Anda di halaman 1dari 1

BAB II

LANDASAN TEORI
A. Dessert
Dessert pada dasarnya adalah hidangan yang disajikan setelah makan
malam, tetapi seiring perkembangan dunia kuliner, dessert menjadi bagian yang
tak terpisahkan dari courses menu pada saat breakfast, lunch, maupun dinner.
Biasanya dessert mempunyai rasa yang manis, tetapi ada juga yang
beraroma kuat, misalnya beberapa jenis dessert yang berbahan dasar keju seperti
cheesecake.
Dessert sebagai bagian dari hidangan barat baru berkembang pada abad ke19. Sebelum abad ke-19, dessert hanya hidangan untuk masyarakat kelas atas atau
bangsawan karena masih tingginya kesenjangan antara masyarakat yang kaya
dengan yang miskin, serta belum berkembangnya industri gula.
Dessert adalah makanan yang disajikan terakhir kali dari serangkaian
susunan menu dlam hidangan kontinental, atau disebut juga sebagai hidangan
penutup. Istilah dessert berasal dari bahasa Perancis kunodeserver yang berarti
membersihkan meja. Kata dessert umum digunakan di negara amerika, Kanada,
Australia, dan Perancis. Sementara sweet/ pudding/ afters merupakan kata lain
dari hidangan ini di negara-negara Inggris persemakmuran.
Beberapa bangsa tidak memiliki hidangan penutup secara terpisah. Ada
yang menggabungkan hidangan penutup yang rasanya manis ke dalam hidangan
utama, sehingga dessert sering dianggap hanya sebagai makanan selingan atau
snack yang dinikmati pada waktu luang saja dari pada sebagai hidangan yang
terpadu dengan hidnagan utama.
Jenis hidangan yang digunakan sebagai dessert dapat dihidangkan secara
tersendiri diluar dari susunan menu. Seperti untuk hidangan teman minum teh,
sebagai snack, petit four, hantaran, dan lain sebagainya. Komposisinya sebanyak
100 120 gram.