Anda di halaman 1dari 2

Tujuan Pemeriksaan Surat Berharga

1. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas
temporary dan long term investment.
2. Untuk memeriksa apakah surat berharga yang tercantum di neraca, benar
adanya, dimiliki oleh dan atas nama perusahaan (client) pertanggal neraca
3. Untuk memeriksa apakah semua pendapatan dan penerimaan yang berasal
dari surat berharga tersebut telah dibukukan dan uangnya di terima oleh
perusahaan.
4. Untuk memeriksa apakah penilaian (valuation) dari surat berharga tersebut
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia / SAK
5. Untuk memeriksa apakah penyajian di dalam Laporan Keuangan sesuai
dengan PABU di Indonesia / SAK
2.3. Prosedur Pemeriksaan Surat Berharga Yang Disarankan
1. Pelajari dan evaluasi internal control atas temporary & long investment.
Contoh buku halaman 202
2. Minta rincian surat berharga yang memperlihatkan saldo awal, penambahan
dan pengurangan serta saldo akhirnya.
3. Periksa phisik dari surat-surat berharga tersebutdan juga pemilikannya
(apakah atas nama perusahaan). Biasanya pemeriksaan phisik dilakukan
bersamaan dengan kas opname. Seandainya surat-surat berharga tersebut di
simpan oleh pihak ketiga harus dikirimkan konfirmasi.
4. Cocokkan data-data dalam rincian dengan berita acara pemeriksaan physik
surat berharga tersebut.
5. Periksa mathematical accuracy dari rincian surat berharga.
6. Cocokkan saldo akhir dari rincian tersebut dengan buku besar.

7. Lakukan vouching atas pembelian dan penjualan surat berharga, terutama


perhatikan otorisasi dan kelengkapan bukti pendukungnya.
8. Periksa perhitungan bunga dan deviden nya dan perhatikan segi
perpajakannya. Periksa apakah bunga/deviden yang diterima telah
dibukukan semuanya.
9. Periksa harga pasar dari surat berharga pada tanggal neraca. Untuk
temporary investment, valuationnya adalah mana yang lebih rendah antara
harga beli dan harga pasar. Untuk long term investment, valuationnya adalah
berdasarkan harga beli kecuali jika terdapat tendensi menurunnya harga
pasar surat berharga tersebut untuk masa yang cukup panjang.
10.Adakan diskusi dengan menejemen untuk mengetahui apakah ada perubahan
tujuan dari pembelian surat berharga yang akan mempengaruhi klasifikasi
dari surat berharga tersebut.
11.Periksa subsequent events untuk mengetahui apakah ada transaksi sesudah
tanggal neraca yang akan mempengaruhi klasifikasi atau disclosure dari
surat-surat berharga tersebut, misalnya penjualan long term investment
dalam subsequent period.
12. Periksa apakah penyajiannya sudah sesuai dengan PABU di Indonesia /
SAK
13.Tarik kesimpulan mengenai kewajaran saldo temporarry & long term
investment yang diperiksa.

Anda mungkin juga menyukai