Anda di halaman 1dari 12

PERBANDINGAN METODE TERSTRUKTUR (TRADISIONAL) DAN

METODE OBJECT-ORIENTED (OO) PADA ANALISIS DAN DESIGN


SISTEM

OLEH :
SUPRIYANTO, S.Tp

Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komputer, Institut Pertanian Bogor (IPB)


Email : supriyanto_ipb@yahoo.com
http://supriliwa.wordpress.com

ABSTRAK

Metodologi yang umumnya digunakan dalam pembangunan sistem berbasis komputer


dalam dunia bisnis dan industri saat ini adalah metode analisis dan design terstruktur
(Structured Analisys and Design / SSAD). Metode ini diperkenalkan pada tahun 1970,
yang merupakan hasil turunan dari pemrograman terstruktur. Metode pengembangan
dengan metode terstruktur ini terus diperbaiki sampai akhirnya dapat digunakan dalam
dunia nyata. Disamping itu, akhir-akhir ini bahasa pemrograman object-oriented (OO)
mulai populer dan banyak digunakan pada organisasi bisnis maupun institusi
pendidikan. Seiring dengan trend sebuah metodologi dibangun untuk membantu
programmer dalam mengunakan bahasa pemrograman berorientasi obyek. Metodologi
ini dikenal dengan object-oriented analysis and design (OOAD). Metode OOAD
melakukan pendekatan terhadap masalah dari perspektif obyek, tidak pada perspektif
fungsional seperti pada pemrograman tersrtuktur. Akhir-akhir ini penggunakan OOAD
meningkat dibandingkan dengan pengunaan metode pengembangan software dengan
metode tradisional. Sebagai metode baru dan sophisticated bahasa pemrograman
berorientasi obyek diciptakan, hal tersebut untuk memenuhi peningkatan kebutuhan
akan pendekatan berorientasi obyek pada aplikasi bisnis. Tidak ada jaminan bahwa
menggunakan metode baru akan lebih sukses dibandingkan dengan metode tradisonal,
maka tulisan ini akan mengulas keunggulan dan kekurangan dari kedua metode tersebut.

Kata Kunsi: Analisis dan Desain sistem, Object-Oriented Analysis and Design (OOAD),
Waterfall Model, Systems Development Life Cycle (SDLC), Object-Oriented Life
Cycle, Class Diagrams, Data Flow Diagrams.
1. PENDAHULUAN Development Life Cycle (SDLC),
Berbagai tulisan pada buku teks dan Rapid Application Development
artikel terkait dengan Analisis dan (RAD), Object-Oriented Analysis and
Design Sistem, penulis banyak yang Design, Prototyping and many others
membahas tentang penggunaan Object (Dennis, Wixom, Teagarden, 2002).
Oriented Analysis and Design
(OOAD) dibandingkan dengan Metode SDLC dikenal dengan istilah
metode structured systems analysis Structured Systems Analysis & Design
and design. Berikut adalah penulis- (SAD) atau metode terstruktur dalam
penulis yang mengulas tentang analisis dan design sistem. Metode
penggunaan Analisis dan design terstruktur memungkinkan seorang
sistem dengan metode Object- analis untuk menyederhanakan
Oriented : Rumbaugh, Blaha, masalah menjadi lebih kecil,
Premerlani, Eddy and Lorensen, 1991; pendefinisian secara jelas dan
Embley, Kurtz and Woodfield, 1992; memange berbagai hal yang mungkin.
Gibson and Hughes, 1994, Norman, Metode SDLC terstruktur adalah
1996; Dewitz, 1996; Bahrami, 1999; metode pengembangan sistem dengan
Dennis, Wixom and Tegarden, 2002; membuat tahapan-tahapan, dimana
Brown, 2002; Satzinger, Jackson and setelah selesai satu tahapan baru
Burd, 2005; Booch, 2007; Hoffer, masuk ke tahapan selanjutnya. Metode
George and Valacich, 2008. ini juga sering dikenal dengan metode
waterfall dikarenakan proses
Metodologi OOAD telah banyak pembangunan sistem dilakukan secara
digunakan dalam memcahkan bertahap dan tidak diperkenankan
permasalahan pengembangan sistem untuk kembali ke tahapan yang sudah
informasi, akan tetapi pada beberapa dilakukan. Pada metode ini tahapan
kasus metode OO tidak sesuai analisis, desin dan implementasi
digunakan dan akan lebih baik jika dilaksanakan secara sequensial.
menggunakan metode tradisional
dalam analisis dan design sistem Bahasa pemrograman object-oriented
informasi. Tulisan ini bermaksud diperkanalkan pada tahun 1960 and
untuk memberikan gambaran tentang 1970 dengan Simula dan Smalltalk.
kedua metode tersebut, untuk Beberapa tahun kemudian
membandingkan kelebihan dan diperkenalkan metodologi Object-
kekurangan dari masing-masing Oriented Analysis and Design
metode. Tulisan ini akan memberikan (OOAD) (Larman, 2004). Tahun 1982
rekomendasi penggunaan metode pertama kali metode OOAD
yang cocok untuk memecahkan diperkenalkan sebagai metode
berbagai permasalahan analisis dan independen (G. Booch, 1982) dan
design sistem informasi. terakhir pada akhir 1982OOAD
diperkenalkan oleh S. Shlaer dan S.
Mellor (1988) dan S. Bilin (1988).
2. LATAR BELAKANG
Metodologi OOAD menggunakan
Metodologi adalah prosedur dalam
persepektif object-oriented
pemecahan masalah dari sistem yang
dibandingkan dengan perspektif
ada untuk membangun sebuah sistem
fungsional seperti pada metodologi
yang baru. Terdapat banyak
SSAD. Obyek adalah orang, tempat
metodologi yang dapat digunakan
atau thing yang digambarkan dari
dalam design dan pengembangan
domain permasalahan yang terdiri dari
sistem informasi seperti : Systems


 
tiga aspek yaitu : apa yang diketahui Konsekunsinya adalah metode ini
(identitas dan atributnya), siapa yang adalah strategi yang terdiri dari
mengetahui (relationship dengan berbagai macam teknik, tool,
obyek lainnya), dan apa yang dokuemtasi, dan tugas yang perlu
dilakukan (method yang yang bertugas diintegrasikan dalam pembangunan
melakukan aktivitas terhadap data) sistem. SSAD adalah konsep dasar
(Norman, 1998). dalam membuat dan kemudian
memecah komponen-komponen
Analisis berorientasi obyek adalah penting selama prose investigasi
proses membangun sebuah model (Senn, 1989). Teknik dasar metode
object-oriented dari permasalhan SSAD dapat dirangkum sebagai
dimana inisial obyek berikut :
direpresentasikan sebagai entitas dan
menghubungkan methord terhadap a. Prinsip pertama dari SSAD adalah
permasalhan yan akan diselesaikan. dekomposisi fungsional dengan
pendekatan top down.
OO Design adalah proses membangun b. Selanjutnya scope dari sistem
sebuah model object-oriented dari didefinisikan kedalam model fisik
sistem dalam rangka memenuhi dari sistem yang dianalisis. Analis
spesifikasi. Jadi pada metodologi ini focus pada dua tujuan yaitu apa
kita berfikir tentang sesuatu (obyek) yang harus dilakukan oleh sistem
dibandingkan fungsi. yang akan dibangun dan bagaimana
sistem akan bekerja (Davis, 1983).
3. TUJUAN c. Metodologi ini membutuhkan
Penulisan ini bertujuan untuk keterlibatan pengguna dalam
membandingkan metode tradisional dan pembangunan sistem dari awal
pendekatan berorientasi obyek dalam sampai akhir. Seorang analis perlu
Analisis dan Design System. bertemu dengan pengguna secara
regular untuk memecahkan
permasalhan dan menyesuaikan
4. ANALISIS DAN DESIGN SISTEM dengan kebutuhan pengguna. Hal
DENGAN METODE ini mendorong seorang analis untuk
TERSTRUKTUR memiliki kemampuan
(TRADISIONAL) berkomunikasi yang baik
System development life cycle (SDLC) (Bowman, 2004).
atau metodologi structured systems d. Dua konsen utama dalam
analysis & design (SSAD), yang di pengembangan sebuah sistem
Indonesia dikenal sebagai analisis dan informasi adalah proses dan data
design sistem dengan metodologi yang dimodelkan secara terpisah
terstuktur. SDLC adalah sebuah dari metodologi ini. Proses
framework dari aktivitas dan tugas dimodelkan dengan mengunakan
yang dibutuhkan dalam pembuatan Data Flow Diagram (DFD) yang
sistem informasi. Metodologi ini, mengilustrasikan aliran data antara
sebelumnya lebih dikenal dengan proses dan data store (media
istilah model waterfall dimana setiap penyimpan data) dan bagaimana
fase dilaksanakan dengan aliran proses alirannya dair sumber data
menurun menuju fase selanjutnya (Wu ke tujuan. Model data didefinisikan
dan Wu, 1994). dengan mengunakan entity-
relationship diagram (ERD) yang
mendeskripsikan data (entitas) dan


 
berbagai asosisasi antar komponen- untuk memvalidasi sistem agar
komponen tersebut. sesuai dengan kebutuhan
e. Independensi antara modeling data pengguna, tujuan dan sasaran,
dan proses berlanjut sampai pada maka perlu dilakukan tahapan
tahap design. Skema dari model pengujian.
konseptual database dibangun,
dinormalisasi dan dikumpulkan Terdapat 5 fase yang sama dengan
pada tahapan implementasi. Pada tahapan umum pemecahan masalah
saat yang sama model yang pada pendekatan terstruktur yang
ditransfromasikan ke dalam modul- dikerjakan secara secara sequensial
modul untuk membangun sistem yang merupakan ciri utama
dan pada tahpan ini termasuk pendekatan sistem prediktif. Gambar
membuat detil logika program. 1. dan Tabel 1. memperlihatkan
Program kemudian dibangun tahapan-tahapan aktivitas yang
berdasarkan structure chart dan dilaksanakan.
logika program. Langkah terakhir,

Project  Planning 

Analisis Sistem 

Desain Sistem 

Implementasi 
Sistem

Support 

Gambar 1. SDLC dengan Pendekatan Waterfall (Satzinger et al. 2007)

Operasi sistem terdiri dari obyek-


5. ANALISIS DAN DESAIN SISTEM obyek. Sebuah obyek adalah “thing”
BERORIENTASI OBYEK atau benda dalam sistem computer
(OBJECT ORIENTED ANALYSIS yang dapat merespon pesan.
AND DESIGN)
Metode OOAD dapat dibagi ke dalam
Pendekatan berorientasi obyek dua tahapan utama yaitu :
memandang sistem informasi sebagai a. Object-oriented analysis.
koleksi obyak yang bekerja bersama- Pekerjaan ini konsen dalam
sama untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan sebuah model
(Satzinger et al, 2007). Secara object-oriented dari domain
konseptual tidak ada pemisahan antara permasalahan. Pada tahapan ini
proses dan program, tidak ada
pemisahan antara entitas data atau file.

 
obyek yang diidentifikasi obyek. Sistem berorientasi obyek
direpresenatikan sebagai entitas terdiri dari berbagai obyek yang saling
berkolaborasi dalam melakukan
pekerjaan.

Dekomposisi obyek memungkinkan


b. Object-oriented design. seorang analis memecah permasalahan
Tahapan desain konsen terhadap menjadi bagian-bagian kecil sehingga
pembuatan model berorientasi memudahkan dalam memanage
obyek yang siap untuk bagian tersebut. Berikut adalah
diimplementasikan, dan memenuhi penjelasan lebih detail :
kebutuhan sistem. Seorang analis
dan programmer harus berfikir a. Kebalikan dari metode terstruktur,
dengan menggunakan terminologi pengembangan sistem berorientasi
thing (obyek) dibandingkan obyek terdiri dari daur hidup
sebagai proses atau fungsi. (lifecycle) yang iteratif.
Pengembangan sistem dengan
Permodelan obyek berbasis pada OOAD, merupakan iterasi dari
teknik-teknik OOAD yaitu abstraksi, iterasi pekerjaan analisis, design,
pemodulan (encapsulation), konstruksi (desain) dan
mudularitas (modularity), penurunan implementasi, seperti tampak pada
(inheritance) dan polymorphism dan Gambar 2. Kebutuhan sistem
tahapan-tahapan berulang dalam didefinisikan dengan use case
pengembangan sistem (Rob, 2004). diagram yang merupakan tool OO
Fokus utama dari permodelan obyek yang digunakan untuk
adalah memecah obyek yang besar mendeskripsikan skenario interaksi
dan kompleks menjadi beberapa sistem dengan pengguna.

Gambar 2. Pendekatan Iteratif pada Analisis dan Design Sistem (Satzinger, 2007)

b. Obyek direpresentasikan dengan teknik inheritance dan agregasi.


entitas yang sama dikumpulkan Class dan berbagai relasi antar
dalam bentuk class. Class yang domain didokumentasikan dalam
berhubungan satu sama lain bentuk class diagram. Diagram ini
didefinisikan dengan menggunakan merupakan bagian dari Unified


 
Modeling Language (UML) yang 3. merupakan contoh class
merupakan standar dari metode diagram.
OOAD (Podeswa, 2005). Gambar

Gambar 3. Class Diagram


Mendeskripsikan siapa dan
bagaimana sistem akan digunakan,
Pada fase desain class diagram menentukan aktor, use case dan
diperluas menjadi design class. Pada skenario. Aktor adalah orang atau
Fase ini, masing-masing class entitas yang berintaksi dengan
didefinisikan, termasuk atribut dan sistem. Use case dibuat untuk
method pada class tersebut. Proses untuk mendefinisikan perilaku dari
diletakkan pada tiap-tiap obyek sistem. Skenario adalah fakta-fakta
sebagai method atau service. atau keterangan dari use case yang
Konsekuensinya adalah, obyek harus mendeskripsikan kebutuhan
dikolaborasikan dengan obyek lain spesifik dari sistem.
agar dapat mendeskripsikan berbagai b. Permodelan  Informasi 
skenario. Kolaborasi ini (Information Modeling) 
didokumentasikan dengan interaction Model menjelaskan entitas dan
diagram, dideskripsikan dengan hubungan antar entitas dalam
sequence diagram atau collaboration permasalahan yang akan
diagram. Kemudian dibangun sistem diselesaikan, termasuk obyek,
informasi dengan menggunakan atribut dan berbagai macam relasi
kombinasi class yang telah dibangun yang terkait.
sebelumnya (re-use) dan dapat c. Permodelan  Daur  Hidup  (Life 
menambahkan library pada tahapan Cycle Modeling)
design. Pada tahap akhir analis dapat Menjelaskan bagaimana obyek
mengevaluasi hasil dan melakukan merespon lingkungan, dimana
pengujian terhadap sistem. (Booch, sistem dapat berubah sesuai dengan
2005). kebutuhan pengguna. Respon dari
perubahan yang diinginkan oleh
Berikut adalah rangkuman dari tiga pengguna terhadap sistem pada
komponen utama dari metodologi suatu aktivitas yang spesifik yang
OOAD, yaitu : diasosiasikan dengan memasukkan
a. Permodelan Kebutuhan sistem  dan mengeluarkan fakta-fakta
(Requirements Modeling) kejadian dari suatu (Hoover and
Olekshy, 2001).


 
6. PER
RBANDING
GAN A
ANTARA pada proses sementara pada OOAD
MET
TODE TERRSTRUKTU
UR DAN leebih fokus pada obyyek. Hal inni
OOA
AD m
mengakibatka an ada perb bedaan dalam
m
permodelan masalah antar keduua
Terddapat perbeedaan dalamm analisis m
metode. Gaambar 4. meemperlihatkaan
dan desain dengan
d mennggunakan perbandingann antaraa metodde
penddekatan terrstruktur (trradisional) teerstruktur daan OOAD, beserta
b modeel-
dan metode berorientasi obyek. m
model yang digunakan pada tahapaan
Pebeedaan yang palin
p mendaasar adalah annalisis dan ddesain sistem
m.
penddekatan terstruktur lebbih fokus

Gam
mbar 4. Moddel pengembbangan Tersttruktur dan Berorientasi
B Obyek (Satzzinger, 2007)

7
Tabel berikut ini menunjukkan dan object-oriented (Jadalowen, 2002)
perbandingan antara metode terstuktur :
Tabel 1. Perbandingan Metode Terstruktur dan Object Oriented

Analisis dan Design dengan Metode Analisis dan Design dengan Metode
Terstruktur (SSAD) Berorientasi Obyek (OOAD)
SSAD disusun dengan menggunakan OOAD disusun dengan mengunakan
pemrograman terstruktur object Oriented Programming (OOP)

SSAD berorientasi pada proses, OOAD berorientasi pada data,


konsekuansinya adalah proses merupakan konsekuensinya, data merupakan focus
focus utama dari sistem utama dari sistem
SSAD dipecahkan dengan menggunakan OOAD memecah sistem dengan
data flow diagram (DFD) menggunakan use case diagram
Komponen sistem merupakan turunan Untuk OOAD komponen utama sistem
dari DFD diturunkan dari class diagram dan
Unified Modelling Language (UML.
(Podeswa, 2005)
Tahapan-tahapan sudah dapat OOAD menerapkan pendekatan iteratif
didefinisikan : planning, analisis, design dan perbaikan terus menerus dari awal
dan implementasi dari awal sampai akhir pembuatan sistem sampai sistem dapat
SDLC digunakan.
Terdapat pemisahan antara sistem dan Menggunakan teknik encapsulation
proses data dan proses ke dalam sebuah
obyek.
5) SSAD sudah diterapkan begitu
lama sehingga metode ini sudah
5. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN matang dan layak untuk
SAAD digunakan.
6) SSAD memungkinkan untuk
Berikut adalah rangkuman keuntungan melakukan validasi antara
dan kekurangan penggunaan metode berbagai kebutuhan
terstruktur dalam analisis dan desain 7) SSAD relatif simpel dan mudah
sistem : dimengerti.
a. Kelebihan
1) Milestone diperlihatkan dengan b. Kekurangan
jelas yang memudahkan dalam 1) SSAD berorientasi utama pada
manajemen proyek proses, sehingga mengabaikan
2) SSAD merupakan pendekatan kebutuhan non-fungsional.
visual, ini membuat metode ini 2) Sedikit sekali manajemen
mudah dimengerti oleh pengguna langsung terkait dengan SSAD
atau programmer. 3) Prinsip dasar SSAD merupakan
3) Penggunaan analisis grafis dan pengembangan non-iterative
tool seperti DFD menjadikan (waterfall), akan tetapi kebutuhan
SSAD menjadikan bagus untuk akan berubah pada setiap proses.
digunakan. 4) Interaksi antara analisis atau
4) SSAD merupakan metode yang pengguna tidak komprehensif,
diketahui secara umum pada karena sistem telah didefinisikan
berbagai industry. dari awal, sehingga tidak adaptif


 
terhadap perubahan (kebutuhan- mapping dengan baik seperti
kebutuhan baru). kondisi pada dunia nyata dan
5) Selain dengan menggunakan keterkaitan dalam sistem. Hal ini
desain logic dan DFD, tidak memudahkan dalam mehami
cukup tool yang digunakan untuk desain (Sommerville, 2000).
mengkomunikasikan dengan 6) Memungkinkan adanya perubahan
pengguna, sehingga sangat sulit dan kepercayaan diri yang tinggi
bagi pengguna untuk melakukan terhadap kebernaran software
evaluasi. yang membantu untuk
6) Pada SAAD sulit sekali untuk mengurangi resiko pada
memutuskan ketika ingin pembangunan sistem yang
menghentikan dekomposisi dan kompleks (Booch, 2007).
mulai membuat sistem. 7) Encapsulation data dan method,
7) SSAD tidak selalu memenuhi memungkinkan penggunaan
kebutuhan pengguna. kembali pada proyek lain, hal ini
8) SSAD tidak dapat memenuhi akan memperingan proses desain,
kebutuhan terkait bahasa pemrograman dan reduksi harga.
pemrograman berorientasi obyek, 8) OOAD memungkinkan adanya
karena metode ini memang standarisasi obyek yang akan
didesain untuk mendukung bahasa memudahkan memahami desain
pemrograman terstruktur, tidak dan mengurangi resiko
berorientasi pada obyek pelaksanaan proyek.
(Jadalowen, 2002). 9) Dekomposisi obyek,
memungkinkan seorang analis
6. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN untuk memcah masalah menjadi
OOAD pecahan-pecahan masalah dan
a. Kelebihan bagian-bagian yang dimanage
1) Dibandingkan dengan metode secara terpisah. Kode program
SSAD, OOAD lebih mudah dapat dikerjakan bersama-sama.
digunakan dalam pembangunan Metode ini memungkinkan
sistem pembangunan software dengan
2) Dibandingkan dengan SSAD, cepat, sehingga dapat segera
waktu pengembangan, level masuk ke pasaran dan kompetitif.
organisasi, ketangguhan,dan Sistem yang dihasilkan sangat
penggunaan kembali (reuse) kode fleksibel dan mudah dalam
program lebih tinggi memelihara.
dibandingkan dengan metode
OOAD (Sommerville, 2000). b. Kekurangan
3) Tidak ada pemisahan antara fase 1) Pada awal desain OOAD, sistem
desain dan analisis, sehingga mungkin akan sangat simple.
meningkatkan komunikasi antara 2) Pada OOAD lebih fockus pada
user dan developer dari awal coding dibandingkan dengan
hingga akhir pembangunan SSAD.
sistem. 3) Pada OOAD tidak menekankan
4) Analis dan programmer tidak pada kinerja team seperti pada
dibatasi dengan batasan SSAD.
implementasi sistem, jadi desain 4) Pada OOAD tidak mudah untuk
dapat diformulasikan yang dapat mendefinisikan class dan obyek
dikonfirmasi dengan berbagai yang dibutuhkan sistem.
lingkungan eksekusi. 5) Sering kali pemrogramam
5) Relasi obyek dengan entitas berorientasi obyek digunakan
(thing) umumnya dapat di untuk melakukan anlisisis

 
terhadap fungsional siste, perubahan yang substansial.
sementara metode OOAD tidak Konsekuensinya adalah anlis dan
berbasis pada fungsional sistem. programmer merubah pola fikir dari
6) OOAD merupakan jenis
perspektif terhadap fungsional
manajemen proyek yang
tergolong baru, yang berbeda menjadi perspektif terhadap obyek.
dengan metode analisis dengan Lebih spesifik lagi dapat dikatakan
metode terstruktur. bahwa, bagi programmer yang sudah
Konsekuensinya adalah, team terbiasa menggunakan SSAD perlu
developer butuh waktu yang lebih detraining untuk mempelajari sintax
lama untuk berpindah ke OOAD, dan fitur pada bahasa pemrograman
karena mereka sudah
berorientasi obyek. Untuk
menggunakan SSAD dalam waktu
yang lama ( Hantos, 2005). memudahkan dalam memperlajari,
7) Metodologi pengembangan sistem maka perlu digunakan tool-tool yang
dengan OOAD menggunakan berorientasi obyek (Sircar, 2001).
konsep reuse. Reuse merupakan Namun demikian penggunaan metode
salah satu keuntungan utama yang OOAD akan mendapatkan banyak
menjadi alasan digunakannya keuntungan, yang tidak didapatkan
OOAD. Namun demikian, tanpa
pada metode tradisional SSAD.
prosedur yang emplisit terhadap
reuse, akan sangat sulit untuk
menerapkan konsep ini pada skala
besar (Hantos, 2005).

7. KESIMPULAN

Berdasarkan survey terakhir bahwa


manager IT mengungkapkan bahwa
39% organisasi telah mengadopsi
metodologi OO pada beberapa
aplikasi, akan tetapi hanya 5% proyek
IT dikembangkan menggunakan
metodologi object-oriented (Sircar,
Nerur, and Mahapatra, 2001). Pada
berbagai aplikasi yang spesifik,
pekerjaan pertama yang harus
dilakukan adalah memilih metode
yang tepat digunakan pada masalah
tertentu.

Unified Process (UP) dirancang untuk


digunakan pada pengembangan sistem
informasi yang kompleks dan luas
serta untuk menangani masalah pada
unified modeling language (UML)
(Sircar, 2001). Namun demikian
perusahaan yang ingin berpindah dari
metode SSAD ke metode OOAD,
membutuhkan pemahaman terhadap
10 
 
DAFTAR PUSTAKA
 

Bahrami, A., Object-Oriented Systems Development, Irwin McGraw-Hill, Boston,


Massachusetts, 1999.
Bailin, S., Remarks on Object-Oriented Requirements Specification, Computer Technology
Associates, Laurel, MD, 1988.
Booch, G., "Object-Oriented Design", Ada Letters Volume 1 (3), 1982, 64-76.
Booch, G., Rumbaugh, J., and Jacobson, I., The Unified Modeling Language User Guide, 2nd
ed., Addison-Wesley, Upper Saddle River, New Jersey, 2005.
Booch, G., Maksimchuk, R., Engle, M., Young, B., Conallen, J., Houston, K., Object-
Oriented Analysis and Design with Applications, 3rd ed., Addison Wesley, Reading
MA, 2007.
Bowman, Kevin, Systems Analysis: A Beginner's Guide, Palgrave Macmillan, Gordonsville,
VA. 2004.
Brown, D., An Introduction to Object-Oriented Analysis, Objects and UML in Plain English,
John Wiley and Sons, New York, New York, 2002.
Coad, P., and Yourdon, E., Object-Oriented Analysis, 2nd ed., Yourdon Press, Englewood
Cliffs, New Jersey, 1991.
Davis, W., Systems Analysis and Design A Structured Approach, Addison-Wesley, Reading,
Massachusetts, 1983.
Dennis, A., Wixom, B., and Tegarden, D., Systems Analysis and Design An Object-Oriented
Approach with UML, John Wiley & sons, New York, New York, 2002.
Dewitz, S., Systems Analysis and Design and the Transition to Objects, Irwin McGraw-Hill,
Boston, Massachusetts, 1996.
Embley, D., Kurtz, B., and Woodfield, S., Object-Oriented Systems Analysis A Model-
Driven Approach, Yourdon Press Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey, 1992.
Gibson, M., and Hughes, C., Systems Analysis and Design: A Comprehensive Methodology
with Case, Boyd and Fraser, Danvers, Massachusetts, 1994.
Glass, R.L., "A Snapshot of Systems Development Practice", IEEE Software, Vol. 16 (3),
1999, 110-112.
Glass, R.L., "The Naturalness of Object Orientation: Beating a Dead Horse?" IEEE Software,
Vol. 19 (3), 2002, 103-104.
Hantos, P., Inherent Risks in Object-Oriented Development, February 2005; The Aerospace
Corporation, www.stc.hill.af.mil.
Hoffer, J., George, J., and Valacich, J., Modern Systems Analysis and Design, 5th ed.,
Pearson Prentice Hall, Upper Saddle River, New Jersey, 2008.
Hoover, H., and Olekshy, T., Object-Oriented Analysis and Design a Practitioner's Approach,
May 2001, Avra Software Lab Inc., www.avrasoft.com.
Jadalowen, I., Structured Analysis and Structured Design (SSAD) Summary, 2002; Software
Engineering Research Network, pages.cpsc.ucalgary.ca.
Larman, C., Applying UML and Patterns: An Introduction to Object-Oriented Analysis and
Design and Iterative Development, 3rd ed., Prentice Hall, Upper Saddle River, New
Jersey, 2004.
Norman, R., Object-Oriented Systems Analysis and Design, Prentice Hall, Upper Saddle
River, New Jersey, 1996.
Phelan, P., In What Way is Object-Oriented Methodology Better than Structured
Methodology, November 2002; Expert Knowledgebase, www.techtarget.com.

11 
 
Podeswa, H., B. O. O. M. Business Object-Oriented Modeling for Business Analysts, Course
Technology, Boston, MA, 2005.
Rob, M., "Issues of Structured vs. Object-Oriented Methodology of Systems Analysis and
Design", Issues in Information Systems, Volume V (1), 2004, 275-280.
Rumbaugh, J., Blaha, M., Premerlani, W., Eddy, F., and Lorensen, W., Object-Oriented
Modeling and Design, Prentice-Hall, Englewood Cliffs, New Jersey, 1991.
Satzinger, J., Jackson, R., and Burd, S., Object-Oriented Analysis and Design with the
Unified Process, Course Technology, Boston, Massachusetts, 2007.
Senn, J., Analysis and Design of Information Systems, McGraw-Hill, New York, New York,
1989.
Shah, V., Sivitanides, M., Martin, R., "Pitfalls of Object-Oriented Development", Business
Quest A Journal of Applied Topics in Business and Economics, November 1997,
www.westga.edu.
Shlaer, S., and Mellor, S., Object-Oriented Systems Analysis: Modeling the World in Data.
Yourdon Press, Englewood Cliffs, New Jersey, 1988.
Sircar, S., Nerur, S., and Mahapatra, R., "Revolution or Evolution? A Comparison of Object-
Oriented and Structured Systems Development Methods ", MIS Quarterly, Vol. 25 (4),
2001, 457-471.
Sommerville, I., Software Engineering, 6th ed. International Computer Science Series,
Addison Wesley, Reading, MA, 2000.
Wu, S. and Wu, M., Systems Analysis and Design, Course Technology, Cambridge
Massachusetts, 1994.
 

12