Anda di halaman 1dari 10

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 1

KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA


(SILA KELIMA PANCASILA)

A. Latar Belakang
Tantangan Kedepan Bangsa Indonesia
Menghadapi era globalisasi ekonomi, ancaman bahaya laten terorisme, komunisme
dan fundamentalisme merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia.
Disamping itu yang patut diwaspadai adalah pengelompokan suku bangsa di
Indonesia yang kini semakin kuat. Ketika bangsa ini kembali dicoba oleh pengaruh
asing untuk dikotak kotakan tidak saja oleh konflik vertikal tetapi juga oleh
pandangan terhadap ke Tuhanan Yang Maha Esa.
Di saat negara membutuhkan soliditas dan persatuan hingga sikap gotong royong,
sebagian kecil masyarakat terutama justru yang ada di perkotaan justru lebih
mengutamakan kelompoknya, golonganya bahkan negara lain dibandingkan
kepentingan negaranya. Untuk itu sebaiknya setiap komponen masyarakat saling
berinterospeksi diri untuk dikemudian bersatu bahu membahu membawa bangsa ini
dari keterpurukan dan krisis multidimensi.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa di Indonesia terdapat berbagai macam suku
bangsa, adat istiadat hingga berbagai macam agama dan aliran kepercayaan. Dengan
kondisi sosiokultur yang begitu heterogen dibutuhkan sebuah ideologi yang netral
namun dapat mengayomi berbagai keragaman yang ada di Indonesia.
Seandainya saja Bangsa Indonesia benar-benar meresapkan nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila, tentunya degradasi moral dan kebiadaban masyarakat
kita dapat diminimalisir. Kenyataannya sekarang yaitu setelah era reformasi, para
reformator alergi dengan semua produk yang berbau orde baru termasuk P4 sehingga
terkesan meninggalkannya begitu saja. Belum lagi saat ini jati diri Indonesia mulai
goyah ketika sekelompok pihak mulai mementingkan dirinya sendiri untuk kembali
menjadikan negara ini sebagai negara berideologi agama tertentu.
Bagaimana membuat nilai-nilai ini bisa kembali menjadi pedoman dan
pengamalan dalam keseharian kehidupan kita? Saya rasa perlu suatu pemerintahan
otoriter di Indonesia untuk memprogram ulang otak bangsa kita dengan suatu dokrin
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 2

nilai - nilai sosial dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat di


negara Indonesia yang nyata - nyata sangat plural ini. Pemerintahan otoriter sangat
diperlukan ketika berhadapan dengan masyarakat yang tak bermoral, tak terkendali,
tak mau diatur, dan merasa dirinya adalah kebenaran itu sendiri tanpa sadar bahwa
mereka hidup bersama dengan orang lain. Semoga saja bangsa Indonesia tidak
separah itu

B. Penjelasan Judul
Keadilan
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik
menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki
tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap
salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah
kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada
sistem pemikiran" [1]. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi
tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil" [2]. Kebanyakan orang percaya bahwa
ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di
seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan
variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari
keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak
jelas. keadilan intinya adalah meletakan segala sesuatunya pada tempatnya

Keadilan sosial
Keadilan sosial adalah sebuah konsep yang membuat para filsuf terkagum-
kagum sejak Plato membantah filsuf muda, Thrasymachus, karena ia menyatakan
bahwa keadilan adalah apa pun yang ditentukan oleh si terkuat. Dalam Republik,
Plato meresmikan alasan bahwa sebuah negara ideal akan bersandar pada empat sifat
baik: kebijakan, keberanian, pantangan (atau keprihatinan), dan keadilan.
Penambahan kata sosial adalah untuk membedakan keadilan sosial dengan
konsep keadilan dalam hukum.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 3

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia


Keadilan sosial juga merupakan salah satu butir dalam Pancasila.
45 butir pengamalan Pancasila seperti yang tertuang dalam P4 (Pedoman
Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) pada Tap MPR No. II/MPR/1978.

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia


• Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana
kekeluargaan dan kegotongroyongan.
• Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
• Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
• Menghormati hak orang lain.
• Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
• Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan
terhadap orang lain
• Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya
hidup mewah.
• Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan
kepentingan umum.
• Suka bekerja keras.
• Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan
kesejahteraan bersama.
• Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan
berkeadilan sosial.

Jenis-jenis Keadilan
Aristoteles membedakan tiga jenis keadilan, yaitu :
(a) keadilan distributif, yaitu memberikan sama yang sama, dan memberikan tidak
sama yang tidak sama. Jadi PNS Gol. III di instansi A mendapat lungsum perhari
sejumlah X, maka seluruh PNS yang bergolongan III di instansi manapun di seluruh
Indonesia, harus mendapatkan lungsum perhari juga sejumlah X.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 4

(b) Keadilan commutatif, yaitu penerapan asas proporsional. Biasanya digunakan


dalam Hukum Bisnis
(c) Keadilan remedial, yaitu memulihkan sesuatu ke keadaan semula, biasanya
digunakan dalam perkara gugatan ganti kerugian.

Keadilan juga dapat dibedakan ke dalam dua jenis :


(a) keadilan restitutif, yaitu keadilan yang berlaku dalam proses litigasi di
pengadilan, di mana fokusnya adalah pada pelaku. Bagaimana menghukum atau
membebaskan pelaku.
(b) keadilan restoratif, yaitu keadilan yang berlaku dalam proses penyelesaian
sengketa non litigasi (Alternative Dispute Resolution), di mana fokusnya bukan pada
pelaku, tetapi pada kepentingan “victims” (korban).

C. Pemaparan Masalah Keadilan Sosial


Masalah dalam DPR
Ketidakadilan yang nyata terjadi di DPR. Dengan masa kerja yang hanya 5 tahun,
mereka mendapat pensiun seumur hidup. Wah enaknya, pantas saja banyak orang
berlomba-lomba duduk menjadi anggota dewan. Sedangkan BUMN saja sudah
banyak yang tidak menerapkan pensiun seumur hidup. Ini suatu ketidakadilan yang
nyata, dimana harapan keadilan rakyat terletak di tangan mereka.
Kontroversi gaji DPR dengan segala tunjangan dan fasilitasnya selalu terjadi tiap
tahun. Mereka bukannya mengurusi segala persoalan rakyat malah mementingkan
berapa besar uang yang masuk rekening mereka sendiri. Sebuah ironi di tengah
masyarakat yang hidup susah, mengantri minyak tanah, hidup di jalanan, kemiskinan
merata di seantero negeri ini.
Sedangkan mereka anggota dewan dengan gagahnya berpidato tanpa tindakan
yang jelas. Kerja mereka hanya menulis, berpidato, sedangkan kenyataan dilapangan
berbanding terbalik dengan coretan di atas kertas. Begitu banyak undang-undang
dibuat, banyak pula yang melanggarnya.
Mereka sepertinya hanya memikirkan dirinya sendiri saja. Tidak pantas mendapat
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 5

pensiun seumur hidup. Sebelum menjadi anggota dewan, tentunya mereka sudah
mempunyai pekerjaan yang mapan. Gedung dewan sekarang menjadi ajang mencari
uang saja.

Ketidakamanan dan Ketidakadilan yang Dialami Perempuan di Kendaraan


Umum
SERING kali apabila saya naik kendaraan umum, terutama bus kota di
Yogyakarta, tatkala mau turun dari bus, bus tidak sungguh stop. Kenek pun menyuruh
penumpang menggunakan kaki kiri dulu untuk meloncat turun dari bus sambil
memegang salah satu tangan atau anggota tubuh lain, kadang pinggang atau bahu,
untuk "melindungi" atau "menolong" perempuan.
Pernah saya cermati, ternyata yang ditolong tidak semua perempuan, melainkan
yang dianggap menarik, artinya masih muda. Yang nenek-nenek yang membutuhkan
bantuan malah tidak ditolong, kecuali apabila minta tolong. Jadi, jika saya bersama
anak yang masih berusia batita, maka mestilah minta tolong agar dibantu untuk
menurunkan dan menaikkan anak batita itu.
Sudah beberapa kali protes saya lontarkan untuk tidak perlu dibantu untuk turun
dan naik bus. Argumentasi dari para kenek adalah menolong perempuan agar tidak
jatuh. Tentu saja penumpang akan jatuh apabila bus tidak sungguh-sungguh berhenti,
masih setengah dan cepat-cepat mau ngebut lagi.
Apabila duduk di sebelah sopir persis, karena dekat dengan urusan mengganti
persneling, sopir pun entah sengaja atau tidak sengaja punya kesempatan untuk
melakukan pelecehan seksual. Di sini penumpang sulit mengeluh karena sopir punya
alasan kuat dia sedang menjalankan tugas menyopir. Jadi, jika kena paha penumpang,
itu tidak disengaja.
Setelah di dalam bus pun, di antara para penumpang pelecehan seksual banyak
terjadi. Terutama ketika bus penuh sesak. Para peleceh, kebanyakan laki-laki, akan
menggunakan banyak cara, mulai dari mengimpitkan tubuhnya ke tubuh perempuan
lain, memegang tangan, mencolek pinggang/ panggul, dan menyentuh bahkan
meremas payudara. Di Jepang, dengan telepon seluler berkamera, peleceh memfoto
celana dalam perempuan.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 6

DOMINASI laki-laki di kendaraan umum juga tampak dalam cara duduk.


Umumnya laki-laki duduk dengan membuka lebar-lebar pahanya sehingga ruang
yang dipakai menjadi lebih banyak. Artinya, penumpang di sebelahnya mendapatkan
tempat sempit. Cara duduk ini mencerminkan ketidakpedulian terhadap penumpang
lain. Jika diminta untuk mengubah cara duduknya, pengalaman saya menunjukkan
bahwa mereka tidak suka ditegur. Seolah-olah kendaraan publik menjadi miliknya
seorang.
Tentu saja ada yang paling parah, yaitu serangan seksual dan pemerkosaan.
Terutama apabila perempuan pergi sendiri dan malam hari. Sudah banyak kisah nyata
perempuan pulang kerja malam hari atau dini hari dan di kendaraan ditodong lalu
diperkosa.
Arti dari semua ini adalah perempuan mengalami ketidakamanan dan
ketidakadilan di kendaraan umum. Mayoritas pengguna jasa kendaraan umum adalah
perempuan kelas menengah ke bawah, para perempuan miskin. Ketidakamanan jelas
tampak dalam pelecehan seksual, serangan seksual, dan bahkan pemerkosaan.
Sedangkan ketidakadilan tercermin dalam soal dominasi dari cara duduk laki-laki
yang seenaknya membuka lebar-lebar kakinya dan tidak tersedianya perangkat hukum
yang bisa menjerat dan membuat kapok para laki-laki yang melakukan pelecehan
seksual.
Di Jepang, sekarang para remaja putri SMA berani terhadap para laki-laki
yang mereka rasa melakukan pelecehan seksual. Mereka menarik dasi pelaku dan
membawanya ke polisi. Kaum laki-laki takut sekali apabila berurusan dengan aparat
penegak hukum karena karier bisa tamat. Dampaknya, perempuan aman
menggunakan transportasi umum.
Di Sri Lanka yang sudah dan sedang dipimpin perempuan, untuk membuat
perempuan aman di kendaraan umum, pemerintah menyediakan bus khusus
perempuan. Namun, jumlahnya tidak memadai dan akibatnya waktu untuk menunggu
terlalu lama. Para penumpang perempuan pun naik bus umum biasa. Di sini mereka
pun diejek karena menumpangi bus yang dianggap bukan untuk perempuan dan tentu
saja menjadi korban pelecehan seksual lagi.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 7

BAGAIMANA di Indonesia? Dengan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri,


terpikirkah dan tergerakkah Ibu Presiden membuat aman para perempuan di
kendaraan umum? Tentu bukan dengan melarang mereka keluar malam hari atau
memakai pakaian minim. Sebagai manusia, perempuan berhak melakukan mobilisasi
dan mengekspresikan diri dengan bebas. Cara berpakaian sangat bergantung pada
konteks budaya, waktu, suasana, tempat, dan zaman. Dalam konteks ini, peleceh dan
pelaku yang harus dihukum, bukannya menghukum korban. Kita membutuhkan
peraturan antipelecehan seksual di tempat publik.
Lalu bagaimana dengan Dinas Perhubungan dan para pemilik bus beserta para
sopir dan kernet? Tampaknya mereka perlu mendapat pencerahan tentang
antipelecehan seksual. Bagaimana berlaku sopan terhadap penumpang. Perlu juga
secara internal memberlakukan tindak disiplin terhadap sopir atau kernet yang
melecehkan perempuan. Artinya, ada sistem pengaduan penumpang terhadap
perlakuan sopir dan kernet yang merugikan, bukan melulu soal jadwal. Sebaliknya,
sopir dan kernet yang membela penumpang perempuan yang dilecehkan disediakan
hadiah. Memang masih sulit menanamkan kesadaran individu yang sejati, dalam arti
tidak diberi hadiah pun mau bertindak, mau membela.
Para penumpang laki-laki mulailah bersikap menghormati diri sendiri dan orang
lain. Tentu saja dengan tidak melakukan pelecehan seksual. Lalu, apabila ada peleceh,
beranilah menegur dan melawannya. Para penumpang perempuan janganlah berdiam
diri jika dilecehkan. Kita harus memprotes, mengatakan tidak. Apabila kita diam saja,
dianggap kita setuju.
Jika semua pengguna jasa kendaraan umum menolak pelecehan seksual dan ada
perangkat hukum yang efektif ditunjang oleh budaya organisasi Departemen
Perhubungan dan perusahaan bus yang antipelecehan seksual, maka penumpang
perempuan mudah- mudahan akan merasa aman naik kendaraan umum. Semoga!

Masalah Pendidikan di UGM


Belakangan UGM sering menuai protes karena persoal an keadilan. Kebijakan
menaikkan biayapendidikan dinilai sesuatu yang tidak memenuhi kaidah keadilan
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 8

oleh banyak pihak terutama mahasiswa. Baik karena disamaratakannya bi aya antara
yang mampu dan yang kurang mampu, juga yang terpenting kebijakan itu
mempersempit atau bahkan menutup peluang bagi yang kurang mampu untuk
memperoleh pendidikan yang baik. Ujian masuk UGM yang dikupas dalam edisi
eksemplar kali inipun tidak terlepas dari persoalan keadilan. Apakah mekanismenya
berkeadilan, apakah kolusi dan diskriminasi mungkin terjadi, dan apakah peserta
dimungkinkan untuk menggugat bila merasa diperlakukan tidak adil, adalah
pertanyaan-pertanyaan seputar masalah keadilan didalamnya.

D. Pembahasan
Keadilan digambarkan sebagai situasi sosial ketika norma-norma tentang hak dan
kelayakan dipenuhi. Situasi sosial berkeadilan ini bisa tercapai jika empat jenis
keadilan yang ada berlaku, yaitu keadilan distributif, keadilan prosedur, keadilan
interaksional, dan keadilan sistem.
Nilai yang dapat diambil dari masalah keadilan sosial
• Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana
kekeluargaan dan kegotongroyongan.
• Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
• Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
• Menghormati hak orang lain.
• Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
• Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan
terhadap orang lain
• Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya
hidup mewah.
• Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan
kepentingan umum.
• Suka bekerja keras.
• Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan
kesejahteraan bersama.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 9

• Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan
berkeadilan sosial.
Solusi yang dapat diberikan atas masalah keadilan sosial

Anggota DPR jangan hanya memikirkan dirinya sendiri saja. Sebaiknya kita lihat
dulu apa yang terjadi di masyarakat sekeliling kita, banyak masyarakat yang kurang
mampu. Sehingga hal tersebut menimbulkan kesenjangan sosial. Sebaikya mereka
melihat dulu kepentingan rakyat, karena mereka dipilih oleh rakyat untuk rakyat
guna memperjuangkan kepentingan rakyat. Apalagi sebelum menjadi anggota dewan,
tentunya mereka sudah mempunyai pekerjaan yang mapan sehingga pastinya mereka
sudah hidup berkecukupan. Karena itu, gedung dewan jangan dijadikan ajang mencari
uang saja.

Dalam konteks ini, peleceh dan pelaku yang harus dihukum, bukannya menghukum
korban. Kita membutuhkan peraturan antipelecehan seksual di tempat publik. Dinas
Perhubungan dan para pemilik bus beserta para sopir dan kernet perlu mendapat
pencerahan tentang antipelecehan seksual, bagaimana berlaku sopan terhadap
penumpang. Perlu juga secara internal memberlakukan tindak disiplin terhadap sopir
atau kernet yang melecehkan perempuan. Artinya, ada sistem pengaduan penumpang
terhadap perlakuan sopir dan kernet yang merugikan, bukan melulu soal jadwal.
Sebaliknya, sopir dan kernet yang membela penumpang perempuan yang dilecehkan
disediakan hadiah.

Pendidikan tidak dijadikan sebagai ajang bisnis tapi murni untuk mendewasakan
peserta didik, guna memenuhi arti mendidik yang sebenarnya. Dengan ditiadakan
bisnis dalam pendidikan berarti tidak ada istilah mengambil keuntungan material jadi
biaya pendidikan bisa ditekan.

E. Daftar Pustaka
L.Andriani Purwastuti, M.Hum.dkk. 2002. Pendidikan Pancasila: untuk Perguruan
Tinggi, Yogyakarta: Penerbit UNY Press
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 10

M. Sastrapratedja. 2001. Pancasila sebagai Visi dan Referensi Kritik Sosial,


Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Soerjanto Poepowardojo. 1989. Filsafat Pancasila: Sebuah Pendekatan Sosial Budaya,
Jakarta: Penerbit PT Gramedia
http://id.wikipedia.org/wiki/Keadilan
http://blog.kenz.or.id/2006/06/01/45-butir-pengamalan-pancasila.html
http://64.203.71.11/kompas-cetak/0405/04/swara/1000699.htm
http://ideologipancasila.wordpress.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/Keadilan_sosial
http://www.fajar.co.id/kolom/news.php?newsid=549