakteri baiknya yaitu Lactacyd karena ada kandungan.
Tambahkan factor risiko
Misal pada kasus ada kehamilan pengaruhnya apa, pengaruh kehamilan
trhdp leukorea dan pengaruh leuorea thdp kehamilan
5. A
6. Kandidiasis vaginosis keputihan berwarna putih, kekuningan, bau
amis, ada gatal
Vaginosis bakterialis e.c Gardnerella vaginalis cairan putih homogen,
abu2 lengket, bertambah banyak, bau amis (bias jadi ada clue cell,
bakteri cocoid yg melekat
7. TALAK
8. PROGNOSIS