Anda di halaman 1dari 19

Hukum Acara Pembubaran

Partai Politik
Kelompok 3
Desy Ratna Kusuma
Sindy Hesty
Hera Ayu
Alivia Indah
Fenti Herdana
Theresia Velvina
Daniella

Rumusan Masalah
1. Apa alasan Pembubaran Partai
Politik?
2. Bagaimana alur Pembubaran Partai
Politik dalam Hukum Acara
Mahkamah Konstitusi?
3. Implikasi Pembubaran Partai Politik
oleh Mahkamah Konstitusi?

Alasan yang menjadi dasar pembubaran,


diantaranya adalah :

Partai politik mempunyai tujuan yang bersifat unlawful or


immoral aims;
Kegiatan partai membahayakan hak asasi manusia, bersifat
totalitarian serta bertentangan dengan prinsip-prinsip rule
of law and democraty;
Merupakan partai ekstrem;
Menyebarkan,
mengajarkan,
atau
memperjuangkan
kebencian, kekerasan atau diskriminasi;
Melakukan kegiatan dengan cara kekerasan yang
antidemokrasi;
Mengancam eksistensi dan kemerdekaan negara;
Mengancam integritas wilayah negara;
Menganjurkan kejahatan;
Mengambil alih kegiatan negara;
Melakukan kegiatan yang dilarang; dan

Pada umumnya alasan pembubaran partai


politik adalah karena pelanggaran terhadap
larangan dan kewajiban partai politik. Jenisjenis alasan pembubaran partai politik
yaitu :
a. Alasan Pembubaran dalam Peraturan dan
Praktik
b. Alasan Pembubaran di Masa Mendatang

Alasan Pembubaran dalam


Peraturan
dan Praktik
Alasan pembubaran partai politik pada umumnya terkait
dengan prinsip demokrasi, konstitusi, dan ideologi tertentu.
Pasal 9 Penpres Nomor 7 Tahun 1959, menentukan alasanalasan yang dapat menjadi dasar pembubaran, meliputi :
Partai politik bertentangan dengan asas dan tujuan negara;
Programnya bermaksud merombak asas dan tujuan
negara;
Sedang melakukan pemberontakan karena pemimpinpemimpinnya turut serta dalam pemberontakanpemberontakan atau telah jelas memberikan bantuan,
sedangkan partai itu tidak dengan resmi menyalahkan
anggota-anggotanyaitu;
Tidak memenuhi syarat-syarat lain yang ditentukan

Pada masa Orde Lama terjadi pembubaran partai politik dalam


bentuk penolakan pengakuan terhadap partai politik yang
sebelumnya telah ada, itu terjadi karena partai politik tersebut
dianggap tidak memenuhi syarat-syarat yang meliputi syarat-syarat
yang bersifat ideologis, tujuan, program, kegiatan, keanggotaan,
pendanaan, serta jumlah kepengurusan dan anggota.
Pada awal masa Orde Baru, terjadi pembubaran PKI yang bukan
dilakukan berdasarkan alasan yang diatur dalam Perpres Nomor 7
Tahun 1959. Dalam Keppres Nomor 1/3/1996, disebutkan alasan
pembubaran tersebut adalah karena munculnya kembali aksi-aksi
gelap yang dilakukan oleh Gerakan 30 September PKI. Aksi-aksi
tersebut mengakibatkan terganggunya keamanan rakyat dan
ketertiban.
Pada masa Reformasi, dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999,
alasan pembekuan dan pembubaran partai politik adalah
pelanggaran
terhadap
ketentuan
mengenai
syarat-syarat
pembgentukan partai, tujuan, larangan, dan kewajiban partai politik.

Menurut Undang-undang Nomor 31 Tahun 2002,


alasan pembubaran partai politik adalah jika
pengurus partai politik menggunakan partainya
untuk
melakukan
kegiatan
menganut,
mengembangkan dan menyebarkan ajaran atau
paham
Komunisme/Marxisme-Leninisme.
Alasanalasan pembubaran partai politik dibagi menjadi dua
jenis, yaitu :
Alasan yang bersifat normatif konstitusional,
meliputi alasan-alasan terkait dengan ideologi,
asas, program, kegiatan, serta kewajiban dan
larangan tertentu bagi partai politik,
Alasan yang bersifat administratif, berupa syaratsyarat kepengurusan dan keanggotaan yang harus
dipenuhi organisasi

Alasan Pembubaran di Masa


Mendatang
Alasan pembubaran partai politik dalam
peraturan perundang-undangan di masa
yang akan datang tentu lebih baik jika
ditentukan dengan cara lebih detail,
berdasarkan tujuan pengaturan pembubaran
partai politik, yaitu untuk melindungi
konstitusi, yang didalamnya termasuk
melindungi demokrasi dan ideologi negara,
kedaulatan negara, dan keamanan nasional.

Alur Pembubaran Partai Politik Dalam


Hukum Acara Mahkamah Konstitusi

Prosedur pembubaran yang dibahas


adalah pembubaran oleh Mahkamah
Konstitusi. Prosedur tersebut meliputi
pemohon
dan
permohonan,
pemeriksaan persidangan, putusan, dan
pelaksanaan putusan. Ketentuan yang
lebih
banyak
mengatur
prosedur
pembubaran partai politik saat ini adalah
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003.

Pemohon dan Permohonan


Pasal 68 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003
menentukan bahwa pemohon dalam perkara pembubaran
politik adalah pemerintah, yaitu pemerintah pusat.
Berdasarkan wewenang dan kemampuan hukum instansi
pemerintah, sebaiknya yang menjadi pemohon adalah penuntut
khusus dari Kejaksaan Agung bekerja sama dengan Departemen
Hukum dan HAM.
Sebagai pemohon, disatu sisi memiliki data dan memahami
kepartai sehingga jika terjadi pelanggaran akan dikenakan
sanksi pembubaran. Di sisi lain pemohon harus menguasai
hukum dan mekanisme beracara di peradilan.
Pemberian hak mengajukan permohonan pembubaran partai
politik kepada pemerintah adalah untuk mencegah terjadinya
saling menuntut pembubaran diantara partai politik jika yang
melakukan pelanggaran adalah partai yang sedang memerintah

Pelaksanaan putusan
Pelaksanan putusan MK tentang pembubaran partai politik
dilakukan
dengan
membatalkan
pendaftaran
pada
pemerintah. Eksistensi partai politik yang dibubarkan
tersebut telah berakhir pada saat dibacakan putusan
pembubarannya
oleh
MK.
Tindakan
pembatalan
pendaftaran hanya merupakan tindakan pelaksanaan atau
konsekuensi dari adanya putusan MK. Putusan itu harus
diumumkan oleh pemerintah dalam berita Negara Republik
Indonesia dalam jangka waktu 14 hari kerja harus sejak
putusan diterima, sebagai bentuk pengumuman agar
diketahui oleh masyarakat. Mengingat yang menangani
pendaftaran partai politik adalah Departemen Hukum dan
HAM, maka pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi
dalam bentuk pembatalan pendaftaran partai politik
tersebut juga dilakukan oleh Departemen Hukum dan HAM

Putusan
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 permohonan tidak
memenuhi syarat pasal 68 Undang-Undang Nomor 24
Tahun 2003, permohonan tidak dapat diterima. Pihak dapat
mengajukan permohonan meliputi pemerintah,anggota
parlemen,dan partai politik serta alasan pembubaran.
Apabila subjek pemohon dan objek pemohon sesuai serta
MK berpendapat permohonannya berasalan, maka amar
putusannya dikabulkan. Permohonan dikabulkan bahwa
idologi,asas,tuuan,program,dan/atau kegiatan partai politik
memenuhi criteria alasan pembubaran, atau partai politik
terbukti tidak mengikuti sejumlah pemilu berturut-turut,
dan partai politik tersebut diputus dibubarkan. Apabila MK
berpendapat permohonan tidak beralasan, amar putusan
ditolak. Keputusan MK bersifat final dan mengikat sejak
dibacakan dalam persidangan putusan

Implikasi Pembubaran Partai Politik

Implikasi pembubaran partai politik


dibagi menjadi 2 jenis yang memiliki
dampak di kedua sisi tersebut yaitu
diantaranya :
1. Implikasi Pembubaran Partai Politik
terhadap Partai Politik
2. Implikasi Pembubaran Partai Politik
Terhadap Masyarakat

Implikasi Pembubaran Partai Politik


terhadap Partai Politik
Berdasarkan pengaturan mengenai pembubaran partai politik di
beberapa Negara tersebut di atas, maka dapat disebutkan bahwa
pembubaran partai politik itu berakibat hukum terhadap :
Tidak dapat didirikan lagi partai politik yang mempunyai ideologi,
asas dan tujuan serta kegiatan yang sama dengan partai politik
yang telah dibubarkan;
Partai politik yang dibubarkan dinyatakan sebagai partai politik
terlarang;
Anggota Parlemen yang berasal dari partai politik yang
dibubarkan diberhentikan;
Pelarangan anggota partai politik yang dibubarkan ikut dalam
pemilu selama 4 (empat) tahun sejak pembubaran partainya;
Kekayaan partai politik yang dibubarkan disita oleh Negara untuk
kepentingan public; dan
Negara bertanggung jawab atas segala hutang maupun kewajiban
yang ditanggung oleh partai politik yang telah dibubarkan.

Akibat hukum pembubaran partai


politik ini terkait dengan persoalan
politik dalam pengambilan keputusan
oleh pimpinan MPR, DPR, dan DPRD
sehingga
pengaturannya
haruslah
melalui
kesepakatan
politik.
Di
samping itu pula, akibat hukumnya
terhadap penghalihan tanggungjawab
keperdataan dari partai politik kepada
pemerintah.
Sehingga
pengaturan
mengenai pembubaran partai politik
melalui PMK dapat dipertanyakan
legitimasi politis dan yuridisnya

Implikasi Pembubaran Partai Politik


Terhadap Masyarakat
Menurut kelompok kami ada beberapa dampak yang
dirasakan oleh masyarakat dengan adanya pembubaran
partai
politik.
Dampak
tersebut
terlihat
karena
dilanggarnya beberapa prinsip yaitu:
1. Prinsip Demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), dan
Perwujudannya Dalam Bentuk Partai Politik Konsep
negara berdasarkan atas hukum, dan kedaulatan
ditangan rakyat, sesungguhnya erat kaitannya dengan
prinsip negara demokrasi. Bagi kebanyakan negara di
dunia pergeseran menuju penyelenggaraan negara yang
demokratis, menempatkan rakyat sebagai pemegang
kedaulatan tertinggi, dan hukum sebagai suatu bentuk
pengaturan yang menempatkan hak asasi manusia
sebagai landasan dari semua proses tersebut.

2. Hak berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan


pendapat yang secara tegas tertuang dalam
Undang
Undang
Dasar
Negara
Republik
Indonesia Tahun 1945, dipahami sebagai
kebebasan seorang individu atau kelompok untuk
mengambil peran dalam kehidupan bernegara
yang mengusung ide-ide demokrasi. Karenanya
keberadaan partai politik adalah suatu elemen
penting berdirinya negara yang mengklaim
demokratis. Partai politik memiliki fungsi yaitu :
sebagai sarana komunikasi politik, sebagai
sarana sosialisasi politik, sebagai sarana
rekruitmen politik dana sarana pengatur konflik
jadi apabila suatu partai politik dibubarkan maka
sejumlah fungsi dari partai politik tersebut tidak
dapat dijalankan.

Terima Kasih