Anda di halaman 1dari 9

Sistem Peredaran Darah Mamalia

Defenisi Sistem Peredaran Darah


Dalam sistem peredaran darah, jantung memiliki peranan yang sangat vital. Dimana jantung
berfungsi memompa darah kaya oksigen ke dalam sistem arteri (yang membawanya ke sel-sel)
dan menampung darah deoksigen dari sistem vena dan meneruskannya ke paru-paru untuk
reoksigenasi. Berikut adalah sistem peredaran darah mamalia dan burung.
Sistem peredaran darah mamalia
Jantung mamalia terbagi menjadi 4 ruangan, yaitu:
2 atrium : 1 atrium dekster (seranbi kanan)
1 atrium sinister (serambi kiri)
2 ventrikel : 1 ventrikel dekster (bilik kanan)
1 ventrikel sinister (bilik kiri)
Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran
darah yang kaya O2 dan yang miskin O2 . Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah
ganda.
Sistem peredaran darah adalah sistem yang memiliki hubungan dengan pergerakan darah di
dalam pembuluh darah dan juga perpindahan dara dari suatu tempat ke tempat lain. Fungsi
peredaran darah adalah mengngkut zat-zat makanan dari saluran pencernaan ke seluruh jaringan
tubuh, mengangkut oksigen dan karbondioksida dari seluruh jaringan ke alat respirasi,
mengngkut hormon dari kelenjar endokrin ke target organ dan mendistribusikan panas dari
sumbernya ke seluruh bagian tubuh. Denngan adanya peredaran darah maka akan tercipta
lingkungan yang sesuai dengan jaringan tubuh. Kondisi yang tetap dapat tercapai bila ada
pemindahan zat melintasi dinding pembuluh kapiler yang arahnya baik dari darah menuju cairan
jaringan atau dari cairan jaringan menuju darah. Fenomena ini dikenal sebagai konsep
Homeostasi

Sistem sirkulasi pada mamalia


Menurut (Kimball, 1992:509) atrium kanan menerima darah miskin akan oksigen (darah deoksi)
dari badan, dan ventrikel kanan memompa darah dengan kuat ke paru paru untuk melepaskan
karbon dioksida dan mengambil persediaan oksigen yang segar. Darah oksigen kemudian
kembali ke atrium kiri, dan dipompa keluar dengan kuat kesemua organ organ dan jaringan
tubuh. Dengan pernyataan tersebut, maka mamalia termasuk golongan berdarah panas.
Menurut (Radiopoetra, 1996:580) jantung atau cor dibagi oleh dua septum atriorum dan septum
ventriculorum. Antara atrium dan ventriculus terdapat valvula atrioventricularis yang

menghindari mengalirnya darah dari ventriculus ke atrium. Di dalam pangkal aorta terdapat
valvulae semilunares.
Jantung terdapat di dalam suatu kandungan, yang dindingnya dibentuk oleh perikardum. Pada
pangkal aorta dan arteri pulmonalis pada tempat masuknya vena cava dan vena pumonales,
perikardium melipat menjadi epikardium yang melapisi dataran luar dinding jantung. Jantung
terdapat diantara kedua pulmonales.
Proses sirkulasi pada mamalia
Ventrikel kanan memompa darah ke paru-paru melalui arteri pulmoner. Ketika darah mengalir
melalui hamparan kapiler paru-paru kanan dan kiri, darah mengambil oksigen dan melepaskan
karbondioksida. Darah yang kaya oksigen akan kembali dari paru-paru melalui vena pulmoner
ke atrium kiri jantung. Kemudian, darah yang kaya oksigen mengalir ke dalam ventrikel kiri,
ketika ventrikel tersebut membuka dan atrium berkontraksi. Selanjutnya, ventrikel kiri akan
memompa darah yang kaya oksigen keluar ke jaringan tubuh melalui sirkuit sistemik. Darah
meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta, yang mengirimkan darah ke arteri yang menuju
keseluruh tubuh. Cabang pertama dari aorta adalah arteri koroner, yang mengirimkan darah ke
otot jantung itu sendiri. Kemudian ada juga cabang-cabang yang menuju ke hamparan kapiler di
kepala dan lengan (atau tungkai depan). Aorta terus memanjang ke arah posterior, sambi
mengalirkan darah yang kaya oksigen ke arteri yang menuju ke hamparan kapiler di organ
abdomen dan kaki (tungkai belakang).
Di dalam masing organ tersebut, arteri akan bercabang menjadi artriola, yang selanjutnya akan
bercabang menjadi kapiler, dimana darah melepaskan banyak oksigennya dan mengambil
karbondioksida yang dihasilkan oleh respirasi seluler. Kapiler akan menyatu kembali membentuk
venula, yang akan mengirimkan darah ke vena. Darah yang miskin oksigen dari kepala, leher,
tungkai depan disalurkan ke dalam suatu vena besar yang disebut vena cava anterior (superior).
Vena besar lainnya yang disebut vena cava posterior (inferior) mengalirkan darah dari bagian
tubuh utama dan tungkai belakang. Kedua cava itu mengosongkan darahnya ke dalam atrium
kanan, sebelum kemudian darah yang miskin oksigen itu mengalir ke dalam ventrikel kanan
(Campbell, 2000:46).

5. System predaran darah Mamalia


Sistem peredaran darah pada mamalia tidak jauh beda dengan sistem peredaran
darah pada manusia yaitu terdiri atas darah, alat-alat peredaran darah dan
peredaran getah bening. Mengenai darah telah dijelaskan sebelumnya yang
selanjutnya akan dibahas tentang alat-alat peredaran darah, untuk mengedarkan
sari makanan dan oksigen diperlukan alat-alat peredaran darah berupa jantung dan
pembulh darah.

a. Jantung
Jantung mamalia terletak di daerah rongga dada bagian kiri tepatnya di antara
kedua paru-paru, dibungkus oleh selaput tipis yang dinamakan pericardium. Jantung
tersebut memiliki 4 rongga terdiri atas dua ruang serambi ynag berdinding lebih
tipis dan dua ruang bilik yang berdidinding lebih tebal. Serambi dan bilik
berkontraksi secara bergantian. Pada saat serambi berkontraksi (fase sistol), Jalan
masuk darah dari vena ke serambi tertutup oleh kontaraksi otot-otot disekitarnya
dan tekanan didalamnya meningkat sehingga darah akan terdorong menuju bilik
yang pada saat itu sedang berelaksasi. Dalam peristiwa tersebut, darah akan
melewati kleb atriventricularis, yaitu dua unit kleb yang membatasi rongga serambi
dan bilik.kedu kleb tersebut adalah kleb bikuspidalis dan trikuspidalis. kleb
bikuspidalis menjadi pembatas antara rongga serambi dan bilik jantung sebelah
kanan sedangkan trikuspidalis menjadi pembatas antara rongga serambi dan bilik
jantung sebelah kiri. Pada saat bilik berkontraksi,serambi mengalami relaksasi
sehingga jalan masuk darah dari vena (yang semula tertutup ) akan terbuka. Hal ini
akan menyebabkan penurunan tekanan dalam serambi sehingga didarah tertarik
masuk ke dalam serambi jantung.
Satu siklus jantung menghasilkan sekali denyutan jantung. Jantung manusia
berdenyut kira-kira 70 kali per menit, tetapi pada saat aktif melakukan
kegiatan,denyut jantung dapat meningkat hingga lebih dari dua kalinya. Ritme
jantung dikendalikan oleh system saraf. Kecepatan denyut jantung dikendalikan
oleh system syaraf simpatis dan parasimpatis(saraf vagus). Saraf simpatis bekerja
untuk mempercepat denyut jantung, sedangkan saraf vagus bekerja untuk
memperlambatnya.

b. Pembuluh darah
Pembuluh darah adalah saluran khusus untuk mengalirkan darah. Darah adalah
cairan dalam pembuluh darah,yang beredar ke seluruh tubuh mulai dari jantung
dan segera kembali ke jantung. Darah vertebrata mengalir dalam pembuluh yang
elastis (arteri,kapiler dan vena ) dan akan kembali ke jantung tanpa meniggalkan
system pembuluh. Jadi darah tetap berada pada saluran yang terttup.sistem
sirkulasi yang demikian dinamakan system sirkulasi tertutup.
Arteri adalah pembuluh yang berfungsi untuk mengangkut darah yang keluar dari
jantung. Darah dalam arteri mengeluarkan tekanan yang cukup besar terhadap
dinding pembuluh.untuk menahan tahanan tersebut,arteri harus mempunyai
dinding yang tebal dan kuat. Tekanan darah berasal dari kekuatan yang dihasikan
oleh jantung ketika berkontraksi sehingga keberadaan serabut elastic pada dinding
arteri sangat penting untuk memastikan aliran darah yang konstan ke kapiler.
Pelepasan darah dari jantung tidak terjadi secara continue tetapi berselang seling
seirama dengan kontraksi jantung. Ketika jantung berkontraksi, darah terdorong
keluar dari jantung dan masuk ke pembuluh. Segera sesudah darah masuk arteri
besar, dinding arteri akan meregang dan menyimpan sejumlah besar energy yang
berasal dari peregangan serabut alastis. Pada saat jantung berelaksasi, tidak ada
darah yang masuk ke arteri besar sehingga pembuluh tersebbut kembali mengkerut

ke ukuraan semula dan melepaskan sebagian energy yang tersimpan pada


dindingnya.energi tersebut akan mendorong darah dalam pembukuh arteri besar
sehingga mengalir lebih jauh ke seluruh system sirkulasi.
Arteriola adalah pembuluh arteri kecil yang dindingnya mengandung sejumlah
besar otot polos yang proses kontraksinya tidak dikendalikan oleh pusat kesadaran.\
Kapiler adalah pembuluh darah terkecil dalam system sirkulasi yang merupakan
tempat terjadinya pertukaran gas serta berbagia zat lainnya antara pembuluh darah
dan jaringan.
Venula dan vena merupakan pembuluh darah yang berfungsi untuk membawa
darah dari jaringan kembali ke jantung. Venula adalah pembuluh vena yang paling
kecil dan berhubungan langsung dengan kapiler. Vena dilengkapi dengan klep yang
berguna untuk mencegah aliran darah kembali ke arah jaringan dan menjamin
kelancaran aaliran darah menuju jantung yang dibantu juga oleh kontraksi otot
pada dinding pembuluh vena serta kontraksi otot lurik di sekitar pembuluh tersebut.
6. Sirkulasi darah tertutup dan ganda pada mamalia
Sirkulasi darah pada hewan mamalia merupakan sirkulasi darah tertutup dan
ganda. Dikatakan sistem sirkulasi tertutup karena peredaran darah berlangsung di
dalam pembuluh, sedangkan dikatakan ganda sebab dalam peredarannya, darah
mengalir ke organ jantung sebanyak dua kali.
pulmonalis dan (b) sistem peredaran darah sistemik

Sistem sirkulasi darah ganda pada mamalia meliputi peredaran darah besar dan
peredaran darah kecil.
a. Peredaran darah besar
Pada peredaran darah besar, darah meninggalkan ventrikel kiri jantung melalui
aorta, yaitu arteri terbesar dalam tubuh. Aorta ini bercabang menjadi arteri lebih
kecil yang mengantarkan darah ke berbagai bagian tubuh. Arteri-arteri ini
bercabang dan beranting lebih kecil lagi hingga sampai ke arteriola. Arteri ini
mempunyai dinding yang sangat berotot yang menyempitkan salurannya dan
menahan aliran darah dengan jalan mengubag-ubah ukuran saluran dan mengatur
aliran darah dalam kapiler. Didnding kapiler sangat tipis sehingga dapat
berlangsung pertukaran zat antara plasma dan jaringan interstisiiil. Kemudian
kapiler- kapiler ini bergabung dan membentuk pembuluh lebih besar yang disebut
venula, yang kemudian juga bersatu menjadi vena, untuk mengantarkan darah
kembali ke jantung. Semua vena bersatu dan bersatu lagi sehingga terbentuk dua
batang vena, yaitu vena kava inferior yang mengumpulkan darah dari badan dan
anggota gerak bawah, dan vena kava superior yang mengumpulkan darah dari
kepala dan anggota gerak atas. Kedua pembuluh darah ini menuangkan isisnya ke
dalam jantung melalui atrium kanan jantung.
b. Peredaran darah kecil
Darah dari vena tadi kemudian masuk ke dalam ventrikel kanan yang berkontraksi
dan memompanya ke dalam arteri pulmonalis. Arteri ini becabang dua untuk

mengantarkan darahnya menukju paru-paru kanan dan kiri. Darah tidak sukar
memasuki pembuluh-pembuluh darah yang mengaliri paru-paru. Di dalam paruparu setiap arteri membelah menjadi arteriola dan akhinya menjadi kapiler
pulmonal yang mengitari alveoli di dalam jaringan paru-paru untuk memungut
oksigen dan melepaskan karbon dioksida.
Kemudian kapiler pulmonal bergabung menjadi vena dan darah dikembalikan ke
dalam jantung oleh empat vena pulmonalis. Selanjutnya darah dituangkan ke dalam
atrium kiri. Darh ini kemudian mengalir masuk ke dalam ventrikel kiri. Ventrikel ini
berkontraksi dan darah dipompa masuk ke dalam aorta. Maka kini mulai lagi
peredaran darah besar.

Sistem Peredaran Darah


Menurut Yatim (1996), sistem peredaran darahnya memiliki 3 komponen, yaitu berupa jantung,
pembuluh dan darah.
Karakteristik yang paling menonjol pada kelinci adalah percabangan lengkung aorta menjadi
arteri innominator dan arteri subklavia kiri. Arteri innominator juga bercabang menjadi 3, yaitu
arteri subklavia kanan, arteria karotis kanan, dan arteri karotis kiri (Brotowidjoyo, 1994).
Menurut Anynomous (2007), rongga jantung pada kelinci terpisah secara sempurna oleh sekat
membujur, menjadi rongga jantung kiri dan kanan. Rongga jantung kiri mengandung darah yang
kaya dengan oksigen yaitu oksigen dari darah arteri. Rongga jantung yang berisi darah yang
mengadung karbondioksida adalah vena. Masing-masing rongga tadi tersekat lagi menjadi
serambi jantung dan bilik jantung yang saling berhubungan dengan katub atau kleb. Sistem
peredaran darah pada kelinci (Lepus nigricollis) merupakan sistem peredaran darah
tertutup.Pembuluh darah dibagi atas (Yatim, 1996) :
1. Pembuluh nadi
2. Pembuluh balik
3. Pembuluh kapiler
4. Pembuluh limfa
Ada dua macam peredaran darah pada manusia dan mamalia disebut peredaran darah ganda
tersdiri atas :
a. Peredaran darah besar atau sistem sirkulatoria yaitu peredaran dari jantung(bilik kiri) menuju
keseluruh tubuh(kecuali paru-paru) dan kembali ke jantung(serambi kanan )
b. Peredaran darah kecil atau sistem sirkulatoria parva yaitu peredaran dari jantung(bilik kanan)
menuju keparu-paru kembali lagi ke jantung(serambi kiri)
c. Sistem vena porta,yaitu vena dari suatu organ tubuh sebelum menuju ke jantung mampir dulu
kesuatu organ. Pada manusia dan mamalia adalah sistem vena porta hepatis yaitu darah dari usus
sebelum ke jantung mampir dulu ke hati.
Mekanisme peredaran darah
Peredaran darah manusia dibedakan menjadi 2, yaitu peredaran darah besar (sistematik) dan
peredaran darah kecil (pulmonari).

1. Peredaran Darah Pulmonari


Darah miskin oksigen dari seluruh bagian tubuh terkumpul di serambi kanan, kemudian di
alirkan ke bilik kanan. Bilik kanan akan memompa darah ke dalam batang paru-paru . Saat darah
mengalir melalui kapiler paru-paru, karbon dioksida dilepaskan dan oksigen diikat. Darah kaya
oksigen kembali ke serambi kiri melalui venula paru-paru yang bergabung membentuk vena
paru-paru. secara garis besar, urutan peredaran darah pulmonari adalah ventrikel kanan (bilik
kanan) arteri pulmonalis paru-paru vena pulmonalis atrium kiri (serambi kiri) .
2. Peredaran Darah Sistematik
Darah kaya oksigen dari serambi kiri masuk ke bilik kiri. Saat bilik kontraksi, darah menuju
aorta. Kemudian darah menuju cabang aorta, lalu ke jaringan, setelah itu ke vena dan vena kava
lalu kembali lagi ke jantung di serambi kanan. Urutan peredaran darah sistematik adalah
ventrikel kiri (bilik kiri) aorta arteri arteriola kapiler venula vena vena kava
superior vena kava inferior atrium kanan (serambi kanan) .

Tikus
Sistem Ekskresi
Sistem ekskresi mamalia hampir sama dengan manusia, tetapi sedikit berbeda yang
di sebabkan oleh liingkun tempat tinggalnya. Paru-paru terletak di dalam rongga
dada, di lindungi oleh struktur selangka dan di selaputi karung di dinding dikenal
sebagai pelura. Bernafas kebanyakan dilakukan olh diagfragama paru-paru berada
mengembang. Sangkar selangka juga boleh menguncup sedikit ini menyebabkan
udara tertarik ke dalam keluar paru-paru melalui frakhea dan broknial tubes yang
bercabang dan mempunyai alveolus di ujung yaitu karung kecil di kapilari yang
penuhi darah. disini oksigen meresap banyak masuk kedalam darah, dimana akan
di angkut oleh hemoglobin.

Gambar
9. Kulit
Tikus

Source:

Kulit

merupakan

http://benihikanmanokwari.blogspot.com/201

organ

terbesar

2/04/ternak-tikus-putih.html

yang

berfungsi

pelindung
bagi

tubuh.

terluar
Kulit

dalam

sistem

eskresi mempunyai
fungsi

untuk

mengeluarkan
keringat.
dibagi

Kulit

menjadi

lapis

yaitu

epidermis
Gambar

Source: http://2.bp.blogspot.com/-SriZOWmw6I8/Tj-

10. Hati

VQNI/AAAAAAAAAwk/XP6Xq5PtU/s1600/gambar+8.10.jpg

dan

dermis.
Hati pada
ekskresi

sistem

berfungsi

untuk
mengekskresikan
empedu

secara

terus-menerus.
Empedu
mengandung

air,

asam

empedu,

garam

empedu,

kolestrol,
fosfolipid(lesitin),
zat warna/pigmen,
empedu(bilirubin

dan biliverdin) dan


Gambar

beberapa ion.
Pada
mamalia

11. Paru-

seperti tikus, paru-

paru

parunya

sama

seperti

pada

manusia

yang

terdiri

dari

beberapa gelambir.
Bronkus memasuki
Source:

paru-paru

http://www.imammurtaqi.com/2012/04/siste

kemudian

m-ekskresi-pada-manusia.html

bercabang-cabang
sampai akhirnya ke
bagian
menggelembung
berdinding
disebut

tipis,
alveoli,

yang selalu basah


dan

banyak

mengandung

Gambar
12. Ginjal

Source:
http://senipengobatan.wordpress.com/2010/0

kapiler darah.
Sebagai
hewan
mamalia,

system

2/
ekskresi pada tikus
tentunya

akan

lebih kompleks dari


hewan

vertebrata

setingkat

pisces

dan amfibi. Ginjal


pada
berfungsi

tikus
sebagai

alat ekskresi yang


paling

penting

dengan

zat

pengeluarannya
yaitu berupa urine.